JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • REVIEWS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • EVENTS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • ESSAY

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • COOL SPOTS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • HOT STUFF

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

JEURNALS JEURNALS

  • About

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • Contact

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • INTERVIEWS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • REVIEWS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • EVENTS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • ESSAY

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • COOL SPOTS

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

  • HOT STUFF

    Arga

    Dehumanized - Prophecies Foretold (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=AuuF4Dt0X_w

    Awalnya kepincut artwork-nya pas digging materi, tapi trek "Fade Into Obscurity" langsung bikin nempel. Groove dan heaviness-nya sangat masuk ke karakter Prejudize, dengan riff bernuansa Suffocation versi modern. Pendekatan aransemen ini ideal dijadikan referensi tanpa meniru mentah-mentah. Secara musikal dan visual pun terasa klop dengan formasi band kami: dua gitaris yang pas dengan citra gahar, basis yang tetap bebas beraksi khas hardcore, serta drummer yang solid menjaga tempo dan mengeksekusi kebutuhan lagu. Intinya, ada kesinambungan antara sound yang heavy dan identitas band.

    Gilang

    Suffocation - Blood Oath (2009)

    https://www.youtube.com/watch?v=pGFU2P3IQvg&t=3s

    Kalo riffs, gue banyak masukin 2 unsur dari band classic dan band modern. Kalo classic gue ngambilin formula solo guitar nya Suffocation, groovy nya Internal Bleeding, dan heavy nya Cannibal Corpse. 

    Kalo modern nya gue ngambilin formula kotornya Caustic Wound, dan serem nya Revenge. 

    Dari situ gue campurin semua, dibikin satu ‘adonan’. Kira-kira kaya gitu cara gue bikin riffs untuk EP State To Kill.

    Ruly

    Obituary – Inked in Blood (2014)

    https://www.youtube.com/watch?v=qkzAgaHASkA

    Baru gabung dua minggu sebelum rekaman, bagan dan ketukan lagu sebenarnya sudah dirancang rapi oleh sang gitaris. Peran di sini lebih ke merapikan struktur dan memberi sentuhan fill-in tipis agar flow-nya makin pas. Fokus utama justru mengejar karakter sound drum yang terinspirasi dari gaya Donald Tardy di album ini. Dry tapi nampol, namun tetap bertenaga. Dengan mengincar karakter snare yang crack dan snappy dengan artikulasi drum yang padat tanpa kehilangan nuansa raw serta tetap menyatu dengan visi awal band.

    Ale

    Inveracity - Extermination of Millions (2007)

    https://www.youtube.com/watch?v=62QK3EERipE

    Riff technical dan groovy berbalut brutal death metal di album ini jadi referensi utama saat Prejudize beralih haluan genre. Album ini juga membawa nostalgia masa SMA ketika skena death metal Bandung sedang jaya-jayanya lewat kompilasi legendaris Padiga. Riff-riff gahar dari masa lalu itulah yang akhirnya menginspirasi proses kreatif pembuatan EP State to Kill.

    Rian

    Hellbeyond - The Strongest Stand Last (2010)

    https://www.youtube.com/watch?v=3Eez98tqvXg

    Momen callback muncul saat guide lagu pertama selesai; vibes dan riff-nya langsung mengingatkan ke album ini di jalan balik ke kosan. Sebagai personil yang tidak terlalu mendalami death metal, album ini terasa sangat compact untuk dijadikan referensi—riff, karakter sound gitar, hingga drumnya sangat heavy, sementara sisi hardcore yang diinginkan tetap terwakili. Menariknya, saat take drum di Funhouse, Om Edz (gitaris Hellbeyond) yang jadi operator sempat nyeletuk, “jiga Hellbeyond nya".

Category: Interview

  • Home
  • Interview
Album Death Metal Pilihan Prejudize
  • Jeurnals
  • September 10, 2026
  • 3 min read
  • 24

Album Death Metal Pilihan Prejudize

Pangalo! Ciroyom dan Album Maka Merapallah Zarathustra
  • Jeurnals
  • September 10, 2026
  • 27 min read
  • 122

Pangalo! Ciroyom dan Album Maka Merapallah Zarathustra

Dari Rak Toko Ke Meja Kolaborasi, Perjalanan Eba Dari Konsumen Menjadi Kreator
  • Jeurnals
  • June 12, 2026
  • 20 min read
  • 859

Dari Rak Toko Ke Meja Kolaborasi, Perjalanan Eba Dari Konsumen Menjadi Kreator

From Tampa to the Global Stage: Contention on Growth and Staying Grounded
  • Jeurnals
  • April 1, 2026
  • 5 min read
  • 956

From Tampa to the Global Stage: Contention on Growth and Staying Grounded

Dipuja Big Crown Records, Sistem Bobrok dan Sitar Modifikasi: Sisi Paling Jujur Thee Marloes
  • Jeurnals
  • November 20, 2025
  • 4 min read
  • 696

Dipuja Big Crown Records, Sistem Bobrok dan Sitar Modifikasi: Sisi Paling Jujur Thee Marloes

Bukan Sekadar Funk: Ali Bongkar Alasan Campur Musik Arab, Afro & Nusantara, “Ini Sudah Ada di Indonesia dari Dulu”
  • Jeurnals
  • November 20, 2025
  • 4 min read
  • 1594

Bukan Sekadar Funk: Ali Bongkar Alasan Campur Musik Arab, Afro & Nusantara, “Ini Sudah Ada di Indonesia dari Dulu”

Prejudize: Suara Keras dan Penuh Makna dari “Echoes of Life”
  • Jeurnals
  • December 15, 2024
  • 9 min read
  • 740

Prejudize: Suara Keras dan Penuh Makna dari “Echoes of Life”

Jason Halim (2TIMESTOO, Nostal)
  • Jeurnals
  • November 28, 2024
  • 9 min read
  • 782

Jason Halim (2TIMESTOO, Nostal)

Majelis Lidah Berduri
  • Jeurnals
  • November 19, 2024
  • 16 min read
  • 2962

Majelis Lidah Berduri

Robertus Febrian Valentino (Skandal)
  • Jeurnals
  • November 18, 2024
  • 9 min read
  • 733

Robertus Febrian Valentino (Skandal)

  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 17
  • Next
The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025