JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • REVIEWS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • EVENTS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • ESSAY

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • COOL SPOTS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • HOT STUFF

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

JEURNALS JEURNALS

  • About

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • Contact

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • INTERVIEWS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • REVIEWS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • EVENTS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • ESSAY

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • COOL SPOTS

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

  • HOT STUFF

    Edy Khemod, yang kerap dikenal sebagai penggebug drum dari Seringai, baru-baru ini meluncurkan film perdananya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film yang berkisah soal persahabatan yang terjepit ekonomi akibat kemiskinan struktural lalu kemudian dengan nekat melakukan aksi pencopetan di tengah konser musik.

    Menariknya, proses syuting real dilakukan langsung di tengah konser musik, Pesta Pora. Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak pada 27 Agustus 2026. 

    Tak hanya berhenti di film, rumah produksi Imajinari juga akan merilis sebuah karya turunan film ini, yaitu sebuah Artbook. Menurut Dipa Andika, selaku produser, buku ini berisi foto-foto yang belum pernah dipublikasikan, storyboard, potongan naskah, hingga catatan tulisan dari pemain dan kepala divisi. Bahkan, ekstras sebanyak 500 orang dituliskan di dalam buku tersebut. 

    "Ini salah satu kami selalu bilang kalau film ini tuh film nekat, karena secara produksi memang nekat dikerjakan, kolaborasinya juga banyak. Salah satu kenekatan lainnya yang kami buat adalah memutuskan untuk bikin artbook seperti ini," ujarnya.

    Bahkan menurut Iqbaal Ramadhan, selaku Produser dan pemeran Ijal, menjabarkan bahwa membuat sebuah Artbook dalam film merupakan hal yang tidak lumrah dilakukan di industri perfilman Indonesia, berbeda dengan tren di luar negeri yang memang dari dulu ramai.

    Artbook Operasi Pesta Copet terbagi menjadi tiga bagian halaman yang bisa dibulak-balik. Menawarkan berbagai cerita, salah satunya budaya copet yang mengakar sejak zaman dahulu.

    Tak hanya itu, Dipa menambahkan, kurang lebih sebanyak 16 musisi/band mengisi soundtrack pada film tersebut, banyak diantaranya merupakan musisi asal kota Bandung.

    "Ada banyak musik di film ini. Dan diantaranya ada beberapa musisi Bandung yang mengisinya. Rub of Rub, White Chorus, The Panturas hingga Teenage Death Star," ucapnya

    "Bahkan sang sutradara Khemod-pun aktif di Bandung bersama Seringai. Jadi ini, memang film tentang Bandung banget, musik dan konser-konser. Senang karyanya kembali ke Bandung," tambahnya.

    Debut pertama dalam film ini bukan hanya dirasakan Khemod, Vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, dipercaya memerankan karakter bernama Silet.

    "Walaupun dulu sering bermain teater, tapi rasanya bermain film disini tuh beda banget, disini jadi bikin banyak self control," ujarnya.

    Operasi Pesta Copet sudah tayang di bioskop Indonesia.

Category: Review

  • Home
  • Review
Dari Film Ke Artbook: Operasi Pesta Copet Tidak Berhenti di Layar Lebar
  • Jeurnals
  • September 10, 2026
  • 2 min read
  • 78

Dari Film Ke Artbook: Operasi Pesta Copet Tidak Berhenti di Layar Lebar

Sukahaji, Balai Santai Vol.1 dan Refleksi Konflik!
  • Jeurnals
  • September 10, 2026
  • 1 min read
  • 164

Sukahaji, Balai Santai Vol.1 dan Refleksi Konflik!

Tiga Hari yang Menyenangkan di Joyland 2024
  • Jeurnals
  • December 2, 2024
  • 3 min read
  • 724

Tiga Hari yang Menyenangkan di Joyland 2024

Film-Film Sosial-Politik Rekomendasi Jeurnals
  • Jeurnals
  • July 16, 2024
  • 15 min read
  • 706

Film-Film Sosial-Politik Rekomendasi Jeurnals

Review Album: Drain “Living Proof” (Epitaph Records)
  • Jeurnals
  • December 12, 2023
  • 2 min read
  • 487

Review Album: Drain “Living Proof” (Epitaph Records)

NewJeans 2nd EP ‘Get Up’
  • Jeurnals
  • November 8, 2023
  • 5 min read
  • 524

NewJeans 2nd EP ‘Get Up’

Suissac “Magnanimous” (Disaster Records)
  • Jeurnals
  • October 31, 2023
  • 4 min read
  • 298

Suissac “Magnanimous” (Disaster Records)

Bedchamber “Capa City” (La Munai Records)
  • Jeurnals
  • October 21, 2023
  • 3 min read
  • 274

Bedchamber “Capa City” (La Munai Records)

Dealektika Eklektika, Video Skate by United Hart
  • Jeurnals
  • October 13, 2023
  • 2 min read
  • 240

Dealektika Eklektika, Video Skate by United Hart

Beau Is Afraid (Dir. Ari Aster)
  • Jeurnals
  • September 28, 2023
  • 2 min read
  • 263

Beau Is Afraid (Dir. Ari Aster)

  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 23
  • Next
The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025