Eye Eye Eye Studio adalah sebuah rental space studio foto yang terletak di Jl. Buahbatu Bandung, tepatnya diatas Barami Coffeeyang juga bisa dijadikan tempat hangout atau menunggu sebelum atau sesudah menggunakan fasilitas studio fotonya di lantai 2. Eye Eye Eye menyediakan ruangan dan peralatan lighting untuk keperluan foto maupun video. Beberapa brand ternama pun sudah sering melakukan aktivitas photoshootnya disini, sehingga tentunya kualitas rental space studio di Eye Eye Eye ini tidak perlu diragukan lagi.

Eye Eye Eye Studio ini juga menyediakan beberapa props seperti tanaman, meja, kursi dan beberapa peralatan studio lainnya seperti steamer, wireless speaker, make-up table, wi-fi, AC dan hanger. 3 Fomex E600 Studio Flash, 3 light stand, 1 boom stand yang heavy duty, 1 softbox, 1 octabox, blower, trigger, dan tentunya background yang bisa diganti warnanya. Ruangan studio foto disini pun terhitung luas dan nyaman. Banyak brand yang sudah sering menggunakan fasilitas Eye Eye Eye Studio ini untuk kebutuhan foto lookbooknya. Kalian pun bisa menyewa space ini dengan rate yang reasonable, start from 200 ribu/jam. Jangan lupa saja untuk membawa fotografer kalian jika kesini.

Eye Eye Eye Studio 7 AM – 10 PM
@eye.eye.eye.studio
Jl. Buah Batu No.158, Bandung

Brand asal Bandung, Bodypack, kembali merilis rangkaian apparel dengan desain dan fitting baru setelah ngeluarin statement yang nyeritain soal “life balance” dalam campaign Urbanventure beberapa waktu lalu.

Koleksi apparel kali ini nyeritain inklusivitas bahwa setiap individu punya keunikan dan berbagai karakteristik masing-masing. Tampak di dalamnya sejumlah individu yang mewakili profesi dan kegiatan warga perkotaan pada umumnya tengah mengenakan koleksi terbaru dari brand yang hadir sejak 1996 ini. Kabarnya, koleksi apparel ini juga jadi teaser kalo Bodypack akan segera rebranding yang dibarengi dengan penyegaran produk baru.

Creative Director Bodypack, Febby Rusdiansyah, mengungkapkan bahwa kehidupan pasca pandemi dan tuntutan hidup yang kian kompetitif membuat masyarakat perkotaan semakin sadar akanpentingnya menjaga kesehatan mental. “Ambisi untuk terus ber-progress inilah yang sekarang dibarengi dengan hobi dan kegiatan lainnya di luar rutinitas untuk bisa mencapai life balance,” begitu ungkapnya.

Senior Product Marketing Bodypack, Ardhiansyah “Kopral” Putra, mengungkapkan bahwa produk apparel Bodypack dirancang khusus mengutamakan kenyamanan dengan desain yang bisa beradaptasi di segala kondisi. “Konsep ‘balance’ dan ‘versatility’ hadir dalam apparel Bodypack dengan menggambarkan simplicity dan fashion di saat bersamaan.”

Koleksi terbaru ini sudah bisa didapatkan secara eksklusif di Bodypack Official Store di Tokopedia.

Haul kembali untuk membuat malam kalian semakin kelam setelah 6 tahun tertidur lelap. Formasi solid di EP ini adalah Kenny (vocal), Dendry (guitar), Cakra (guitar), Hasbi (bass) dan Dawan (drum). Setelah merilis 2 single dalam bentuk music video berjudul “Adamar” dan “Perse- foniak”, kini EP yang berjudul “Adamar” hadir dalam format CD. Kali ini mereka kembali dengan format yang sedikit berbeda: death metal dengan nuansa blackened hardcore. EP berdurasi 16 menit ini dibuka tanpa basa-basi dengan “Persefoniak”, notasi dan riff gitar blackmetal menghiasi track ini, dan vokal Kenny pun diberi efek reverb, sehingga terdengar seperti Attila Csihar yang meraung di sebuah kastil kosong di Hungaria.

Rupanya peran produser Alyuadi dari Heals cukup membuat EP ini terdengar maksimal dari segi sound, aransmen dan produksi. Kamu bisa mendengar dengan jelas detail suara cymbal diantara shredding gitar yang padat dan bass yang heavy heavy low low. “Sajah Kumus” meneruskan keberingasan track pembuka dengan intensitas yang kurang lebih sama, dengan dibumbui sedikit aroma thrash metal. Diakhiri dengan permainan grand piano di akhir, track berdurasi 4:19 detik ini terasa singkat.

Sebelumnya Haul pernah merilis ‘Rima Penghitam Cakrawala’ (2012) dan 2 single “Surja” dan “Purnama” dalam split 7 inci bareng AVHATH (2013). Transformasi dan evolusi Haul menjadi seperti sekarang ini tentunya semakin menarik, apalagi jika kamu mendengarkan lagu penutup sekaligus title track “Adamar”. Lagu berdurasi 8 menit (kurang 1 detik) ini memiliki aransmen yang cukup epik dan beberapa part bernyanyi. Part bernyanyi ini terdengar seperti chant yang diambil dari film horror B-movie Italia dan kental sekali nuansa okultisme nya. Track “Adamar” pun ditutup dengan solo gitar 1 menit. Overall, sajian singkat ini sudah tentu agak sedikit nanggung bila mereka tidak segera mem followup dengan album penuh. Tentu saja album penuh dari Haul akan menarik. Untuk sementara, Adamar sudah bisa didapatkan melalui Disaster Records.

 

Words by Aldy Kusumah

Hoya Field luncurkan produk dengan menampilkan vintage M65 Liner military design dengan bahan kain yang berlapis. Produk ini termasuk kedalam rangkaian capsule collection yang dirilis secara berkala semenjak rilisan pertama koleksi A Cold Peace dari Hoya Fields.

Hoya Fields Capsule ini merupakan modifikasi dari dua produk pendahulunya, tentunya dengan adanya perubahan pada bahan kain dan tampilan “Olive Ripstop Nylon Textiles”, yang digunakan untuk membuat M65 Liner Jacket LOT.04. Dan juga ada penyesuaian ukuran cutting pada bagian bukaan bahu. dan panjangnya dikurangi beberapa sentimeter agar pergerakan tangan dan tubuh lebih nyaman ketika memakainya.

Hoya Capsule 2023: Liner service sudah bisa didapatkan melalui marketplace dan webstore Hoya Fields. Jumlahnya terbatas dan tidak akan di produksi kembali.

Prejudize adalah salah satu band hardcore asal Bandung yang prolifik dalam merilis karya. Jadwal panggung mereka sangat intens dan padat. Setelah merilis demo EP pada tahun 2021 yang berisi 4 lagu, mereka pun mengisi tahun 2022 dengan sebuah maxi single “Coward & Vague”. Di tahun 2023 ini mereka merilis single ‘Constant Burning’ yang juga dirilis MV nya baru-baru ini. Mari berbincang dengan Arga, Keniro, Rian, Ale dan Alfi mengenai rencana-rencana Prejudize dan beberapa album favorit yang menginspirasi mereka

Halo Prejudize! Sedang merencanakan apa saja nih di tahun 2023?
Alfi: Lebih ke EP baru untuk tahun 2023 hehehe, beres EP baru merencanakan tour niiih..

Rian: Halo mas, terdekat di tahun 2023 setelah single ‘Constant Burning’ ini, kita bakal nyiapin materi EP yang insyaAllah bakal rilis di pertengahan tahun ini. Sebenernya ada sih beberapa plan aktivasi dalam bentuk single lagi cuman kayanya masih tentatif jadi yang paling pasti bakal ada EP di pertengahan tahun dan mudah-mudahan ada tour nya juga.

Ale: Halooo, buat planning di tahun 2023 ini kita Prejudize insyaAllah mau ngeluarin EP di pertengahan tahun, tapi kalo misalkan materinya banyak tidak menutup kemungkinan buat album hahahahaha..

Keniro: Halooo, untuk tahun ini rencananya mau bikin EP yang berisikan 4/5 lagu, dan di lanjut tour juga.

Arga: Halo… anak-anak kalo plan dan agenda ada beberapa obrolan BM yang semoga terwujud, misalnya kolaborasi dengan brand yang lagi kita siapin deck nya. Untuk terdekat pertengahan tahun ini bakal rilis EP, pengen weekend tour juga beres EP.

Bisa ceritakan sedikit mengenai MV ‘Constant Burning’ dan konsep visual nya? Bagaimana proses shooting nya?
Rian: Sebenarnya konsepnya pengen represent kita aja sih karena musiknya memiliki durasi pendek juga. Disambungkan dengan lirik soal dedikasi, kita juga ajak temen-temen new blood Bandung ciee gituuu wkwk.. Ada anak-anak Bleach, Rounder dan temen-temen skena yang seangkatan. Proses shooting nya lumayan simple om, cuman agak effort di set sama venue yang lumayan susah dapet izinnya, cuman berkat pacarnya Arga yang orangtuanya bisa bantu akhirnya bisa di bioskop Dian dan kita jadi band pertama yang bikin MV disitu hehehe.. Selebihnya bisa jadi keren karena penggarapannya di kerjain sama anak-anak Major Minus, ga lupa Husted Youth juga berperan banyak sehingga Prejudize bisa bikin MV ‘Constant Burning’ ini om. Simple sih om cuman lumayan cape wkwkw..

Alfi: Proses shooting ‘Constant Burning’ sangat menyenangkan banget, pokoknya shout out buat Studio Major Minus gokil lau pada cuy. Bioskop Dian rada sedikit horor tapi aman ajah, dari pagi sampe sore acting terus cape oge ternyata bikin video clip teh.

Ale: Kalo buat konsep lebih ke representasi si bandnya sih meskipun pasti ada masukan dari temen-temen dan PH yang sudah sangat membantu untuk suksesnya first MV dari Prejudize.. Tapi jujur karena baru pertama kali bikin MV ternyata cape oge sih nya, kebayang band-band popstar kaya Noah, Dewa, Slank sama Kangen band sih yaa capena pasti lebih, komo mamang Ariel mah dengan sejuta pesona dan karisma pasti cape pisan mamawana wkwkwkwk,,

Keniro: Nah ini ngikut jawabannya Rian hehe..

