Unit Modern Hardcore asal Bandung, DEVDAN, merilis single terbaru mereka yang berjudul “Tales Of Sin” pada tanggal 14 April 2024. Single ini telah tersedia untuk didengarkan melalui berbagai platform streaming digital. Dalam karya terbarunya ini, DEVĐAN berkolaborasi dengan Mustika Kamal, seorang vokalis perempuan yang juga dikenal sebagai vocalis di band-band seperti Billfold dan CVNDY.

“Perilisan single terbaru ini adalah salah satu langkah bagi DEVDAN untuk tetap produktif serta menjadikan mereka bagian dari berbagai kegiatan yang direncanakan pada tahun 2024, termasuk tur, perilisan video musik, dan album baru,” ujar Yuwan, bassist dari DEVDAN.

Dengan durasi 3 menit 12 detik, lagu ini masih mempertahankan nuansa Modern Hardcore khas DEVDAN dengan liriknya yang menggambarkan konflik internal setiap individu antara rasa bersalah dan hasrat yang sulit dipendam, menyoroti sisi gelap yang selalu mengintai di balik kehidupan manusia.

Kuartet rock Skandal dari Yogyakarta merilis single terbaru berjudul “Mimpi” dalam format video lirik pada 28 Februari. Langkah ini merupakan langkah awal dari persiapan album penuh mereka yang akan dirilis melalui Disaster Records, label rekaman Bandung, di pertengahan tahun 2024. Sebagai single pertama, “Mimpi” tidak hanya menjadi penanda perjalanan mereka menuju album baru, tetapi juga menandai langkah baru dalam eksplorasi mereka dalam dunia musik. Alasan mereka memilih format video lirik adalah karena belum pernah melakukannya sebelumnya, dan mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk lebih memperkenalkan lirik lagu kepada pendengar, memudahkan mereka untuk mengikuti alur cerita dalam lagu.

Video lirik “Mimpi” dibuat oleh seorang illustrator muda berbakat yang berbasis di Yogyakarta, Nauval Taufiqul. Representasi visual tersebut mencerminkan ketertarikan pembuat video terhadap typography yang kuat dan permainan warna yang menarik, sembari menjaga keseimbangan dengan nuansa musik yang ditawarkan oleh Skandal. Lagu “Mimpi” sendiri diciptakan oleh gitaris Rheza Ibrahim, yang juga berperan sebagai produser di album yang sedang mereka persiapkan. Dalam lagu ini, Skandal menggabungkan elemen-elemen pop-rock dengan kesan indie rock dan alternatif yang mereka bawa sebelumnya, menciptakan suara yang semakin solid dan matang.

Honey, unit hard core pendatang baru yang telah menarik perhatian melalui singel mereka “4” dengan hook yang menarik “HELL YEAH”, yang sering muncul di FYP TikTok dan acara Hardcore di Pulau Jawa. Kali ini, band yang berdomisili di Kota Bandung ini bergabung dengan Greedy Dust untuk merilis EP pertama mereka yang berjudul “Steppin Rollin”, yang terdiri dari empat lagu. Melalui wawancara dengan mereka, diungkapkan bahwa EP ini merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah dan keresahan dari tahun sebelumnya. Mereka menyatakan bahwa agresif dan cepat adalah dua kata yang mewakili kehidupan dan memotivasi mereka untuk melangkah maju.

EP ini mencerminkan pengaruh dari genre musik Hardcore & Hip-Hop seperti Zulu, Lee Way, Gridiron, Public Enemy, & Madvillain. Pada sisi visual, EP ini dikerjakan langsung oleh Delpi Suhariyanto, yang menjabat sebagai Creative Director dari Greedy Dust. Honey berharap bahwa dengan rilis EP ini, aktivitas mereka akan menjadi lebih menyenangkan dan dapat membawa mereka ke tempat-tempat yang lebih jauh.

Isyana Sarasvati, solois wanita kelahiran Bandung, semakin mengukir prestasi internasional dengan pengumuman baru-baru ini. Ia akan tampil di Jepang pada bulan Oktober mendatang, menjadi musisi Asia Tenggara pertama yang mengisi acara di venue bergengsi. Isyana akan menggelar dua konser di Jepang, pertama di Yokohama, di Billboard Live Yokohama, di mana ia akan membawakan lagu-lagu orisinalnya dari album keempatnya. Konser ini akan digelar dalam dua sesi, siang dan malam.

