Band rock industrial asal Bandung, Koil, telah merilis lagu baru mereka yang sangat dinantikan berjudul “Pecandu N★rkotbah”. Lagu ini resmi dirilis pada Minggu, 14 Mei 2023, dan sudah tersedia di berbagai platform streaming musik. Dalam upaya menebus janji menuntaskan album keempat mereka yang tertunda selama lebih dari dua dekade. Sebelum perilisan lagu ini, Koil telah menghasilkan beberapa seri installment, termasuk album monumental Blacklight dan rekaman ulang lagu lama dalam EP “Lagu Hujan”.

Lagu “Pecandu N★rkotbah” sebenarnya telah diperkenalkan dalam seri installment pertama pada tahun 2020, namun versi yang dirilis saat itu masih dalam bentuk demo yang terbatas. Menurut Donnyantoro, gitaris Koil, lagu ini merupakan sisa penggarapan album ketiga mereka yang sejak lama tertunda, Blacklight Shines On. Setelah melalui perubahan aransemen yang berulang, lagu ini akhirnya mencapai bentuk seperti sekarang dengan sentuhan musik era Blacklight Shines On.

Lirik “Pecandu N★rkotbah” menyentuh fenomena kesalehan sosial dengan nada kritis, sambil tetap menghadirkan ciri khas humor dalam nukilan liriknya ala Otong. Koil tidak hanya merilis satu versi lagu, tetapi juga menyajikan beberapa versi reinterpretasi dengan nuansa yang berbeda.

Tau Tau Festival kembali akan digelar pada tanggal 28 Mei 2023 di Lapangan Pusenif Bandung. Tautau Festival dikenal sebagai festival musik yang menghadirkan berbagai genre musik dari artis-artis terkenal Indonesia. Pada gelarannya di tahun 2023 ini Tau Tau Fetival aka dimeriahkan oleh The Jansen, Rub of Rub, Float, Fiersa Besari, Tulus dan masih banyak pengisi acara yang nggak akan kalah serunya.

Tidak hanya itu, Tautau Festival tahun ini akan menampilkan kolaborasi spesial antara dua band besar Indonesia, yaitu Efek Rumah Kaca dan Perunggu. Kolaborasi antara kedua band ini tentunya akan menjadi highlight dari Tautau Festival tahun ini. Ada juga kolaborasi lainnya seperti Ananda Badudu x Rai, dan juga Juici Luicy x Adrian Khalif

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan penampilan spesial kolaborasi Efek Rumah Kaca x Perunggu untuk pertama kalinya di Tau Tau Festival dan juga artis lainnya di Lapangan Pusenif Bandung 28 Mei 2023 mendatang. Tiket sudah bisa didapatkan secara online dengan harga Rp. 149.000,- dan harga spesial kalau kamu membelinya buat bareng temen-temen kamu.

Menurut pihak keluarga, Frank Kozik meninggal secara tiba-tiba pada hari Sabtu kemarin (06/05). Frank meninggal pada umur 61 tahun dan belum diketahui secara pasti penyebabnya karena keluarga ingin privasinya dijaga selama masa berkabung. Frank mengawali karirnya sebagai ilustrator setelah meninggalkan Angkatan Udara. Dia bekerja sebagai penjaga pintu di sebuah klub malam di Austin, dan secara tidak langsung menjadi bagian dari skena rock bawah tanah di kota tersebut. Dia pertama kali mendapat perhatian sebagai seniman bawah tanah yang berlatih sendiri pada awal 1980-an, membuat flyers dan poster untuk band-band punk Austin.

Pada tahun 1993 Kozik pindah ke San Francisco, dimana dia memulai sebuah record label dan mendirikan Man’s Ruin Records, yang merilis lebih dari 200 album punk dan band alternatif. Dia membubarkan label tersebut pada tahun 2001 untuk fokus pada seni rupa. Kozik sudah bekerja dengan Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, Stone Temple Pilots, Red Hot Chili Peppers, Melvins, The Offspring, Butthole Surfers, dan Helmet. Kozik mendesain banyak sampul album, termasuk debut self-titled Queens of the Stone Age tahun 1998 dan The Offspring’s Americana. Dia menyutradarai video musik untuk lagu Soundgarden “Pretty Noose”.

Kozik menerbitkan beberapa buku termasuk Man’s Ruin: Posters and Art by Frank Kozik dan Desperate Measures Empty Pleasures. Kozik dianggap sebagai “salah satu ilustrator poster terbaik di dunia rock”, dan diwawancarai di majalah Rolling Stone. Kozik menciptakan karakter ikoniknya Smorkin’ Labbit dan menjadi Direktur Kreatif Kidrobot. Dia pernah menjual lukisan Labbit yang langka di acara lelang TV seharga £4.000. Frank secara tidak langsung mempopulerkan genre stoner rock, dessert rock, doom, dan sludge metal. Record label Man’s Ruin Records pernah merilis band-band cult seperti: Iron Monkey, Entombed, Electric Wizard, High on Fire, Kyuss, Cavity, Queens of the Stone Age, Acid King, Church of Misery, Fu Manchu & Alabama Thunderpussy. Selamat tinggal legenda!