Arga: Sama kaya Rian ini om..

Untuk Prejudize sendiri, biasanya proses pembuatan lagu itu datang dari siapa awalnya? Apakah kalian lebih prefer jamming atau langsung bikin demo home recording?
Rian: Untuk proses kreatif pembuatan lagu biasanya ada sketch dulu dari Alfi & Keniro terus di lempar ke anak-anak, lalu di bangun bareng-bareng sekalian di rekam home recording gitu om.. Mmmhhh ada om jammingnya juga, setelah brain storming bareng terus jamming ke studio.

Alfi: Sketch gitar dulu biasanya om dari aku atau Ken, baru lempar pas latihan, biasanya pada briefing di rumahku hehehe. Jamming paling pas udah di studio, dirempug bareng-bareng lagi

Ale: Kalo untuk proses pembuatan lagu biasanya rangka awal ada di gitaris kita Alfi dan Keniro, cuman setelah bergabungnya Alfi di Prejudize proses pembuatan lagu seringnya briefing bareng-bareng di rumahnya Alfi. Seminggu atau lebih setelah briefing baru di rembukin lagi di studio untuk meramu musik yang ciamik hahaha..

Keniro: Proses kreatif biasanya dari aku dulu langsung di lempar ke Alfi ataupun sebaliknya, lalu di bangun bareng-bareng pas briefing atau latihan.

Arga: Sejauh ini dari demo 2021, maxi single ‘Coward & Vague’ sampe ‘Constant Burning’ semua sama rata om, dan dibantu beberapa producer.

Kalian juga pernah berkolaborasi dengan Ekrig, Kevin Bleach dan Vai Couch Club dalam menggarap lagu. Kenapa memilih mereka?
Alfi: Nah kalo ini aku belum masuk sebagai personil yak om wkwkwk jadi aku gatau prosesnya gimana. Kedepannya bakal dikerjain sendiri dulu om, dan terakhir bersama Indra Zip untuk single terbaru kita yang ‘Constant Burning’.

Rian: Iyaaa om bener, kenapa mereka sebenarnya karena teman dan berawal dari obrolan gitu terutama Kevin Bleach dan Vai. Kalau sama mas Ekrig waktu kita bikin guide buat lagu Coward kepikiran pengen featuring dan tercetus mas Ekrig pas liat IG ada dia baru post gitu haha.. Terus dibantuin Kevin buat bikin part yang cocok sama mas Ekrig. Dan alhamdulillah mas Ekrig baik banget langsung mau, di EP nanti kita bakal digarap sendiri dulu mas cuman aku pribadi lagi mikirin pengen ada featuring lagi sama musisi lain hehehe..

Ale: Betul sekali mas, seperti apa yang mas Rian bilang..

Keniro: Jawaban dari pertanyaan yang ini, kayanya sama kaya Rian om kalo dari aku..

Arga: Kalo ditarik kebelakang karena basednya kita lagi intense banget sama mereka dan banyak tukar pikiran. Kalau demo remix karena aku waktu itu mikir saat pandemic belum ada aktivasi show tapi bar udah banyak buka kenapa gak coba untuk reach audience party ini biar ada cross market. Kalo mas Ekrig waktu itu kebetulan materi kita tercetus ide nuansa yang agak gelap ala-ala Gulch / Potrayal of Guilt terus kita langsung look up ke mas Ekrig dengan persona lagunya.

Artwork rilisan-rilisan kalian cukup menarik. Ada yang dikerjakan Fr3lan dan Saint Mary. Konsep apa yang kalian pengen tampilkan secara visual?
Alfi: Ini ke 4 personil lagi yakkk, karena aku juga belom masuk om hahahaha…

Rian: Aku terus nih yg jawab, si Arga kemana wkwkw.. Kalau Fr3lan waktu itu dia bikinin buat Speed dan Bleach yang terdekat kita tau, terus karakternya kuat juga dengan pesona branding dia yang HC banget gitu wkwkw.. Sama sih kaya mba Saint Mary juga karakternya kuat dan hasil rundingan dengan pihak label waktu itu mas.

Ale: Nah kalo buat artwork dan konsep saya serahkan ke yang punya gagasan mas Rian dan mas Arga wkwkwk

Keniro: Kenapa kita pilih Elan, kesatu emang dia bagus dan punya karakter dari setiap karya yang dia bikin, kebetulan temen juga, dan saat kita memutuskan buat pilih artwork dari Saint Mary, karena menyesuaikan dengan nuansa musik yang kita bikin saat itu.

Arga: Kalo soal visual aku pribadi suka dengan gaya band-band death metal ‘90an, dengan gaya pembawaan kita bawa band HC, yang kebetulan di era sekarang konsep-konsepnya 3 shift of hell diluar itu teknik gambarnya seperti apapun. Kalo BM pribadi pengennya di kerjain sama gitaris kita sendiri si Keniro nih, kebetulan dia juga tukang gambar.

