Jika kamu mengalami tumbuh di masa ‘90an, mungkin sebagian besar dari kamu sudah pernah bermain dan dibikin stress oleh Contra (1987), sebuah shooter run-and-gun dimana satu kesalahan bisa berakibat fatal atau gameover. Ratusan pengguna Nintendo pada saat itu bermain Contra seakan tidak ada hari esok. Many loved it but only a select few can finish it (dengan beberapa korban controller yang rusak dibanting).

 


 

Studio MDHR, yang didirikan oleh kakak-beradik Chad dan Jared Moldenhauer (dibantu juga oleh Marija dan Ryan Moldenhauer), membuat Cuphead dengan influence dari 1930’s style cartoons, ala Fleischer Studios (Popeye, Betty Boop) dan Walt Disney. Mereka menggabungkan visual kartun, soundtrack big band Jazz dengan gameplay run-and-gun ala Contra, tetapi hanya berfokus pada boss fights. Walaupun sudah dirilis dan bisa dinikmati pengguna Windows dan XBOX di tahun 2017, pengguna Playstation 4 baru bisa memainkan Cuphead di tahun 2020.

 

 

Ramuan ini ternyata berhasil, banyak oldschool gamers dan gamers-gamers muda yang sudah bosan dengan game modern dengan grafik 3D dan first-person point of view. Cuphead menjadi angin segar, dan juga menjadi adiksi baru bagi para masokis, dengan tingkat kesulitan yang menyamai Dark Souls dan jauh lebih sulit diatas Contra, Cuphead pun menjadi perbincangan hangat. Bermodalkan ramuan mujarab ini, Studio MDHR dan Cuphead menikmati hasil penjualan yang fantastis dan memenangkan beberapa game show awards. Cuphead dikontrak Netflix untuk dibuat serial kartunnya yang masih di develop. Simak trailernya disini.

 

 

“So if you’re itching to shoot,
play this game instead.”

 

 

Words by Aldy Kusumah

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *