Maternal Disaster memperluas spektrumnya, dari sekadar brand clothing ke ruang yang lebih hidup lewat hadirnya Maternal Cafe & Records. Berlokasi di Braga8, Bandung, ruang ini menjadi perpanjangan identitas Maternal yang selama ini lekat dengan subkultur, kini diterjemahkan ke dalam pengalaman fisik yang bisa ditempati, dirasakan, dan dijelajahi.

Bukan sekadar kafe, Maternal membangun ekosistem kecil yang berangkat dari obsesi personal: musik, koleksi, dan visual. Di dalamnya, pengunjung tidak hanya menemukan kopi dan menu ringan, tapi juga lanskap yang dipenuhi rilisan fisik lintas genre, toys bertema musik, hingga buku-buku yang dikurasi. Semua elemen ini tidak berdiri sebagai dekorasi, melainkan bagian dari narasi yang membentuk karakter ruangnya padat, personal, dan penuh referensi.

Pendekatan total khas Maternal tetap terasa kuat. Identitas visual mereka hadir hingga ke detail terkecil dari desain menu, treatment es krim, sampai cutlery yang bahkan bisa dibawa pulang sebagai objek koleksi. Logo “threat” muncul sebagai penanda yang konsisten, mengikat seluruh pengalaman dalam satu bahasa visual yang solid.

Dibuka mulai 13 April 2026, Maternal Cafe & Records bukan hanya ekspansi, tapi pernyataan: bahwa brand bisa hidup di luar produk, dan berkembang menjadi ruang yang mengakomodasi kultur, memori, dan kebiasaan sehari-hari.

Dari thrift shop di masa pandemi hingga menjadi brand lokal yang mengedepankan inovasi dan sustainability. Jason, founder 2TIMESTOO, berbagi cerita tentang passion-nya terhadap sneakers, proses kreatif repurpose, hingga membangun sister brand Nostal. Temukan bagaimana ia menemukan titik balik dan eksistensi di industri streetwear lokal

Hallo Jason, lagi sibuk ngerjain apa nih akhir-akhir ini?
Halo-halo! Akhir-akhir ini pastinya tetap sibukin rilisan 2timestoo nih, setelah kemaren rilis sneakers sekarang lagi sibuk proses persiapan rilis 2timestoo collection SS25, sama sibuk ngonten juga hahaha.

Bisa ceritakan tentang latar belakang berdirinya 2TIMESTOO Studio? Apa yang menginspirasi lu untuk mendirikan brand streetwear di tahun pandemi?
2timestoo itu berdiri pas covid mulai, saat itu gw masih semester 1 kuliah. Fun factnya 2xt itu awalnya adalah thriftshop yang baru seiringnya waktu gw belajar jahit jd  berkembang2 jadi kaya sekarang. sekarang 2timestoo itu “roots” nya lbh ke sneakers. karena gw sendiri jg penikmat sneakers, gw selalu berusaha buat clothing pieces yang akan compliment sneakers2 , dengan buat piece yg unik tp ga terlalu loud, supaya sneakers lu yg bisa jadi point dari fit tersebut.

Ceritain dong mengenai masa kecil lu? Apakah di keluarga lu ada yang mendorong lu untuk bisnis di dunia fashion?
Masa kecil gw itu sebenarnya engga ada hubungannya sama sekali dengan dunia fashion, gw besar di keluarga yang “angka banget”, “matematika banget” dan “harus fokus sekolah banget” . tapi uniknya itu nenek dan ibu gw dua-duanya bisa dan suka menjahit saat muda.

Kenapa lu memilih recycle dan sustainabilty dalam proses berkarya lu? Apakah ada satu sosok atau movement yang menginspirasi lu?
Sebenarnya proses recycling yang suka dilakukan di 2timestoo pada masa awal-awal (sekarang di @officialnostal) itu idenya mulai muncul saat gw bisa jahit. gw mulai iseng dan bosen (karna lg covid) dan lihat dari creator luar @defectivegarments dimana dia lakuin proses reworked. Akhirnya gw mulai coba dan ketagihan sendiri karena bisa manfaatin barang pribadi gw, jadi barang baru dan 1 of 1.

Bagaimana lu mendeskripsikan pendekatan dalam merepurposing pakaian recycle? Seperti apa proses desain yang lu lakukan?
Untuk proses recycle yang dilakukan di 2timestoo sekarang itu mungkin lebih cocok dinamain “repurpose” dimana kami selalu aware dengan material yang kami pakai, apakah ada material sisa yang bisa kami gunakan di artikel lain, contoh: material cotton ripstop yang kita buat produksi tas, selalu akan menyisakan potongan-potongan kecil, yang akhirnya kami repurpose jadi kerah kemeja di artikel lain. kurang lebih seperti itu. Untuk proses design ini yang makan waktu lumayan lama, karena gw design sendiri, jadi semuanya masih idealis gw banget untuk design hahaha, jadi gw benar-benar spend time waktu yang cukup lama dari proses design sampe sampling sebelum rilis. Semua produk masih “nempel” banget dengan gw, karna gw yang design dan control produksi.

Sustainability menjadi inti dari brand lu. Tantangan apa yang lu hadapi selama ini dalam berkarya?
Tantangan terbesar pasti dari butuhnya ide dan pemikiran berat (buat gw ya hahaha) untuk repurpose material-material ini. Baik itu dilempar ke produk lain di 2xt. atau dilempar ke Nostal. jadi lebih ke harus selalu aware dengan ketersediaan dan sisa bahan, dan mikir mau dipake kemana tuh hahaha, kasarnya gitu.

Bagaimana lu memastikan bahwa setiap produk tetap unik dan inovatif meskipun menggunakan bahan recycle?
Yang gw selalu jual di 2timestoo itu adalah ide dan inovasi. Gw selalu berusaha bikin design dengan kata kunci: unik tapi engga lebay. Barang yang unik, tanpa grafik besar, dengan permainan kombinasi bahan dan cuttingan serta detil-detil kecil lainnya. Puji tuhan sejauh ini feedbacknya ok dan udah mulai kebentuk market 2timestoo yang “barang keren ga harus ber logo/grafik gede” dan “dari jauh biasa aja, pas diliat dari deket baru keliatan keren detil-detilnya” kurang lebih begitu. Untuk 2xt bukan menggunakan bahan recycle dari tempat lain, tp lebih ke repurpose bahan, baru bahan sisanya dilempar ke Nostal.

Industri streetwear sering kali dikaitkan dengan fast fashion. Bagaimana 2TIMESTOO berupaya menjadi contoh yang berbeda dalam industri ini?
Kami selalu berusaha dan puji tuhan sudah menemukan sweet spotnya. Dimana kami bakal rilis banyak artikel per-bulan (6-10 artikel) tapi 90% produk di 2xt itu tidak restock, jadi kami engga mau overproduce juga barang-barang kami. Benefit untuk customer pastinya rasa exclusivenya tetap dapet, engga terlalu banyak orang pake. Selain menurut gw lebih keren logo kami ada di banyak artikel, dibanding di beberapa artikel aja. Dari sisi gw, sistem ini sweet spot bagi gw karna gw jadi bisa design terus produk baru tiap bulannya hahahaha.

Ceritain dikit dong tentang Nostal?
Nostal ini adalah sub-brand/sister brand dari 2timestoo. Fokusnya itu recycle high-end vintage items, digabung dengan scraps material dari 2timestoo. Fokusnya ini benar-benar beda dengan 2timestoo. