


Words by Aldy Kusumah



Words by Aldy Kusumah





Jika kamu mengalami tumbuh di masa ‘90an, mungkin sebagian besar dari kamu sudah pernah bermain dan dibikin stress oleh Contra (1987), sebuah shooter run-and-gun dimana satu kesalahan bisa berakibat fatal atau gameover. Ratusan pengguna Nintendo pada saat itu bermain Contra seakan tidak ada hari esok. Many loved it but only a select few can finish it (dengan beberapa korban controller yang rusak dibanting).


Ramuan ini ternyata berhasil, banyak oldschool gamers dan gamers-gamers muda yang sudah bosan dengan game modern dengan grafik 3D dan first-person point of view. Cuphead menjadi angin segar, dan juga menjadi adiksi baru bagi para masokis, dengan tingkat kesulitan yang menyamai Dark Souls dan jauh lebih sulit diatas Contra, Cuphead pun menjadi perbincangan hangat. Bermodalkan ramuan mujarab ini, Studio MDHR dan Cuphead menikmati hasil penjualan yang fantastis dan memenangkan beberapa game show awards. Cuphead dikontrak Netflix untuk dibuat serial kartunnya yang masih di develop. Simak trailernya disini.

FRIGHT FEST: Our 10 favorite Halloween Horror films
Â
1. HALLOWEEN III: SEASON OF THE WITCH (1982) – DIR. TOMMY LEE WALLACE
Ini adalah satu-satunya film Halloween tanpa the almighty Michael Myers! Dari semua series Halloween, film ketiga ini adalah yang paling berbeda. Tanpa kehadiran serial killer Michael Myers, justru film ini adalah film terbaik dari 8 film Halloween lainnya (Halloween 1 tidak terhitung, itu MASTERPIECE).

2. THEY LIVE (1988) – JOHN CARPENTER
FIlm ini merupakan salah satu major influence Shepard Fairey’s untuk membuat brand OBEY Giant. Ketika alien membombardir populasi dengan pesan-pesan subliminal seperti: “OBEYâ€, “stay asleepâ€, “no imaginationâ€, “submit to authorityâ€, seorang pengangguran bernama John Nada (yang dimainkan dengan brilian oleh pegulat Roddy Piper) akan menyelamatkan dunia ini…

3. DEMONS (1985 ) – DIR. LAMBERTO BAVA

4. THE WIZARD OF GORE (1970) – DIR. HERSCHELL GORDON LEWIS
Sebuah film eksploitasi Splatter / Gorno kelas-B yang di-shoot dengan budjet minimal tetapi memperlihatkan efek gore yang maksimal. Montag the Magician adalah seorang pesulap dengan trik-trik “ajaib†seperti membelah badan menggunakan gergaji mesin, membor badan seseorang sampai menyuruh seseorang menelan pedang. Totally delicious gory fun!

5. EVIL DEAD (1981) – DIR. SAM RAIMI
Siapa yang bisa menyangka sutradara papan atas Hollywood sekelas Sam Raimi, yang telah mencetak uang dengan mega-blockbuster hit seperti trilogi Spiderman dulunya adalah pembuat film horor kelas B? Why are you even reading this article if you haven’t see this masterpiece? Walaupun hanya diperankan oleh 5 orang saja, sulit rasanya untuk tidak mencintai film ini.

6. BRAINDEAD (1992) – DIR. PETER JACKSON
Halloween macam apa tanpa zombie? Jika sutradara Lord of the Rings membuat film zombie, inilah yang akan kalian dapatkan: Sebuah splatterhouse berjudul Braindead! Tonton yang satu ini, i’ll promise you lots of huge, enjoyable FUN!

7. SUSPIRIA (1977) – DIR. DARIO ARGENTO
No doubt, one of the best horror film i ever saw, period. Lupakanlah remake arthouse-nya yang pretensius. Soundtrack dan score dari Goblin tentu saja jauh lebih baik dari Thom Yorke. Salah satu karya monumental Argento, dengan scoring musik yang canggih, visual yang lush dan sampai detik ini tulisan dibuat, masih menjadi blueprint untuk film-film horror kontemporer, Suspiria tetap stand out sebagai salah satu film terseram sepanjang masa.

