Konflik lahan di Sukahaji memang belum rampung. Warga masih berada diambang kecemasan. Seorang warga di sana mengungkapkan keresahannya tentang perasaan yang masih belum aman untuk tinggal di tempat tersebut.

“Dibilang aman, nggak. Dibilang engga aman juga, iya.”

Setidaknya, perasaan itu diungkapkan dalam perhelatan Balai Santai Vol.1 di Sukahaji, pada Senin, 31 Agustus 2026.Sebuah mini gigs yang diinisiasi oleh kolektif warga sekaligus perilisan EP Senartogok yang bekerja sama bersama Forum Sukahaji Melawan.

Beberapa moniker dari serikat pekerja rima, DefBloc, seperti Randslam, Kid Vicious, bahkan Ken Amok, turut menjadi pengisi acara. Mereka tidak hanya bermain hip-hop, tetapi juga membuat perasaan warga kembali hangat. Bahkan, anak-anak di sana menikmatinya sambil menganggukkan kepala, tak jarang pula ikut bernyanyi.

Suasana memang cukup padat, terlebih ketika Pangalo! mengambil mikrofon. Beberapa kali lagunya terhenti di tengah pertunjukan karena kabel listrik terinjak-injak. Namun, beberapa kali pula Pangalo! berusaha menuntaskan penampilannya.

Berdiri di sana perlu cukup berhati-hati. Pasalnya, di bawah kaki terdapat marmer dan batu bata bekas reruntuhan yang kondisinya cukup mengenaskan.

Di sela-sela itu, ada pula refleksi yang bukan hanya datang dari Sukahaji. Jaringan solidaritas dari Sukajaya, Cicalengka, bahkan ikut memberi kabar tentang keadaan mereka yang memiliki kesamaan nasib: penggusuran.

Ada pula solidaritas dari warga yang ikut menyisipkan puisi-puisinya. Mereka datang sambil membawa buku, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk dibagikan.

Gigs berhenti persis ketika bulan berganti, dan September tiba. Lumayan gelap, sama seperti bulannya.

Teks & photos: Iman Hadiansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *