Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
Setelah eksis selama lebih dari 5 tahun dan sempat hiatus untuk renovasi, Kedai Juru Meals & Coffee kembali dengan logo baru, konsep interior yang fresh dan tentunya menu-menu baru yang diracik oleh team Kedai Juru. Setelah pre-opening pada tanggal 25 Februari lalu, kini Kedai Juru sudah membuka pintunya kembali untuk menerima kalian yang kangen tempat ini. Menu-menu mereka yang variatif menjadikan destinasi ini fleksibel untuk sarapan, makan siang, dinner ataupun ngopi-ngopi sore. Hidangan seperti Spaghetti Carbonara, Croissant ice cream choco oreo dan bakmie signature mereka, Mie Gobang akan selalu menjadi favorit para pelanggannya.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, Kedai Juru juga sempat menjadi exhibition space untuk pameran Seni Kanji dan juga tempat terlahirnya komunitas sepeda CTCT. Gelaran Saparua Street Market juga tidak lengkap tanpa adanya makanan dan minuman dari Kedai Juru. Dengan lokasi yang strategis di dekat GOR Saparua dan bersebelahan dengan Arena Xprnc Store, tidak heran Kedai Juru menjadi tempat persinggahan banyak orang dan meeting spot yang ideal. Kamu bisa menjadikan Kedai Juru sebegai pit stop setelah bersepeda dan memesan minuman segar seperti Strawberry Squash, atau mungkin ngopi santai dengan kerabat dengan menu favorit signature mereka Flavoured Coffee Latte.
Sebagai sebuah melting pot yang mempertemukan berbagai kalangan dari seniman, musisi, skater, penggemar otomotif, vendor brand sampai coffee snob, sudah pasti banyak ide-ide, komunitas dan relasi baru yang terbangun dengan adanya coffeeshop dan kedai seperti ini. Kurasi musik dan pernak-pernik vintage pun akan memanjakan teliga dan mata kamu selagi menunggu makanan datang. Tunggu apalagi, segera mampir dan coba rekomendasi kami Tapsilog Sandwiches ala Filipina, dengan sunny side up egg, beef tapsilog, onion, pepper, chilli, soy sauce, sesame seed, aioli sauce, ditambah french fries & coleslaw salad. Order juga Vietnam Drip coffee dan bala-bala khas mereka sebagai side dish untuk menemani perhelatan kalian.
Kedai Juru Jl. Ambon No.9, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 022-4206040
BEAMS yang dimulai dari sebuah toko kecil di distrik Harajuku, Tokyo pada tahun 1976 sudah berkembang menjadi brand fashion yang influensial. Di Harajuku saja, kurang lebih sekarang ada sekitar 10 toko BEAMS yang menyediakan koleksi pakaian-pakaian keren untuk anak muda Jepang, dari street wear sampai brand-brand import yang high-end, range pilihan di BEAMS sangat luas dan variatif. BEAMS sekarang sudah menjadi nama yang influensial sebagai benchmark fashion keren di Jepang, bahkan diluar Jepang juga sangat diperhitungkan. Memang pengaruh fashion Jepang dan street culture terhadap menswear tidak bisa dipungkiri lagi. Dari pionir-pionir street fashion seperti Jun Takahashi dan Hiroshi Fujiwara, sampai designer-designer papan atas seperti Yohji Yamamoto dan Rei Kawakubo, Jepang selalu melahirkan figur-figur berpengaruh. Jangan juga lupakan para trendsetter dari jalan-jalan seperti Harajuku, disiplin ilmu menswear yang dimiliki Jepang sudah menjadi studi secara mendetail oleh para fashion bloggers, konsumen dan designer-designer dari seluruh dunia. Dari adopsi kepada kultur barat dan revival American workwear klasik yang digabung dengan tradisininya, menswear dari Jepang selalu berada di garda depan.
Â
Â
Toko retail ini sekarang sudah memiliki lebih dari 100 toko. Setelah berbisnis lebih dari 40 tahun, tidak hanya apparel saja yang disediakan di gerai-gerainya. Sebuah record store, galeri yang dipenuhi seragam, sampai toko suvenir Tokyo yang menjual figur-figur anime dan manga yang bersebelahan dengan T-shirt dari designer-designer terkenal. Berbelanja disini berarti semua kebutuhan terpenuhi, layaknya sebuah one stop shop. Nama BEAMS sudah bersinonim dengan “Japan style†sama seperti Ferrari bagi Italia dan dunia otomotif. Sudah menjadi rahasia umum kalau setiap aspek dari raksasa retail fashion ini adalah benchmark yang patut ditiru siapapun yang ingin menjalankan bisnis retail fashion. BEAMS adalah titik temu dari semua sudut fashion yang tumbuh berkembang di Jepang, dan menjadi narasi yang terdepan untuk para konsumennya.
Rizzoli, penerbit dari New York yang sudah menerbitkan beberapa buku fashion seperti Carhartt WIP Archives, FUCT, Supreme dan Hiroshi Fujiwara: Fragment juga menerbitkan sebuah buku yang membahas BEAMS. Berjudul BEAMS: Beyond Tokyo, buku ini dipenuhi koleksi-koleksi BEAMS, foto gerai toko-tokonya di berbagai lokasi, sejarah dan tentunya beberapa tulisan kontributor seperti sutradara Sofia Coppola, Nigo (BAPE, Human Made), Stella Ishii, Toby Bateman (Mr. Porter) dan Chitose Abe (Sacai). Buku ini memberikan visual eksklusif terhadap kinerja BEAMS sebagai salah satu brand Jepang yang paling inovatif. Lengkap dengan foto-foto katalog produk, sketsa, esai-esai yang mendalam dari kolaborator dan kurator, buku ini secara mendetail merangkum bagaiman BEAMS membangun reputasinya dari pertama berdiri di tahun 1976 sampai era kontemporer. Buku BEAMS terbitan Rizzoli ini adalah sebuah testimoni terhadap bisnis fashion dan juga selebrasi bidang kreatif. Ini adalah kitab fashion yang tidak hanya membahas satu brand atau satu designer, melainkan operasi retail besar dilihat dari perspektif orang dalam. Buku yang sangat edukatif dan enak dibaca.