Yang membuat penampilan Isyana di Jepang semakin istimewa adalah kabar kolaborasinya dengan gitaris legendaris Marty Friedman dari band metal Megadeth. Marty akan berkolaborasi dalam salah satu lagu Isyana Sarasvati. Setelah Yokohama, Isyana akan mengunjungi Tokyo, di mana ia akan tampil di Yamaha Hall Ginza dengan konsep “Isyana Unplugged Live in Tokyo”. Venue ini dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman bermusik yang lebih dekat dan intim antara penampil dan penonton. Pada konser ini, Isyana akan berkolaborasi dengan violinis terkenal asal Jepang, Emiri Miyamoto. Penampilan Isyana di Yamaha Hall Tokyo juga akan disiarkan secara langsung melalui internet pada tanggal 9 Oktober mendatang.

Penjualan tiket untuk kedua pertunjukan ini sudah dibuka. Untuk konser di Billboard Live Yokohama, tiket tersedia mulai dari ¥6.900 hingga ¥7.400. Sementara untuk konser unplugged di Yamaha Hall Tokyo, harga tiket berkisar antara ¥5.000 hingga ¥7.000.

Hari Raya, band asal Jatinangor, Jawa Barat, akhirnya merilis single ketiganya yang berjudul “Menunggu Detik Membiru” setelah beberapa bulan vakum dalam berkarya. Band ini terdiri dari Aisyah (vokal), Naufal/Ansul (Keys), Rayhan/Age (gitar), Rino (gitar), Ilham/Icam (bass), dan Mahen (drum). Perjalanan band ini tidaklah mudah, dimulai pada tahun 2019, mereka menghadapi berbagai rintangan, termasuk pergantian personel dan kesulitan menyesuaikan jadwal latihan karena kesibukan anggota. Namun, mereka berhasil merilis single pertama pada Desember 2021, yang kemudian di-take down, dan kemudian merilis single kedua berjudul “Neverland” pada Desember 2022. Sekarang, pada kuartal ketiga tahun 2023, Hari Raya kembali dengan single terbarunya, yang menjadi langkah awal menuju EP yang akan segera dirilis.

“Menunggu Detik Membiru” adalah lagu patah hati dengan sentuhan musik twee dan indie pop, dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menunggu sesuatu yang tidak pasti akan datang, dan kata “Detik Membiru” menggambarkan waktu yang hampir tak bisa bernafas hingga terasa seperti membiru. Secara musikal, lagu ini menghadirkan melodi yang repetitif sepanjang lagu dengan nuansa twee dan indie-rock ala Captured Tracks atau band-band asal Inggris pada tahun 80-an yang dirilis oleh Sarah Records.

Bojes dari A Little Less 16 mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan lagu berbahasa Indonesia dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio. Baru-baru ini A Little Less 16 merilis maxi-single berisikan dua lagu berbahasa Indonesia, yaitu “Jarak” dan “Isi Kepala Menjelang Pulang,” yang menggambarkan kisah cinta dan jarak dalam hubungan. Bojes mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu-lagu ini berlangsung alami, tanpa perlu membuka draft materi sebelumnya, dan ia sangat menikmati prosesnya.

Lagu “Jarak” menceritakan tentang hubungan yang terhalang oleh jarak geografis, seperti anak dan orang tua yang tinggal di kota yang berbeda atau pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Sementara “Isi Kepala Menjelang Pulang” menggambarkan gagasan-gagasan yang muncul dalam pikiran selama perjalanan pulang. Kedua lagu ini sudah bisa dinikmati melalui semua layanan digital music streaming platform.

Setelah merilis single debut “999” (Triple 9), pada kuartal ketiga tahun ini, Kiko Wikarta meluncurkan Music Video debutnya, pada Sabtu (12/08). Kiko sebelumnya merupakan mantan karyawan startup teknologi di Indonesia, Kiko merasakan dampak pasca pandemi COVID-19 yang terus berlanjut. Terjebak dalam kejenuhan di tempat kerjanya, terutama dalam sesi town hall dengan perubahan karyawan yang sering, serta dalam suasana tech-winter dan penutupan aplikasi, Kiko merasa cemas dan mencari pelarian melalui musik. Inspirasi dari pengalaman ini membawanya untuk menulis lagu “999,” mencerminkan perasaan kecemasan dan dorongan untuk keluar dari rutinitas yang monoton.