Untuk departemen lirik, tema-tema besar apa yang pengen diangkat di lagu-lagu Prejudize?
Arga: Kalo konsep lirik kita angkat dari kehidupan personal sehari-sehari, untuk lirik indonesia ada kemungkinan besar bakalan ada di EP baru, masih develop nih aku pribadi bikin lirik Indonesia yang bisa relevan sama POV Prejudize.

Rian: Untuk lirik sepenuhnya Arga yang ambil kendali, cuma untuk konsep kita ga jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari yang related sama usia-usia kita. Insya allah di EP kita request ke Arga pengen ada lirik bahasa Indonesia dan si Arga juga lagi belajar dan mempelajari lirik berbahasa Indonesia yang baik dan catchy om wkwk

Ale: Kalo lirik kita ngedirect Arga biar lebih menyikapi kehidupan sehari-hari, karena kalo bawa-bawa politik takutnya jadi kemana mana arah si bandnya wkwkwkwk

Keniro: Untuk lirik dari Arga, tapi lirik dari lagu-lagu terbaru, aku beberapa ikut nambahin dikit, kalo dari tema lirik lagu yang demo itu dari keluh kesah hidup Arga hehe, tapi setelah aku bantu, lebih ke spirit of youth gitu hehe, tidak menutup kemungkinan sih buat bikin lirik bahasa Indonesia kedepan nya.

Jika memilih salah satu, Kalian ingin lebih dikenal sebagai band yang intens touring dari panggung ke panggung atau band yang lebih prolifik merilis album?
Rian: Sebenernya pengen dua-duanya om wkwkw cuman aku pribadi kalau harus milih, aku pengen di kenal sebagai band yang intens tour dari panggung ke panggung hehe..

Alfi: Kedua-duanya om, karena keduanya saling berhubungan, ketika sudah rilis album tour itu pelengkapnya hehe..

Ale: Dikenal sebagai band yang intens touring dari panggung ke panggung, karena buat band yang produktif butuh waktu luang untuk memikirkan materi dan lain-lain sedangkan kesibukan personil masih sibuk dan fokus buat mencari nafkah, ngasuh anak dan membahagiakan pasangan hahahahaha.. Tapi terlepas dari itu album sangat penting buat eksistensi si band. Setidaknya kita punya target aja sih buat album misal per 2 tahun sekali atau per 3 tahun sekali.

Keniro: Dua-duanya pengen sih kalo aku pribadi..

Arga: Kalo aku sih pengen banyak tour dan manggung dari panggung ke panggung karena menurut aku jika sebuah band sudah seperti itu berarti sudah melekat di hati audiencenya, mungkin secara waktu rilisan agak lama pun gapapa, tapi sekali rilis pengen kesannya amazed terus.

Ritual masing-masing personil sebelum manggung?
Rian: Kalau aku sebelum naik panggung berdoa, stretching, sama ngerokok sampe looping intro beres hehe..

Alfi: Ritual aku mah berdoa paling, terus pasti pemanasan main gitar dulu di backstage biar ga tegang pas on stage..

Ale: Kalo buat ritual sebelum manggung paling stretching sama ngerokok aja sih, kalo ngerokok sebenernya buat nurunin rasa gugup sebelum naik panggung. Saya pribadi jujur kalo mau naik panggung suka deg degan parah karena pikirannya takut salah dan malu sama audience wkwkwk..

Keniro: Bismillah, stretching tapi jarang, makanya kalo abis loncat loncat suka keram, dan ritual peluk kalo ada pacar hehe..

Arga: Ritual khusus yang aku lihat sih gak ada, cuman wajib pemanasan aja biar orot ga tegang hahah.. Dan kalo aku pribadi banyakin air putih, pisang, Redbull aja sih soalnya ke sugesti mas Gaga dari Modern Guns pernah kasih masukan karena Brendan Murphy ngelakuin itu biar maksimal.

Top 3 album hardcore favorit masing-masing personil?
Rian:
Comeback Kid – Wake the Dead
Turnstile – Nonstop Feeling
Suburban Scum – Ultimate Annihilation

Alfi:
Terror – Pain Into Power –
Year of the knife – Internal incarceration
Hatebreed – Hatebreed

Ale:
Verse – From Anger and Rage
More Than Life – What’s Left of Me
Comeback Kid – Symptoms + Cures

Keniro:
Title Fight – Floral Green (2012)
The Rival Mob – HC4HC (2010)
Hoax – Hoax (2013)

Arga:
The Geeks – Every Time We Fall
Year of the Knife – Internal Incarceration
Candy – Good to Feel

Biohazard atau Leeway?
Rian: Biohazard, karena suka yang heavy om hehe..

Alfi: Biohazard sih karena aku ga tau Leeway wkwkwkwkwk maafin aku kurang hardcore, Biohazard lebih familiar dari jaman aku SMA mengenal hardcore buat aku pribadi yah.

Ale: Biohazard, karena salah satu band pertama yang dikenalin sama kakak selain Shelter dan Ignite.

Keniro: Leeway, karena seringnya dengerin Leeway.