Â
Â
Agar tetap resilient dan adaptif terhadap berubahnya pola kehidapn konsumen dan juga trend fashion selama empat dekade, BEAMS menaruh kolaborasi sebagai filosofi intinya. Dengan berkolaborasi dengan designer-designer muda dengan ide yang fresh dan dinamis, sudah terbukti collab-collab BEAMS bisa menjadi daya tarik sendiri layaknya sebuah magnet untuk menjerat para konsumennya. Beberapa kolaborasi mereka adalah dengan brand-brand besar seperti Adidas, Nike, Reebok dan Levi’s. Fotografer sekelas Terry Richardson saja sudah pernah berkerja sama dengan BEAMS. Selama 4 dekade, BEAMS sudah mengumpulkan dan berkerjasama dengan designer-designer dan figur-figur kreatif penuh talenta. Sampai tulisan ini dibuat, BEAMS tetap menjadi market leader dan inovator dalam dunia menswear. Kehadiran BEAMS dalam dunia fashion global sudah diperhitungkan karena roots BEAMS dalam sejarah fashion Jepang. Dengan dedikasi para staffnya yang mencakup shopkeeper sampai designernya, kurasi-kurasi BEAMS tidak pernah salah. Meminjam quotes dari Nigo, BEAMS adalah “Ujung tombak dari kultur Tokyo.â€
Every Frame a Painting (EFaP) adalah sebuah seri yang terdiri dari 28 esai berbentuk video yang membahas film editing dan sinematografi. EFaP dibuat oleh Taylor Ramos dan Tony Zhou dari tahun 2014 sampai 2016. Selain dirilis di Youtube mereka juga merilis video-video esainya di Vimeo. EFaP mengeksplor beberapa topik dari sutradara atau aktor tertentu dengan sajian yang sangat informatif dan mendetail untuk kamu-kamu yang ingin mengeksplor dunia film lebih mendalam. Zhou melakukan riset dan penulisan mengenai temanya, dan Ramos mengorganisir tesis tersebut menjadi sebuah animasi. Mereka berdua mengerjakan proses editing finalnya sebelum di upload. Bahasan yang menarik dari film “Memories of a Murder†karya Bong Joon-ho, komposisi film Akira Kurosawa, teknik-teknik action-comedy yang digunakan Jackie Chan sampai penggunaan scoring orkestra di Marvel Cinematic Universe adalah beberpa pembahasan esai mereka. Setelah proyek EFaP ini berakhir, Zhou dan Ramos memproduksi video-video esai untuk segmen special features rilisan DVD/Blu-ray Criterion Collection dan layanan streaming FilmStruck.Â
Reactistan (Pakistan)
Reactistan adalah sebuah channel yang cukup menarik dari Pakistan. Dengan mengumpulkan beberapa orang dari suku-suku berbeda, mereka menampilkan reaksi tulus orang-orang ini terhadap beberapa makanan populer. Di tangan Youtuber amatir, mungkin sajian dengan konsep ini akan menjadi sangat rasialis. Tetapi Reactistan berhasil mengemasnya dengan sangat baik. Orang-orang Pakistan disini kebanyakan adalah penggembala domba, dan mereka mereview makanan populer seperti KFC, Samyang, Dunkin Donuts, Sushi, bubble tea sampai air mineral botolan. Reaksi jujur dan interaksi mereka tentu saja akan menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak. Simak komen mereka yang membandingkan boba di dalam sedotan dengan feses domba yang mampet di usus. Pure comedy gold.
BBQ Mountain Boys (Indonesia)
2 orang ini memasak dan menyantap hidangan-hidangan lezat di sebuah lokasi rustic yang cukup unik: daerah pegunungan terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Mereka mengumpukan bahan-bahan tambahan dari kebun dan hutan dekat kabin mereka, dan menyajkan daging barbeque yang terlihat juicy di layar kaca kamu. Berlokasi di sebuah kabin kayu yang diselimuti pohon pinus, tempat ini juga menjadi creative space dan kebun kopi yang mereka namakan Saux. Sajian kopi manual brew, rawon dari brisket, membuat burger dengan Lawless crew sampai membuat se’i sapi bersama bintang tamu chef Renata membuat video-video mereka selalu dinantikan para pecinta daging. Dibantu sinematografi dan produksi yang baik, this channel is finger-licking good.
Â
Soft White Underbelly (USA)Â
Ya, kamu sudah menemukan salah satu channel Youtube yang gelap, dingin dan sedikit depressing. Soft White Underbelly adalah buah karya fotografer Mark Laita yang ingin menampilkan sisi gelap dari human condition, dimana dia menginterview seorang mucikari, anggota geng, pemadat heroin, PSK, gelandangan sampai penjual narkoba. Ya, individu-individu ini adalah mereka yang tidak diperdulikan oleh masyarakat dan menjadi entitas yang hidup diluar norma-norma sosial. SWU memanusiakan individu-individu ini dengan memperlihatkan emosi dan realitas dari kehidupan di setiap sajian interviewnya. Ternyata mereka tidak terlalu berbeda dengan kita, they are human after all. Memang beberapa interviewnya sangat mengintimidasi penonton baru, tapi bersiaplah untuk menemukan adiksi baru yang tear-jerking, deep thinking, binge-worthy dan tentunya akan mencuri waktu tidurmu.
Jacques Slade (USA)
Jacques Slade adalah seorang kontributor Complex Sneakers dan sutradara/produser sekaligus host acara This Week in Sneaks. Tentunya dia juga seorang Youtuber expert dengan fokus dan konsentrasi kepada sneakers culture. Apa yang Jacques Slade lakukan di channel Youtubenya? Unboxing. Kami menemukan channel ini setelah melihat The World According to Jeff Goldblum, dimana aktor Jurassic Park itu menginterview Jacques mengenai seni unboxing. Menurutnya, antisipasi kita saat membuka suatu kemasan akan meningkatkan kadar endorphin yang akan membuat kita jauh lebih senang daripada produk didalam kemasan tersebut. Mungkin karena itulah jutaan penggemar mensubscribe dan menonton channel ini yang hanya berisikan Jacques meng-unboxing ratusan sepatu dengan editing yang menarik.Â
Binging With Babish (USA)
Kegemaran Babish terhadap film dan seni memsak direalisasikan dengan channel Binging With Babish. Babish Culinary Universe yang sebelumnya dinamai Binging With Babish dibuat oleh Andrew Rea alias Oliver Babish, seorang chef dan filmaker asal Amerika. Babish me-rekreasi resep-resep dan hidangan kuliner dari film, serial TV dan video game dalam seri video Binging With Babish-nya. Sebuah acara memasak yang berdedikasi untuk menunjukkan seperti apa rasanya makanan fiksi yang kita lihat di layar kaca, yang menurut Babish beberapa memang enak dan beberapa adalah ide buruk. Temukan video-video baru setiap minggunya sambil melihat proses memasak yang fun dan kualitas suara ASMR di channel ini. Babish akan menyajikan Crabby Patty dari Spongebob, hidangan Ratatouille, “kristal biru†Breaking Bad, Shawarma dari The Avengers sampai sajian sarapan dari Studio Ghibli Howl’s Moving Castle. We might learn a thing or two.
Â
Gaming Off The Grid (USA)
Gaming Off The Grid adalah sebuah channel yang dibuat atas kecintaan kedua kreatornya, Wes dan Robert, terhadap retro-gaming dan bir dingin. Ya, mereka mereview games dan bir dingin sebagai konten utamanya. Euforia nostalgia dan tribute kepada console gaming klasik seperti NES, SNES, Sega Genesis, PS1 sampai Sega Saturn akan kamu temukan disini. Secara harafiah, channel ini memang terlahir dengan sebuah bir dingin di satu tangan, dan light gun Nintendo di tangan lainnya. Sebuah channel dengan konten-konten yang dibuat atas passion terhadap gaming bersama teman secara offline atau couch co-op tentunya akan menarik bagi kamu yang tumbuh besar dengan Sonic, Contra, Castlevania dan Zelda. Dengan konten berkualitas yang update setiap minggunya, tunggu apalagi, klik saja tombol subscribenya.
Licking Guy (USA)
Beberapa tahun kebelakang, orang yang menamai dirinya sebagai “Licking Guy†berhasil mencapai status viral setelah menjilati sebuah kaktus pada tahun 2015. Pesawat jet militer, dinding kantor Youtube, pagar Area 51 sampai kereta lokomotif sudah dia jilati. Kenapa? No one really wants to know. Dalam setiap jilatan di video-videonya, Licking Guy selalu menggunakan ski mask dan kacamata hitam, membuat situasi aneh yang kalian tonton menjadi semakin creepy. Selamat, kalian sepertinya sudah menemukan salah satu channel paling aneh dan tidak berfaedah di Youtube.
Duo musisi garda depan dari Yogyakarta ini keluar dari comfort zonenya dengan meninggalkan bambu wukir, instrumen custom yang telah mendefinisikan sound Senyawa setelah 10 tahun. Di album ‘Alkisah’ ini, tidak ada satu lagu pun yang menggunakan instrumen bambu wukir yang biasa dimainkan Wukir Suryadi. Eksplorasi sonik yang ditawarkan duo Rully Shabara dan Wukir Suryadi akan mengajakmu untuk berpetualang ke teritori-teritori yang jarang kita kunjungi. Dengan instrumen bambu yang baru, kali ini Wukir menawarkan tone-tone strings yang unik dan suara perkusi yang lebih fresh. Concept album ini secara naratif bercerita mengenai hancurnya sebuah bangsa. Imajinasi apokaliptik ini dibuka dengan track minimalis berdurasi 40 detik yang berjudul ‘Kekuasaan’ dengan lirik introspektif “Apa arti kuasa bila akhir sudah diujung mata?â€. Pada single ‘Istana’, suara Rully ditemani oleh bisingnya distorsi yang droning. Track penutup ‘Kiamat’ adalah sajian genderang perkusi tribal yang bertemu chant-chant shamanic, dan Senyawa pun terdengar seperti dukun industrial yang menyambut hari akhir. Ketika Sunn o))) dan Attila Csihar menggunakan desibel yang lebih keras, Senyawa justru menemukan dinamisme keras-pelan yang lebih bernuansa magis. Senyawa merilis ‘Alkisah’ melalui 44 record label di seluruh dunia, dengan packaging dan bonus remix yang berbeda dari setiap label. Pada rilisan versi Disaster ini, versi remixnya dikerjakan oleh Audioscum, Xin Lie, Dark Torrent dan Bagvs, yang meredefinisikan 4 lagu Senyawa. Kover art yang dibuat oleh Vidi Nurhadi disini sangat menarik, semakin membuat rilisan versi Disaster ini wajib dikoleksi. Get this one before it runs out.
Taruk – Bara Dalam Lebam (Grimloc)
Band hardcore punk/metal asal Bandung ini mempersembahkan 10 track dalam album perdananya ‘Bara Dalam Lebam’. Dibandingkan dengan EP mereka sebelumnya yang berjudul ‘Sumpal’, karya-karya baru mereka terasa lebih solid, tight dan matang. Meleburnya agresi hardcore punk dan riff-riff black metal membuat track ‘Mencekam’ yang dipenuhi drumming blast beat ini menjadi lebih atmosferik. Taruk bereksperimen diluar sound hardcore punk generik, dan mengimplementasikan sound violin, beat-beat post-punk dan riff-riff metal klasik. Untuk penggemar Baptist, From Ashes Rise atau bahkan Entombed, album ini sudah pasti akan menjadi high-rotation baru kamu. Sepuluh track yang yang dimainkan dan direkam oleh Karel (vokal), Bobby (gitar), M. Zulyadri Boy (bass) dan Matin Mahran (drum) di album ini adalah all killer no filler. Dimastering dengan sangat baik oleh Edo Jatmika, dan seperti layaknya rilisan Grimloc lainnya, departemen artwork selalu mendapat perhatian khusus. Kali ini dengan ilustrasi kover dari Morrgth dan desain grafis oleh Herry Sutresna.
Sieve – Biara EP (Anoa/self released)
‘Biara’ adalah satu rilisan yang cukup ikonik pada tahun 1999, karena pada saat itu cukup jarang band lokal goth rock yang merilis album. Mungkin Koil, Getah dan Kubik lebih dikenal pada saat itu. Alexandra J. Wuisan (vokalis pertama Cherry Bombshell) mengerjakan departemen vokal dan lirik dibantu Richard Riza (bassist SEL) yang mengerjakan produksi instrumentasi. Setelah Regina Rina bergabung (gitar & back vocal), Sieve semakin solid dan merilis salah satu EP ikonik yang versi kasetnya mungkin sekarang sudah jarang ditemui. Dirilis pada 6 Juni 1999, EP 4 lagu ini sangat padat. Track pembuka ‘Vitreus Wish’ terdengar dingin dengan synth ala dark wave dari Richard Riza yang disambut gitar berdistorsi pada reff. Track kedua ‘Mars’ yang anthemic masih tetap terdengar rocking setelah 22 tahun tidak saya dengarkan. Catchy and danceable too, if a DJ was playing this in a halloween party. Setelah “terkubur†selama 22 tahun, akhirnya Biara EP yang berisi 4 lagu ini bisa dinikmati kembali di kanal-kanal music streaming. Semoga ini pertanda Sieve akan merilis dan berkarya lagi.
Jaydawn – Darkest Dawns Ahead (Grimloc)
Satu lagi rilisan Grimloc yang sedikit underrated, kali dari anggota unit produksi Napalm Squad. Walaupun hanya dirilis secara digital pada bulan Juni tahun 2020, kami rasa EP Darkest Dawns Ahead dari Jaydawn ini perlu mendapat perhatian lebih. Dipenuhi oleh beat-beats grimy yang gelap, teknik chop tingkat tinggi dan produksi yang renyah, 7 komposisi yang diproduksi oleh beatmaker asal Bandung ini memperkaya ranah musik hiphop Indonesia. Jaydawn yang juga anggota Eyefeelsix sudah membuat beats dari awal tahun 2000an sejak dia memproduksi dan merilis album dengan D’Army. Jaydawn juga banyak terlibat dalam produksi album-album lokal seperti ‘9051’ milik Rand Slam dan ‘Swagton Nirojim’nya Krowbar. Sampling drumbeats obscure melebur dengan spoken words dan puisi dari berbagai sumber. Dibuka dengan “Ufuk Tanpa Cahaya†yang sepintas terdengar seperti scoring film noir yang melebur dengan beats-beats yang catchy. Track ‘Penunggang’ yang merefer ke 4 horsemen of the apocalypse (atau Lord of the Rings karya Tolkien?) juga sangat menarik. Track favorit kami adalah ‘Bengawan Kala Subuh’ dengan layer reverse delay synth dan sound snare drum yang jazzy. Sedangkan ‘Normal Baru dan Kebusukan Lama’ terdengar seperti DJ Muggs yang bertemu dengan Godspeed You! Black Emperor, lengkap dengan spoken words politis dan sampling “Mmm.. drop†dari Adrock Beastie Boys. Menurut Grimloc Records, album penuh Jaydawn mengalami delay rilis karena pandemi. Untuk sementara, kita bisa menikmati EP ini layaknya J Dilla ‘Donuts’ dengan soundscape yang lebih gelap.
Bleach – S/T EP (HSTD Records)
Unit hardcore asal Bandung ini layak diperhitungkan. Mereka merilis EP berisi 3 lagu yang dipenuhi dengan riff-riff hardcore ‘90an, breakdown yang catchy dan sound yang tight. Ketiga lagu di EP ini berdurasi pas, tidak terlalu panjang dan tidak pendek juga. Opening track ‘No Regret’ sangat punchy dan tentunya akan membuat seluruh moshpit berdansa. Pada saat tulisan ini ditulis, mereka juga baru saja merilis video klip ‘No Regret’ yang menampilkan kelima personil Bleach bersenang-senang sambil memainkan lagu ini dengan instrumennya masing-masing. Pada track kedua, ‘Sacred Space’ mereka bermain cepat. Track berdurasi 2 menit ini cukup straight forward dan menjadi langsung menjadi personal favorite. Breakdown yang danceable di akhir lagu ini akan setidaknya membuatmu mengetuk kakimu. Aransemen di lagu ’The Deep is Calling’ sedikit lebih rumit, tetapi tetap menarik. EP ini pun ditutup dengan bassline yang sangat groovy. Kabarnya mereka sedang mempersiapkan debut albumnya dalam waktu dekat ini. In the meantime, you can jam to these 3 groovy songs.