 

Teks by Aldy Kusumah

Sebelum merilis album penuh, Phonetic rilis single “All The Time” sebagai pemanasan menuju album penuh pertama dari unit alternative pop asal Bandung ini. Dikerjakan sejak bulan Februari 2023, single yang liriknya ditulis oleh Ario Danan dan Misyel Evelyn ini bercerita mengenai seorang pria yang mengagumi seorang wanita yang diluar jangkauannya. Tidak menyerah begitu saja, sang pria pun mencoba segala cara menghubungi segala waktu dan keterbatasan sehingga wanita itu pun jatuh ke pelukannya.

Lekat dengan aneka licks, fills, hooks, dan riffs yang dikemas sedemikian rupa agar tetap catchy dan masih easy listening, melalui “All The Time” Phonetic mencoba memperkuat kembali identitasnya setelah single sebelumnya “Alien” terdengar berbeda dengan lagu-lagu Phonetic lainnya.

“All The Time” juga menjadi salah satu lagu yang akan masuk kedalam album penuh perdana Phonetic yang rencananya akan rilis pada pertengahan tahun 2023.

Pada awal tahun 2023 lalu, Ali sempat merilis single Crystal Sand dan pada saat perilisan single itu dikabarkan Ali sedang mempersiapkan debut full album pertamanya. Akhirnya pada Jumat (5/5) kemarin Ali secara resmi merilis debut album pertamanya bertajuk Malaka dalam format piringan hitam dan digital (Bandcamp) oleh Anukara Records.

Berbagai macam variabel musik seperti musik Indonesia dekade 70an, disco, funk, cinematic soul, dan psychedelic rock dijait bersama nuansa musik kultur timur oleh Ali sehingga Malaka menjadi seuatu yang baru di kancah musik Indonesia yang sangat beragam. Di album yang menggunakan lirik bahasa Arab di semua lagunya ini, Ali yang digawangi oleh Absar Lebeh (gitar), Arswandaru (bass, vokal) dan Jp Patton (drum, vokal) ingin menggambarkan asimilasi antara budaya Timur Tengah dengan Indonesia yang sudah berlangsung sejak berabad-abad silam.

Malaka dipilih sebagai judul yang dapat merepresentasikan salah satu pintu masuk budaya Timur Tengah ke Indonesia melalui perdagangan di Selat Malaka.

 

Photo By Michael Tartaglia

Bearpath memperkenalkan koleksi Platonix yang merupakan alterasi fashion footwear dengan konsep Interchangeable Sandals atau komponen sandal yang dapat dipertukarkan dalam rilisan terbarunya.

Dengan 7 pilihan sol dan 10 opsi warna strap yang dapat dipilih, Platonix mengusung konsep modular sandal yang dapat dipersonalisasikan. Platonix Bold Sole dan Platonix Regular Sole bisa menjadi pilihan yang tepat untuk daily casual wear, sementara untuk kegiatan seperti easy trekking, hiking, maupun long walks terdapat pilihan Trail X Sole yang memiliki Arch Support Insole serta Honeycomb Trail Outsole yang mencengkram ke permukaan.

Hadirnya Platonix sebagai rilisan terbarunya menjadikan Bearpath sebagai pelopor sandal outdoor yang mengusung tema Interchangeable. Platonix memberikan kebebasan untuk menaruh persona ke dalam sandal dengan kombinasi warna yang dapat dipadu-padankan sesuai keinginan.

Setelah merilis album penuh kedua bertajuk “Into The Hollow Circle” pada tahun 2015 lalu, Asiaminor kembali dengan merilis single terbaru “Predetermined / Singularity”. Selain merilis single baru, unit progresive metalcore band asal Bandung ini hadir dengan line up terbaru mereka yang diisi oleh Muhammad Ikhsan Ramndhan (vocals), Angga Kusuma (gitar), Imam Kharis Sudin (gitar), Muhammad Ridwan (bass), dan Emyr Farand (drums).

Dengan adanya muka baru pada posisi gitar dan drum, “Predetermined / Singularity” terdengar berbeda dengan materi-materi Asiaminor sebelumnya. Dengan durasi 6 menit, Asia Minor memberikan progresi yang begitu agresif dengan diselipi suara-suara minor dan melamban pada menjelang akhir seakan dibawa menuju kehampaan yang gelap.

“Predetermined / Singularity” sudah bisa didengarkan sekaligus dinikmati dalam bentuk visual melalui kanal youtube Maternal Disaster.

 

Setelah merilis debut album bertajuk Bloodbuzz pada tahun 2021 lalu, Denisa kembali di pertengahan tahun 2023 ini dengan merilis single “Falling Grace”. Berbeda dengan karya-kaya sebelumnya, single teranyar dari solois asal Jakarta ini bernuansa lebih gelap dengan sentuhan aransemen yang lebih heavy.