Arga: Leeway soalnya aku suka yang agak crossover terus pas Ekulu rilis ngingetin aku lagi sama band satu ini.

Turnstile atau Title Fight?
Rian: Turnstile, gatau kenapa om susah jelasinnya haha..

Alfi: Turnstile atau Title Fight rada sulit, karena aku suka dua-duanya uy, album Floral Green Title Fight tuh itu pertama aku ngena sama Title Fight, kalo Turnstile to be honest baru melek pas album Glow On, seriusan aku tuh gitaris yang kurang hardcore ada di band hardcore wkwkwkwkwkwk..

Ale: Turnstile, pertama denger band ini tuh langsung suka sama musiknya gatau kenapa..

Keniro: TITLE FIGHT.

Arga: Turnstile, salah satu pembuka telinga yang lebih general bisa suka kaya waktu jaman Shelter / Refused keluar kali ya. Dobrakan banget. Title Fight juga suka karena mereka sebelumnya punya project HC Badseed hehe..

Shoegaze atau Emo?
Rian: Emo, karena awal kenal dan sok-sok an pengen maen band awalnya dari musik emo..

Alfi: Jelas shoegaze, karena aku sering nunduk kalo lagi maen gitar wkwkwk ga deng. Shoegaze lebih emotional aja buat aku dari cara mereka mainin instrumen dan lagam vokalnya juga. Dan kebetulan aku lebih suka musik yang mengawang-ngawang.

Ale: Emo, lebih bisa masuk dengan musiknya dan bisa menikmati hehe, gatau kenapa kalo shoegaze tuh buat saya masih belum bisa dinikmati dan terlalu jenuh hehehe..

Keniro: Cukup sulit, tapi aku pilih Emo, karena dari SD udah di cekoki playlist emo, screamo, skramz sama om aku, tapi shoegaze juga aku suka banget, pertama dengerin musik shoegaze tanpa basa-basi langsung masuk dan suka banget.

Arga: Dua-duanya sih, cuman kalo dibilang lebih pilih mana aku milih “emo” yang lebih dulu aku kenal sebelum shoegaze. Pertama jatuh cinta sama berkat Underoath suka banget sama drummernya Aaron Gillespie era 2000an jaman gondrong sambil nyanyi lagu Reinventing Your Exit, keren bgt!

Lirik politikal atau lirik personal?
Rian: Lirik personal, lebih related terlebih ga terlalu berat juga ngebawainnya. Politik kaya tanggung jawabnya harus berat banget wkwk

Alfi: Lirik personal karena politik terlalu berat aja sih pembahasannya, kita ngebuat apa yang kita tau aja deh gitu.

Ale: Personal, karena kalo politik yaa itu tadi takut bandnya jadi kemana mana sih..

Keniro: Jelas, lirik personal.

Arga: Personal.

Victory Records atau Revelation Records?
Rian: Victory Records, karena banyak band yang disukai aja disitu haha..

Alfi: Anjir demi apapun ini pertanyaaan apa lagi wkwkwkwk.. Aku milih Run For Cover Records aja boleh gak sih?

Ale: Revelation dong pasti, karena salah satu records yang rilisan bandnya favorit hungkul hehe..

Keniro: Sulit sih, tapi aku lebih pilih Revelation Records, banyak band favorite disitu

Arga: Revelation Records, apalagi pas tau Shai Hulud adalah salah satu roster mereka

Pertanyaan terakhir: Masakan Padang atau masakan Sunda?
Rian: SUNDA om, aku seneng lalab soalnya wkwk

Alfi: Masakan Sundaaaa, aku cinta sambel terasiii

Ale: Sunda is the best, aku mah Sunda pride om hehe sampe anak aku aja dinamain bahasa Sunda..

Keniro: Padang.

Arga: NASI PADANG!!!

 

Text by Aldy Kusumah
Photos taken from Prejudize’s archive

 

Bastards of Young adalah brand asal Bandung yang cukup prolifik dalam kolaborasi; beberapa kolaborasi mereka adalah dengan brand Maternal Disaster, seniman seperti Senikanji, Ken Terror dan Ykha Amelz, dan juga tentunya dengan beberapa band yang dirangkum dalam Bastards Music Series. Setelah berkolaborasi dengan Perunggu, The Panturas dan Diskoria, kali ini mereka berkolaborasi dengan Collapse, band alternative rock asal Bandung.

Untuk menggarap grafis pada artikel-artikel merchandise kali ini Bastards seperti biasa merespon lagu-lagu terbaru Collapse seperti “Them Chords”, “Born Again” dan tentunya “Violet Membran” yang baru saja dirilis video klipnya. Mereka juga menyajikan sesi wawancara eksklusif Collapse formasi terbaru ini, yang sepertinya memang belum pernah melakukan video interview di media lain. Untuk departemen fashion spread Bastards juga melakukan sesi foto dengan Collapse, dan juga merilis lookbook video yang berlokasi di Tokyo. Segera dapatkan capsule collection ini melalui kanal-kanal Bastards of Young.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bastards of Young (@bastards_)

Masih dalam rangkaian menuju album pertama mereka, grup asal Bandung, Bleach melepas video musik selanjutnya dalam nomor bertajuk “Iced Cold” setelah sebelumnya diperkenalkan dalam bentuk video lirik, “Iced Cold” kini hadir dalam format musik video.

Setelah dirilis dalam format video lirik, Bleach melepas single “Ice Cold” dalam format music video. Rilisnya music video “Ice Cold” menjadi salah satu rangkaian menuju debut album dari unit hardcore asal Bandung ini. Dari segi musikalitas “Iced Cold” dinilai menjadi gambaran utuh dari seluruh isi album Bleach yang akan rilis di pertengahan tahun 2023, mulai dari tatanan suara, rematik lirik juga vibes yang ingin mereka bawa. Buat yang sering menyaksikan aksi panggung mereka, mungkin akan familiar dengan part-part di lagu ini.

Mike dkk mencoba memvisualisasikan isi dari lagunya dengan musik video yang berfokus pada sesi jamming dalam sebuah studio– video musiknya kali ini diambil dengan gaya low res dimana setiap personel disoroti dengan alat musik mereka masing-masing. Video musiknya kali ini disutradarai oleh Gibran Panjisakhi, didukung penuh oleh Studio Major dan Maternal Disaster.

Setelah sold out dalam waktu kilat secara offline di Urban Sneakers Society bulan Desember tahun 2022 lalu. Akhirnya Poisonstreet brand streetwear asal Bandung yang berfokus pada sneakers mengumumkan kolaborasinya bersama The Sigit akan tersedia secara online.

Kolaborasi yang menggabungkan keahlian Poison Street dalam merancang sneakers streetwear dengan gaya dan pengaruh unik The Sigit ini diberi nama “Another Day” yang juga merupakan salah satu single The Sigit. Konsep sepatu yang datang dari vokalis The Sigit, Rekti Yoewono terinspirasi dari sepatu sneakers high-cut dengan bahan Hickory Stripe Denim yang sempurna untuk menangkap gaya 90-an. Hasilnya adalah seri sepatu sneakers dalam dua varian warna: hitam dan krim.

Sneakers Poisonstreet x The Sigit “Another Day” akan tersedia secara eksklusif melalui Tokopedia @oblivion__store pada tanggal 10 April 2023 dibandrol dengan harga Rp. 545.000.

Jeurnals kembali membagikan info mengenai beberapa favorit redaksi Jeurnals di bulan ini. Untuk kali ini ada tiga kategori yang menjadi hot stuff dari redaksi Jeurnals seperti barang, film yang menjadi favorit di bulan ini dan terakhir tempat makan yang sering didatangi belakangan ini. Mari kita simak Jeurnals Hot Stuff bulan ini…

Andika Surya (Editor in Chief / Host)

1. T-Shirt band black metal Surabaya: Nansarunai
Selalu suka dengan band black metal yang mengemas artnya dengan Raw dan Gritty. Dengan membawa unsur budaya kerajaan di Indonesia, Nansarunai layak diberikan title the rawest and pure black metal di Indonesia untuk saat ini.

2. Hakushi Hasegawa – Doku
Pertama kali denger lagu ini karena dipake oleh artist/DJ soul TA-KU. Akhirnya gw pake buat backsound setting alat di kalau Collapse mau manggung. Lol

3. Jinggowati, Turangga
Salah satu makanan yang gw rekomendasikan ke narasumber luar kota yang datang buat interview di Studio Jeurnals. Karena menurut gw menunya ga terlalu bikin kenyang tapi “cukup”. Dan varian lauknya banyak serta rasa rempahnya kerasa banget. Favorit tuh menu tongkol.

Aldy Kusumah (Writer)

1. iPod 4th Gen
Akhir-akhir ini mendengarkan musik hanya menjadi sebuah selingan aktivitas ketika sedang menyupir, berkerja, ataupun jogging. Seharusnya mendengarkan musik itu menjadi ritual tersendiri yang khusyuk. At least bagi saya. Tanpa sengaja menemukan iPod 4th gen di lemari. Ternyata iPod 4th Gen ini memakai chipset Wolfson yang dipilih langsung oleh Steve Jobs karena kualitas suaranya yang bagus. Coba saja bandingkan mendengar mp3/mp4 (320kbps) dengan earphone di iPod dengan mendengarkan di iPhone via layanan Musik Streaming. Nilai plus lain-nya: tidak ada distraksi selagi mendengarkan musik jika menggunakan iPod.

2. Possessor (Directed by Brandon Cronenberg, 2020)
Film ini dibuat oleh Brandon Cronenberg, anak dari David Cronenberg yang cukup terkenal lewat The Fly, History of Violence, Eastern Promises dan Videodrome. Rupanya buah apel tidak jatuh terlalu jauh dari pohonnya, karena sang anak, Brandon, ternyata mempunyai bakat yang hebat dalam membuat film-film bergenre horror seperti bapaknya. Anyway, Possessor adalah sebuah film yang menggabungkan elemen-elemen terbaik dari sci-fi dan horror. Visual yang canggih, practical effects yang sedikit gory bertemu dengan konsep film sci-fi yang cukup “berbeda” dari para predesesornya. Tontonlah yang satu ini, it will blow your mind.

3. Makanan di Area Cihapit
Disini ada warteg legendaris Warung Nasi Ma Eha, Lotek yang enak di sebelah Masjid, Gg Nikmat dan masih banyak lagi. Tetapi akhir-akhir ini sangat menyukai Seroja Bake di Cihapit, selain child friendly, Tempat ini juga menyajikan menu yang unik. Kamu bisa memesan Pavlova Musim Buah dan Taco Kambing Muda, lalu memesan minuman dingin yang segar seperti Golden Latte (perpaduan kunyit, jahe, kayu manis, dan susu) atau Teh Kecombrang Strawberry. Kalau belum kenyang, bisa merapat ke pasar Cihapit untuk membeli Nasi Telur Sumber Rezeki hanya dengan Rp.10,000 saja.

Prabu Pramayougha (Host Studio Jeurnals)

1. Ruizu MP3 Player
Karena kebetulan band saya (Saturday Night Karaoke) sekarang lagi di tengah proses rekaman, barang ini menjadi barang lain yang sedang ‘dekat’ dengan saya – selain telepon seluler. Pasalnya, setiap selepas rekaman, saya selalu memasukan hasil rekaman di hari itu untuk mendengarkan kembali progress lagu-lagu yang sedang digarap. Jadi kalau ada yang mau ditambahkan atau dikurangi bisa dengan sigap diproses di sesi rekaman berikutnya.

2. Empat lagu Saturday Night Karaoke yang baru
Lagi-lagi karena kebetulan band saya sedang rekaman, lagu-lagu ini yang saya anggap hot stuff. They’re so good. Can’t wait everyone to hear them haha!

3. Warung Nasi Kamojang, Gempol
Sebuah warung nasi yang menyelamatkan pria ini ketika didera rasa lapar di tengah menulis atau mengedit tulisan di pekerjaan hariannya. Murah, enak dan banyak pilihan lauknya.

Feri Alan (Photographer / Videographer)

1. Sepatu Trail Run Columbia
Bukan ngikut-ngikut trend gorpcore sih, emang lagi ngelengkapin perlengkapan hiking aja sih itu mah..

2. TV Series The Last of us
Seru sih ini movie seriesnya HBO yang di adaptasi langsung dari gamenya dan ga kaya film film zombi lainnya yang terus berhadapan langsung dengan zombi, mvs ini jadi tontonan yang di tunggu tunggu tiap episode nya.

3. Batagor Mang Alex, Padasuka
Lagi suka banget Batagor haha, kadang kalo tiap nemu di pinggiran jalan pasti selalu nyempetin beli kalo, batagor favorit nya mah itu ada di jalan Padasuka depan SD namanya tuh Batagor Mang Alex. Udah jadi favorit dari dulu sih itu mah.

Firman Oktaviawan (Web Admin / Editor)

1. Dr Martens 1461 Plain Welt Black
Sepatu docmart pertama yang dari dulu sebenernya nggak pernah tertarik sama sepatu ini, tapi tiba-tiba beli karena ada yang jual dengan harga yang bersahabat. Dari awal pertama beli sekitar baru dipake sekali sama yang punya sebelumnya. Dan nampaknya sama saya juga bakalan jarang sekali dipakai.

2. Through The Darkness
Sebuah serial drama korea bercerita mengenai kriminal profiler yang mencegah kejahatan melalui analisa psikologi pelaku kejahatan. Hampir mirip sama Mindhunter lah tapi versi Korea. Lumayan bikin nagih karena setiap perpindahan episodenya bikin penasaran.

3. Wongkie Kopi Tiam
Sebagai jalan keluar ketika ada pertanyaan “makan dimana yah?”. Menu favorit disini adalah hainan chicken rice karena porsinya banyak, potongan ayamnya nggak pelit. Ditambah ada 3 jenis sambal yang langsung disajikan berbarengan dengan ayam beserta nasi hainan. Selain itu, ada juga yamin wonton yang menjadi runner up untuk menu favoritnya.

Caca (Accounting)

1. Android TV
Aneh memang ini jadi barang yang aku pengen ketemu cepet-cepet kalau udah pulang kerja, jadi aku itu gaptek dan selalu nonton apapun dari HP, karena aku pikir tontonan TV sekarang-sekarang ini udah gak enak buat ditonton. Tapi aku se-takjub itu saat semua yang aku selalu tonton di HP (Netflix, Viu dan Disney Hotstar) bisa dengan mudah diakses dari si Android TV ini, yang aku kira selama ini TV pintar ini harus pasang parabola dulu, harus daftar atau pasang telepon rumah dulu, ternyata hanya perlu connect ke wifi bisa kita akses semuanya.

2. Viviz – VarioUs
Viviz adalah girl group asal korea selatan beranggotakan 3 orang yaitu SinB, Eunha dan Umji. Album mereka yang berjudul VarioUs ini ada enam lagu dengan lagu pertamanya adalah Pull Up. Album ini membuat Viviz sendiri terlihat lebih dewasa dari album sebelumnya dari mulai musiknya, pemilihan kata-kata dilirik lagunya dan nuansa video klipnya juga dibuat dengan gaya yang agak dark karena ingin menghilangkan kesan cheerful dari album sebelumnya.