Pada bulan Maret 2021, sebuah stencil narapidana yang sedang melarikan diri muncul tiba-tiba di dinding samping Reading Prison Inggris. Dua hari kemudian, seniman misterius / aktivis politik bernama Banksy mengklaim artwork tersebut adalah karya terbarunya. Rupanya artwork narapidana tersebut menyerupai penyair dan penulis legendaris, Oscar Wilde, lengkap dengan ilustrasi mesin ketiknya. Oscar Wilde memang pernah dipenjara di Reading Prison pada tahun 1895-1897 karena preferensi homoseksual dahulu dianggap sebagai tindakan kriminal oleh pemerintahan Inggris. Penjara Reading ini sudah menjadi sengketa sejak tidak beroperasi pada tahun 2014. Komunitas seni dan masyarakat ingin lokasi tersebut untuk menjadi art space/creative hub, sedangkan para developer ingin menjualnya untuk menjadi proyek perumahan.
Â
Â
Banksy mengupload sebuah video di akun Instagram miliknya pada tanggal 4 Maret 2021 kemarin, yang memparodikan video instruksional “The Joy of Painting†milik Bob Ross. Pada footage video tersebut, narasi suara Bob Ross yang seolah mengajarkan kamu untuk melukis di edit dengan video Banksy yang melukis ilustrasi di tembok penjara Reading tersebut. Editing video ini cukup menarik, karena pada saat voice-over Bob Ross menginstruksikan kamu untuk mengeluarkan peralatan melukismu, lalu video cut ke scene dimana Banksy mengeluarkan peralatan stencil dan pyloxnya. Editing video ini mengingatkan kami kepada dokumenter Banksy yang berjudul Exit Through the Gift Shop, yang mendapatkan nominasi Academy Awards pada tahun 2010 untuk dokumenter terbaik.
Â
Â
Seniman anonim ini memang sudah bersinonim dengan humor gelap dan tema-tema subversif. Pada tahun 2018, lukisan Banksy yang berjudul “Girl With Balloon†laku terjual di lelang Sotheby’s sebesar $1,4 milyar dolar. Pada saat lelang berakhir, frame lukisan ini ternyata menyembunyikan mesin pemotong kertas didalamnya sehingga secara otomatis lukisan tersebut sobek. Diduga Banksy pun ada diantara pengunjung lelang menyaksikan kekacauan yang ditimbulkannya pada saat itu. Pada saat virus corona mulai tersebar, Banksy pun sempat “merias†salah satu kereta bawah tanah London dengan stencil tikus-tikus yang bersin dan menggunakan masker sebagai parasut. Menariknya, di pintu kereta dan dinding depan pemberhentian kereta ada graffiti bertuliskan “I get lockdown, but i get up againâ€, sebuah parodi dari lirik grup band anarcho Chumbawamba.
Â
Â
Karya terakhir Oscar Wilde “The Ballad of Reading Gaol†yang ditulis di penjara Reading ini menjadi salah satu penyebab reformasi penjara di Inggris. Ministry of Justice yang memiliki bangunan penjara tersebut akan memutuskan apakah penjara Reading akan menjadi venue untuk para seniman atau perumahan komersil. Menariknya, seperti karya-karya Banksy lainnya, Banksy berhasil merubah ruang publik menjadi sebuah diskursus. Mural ini adalah statement politis Banksy untuk kembali mengangkat isu-isu seperti reformasi penjara, Oscar Wilde dan secara tidak langsung mendukung penjara Reading menjadi venue untuk ruang kreatif di masa mendatang. Seberapa besar pengaruh dan “kritik†sosial Banksy terhadap keputusan akhirnya? We’ll find out soon enough.
Sepertinya seorang pelukis berumur 66 tahun adalah hal terakhir yang kamu pikirkan jika kamu melihat ilustrasi merchandise T-Shirt band Gabber Modus Operandi. Pak Supomo (Fu He Po) adalah seorang pensiunan pabrik garmen kelahiran 1955 yang hobi menggambar. Belajar menggambar secara otodidak sejak kecil tanpa pendidikan seni rupa, Pak Supomo putus sekolah sejak kelas 2 SMP. Setelah pensiun dari pabrik pada tahun 2019, Pak Supomo mulai menggambar dan menjadi full time artist. Pak Supomo mulai menggunakan moniker “Seni Kanji†dan menggunakan alat gambar konvensional seperti spidol dan pulpen gambar diatasmedia kertas karton. Diantara ratusan ilustrasi yang malang-melintang di Instastories, feeds dan retweet-retweet Twitter, sepertinya gaya visual Pak Supomo cukup stand-out dibanding yang lain. Lupakanlah orisinalitas karena menurut salah satu quotes karya Seni Kanji: “Pencipta itu cuma satu, sisanya semua peng-copy†.
Walaupun baru aktif sebagai full-time artist dari 2019, Seni Kanji sudah melakukan beberapa eksibisi yang menuai respon positif. Dimulai dari eksibisi intim di Kedai Juru / Arena pada tanggal 25 Jan-5 Februari 2020, lalu Seni Kanji melakukan “invasi†di Grammars pada tanggal 12-24 Februari dengan tema “Jalinan Kasihâ€. Eksibisi ini berkerjasama dengan Bakmie Tjo Kin, yang juga memiliki karakter asian vintage seperti Seni Kanji. Selain eksibisi, Seni Kanji juga merilis beberapa produk disini seperti Kalender dan Tote Bag, juga persembahan live drawingnya yang menarik. Terakhir Seni Kanji sedang melakukan eksibisi dan lelang karya “Sekalipoen Radja Tetaplah Tamoe†di Satu Pintu Coffee pada tanggal13-14 Maret 2021.
Produktivitas dan masifnya karya Seni Kanji terlihat dari banyaknya artwork yang di-upload Pak Supomo di feeds akun Instagramnya secara rutin. Yang menarik dari karya Seni Kanji menurut kami adalah humor antik dan elemen klasik dari setiap drawingnya. Melihat kalendernya saja seolah kita baru membeli kalender dari jaman dahulu melalui mesin waktu, layaknya sebuah kalender yang kita lihat di toko kelontong jadul. Elemen nostalgia dan stroke-stroke garis simple di drawing Seni Kanji juga memperlihatkan keluguan yang menjadikan karya Pak Supomo ini ke wilayah seni “low brow†yang justru lebih menarik ketimbang senirupa high art yang pretensius. Kehidupan sehari-hari pun menjadi inspirasi Pak Supomo untuk berkarya. Hand Lettering karakter budaya Tionghoa yang dipakai Seni Kanji menghiasi quotes-quotes yang kadang bercanda (“Kalo bisa ngaret kenapa mesti on time?â€), kadang serius (“Jangan membenci dirimu karena itu tugas orang lainâ€) dan seringkali, keduanya (“System yang paling baik adalah sound systemâ€)
Kakek yang memiliki 2 cucu laki-laki ini juga mempunyai hobi mendengarkan kaset pita. Hobi mendengarkan musik ini juga mempertemukan Pak Supomo dengan berbagai musisi dan band, sehingga banyak commission work dan kolaborasi yang terealisasi. Beberapa diantaranya adalah dengan The Panturas, Gabber Modus Operandi, Sir Dandy, dan juga comission menggambar ilustrasi Iwan Fals sampai Slank. Tak berhenti sampai disitu, Berbagai brand apparel, record label sampai resto pun mulai memperhitungkan artwork Seni Kanji. Brand-brand seperti Vearst, Berak, retail store Toidiholic, sampai movement Lingkar Ganja Nusantara mengajak Pak Supomo untuk berkolaborasi membuat produk apparel. Seller sound system Dunia Dalam Analog, record store Langensrawa, komunitas Young and Useless sampai kartu greeting untuk Sepatu Compass adalah beberapa contoh lain kolaborasinya. Sepertinya kita akan melihat lebih banyak lagi visual dari Seni Kanji dalam waktu dekat, karena Pak Supomo semakin produktif berkarya. “Mulailah berkerja, berhentilah mengeluh†ujar Pak Supomo.