8. GHOSTBUSTERS 2 (1989) – DIR. IVAN REITMAN / BLADE 2 (2002) – DIR. GUILLERMO DEL TORO
Keduanya adalah sekuel yang underrated. Ghosbusters 2 memang tidak selucu yang pertama, tetapi dengan tone yang lebih gelap, this one really nails the balance between horror & comedy. Jika membicarakan Blade, hanya Blade 2 saja yang layak tonton. Wesley Snipes dilahirkan untuk memerankan Blade, tetapi dengan direction dari Guillermo, film ini adalah sebuah masterpiece yang terlewatkan oleh banyak orang. Pick one of these films, both are great, both are fun.

9. ROCKY HORROR PICTURE SHOW (1975) – DIR. JIM SHARMAN
Film musikal ini adalah salah satu film yang mendefinisikan fashion punk 1970an, dan menjadi salah satu film favorit anggota The Cramps dan The Misfits. Tim Curry dengan brilian memainkan  Dr. Frank-N-Furter, seorang “sweet transvestite from Transsexual, Transylvaniaâ€.

10. SILENCE OF THE LAMBS (1991) – DIR. JONATHAN DEMME
Tadinya saya akan merekomendasikan Cannibal Ferox  (1981) atau Cannibal Holocaust (1980), cause Halloween isn’t fun without cannibalism. But since those films are way too depressing, Silence of the Lambs adalah jawaban nya! Siapa sangka film mengenai kanibalisme dan serial killer yang hobi menguliti korban-korbannya bisa memenangkan 5 piala Oscar di tahun 1995.  Sebuah tontonan yang fun and scary as shit at the same time. One of my favorite films of all-time. Nikmatilah film ini dengan Fava Beans dan segelas Chianti. Preciouusss!!!

Words and curated by ALDY KUSUMAH
Apa persamaan eye-candy yang kalian lihat di James Bond Skyfall (2012) atau 1917 (2019)? Yep, those visuals are Roger Deakins’s trademark. Di tangan Roger Deakins, seorang Director of Photography (D.O.P.) dan sinematografer handal kelas Oscar; lanskap salju seperti di film Fargo (1996) atau gurun kosong di No Country For Old Men (2007) bisa terlihat indah. Dia mulai mencuri perhatian cinema afficionado pada saat film The Shawshank Redemption (1994) dipuji kritikus. Setelah itu Deakins banyak berkolaborasi dengan Coen Brothers (Big Lebowski, Fargo, No Country For Old Men) dan akhir-akhir ini berpartner dengan Sam Mendes dalam Skyfall (2012) dan 1917 (yang meraih Oscar best cinematography di Academy Awards 2019).

Sebagai D.O.P., Deakins terlihat dapat memainkan beberapa style. Beberapa genre film pun dia tangani dengan baik: Dari film western, drama perang ber-skala epic sampai cyberpunk, Deakins has done it all and bring you all the visual eye-candy to the screen. Memainkan kontras yang tajam, long-takes yang penuh persiapan seperti di 1917 (2019) sampai detail-detail lanskap minimalis di O Brother, Where Art Thou? (2000).

Beberapa aktor bahkan tertarik untuk bermain dalam film-film tertentu karena ada Roger Deakins sebagai sinematografernya. Ryan Gosling tertarik bermain di Blade Runner 2049 setelah mengetahui sinematografernya adalah Deakins, dan Josh Brolin pun menyetujui bergabung di Sicario (2015) setelah mengetahui ada keterlibatan Roger Deakins.Â
Â

Â

“I’ve always painted or drawn pictures or taken still photographs; now I shoot movies. It’s just about making images, really.†-Roger Deakins
Sampai sekarang, dia hanya mempercayai satu operator kamera: Dirinya sendiri.
Â
By Aldy Kusumah



By Aldy Kusumah
#ArenaXprnc #Indestruct18le #18thAnniversary #Parody
DIRECTED BY
Lucky Jack & Andika Surya
FILMED & EDITED BY
Rully Rhamdani, Fery Alan & Gifran Sonagi
—————————————————————————————————————
Support us :
http://arenaexperience.com/
https://www.instagram.com/arena_xprnc/
https://twitter.com/ArenaExperience
https://shopee.co.id/basedclub
https://shopee.co.id/easthood
https://open.spotify.com/show/40kZyPC…
Band ini project solonya Takao Tajima, lagu “Seppun” yg hits dan sangat pop ini cocok di denger kalo lagi falling in love.