Dalam karya “999,” Kiko Wikarta mengungkapkan tujuannya untuk merobek kebosanan dalam rutinitas yang dinamis. Dia mengajak individu yang merasa cemas, jenuh, dan bosan menunggu hiburan seperti album dari Frank Ocean, serta yang merasa tertekan oleh rutinitas kerja, untuk menonton Music Video ini bersama teman-teman. Harapannya adalah bahwa eksperimen musik dan visual dalam proyek ini dapat mematahkan algoritma kejenuhan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia digital. Dalam video tersebut, Kiko juga bertindak sebagai sutradara, dengan bantuan Feri Alan sebagai direktur fotografi, penyunting video, dan ahli warna. Ditampilkan dalam format band, Kiko dan rekan-rekannya, termasuk Bojess (A Little Less 16), Mahfi G Sjaftarie, dan Fahrianza T Imami, menampilkan kolaborasi yang kuat. Dengan pemilihan pakaian yang mencolok dan adegan street drifting yang penuh adrenalin, Music Video “999” membawa kita ke dalam pengalaman yang unik dan berenergi.

Unit punk rock Saturday Night Karaoke yang berasal dari Bandung telah mengumumkan perilisan single keempat mereka untuk tahun ini, berjudul “Benevolence”, menjelang peluncuran EP terbaru mereka. Single ini akan menjadi bagian dari EP dalam format 7″ vinyl dan akan dirilis oleh label independen I Hate Smoke Records dari Jepang. “Benevolence” juga menandai kedatangan Sarah Devira sebagai gitaris baru dalam formasi band, yang mengubah Saturday Night Karaoke dari trio menjadi kuartet untuk pertama kalinya sejak pembentukannya pada tahun 2008.


Seperti halnya beberapa single sebelumnya, produksi “Benevolence” tetap dikawal oleh sentuhan dingin dari produser Dennis Ferdinand (Manny Rune, Perunggu). Selain itu, lagu ini akan diiringi oleh video klip yang akan dirilis beberapa minggu setelah perilisan lagunya. Selain mengumumkan single baru, Saturday Night Karaoke juga mengungkapkan rencananya untuk menjalani tur Asia dengan nama “More Places, Better Points Asia Tour 2023”, yang akan dimulai dari pertengahan bulan Agustus hingga awal Oktober. Ini menjanjikan pengalaman live bagi para penggemar mereka di berbagai tempat di seluruh Asia.

Grup Punk Rock The Rang-Rangs dari Jakarta telah merilis video musik terbaru berjudul ‘Bellboy Rock’ pada 9 Agustus 2023 lalu yang menjadi single pembuka dari album ‘9 Jahitan’ mereka. Lagu ‘Bellboy Rock’ ditulis dan diaransemen oleh Mika Tobing, yang juga merupakan pemain bass dan penyanyi utama. Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dengan produksi dan mixing oleh Pandu Fuzztoni, dan mastering dilakukan di Awalswara Studio oleh Christian Choi. Video ini menggambarkan kehidupan Mika Tobing sebagai seorang gitaris band Punk Rock dan seorang bellboy di hotel bintang lima, dengan penggarapan video dilakukan di Rumah Bergerak, tempat yang sering dikunjungi oleh The Rang-Rangs untuk bermain skateboard.

Dalam video ‘Bellboy Rock’, Mika Tobing tampak menjalani rutinitasnya sebagai bellboy yang bekerja keras dengan tampilan bersolek yang khas. Lagu ini dianggap sebagai anthem bagi semua kelas pekerja yang tetap mencari kesenangan dalam realitas kehidupan yang melelahkan. Video ‘Bellboy Rock’ dapat dilihat di YouTube The Rang-Rangs, sementara format audio bisa didengarkan melalui layanan streaming seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, dan YouTube Music. Grup ini, yang terbentuk pada tahun 2016 dan beranggotakan Mika Tobing, Miko Tobing, dan Bagas Raka Farizan, telah merilis satu mini album dan tiga single sebelumnya. Mereka tetap aktif berpartisipasi dalam gigs lokal dan festival musik di Indonesia.

 

‘Transcan of Error’ adalah bentuk perlawanan terhadap egoisme yang tertanam di dalam diri. Agar segala bentuk kesalahan dalam masa lalu dapat berubah menjadi cara pandang baru dalam kehidupan dan menjadi cara baru untuk mendapat banyak inpirasi dan solusi.

Segala bentuk pemikiran itu pun dituangkan dengan grafis yang simple pada koleksi terbaru milik Miracle Mates. Dalam Koleksi ini pun Miracle mengeluarkan produk yang lengkap dari head to toe diantaranya ; Topi, T shirt, Longsleeve T shirt, Hoodie, Zip Hoodie, Tas, Celana Pendek, Celana Panjang dan, Kaos kaki.

Seluruh koleksi dari Transcan of Error ini telah diluncurkan pada tanggal 1 Agustus 2023 di Webstore WWW.MIRACLEMATES.ID, dan Marketplace official dari Miracle Mates.