Words by Aldy Kusumah
Photos from Seni Kanji archives
Nostalgeec sudah mengkoleksi dan menjual T-shirt band vintage jauh sebelum budaya thrifting populer di Indonesia. Mari berbincang dengan Eds dari Nostalgeec mengenai kaos-kaos musik vintage, T-shirt band paling mahal dan holy grail yang masih dicarinya…
Â
Â
Sudah berapa lama Nostalgeec beroperasi? Bagaimana semua ini dimulai?
Sebenernya mulai koleksi/beli kaos band sejak taun 89/90an. Kalo bisnis di Nostalgeec sih udah jalan sekitar 8 tahunan, sejak 2013. Awalnya dari hobby ngoleksi tshirt yang mulai out-of-control. Semenjak punya uang sendiri, hobby lama ini dijalanin lagi sekitar tahun 2006an, dengan adanya fasilitas online (ebay, etc) makin menggilalah frekuensi “belanja†waktu itu. Di 2012 gue keluar dari kerja kantoran, dan jadi freelancer, kebutuhan pendapatan tambahan bikin gue cari peluang-peluang lain. Ngga nyangka kalo kaos-kaos yang gue koleksi itu ternyata ada value yang sudah mulai berlipat-lipat di taun 2012/2013 itu. Jadi iseng aja mulai jualan di website Defunkd pada waktu itu.
Â
Â
Kenapa menurut lo bisnis resale sekarang lebih populer dari retail? Beberapa artikel dan trend memproyeksikan bisnis resale akan lebih besar dari retail kedepannya…
Mungkin karena profitnya bisa relatif lebih besar. Produk-produk tertentu yang limited sekaligus populer juga cenderung berpeluang untuk punya resell value yg tinggi. Dan ada elemen excitement pada saat “huntingâ€nya, baik dari sisi seller maupun buyer. Dan mungkin sustainable juga ya, tidak seperti fast-fashion, thrifting adalah recycling.
Â
5 T-shirt terbaik lo dan 5 T-shirt wishlist yang belum kesampaian? Apa pernah menemukan T-Shirt yang aneh?
5 tshirt terbaik: 1. Cocteau Twins – Heaven or Las Vegas crew only tshirt. Ini belum pernah gue temuin lagi, eksklusif dibagikan pada crew pada saat tur mrk di North America taun 1990. 2. Prefab Sprout – Steve McQueen tour 1986. Semua kaos Sprouts itu jarang ada di pasaran, yang satu ini gue suka karena desainnya dan gue suka banget album Steve McQueen. 3. Cocteau Twins – Four Calendar Cafe parking lot bootleg ‘94. Sometimes bootlegs are better, dan pas banget ungkapan itu untuk tshirt yg satu ini. Desainnya khas banget ala bootleg di parkiran venue konser: big print, vibrant colors, and beda dari tshirt officialnya. 4. My Bloody Valentine – Feed Me With Your Kiss ‘88. Suka banget sama desainnya (diambil dari artwork EP yang sama). A classic. 5. Teenage Fanclub – Tank Girl. Front printnya keren, karakter Tank Girl pake kaos Teenage Fanclub. Lebih suka yang versi tour Australia ‘94 karena faktor colorway-nya.
Â
Â
5 tshirt wishlist: 1. Blueboy – logo. Dari era album If Wishes Were Horses. Belum pernah liat kaos lain selain dari era itu sih. 2. Slowdive – Just For A Day (white version, short sleeve). 3. Janet Jackson – era album Control taun 1986. Gue suka albumnya, dan penasaran aja, kayanya belum pernah lihat ada eksistensinya di dunia maya. 4. Any Liv Tyler movies tshirt with her on the print. Preferably Stealing Beauty, atau Heavy, atau Empire Records. Ngga mau sih kalo Armageddon haha 5. Everything But The Girl – Language of Life tour ‘90. Pernah nemu sekali, kalah cepat dan belum pernah nemu lagi. Ini lebih ke ego completist aja sih, ada ruang kosong di jejeran koleksi ebtg. T-shirt teraneh yang pernah ditemuin mungkin Genesis/Metallica tshirt. Front printnya Genesis, backprintnya Metallica. Kayanya sih factory error haha
Â
Bagaimana komentar lo saat Supreme collab dengan MBV untuk merilis design-design klasiknya? Apakah setelah itu kaos MBV vintage naik lagi harganya?
Kalo dari sisi bandnya sih bagus lah mereka bisa dapet duit dari situ, good for them! Waktu itu sempat ada prediksi soal pengaruh ke harga di vintage market, tapi nampaknya ngga juga. Harga T-shirt MBV vintage melambung semenjak “hype†di kalangan hypebeasts ketika Kanye West terlihat memakai salah satu T-shirt MBV. Supreme agak telat sih untuk jadi faktor wave-maker, mungkin sebagai penguat image aja di kalangan Hypebeasts.
Â
Â
Apa yang lo cari dari T-shirt yang bakal dikoleksi untuk pribadi? Selain dari bandnya, apakah aspek design atau ada beberapa alasan lain yang mempengaruhi?
Kalo untuk pribadi sih lebih ke bandnya aja sih mostly. Desain jadi faktor juga kadang-kadang, tapi kemungkinan gue tetep beli kalo udah suka banget sama bandnya.
Â
Kenapa Nostalgeec fokus ke musik saja? Walaupun kita juga sempat lihat beberapa kaos merch film seperti KIDS, Reality Bites dan Gummo. Tidak ada rencana melebar ke area vintage shirt lain selain musik?
Karena awalnya memang berangkat dari hobby/interest yang basenya emang musik dan film (walopun sedikit). Sekarang vintage T-shirts dari luar musik/film lagi “naik†demandnya dan tinggi harga jualnya. Misalnya T-shirt Disney, Marvel, Nascar dll. Tapi karena gue ngga ada interest di sana dari awalnya jadi ya gue ngga serta merta ikutan hunting kaos-kaos itu. Dari sisi bisnis mungkin ini kelemahan, tapi saat ini gue masih lakuin yang bener-bener gue tau & punya interest aja sih. Ngga tau ke depannya ya, never say never haha
Â
Â
Sepanjang lo koleksi, paling banyak berapa T-shirt yang lo simpen dan kaos apa yang lo jual paling mahal? What is your holy grail?
Mungkin sekitar 50an lah yang gue keep buat personal collection. Sejauh ini yang termahal yang gue jual kaos Lamefest UK versi hoodednya. Itu festival taun 89 penampilnya: Nirvana, Tad, Mudhoney. Laku 40 juta waktu itu. Kalo holy grail vintage music shirt sebenernya personal ya, tiap orang punya versinya masing-masing. Tapi kalo yang populer menurut observasi gue sih: Nirvana – Nevermind UK tour.
Â
Â
Band lokal apa yang menurut lo kaos nya keren-keren? Kaos band lokal apa yang masih lo simpen dari dulu ampe sekarang?