Untuk single “Falling Grace” Denisa melakukan eksplorasi lebih sampai mencapai titik dimana hal tersebut tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dengan mengajak Haecal Benarivo (frontman Morgensoll) sebagai produser, Denisa mencoba menceritakan bagaimana akhirnya seseorang menemukan dan berlari bergegas ke arah jalan menuju penebusan, juga dengan segala kemampuan memperbaiki hubungan yang ia miliki dengan keyakinannya. “Rasanya tidak ada yang lebih menenangkan daripada mengakui bahwa seseorang telah berdamai dengan keyakinan yang telah diajarkan kepadanya sejak ia kecil,” jelas Denisa.

“Failing Grace” sudah bisa didengarkan melalui semua kanal musik digital.

Jika kamu adalah penggemar game Silent Hill di era Playstastion 1 & 2, pertimbangkan untuk membeli kolaborasi merchandise Konami yang baru diumumkan sebagai ujian serius atas dedikasi kamu. Silent Hill telah bermitra dengan brand pakaian Online Ceramics untuk merilis koleksi resmi yang harganya cukup mengerikan, sehingga kami yakin mem-browsing produknya dapat digolongkan sebagai game survival horror. Beberapa fans Silent Hill garis keras di Reddit bahkan membuat thread yang membahas “buruk”nya design-design capsule collection ini. Jika kamu siap menghadapi design ala bootleg dan pilihan desain level Microsoft Paint, kunjungi segera situs website Online Ceramics. Design koleksi ini bertema utama di sekitar Silent Hill 2, dan menampilkan gambar-gambar sederhana yang dipotong dengan quotes dialog dari game yang ditempelkan ke kaos, hoodie, dan celana.

Selain pilihan desain yang dipertanyakan, persiapkan diri Anda untuk sebuah jump-scare yang nyata jika kamu menambahkan sebuah produk ke keranjang belanja. Membeli kaos berlogo Silent Hill 2 yang sederhana akan membuat kamu merogoh kocek sebesar $55, hoodies seharga $120, dan celana seharga $270. Untuk opsi yang lebih terjangkau, pertimbangkan untuk mengeluarkan $25 dan membeli mug Silent Hill 2 yang menampilkan gambar dari cutscene Maria yang berbaring di atas panggung di klub strip Heaven’s Night. Walaupun design-design ini menurut para penggemar Silent Hill seperti dibuat oleh orang-orang yang memiliki akses terhadap Google Image, menurut kamu unsur “kitsch” dan “low-brow” art yang dimaksud oleh team design Online Ceramics justru sangat menarik. Street fashion sekarang tersaturasi oleh design-design full print, high-art dan minimalism yang terkesan “dewasa”, dan menurut kami koleksi Silent Hill X Online Ceramics ini benar-benar menjadi outsider diluar semua itu. Sebuah estetika akhir ‘90an / awal ‘2000an yang dengan sengaja terlihat seperti kaos bootleg vintage. Entah gagasan ini mendobrak ataupun tidak, tapi yang pasti sebagai penggemar game Silent Hill dan konsumen brand Online Ceramics, kami akan membeli koleksi ini jika masih kebagian. Bagaimana menurut kalian?

Text by Aldy Kusumah

Saturay Night Karaoke, membuka rentetan rilisan ditahun 2023 ini dengan merilis single “…Abnormal? Abnormal!!!” pada Kamis (13/4) lalu. Single terbaru dari trio punk rock asal bandung ini terdengar berbeda bilang dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya. Dimulai dari tempo yang lebih agresif sampai pilihan lirik yang kembali mengunakan bahasa Indonesia, meskipun sebelumnya pernah memakai lirik bahasa Indonesia di lagu ‘Lamar dan Bertemu”.

Menurut Prabu (gitaris & vokalis) sekaligus sebagai penulis “…Abnormal? Abnormal!!!” “topik lagu ini sebetulnya sederhana, cuma tentang kemawasan diri kalau pilihan karir yang mungkin kita emban mungkin tidak semenjanjikan atau seprestius kawan-kawan di luar sana yang pekerjaannya lebih ‘settle’. Tapi toh apalagi yang bisa kita lakukan soal itu? Paling cuma tetap menjalani pilihan karir kita sembari makan hati. Karena pada akhirnya perspektif kita soal ‘sukses’ mungkin tak pernah senada dengan parameter kesuksesan banyak orang di luar sana,”.

Untuk single terbaru dari unit punk rock yang telah terbentuk dari tahun 2008 ini, SNC mengajak Dennis Ferdinand untuk memproduseri “…Abnormal? Abnormal!!!”. Dengan adanya wajah baru pada posisi bass Yana Setya dapat memberikan nuansa baru pada single yang menjadi lagu pertama dari rangkaian EP Saturday Night Karaoke yang rencannya akan rilis pada akhir tahun 2023 ini.