3. Mozzu.187, Dipatiukur
Jasuke alias Jagung Susu Keju di dearah Dipatiukur ini enak banget. Sebetulnya banyak sih yang jual jasuke tapi ini gak tau kenapa beda aja, karena Jasukenya pakai Mozzarela kemudian ada topping yang original, coklat, matcha dan cream cheese. Waktu dimakan mozzarela nya tuh masih meleleh dan panjang banget ditambah manisnya susu dan jagung rasanya jadi semakin lengkap. Jasuke ini juga ada dua ukuran small dan large, kalau aku gak cukup kalau pesan yang small. Jasuke seharga 25ribu dengan isi sebanyak itu worth it banget.

Adetri (Social Media Admin)

1. Laut Bercerita – Leila Salikha Chudori
Laut Bercerita adalah novel karya Leila Salikha Chudori. Novel fiksi ini berkisah tentang para aktivis dan mahasiswa, yang hilang dan yang kembali pada saat Orde Baru dengan latar kerusuhan 1998. Tokoh utama novel ini bernama Biru Laut, menceritakan tentang perjuangan dan pengkhianatan. Momen orang yang dipercaya ternyata menjadi ‘antek’ aparat, itu kok rasanya sedih. Tapi emosi lebih memuncak dibab Asmara Jati, dimana mengajarkan kita tentang kehilangan dan juga penyangkalan. Orangtua Biru Laut dan Asmara Jati masih berada dalam kekosongan, menyangkal bahwa anaknya sudah tidak ada dengan terus menerus menyiapkan piring untuk Laut saat makan bersama.

2. Katarsis Web series
Katarsis serial web Indonesia bergenre psychological thriller yang diperankan oleh Pevita Pearce. Cerita bergenre romance dibalut black comedy ini mengikuti kehidupan Tara (Pevita Pearce), yang menjadi satu-satunya saksi pembunuhan sadis di rumah kedua orang tua angkatnya. Series ini masih berjalan 3 episode namun hal yang membuat menarik selain misteri pembantaian yaitu 2 pemeran utama Tara dan Ello yang berkarakter dingin dan creepy, 2 tokoh psikopat ini menjalin hubungan, plotnya tidak mudah ditebak, dan tetap dibikin penasaran.

3. Warung Nasi Ibu Hj. Imas
Bukan, bukan warung nasi Ibu Imas yang terkenal. Namun ini kedai warung nasi ibu Hj. Imas di Jl. Dr.Sutomo, Pasir Kaliki. Kedai yang di bangun sejak tahun 1980-an ini, tersembunyi di tengah kota, menyajikan makanan khas Sunda dengan konsep prasmanan. Atmosfer di tempat ini membangunkan memori masa kecil kita, cita rasa masakan seperti makanan yang disiapkan oleh mamah, jalanan yang tenang, jajanan-jajanan pasar seperti bubur tsum-tsum yang dibungkus daun pisang, agar gula merah, bandros, kue putri noong, dan lain-lain. Kalo sedang beruntung ada penampilan live music oleh seorang bapak-bapak dengan membawakan lagu dari Utha Likumahuwa, Fariz RM,dsb. Suasana dan rasa makanan yang membawa memori masa kecil kembali.

Setelah merilis debut album “Bloodsports and Modern Arts” di tahun 2021, Nearcrush kembali lagi ke dapur rekaman untuk merekam mini album terbarunya yang diberi titel “Saturasi EP”. Setelah berpartisipasi dalam 2 kompilasi yang mengcover Pure Saturday (‘Langit Terbuka Luas, Mengapa Tidak Pikiranku Pikiranmu?’) dan Sajama Cut (‘Season Finale’), rupanya Nearcrush sudah siap untuk kembali menggarap materi barunya. EP ini akan dirilis oleh Disaster Records di tahun ini, dan untuk menghangatkan suasana, Maternal Disaster, Disaster Records dan Nearcrush merilis single pertamanya dalam bentuk video, dan akan menyusul versi digital streamingnya di Akhir April.

Untuk menggarap video klip ini, Nearcrush dan Disaster Records mengajak PH Ideas Crtv yang sebelumnya sudah menggarap video klip Collapse dan Sunbath juga. Dengan konsep yang sederhana, video klip ini hanya menggambarkan suasana pesta dan elemen-elemen di dalamnya. MV ini di shoot di sebuah villa di kawasan Lembang dengan extras yang cukup ramai. Beberapa cameo extras didalamnya adalah Krowbar dan Mayatschism (Aneka Ria Petaka), Emir dan Friska dari White Chorus, CAL, Vai Siagian (The Couch Club), Gildhaf (The Sugar Spun) dan tentunya En dari Sunbath yang juga mengisi vokal di lagu ini. Sambil menunggu EP mereka rilis, kalian bisa menyaksikan MV ini di channel Youtube Maternal Disaster.

 

Photo by Prita (@darkofmoist_)