Hm…apa ya? Sejujurnya belum ada yang gue ikutin banget perkembangan merch-nya sih. Jadi belum bisa bilang band ini keren-keren kaosnya. Tapi dari yang gue punya dari era 90an gue suka: Pure Saturday – Utopia (print 98/99). Masih gue simpen sih kaos band lokal dari dulu, kaya: Pure Saturday, Kubik, Mocca, La Luna, Santamonica, Blossom Diary, Sieve, Homogenic…
Â
Â
Ada peribahasa “Sometimes bootleg is betterâ€. Bagaimana pendapat anda mengenai kultur bootleg music merch? Sebagian ada yang anti bootleg, sebagian ada yang cuek memakainya. Gimana menurut lo?
Bootlegs are cool menurut gue. Bootleg dalam arti: desainnya tidak sama dengan desain kaos-kaos band tersebut yang pernah ada sebelumnya. Itu jadi keunikan tersendiri, kadang-kadang malah lebih keren dari desain kaos-kaos officialnya. Collectible valuenya jg sudah pasti ada. Tapi kata kuncinya itu “bedaâ€, ngga ngopi plek-plekan kaos-kaos sebelumnya – kalo gitu kasusnya sih disebutnya unofficial reprint alias counterfeit alias fake. Tapi ngga semua band bisa mengapresiasi karya bootlegger ini, yah karena gimana pun ada IP (intellectual property) rights yang dilanggar.
Dikenal melalui visual monokrom dan tekstur grainy-nya,Tekknovoid atau Ronny Firmansyah yang dikenal dengan panggilan Eno sudah banyak berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal sampai internasional. Seniman visual ini juga bermain drum di band speed metalBrigade of Crow dan kadang menjadi selektor di beberapa event. Mari berbincang sedikit dengan Tekknovoid mengenai artwork, eksibisi-eksibisi dan proses pengerjaan karyanya…
Â
Sudah berkolaborasi dengan band-band dan brand apa saja selama ini? Bisa ceritakan beberapa proyek kolaborasi yang menarik?
Mungkin saya hanya bisa menyebutkan beberapa projek saja, untuk band yang sudah berkolaborasi so far, diantaranya Trees and The Wild, Avhath, Komunal, Amerta, Gabber Modus Operandi, Maple Death Records, Cold Showers, Raderkraft, Ash Code. Untuk brand; Elhaus, Maternal Disaster, Woodensun, Maison De Bjorn, Celestial Fracture dll.Â
Kalo berbicara soal kolaborasi yang menarik, mungkin semua project bisa dikatakan menarik ya, karena setiap projek mempunyai momen dan story disetiap proses pengerjaan visual dan grafiknya.
Poster dan grafis flyers Tekknovoid untuk Whyfest Jakarta & showcase Selofan di Texas cukup menarik. Bagaimana proses pengerjaan visual kedua commision work itu?
Untuk proses pengerjaan visual Whyfest sendiri, sebetulnya gak ada brief concept or moodboard detail. Pas pertama kali team dari Whyfest kontak saya untuk mengerjakan semua asset visual dari poster sampe merchandising, mereka ngebebasin buat interpretation identity si Tekknovoid itu sendiri kecuali pemilihan tones dan colour. Karena mikir line up band yang main sangat multi genre saya kepikiran buat ide visual yang netral dalam komposisi bentuk shape dengen tematik Bauhaus dan constructivism.
Berbeda dengan flyer Whyfest Jakarta, untuk showcase Selofan yang di present oleh San La Muerte Fest, mereka tetap membebaskan saya untuk eksplorasi pada grafis dan visual tetapi ada beberapa moodboard untuk reference dan asset untuk diolah menjadi grafis.
Dulu saya menemukan akun Tekknovoid setelah melihat beberapa respon Instastory teman-teman terhadap homage Aphex Twin dan Godflesh yang sangat menarik. Apa cerita dibalik homage tersebut?
Berawal dari ketertarikan saya dengan logo Aphex Twin sampe akhirnya bener-bener digging dengan musikalitas dan konsep visualnya, and what amaze me di tahun 1992 Richard D. James udah buat EP electronic yang beyond alias ngaco. So, gua memutusin buat pay a tribute dalam bentuk t-shirt as a homage to the pioneer. Sama hal nya dengan Godflesh. Kesukaan gue terhadap musik industrial dan experimental dengan Justin Broadrick sebagai salah satu role model and front man of Godflesh sebagai inspirasi dan juga spirit dalam berkarya, apapun itu.
Â
Sepertinya visual style Tekknovoid sangat cocok untuk genre musik Post-punk, dark-wave, techno dan harsh noise. Paling nyaman mengerjakan artwork atau cover art untuk band-band bergenre apa? What kind of music do you listen to these days while making art?
Sebenernya saya ga pernah ngeset dan ga mau terikat dengan genre-genre tertentu, namun kebetulan dengan ketidak sengajaan kalo market visual yang gue buat mostly dipakai buat kebutuhan grafik musik like a post-punk, darkwave, noise, electronic dan sub-sub nya. Kalo gue sendiri honestly paling nyaman untuk ngerjain karya tanpa limitasi yang clientnya ngebebasin approach gue terhadap karya tersebut. Lately, listen and digging electronic music, especially Breaks, Hip-hop, Gqom, DnB, Techno, Jazzhouse and sometimes Punks.
Â
Â
Ceritakan sedikit mengenai proses pengerjaan artwork vinyl Gabber Modus Operandi? Bagaimana awal mula kerjasama tersebut?
Pada saat awal kerjasama dengan Gabber Modus Operandi sebenernya sesimple Ican Harem direct message di Instagram dan melanjutkan obrolan via email with Mas Wok and Niels Wehrspann selaku art direction dari Danse Noire untuk inquire soal pengerjaan dan finalisasi cover artwork vinyl.Â
Kalo untuk proses pengerjaan artwork vinyl yang baru saja di release oleh label Switzerland (Danse Noire) it actually is Re-graphics dari visual “PUXXXIMAXXX†yang telah saya buat di tahun 2018. hanya replacing beberapa asset dan dari grafik.
Â
Â
Ceritakan keterlibatan Tekknovoid di beberapa eksibisi akhir-akhir ini..
So far, untuk eksibisi yang gue udah ikutin ada sekitar 9/10 eksibisi dari mulai yang di Bali, Jepang, Bandung, hingga yang paling terdekat pada pertengahan April 2021 gue berpartisipasi dalam pameran yang diadakan di Gallery ISA Art & Design Jakarta. Kalo untuk eksibisi yang menarik mungkin pas Maternal Disaster Seventeen Years Anniversary yang diadain di Urbane, itu pertama kalinya gue ngeksekusi lukisan dengan medium canvas berukuran 100 cm x 100 cm dengan deadline hampir 1 bulan hahah itu epic tapi jadi challenge banget sih.
Â
Â
Media dan tools apa saja yang biasa digunakan untuk berkarya?Â
Laptop, Wacom, sometimes Acryclic and Watercolor paper
Â
Â
Apakah masih penting membahas originalitas di tahun 2021? Seberapa tipis batas antara homage, tribute, parodi dan plagiarisme? Bagaimana pendapat lo mengenai dekonstrusi dalam seni visual?
Sebenernya kalo mau berbicara soal originalitas pada masa sekarang, saya lebih Percaya ‘there’s nothing new under the sun’ karena mostly dari karya yang ada pada masa sekarang merupakan pengembangan recycle dan reinterpretasi ide dari jaman dulu.Â
Kalo soal dekonstruksi kayanya di zaman sekarang udah jadi sesuatu yang diakui atau diterima sebagai teknik proses kreatif dalam menghasilkan suatu karya, dalam batasan tertentu. Jadi udah ga perlu lagi dianggap sesuatu yang tabu ketika ada seniman yang memakai teknik tersebut untuk menghasilkan karyanya.
Â
Â
Last but not least: Who are your favourite local artist, bands and brands? Tell us whyÂ
Artist; Bharatadanu, Manuscript of Death, Eyedust, Rizkymains, Alikrustyad, MFXXI. Yeah, because they’re my homies and we’re grow up on the same waves.Â
Bands: Bapak, Zatua, Succubus. Ghaust, Ametis. Because their have a unique concept sounds and strong identity.
Brands: Domestik Domestik, Aesthetic Pleasure, Celestial Fracture, Deva States, Based Club.
Â
Words & interview Aldy Kusumah Photos fromTekknovoid Archives
Channel ini hanya menampilkan aktivitas sehari-hari seorang pria yang berkendara dengan Rover Mini birunya. Entah kenapa, melihat aktivitasnya pergi ke coffee shop, berkendara ke restoran curry favoritnya sampai berkemah terasa sangat relaxing. Dibantu sinematografi yang bagus, durasi yang pas dan musik latar yang minimalis, melihat video pria ini ke bengkel pun tidak akan membuatmu bosan. Video-video MINI_LIFE pun memiliki feel yang sama ketika kita sedang menonton film Studio Ghibli.
Tidak ada yang lebih jenius dari sebuah channel yang konsepnya adalah melakukan interview sambil memakan chicken wing super pedas. Melihat para narasumber seperti John Mayer, Gordon Ramsay, Shia Lebouf, Natalie Portman sampai Henry Rollins mencoba menahan rasa pedas ternyata sangat menghibur. Nilai plus juga kepada Sean Evans yang bisa menginterview dengan sangat baik dan mengobrol santai sambil melahap sauce Da Bomb (yang kebanyakan dimuntahkan para narasumber karena terlalu pedas). Ternyata setelah melewati rasa pedas yang membuat tersiksa, Sean Evans berhasil mengeluarkan sifat asli seseorang, apakah mereka sekeren Neil deGrasse Tyson yang menjelaskan teori antariksa sambil makan hot wings level 100, atau terlihat asshole seperti DJ Khaled dan Coolio yang merasa kuat dan akhirnya menyerah kesakitan.
Channel Hate5six adalah tambang emas bagi kamu yang menyukai hardcore. Karena jika kamu mencari live performance suatu band, kemungkinan besar kamu akan berakhir di channel milik Sunny Singh. Sunny sudah mendokumentasikan lebih dari 3,000 video live band-band favoritnya dari tahun 1993, dan sekarang sudah membuat situs crowdfunding Patreon agar subscriber dan membernya bisa voting dan request video apa saja yang akan di upload untuk minggu ini. Sebut saja Rage Against the Machine, Vein, Knocked Loose, Have Heart, Converge, Glassjaw sampai Jesus Piece, channel ini bagaikan pengarsipan video live yang cukup masif. Dan berkat situs crowdfundingnya, Sunny Singh bisa menjadikan “hobi†ini menjadi pekerjaan tetap baginya untuk menghasilkan video-video live performance yang berkualitas secara audio visual.
Jika kamu bisa membuat beat musik hiphop dalam 15 menit menggunakan organ tunggal kawinan seharga Rp. 200,000, you’re a good musician in my book. Lirik “Setel RCTI / TV-nya pak Hari / nonton ninja Hattori†langsung jadi secara instan didepan kamera. Ya, Mardial yang lebih dikenal dengan Mamang Kesbor ini adalah beatmaker dan lyricist yang sangat kreatif. Konten-konten videonya juga terbilang cukup unik dan menghibur. Membuat lo-fi chillhop menggunakan token listrik, membuat beat dengan hape sampai tutorial membuat lirik dubstep menggunakan nama-nama orang. Mamang Kesbor juga sudah membuat album penuh berjudul “Album Terbaik di Tata Suryaâ€.
Fightland adalah salah satu segmen VICE yang menurut kami masih menarik dan memiliki style gonzo-journalism ketika Suroosh Alvi dan Shane Smith masih turun ke jalan untuk melakukan reportase. Fightland adalah sebuah website dan segmen dari VICE media yang berkolaborasi dengan UFC. Pada awalnya Fightland hanya mengkover beladiri MMA dan kompetisi-kompetisinya saja, lalu berkembang melakukan reportase seperti kultur perkelahian jalanan dari penjara Thailand, tarung bebas underground di Kuba, MMA di Pakistan sampai meliput atlet Taekwondo wanita dari Kurdistan. Semua video ini disajikan dengan kualitas dokumenter yang diproduksi dengan baik. Walaupun sepertinya situs utama Fightland sudah tidak aktif, setidaknya masih ada ratusan konten yang bisa kita lihat disini.
Apa persamaan dari para Youtuber yang membahas pedal efek gitar? Ya, mereka kebanyakan membosankan karena sibuk dengan shredding, galloping dan melakukan solo gitar 5 menit atau malah terlalu banyak omong dibandingkan membahas esensi dari kontennya. The Pedal Bored bukanlah channel yang seperti itu, karena langsung memutar loop riff gitar dan menyalakan perbedaan pedal efeknya satu-satu tanpa banyak penjelasan teknis yang membosankan. All demos should be efficient and useful as this one.
Tidak dapat dibantah lagi kalau konten video Brick Builder sangat menyenangkan. Isinya hanya kumpulan dari koleksi Lego miliknya yang dia rakit dengan editing time-lapse yang biasanya disebut dengan teknik speed-build. Brick Builder merakit Lego Technics Porsche 911, The Simpsons House yang sudah tidak diproduksi, Star Wars Millenium Falcon yang rare dan Colliseum yang sangat besar. Video-video speed-build ini dipersembahkan dengan sangat ringkas dan efisien dengan pencahayaan yang memadai. Simak lebih lanjut koleksi Lego rare dan discontinued milik si Brick Builder di channelnya.
Petrolicious mempersembahkan video-video otomotif dengan estetika sinematik yang sedikit berbeda. Para kolektor mobil antik di interview dan bercerita mengenai kendaraan favorit mereka sambil berkendara menggunakan Nissan Skyline “Hakosuka†dan “Kenmeri†di jalanan San Francisco yang basah. Petrolicious juga akan mengajak pemirsa untuk test-drive VW Karmann Ghia “Razor†di pinggir pantai, dengan sinematografi yang akan membuatmu merasakan getaran mesin dan indahnya sinematografi khas mereka. Kalian bisa melihat mobil-mobil antik dari para kolektor enthusiast ini dari JDM (Japan Domestic Market) sampai mobil Eropa klasik sekalipun. Tidak seperti Hot Wheels koleksimu, setidaknya channel ini akan memberi sedikit pencerahan untuk kita-kita yang baru menyukai otomotif.Â
Elevation Records Elevation Records terbilang cukup unik. Mereka banyak merilis ulang dan me-reissue berbagai album esensial ke dalam format yang berbeda. Berdiri pada tahun 2012, rilisan pertama mereka adalah album Sajama Cut “The Osaka Journal†yang dirilis ke format piringan hitam. Berbagai genre pun mereka sikat, sebut saja Homicide, band psych-pop Bandempo, folk melayu Semakbelukar, Roman Catholic Skulls (proyek drone/noise Marcel Thee Sajama Cut), sampai album live Gombloh (yang kovernya digarap Herry Sutresna). Pada tahun 2016, mereka mulai merilis buku-buku musik yang menurut websitenya memiliki “gaya narasi bercerita yang berbeda dengan pengemasan dan desain yang membuatnya menjadi collectibleâ€. Buku-buku rilisan mereka seperti Seusai Boombox Tetap Menyalak yang ditulis oleh hip hop nerd Herry Sutresna atau New Dawn Fades karya editor in chief Jakarta Post Taufiq Rahman, memang sangat informatif dan layak dikoleksi. Kami sangat merekomendasikan Flip Da Skrip (Herry Sutresna) yang membahas sejarah musik hip hop secara komprehensif dan juga This Album Could Be Your Life: Album Musik Indonesia Terbaik 1955-2015 (Taufiq Rahman), yang merekomendasikan dan mengarsipkan album-album esensial terbaik dari tahun 1955 sampai 2015. Rilisan terakhir mereka adalah reissue vinyl album metal 1992 legendaris karya Rotor berjudul “Behind the 8th Ballâ€.
La Munai Records Rilisan La Munai selalu menarik. Pertama mendengar La Munai Records adalah saat mereka merilis ulang salah satu album masterpiece Harry Roesli Gang “Philosophy Gang†kedalam format piringan hitam. Tentu saja ini menarik, selain jarang beredarnya vinyl first-press album ini, sudahtentu jika ada pun harganya akan sangat mahal. Album dengan lagu-lagu menarik seperti “Peacock Dogâ€, “Borobudur†dan “Malaria†ini pun habis dibeli para kolektor dalam waktu singkat. Mereka pun merilis salah satu album psychedelic obscure dari tanah Sunda karya Yanti Bersaudara yang disambut hangat oleh para archivist dan kolektor musik nusantara. Proyek besar mereka berikutnya adalah sebuah reissue album “Titik Api†dari musisi garda depan Harry Roesli. Selain reissue-reissue album nusantara klasik
yang menarik, mereka juga merilis reissue band indie pop Jakarta, Santamonica (Curiouser and Curiouser), album live Komunal, kaset The Panturas, reissue album pertama The Brandals dan kaset Early Tapes Teenage Deathstar. Rilisan 2020 mereka kemarin juga cukup menarik, band psych rock dari Bali bernama Rollfast dengan album Garatuba.
Â
Â
Grimloc Records Grimloc Records adalah spiritual successor dari label independen Bandung era akhir 1990-an bernama Harder Records. Label yang fokus utamanya adalah musik hardcore ini telah merilis album Balcony, Full of Hate, Undercontrol sampai kompilasi legendarisnya, Brain Beverages (yang didalamnya ada berbagai band oldschool dari Homicide, Puppen, Groggi sampai Blind to See). Setelah Harder berakhir, Herry “Ucok†Sutresna bersama kawan-kawan kolektifnya Ridwan “Eone†Gunawan (Eyefeelsix, Bars of Death), Febby Herlambang (Kidsway, eks-Balcony), Juni, Yadi dan Novan merintis Grimloc. Berawal dari merilis album “Pain Per Hate†Eyefeelsix, Grimloc mulai produktif. Dengan ide dasar dan model bisnis seperti Dischord Records milik Ian McKaye, Grimloc ingin memfokuskan alokasi dananya untuk merilis band-band kawan dekat di Bandung dan sekitarnya. Dischord berpengaruh terhadap berkembangnya scene punk/hardcore Washington D.C., dan Grimloc pun ingin membantu skena dan komunitas kreatif Bandung. Label ini juga banyak dipengaruhi label hip-hop underground seperti Definitive Jux dan Stones Throw yang benar-benar merilis musik yang mereka suka tanpamemikirkan pasar. Dibantu packaging dan art direction yang khas, rilisan-rilisan Bars of Death, Forgotten, Mesin Tempur, Krowbar, Homicide danRandslam sangat menarik secara audio maupun visual. Beberapa rilisan dan kompilasi mereka pun selalu berisikan booklet tebal, yang jarang ditemui pada rilisan fisik kontemporer.
Disaster Records Divisi record label dari brand Maternal Disaster ini adalah salah satu yang cukup aktif merilis musik keras bawah tanah. Tak sering juga mereka berpartner dengan Grimloc Records untuk merilis sesuatu, seperti rilisan boxset Mesin Tempur, vinyl 12†Krowbar dan album “Demi Masa†milik Morgue Vanguard X Doyz. Roster-roster Disaster Records pun cukup variatif, dari hardcore/punk asal Batam bernama Bonecrutch, Sharkbite dari Malang, sludge metal Bandung Ssslothhh, Konfliktion, Gabber Modus Operandi, alt-rockers Nearcrush, sampai crust punkers Kontrasosial. Selain sering menggelar DSSTR showcase untuk roster-roster bandnya sebelum masa pandemi ini, Disaster Records juga banyak memproduksi merchandise menarik dengan kualitas produksi standar tinggi Maternal Disaster. Saat tulisan ini ditulis kami masih menunggu rilisan terbaru Senyawa “Alkisah†yang sangat dinantikan dan juga kolaborasi baru mereka dengan Grimloc untuk EP “Mersault†Sacred Witch. kamu bisa mengunjungi website mereka yang komprehensif untuk berburu rilisan dan menemukan band-band hasil kurasi mereka.
Anoa Records Dengan taglinenya “if we believe in something we hear, it’s better to record it†sudah jelas bahwa Anoa Records adalah sebuah record label independen yang dibuat seorang penggemar musik untuk penggemar musik lainnya. Sudah eksis dari tahun 2013 untuk mendeliver album-album lokal berkualitas, Anoa sangat tertarik pada genre-genre bernuansa ‘90an seperti indierock, indiepop, shoegaze sampai pop punk. Menariknya, setiap rilisan fisik Anoa selalu ada liner notes personal dari Peter Walandouw, founder Anoa. Peter bergerilya memproduksi dan merilis band-band favoritnya. Dimulai dari band-band teman dekat yang disukainya sampai band-band baru yang menurutnya punya potensi, Anoa Records bisa dibilang sangat produktif. Band-band veteran seperti The Milo dan The Sastro pun mereka rilis. Roster mereka diantara lain adalah: Barefood, Kaveh Kanes, Gascoigne dan Pavement-worship dari Jakarta, Texpack. Anoa juga tampak bernostalgia dengan merilis Lass dan Silverglaze, proyek dari Widi eks-Cherry Bombshell. Anoa sepertinya sedang mempersiapkan rilisan untuk band Gergasi Api, proyek Alexandra J. Wuisan dan Ekyno eks-Full of Hate. Sebelumnya juga mereka sempat merilis Yearnings, sebuah single digital dari Alexandra, Ajie Gergaji (The Milo) dan Kimung (eks-Burgerkill).
 Â
Kolibri Records Salah satu record label yang cukup aktif dalam merilis dan mengadakan showcase, roster band-band Kolibri dipenuhi band-band menarik dari berbagai genre seperti Jirapah, Bedchamber, Low Pink, Grrrl Gang dan Flowr Pit. Semua rilisan-rilisan Kolibri Records selalu tampil dengan art direction dan packaging colourful khas mereka. Dari showcase-showcase berkonsep mereka, tour-tour mini, marketing sosial media yang unik sampai beberapa video klip yang digarap bersama, etos kerja do it ourselves mereka membuahkan hasil dengan laris manisnya rilisan-rilisan dan merchandise mereka. Feedback positif selalu terlihat di setiap rilisan mereka. Entah kenapa, situs resmi mereka tampak tidak aktif untuk sekarang, tapi sepertinya mereka sedang mempersiapkan rilisan-rilisan menarik berikutnya. Untuk sementara kunjungi bandcamp Kolibri Records untuk mendengar beberapa diskografi current roster mereka.
 Â
Â
Words by Aldy Kusumah
Photos from the Record Label’s Website, Instagram & Bandcamp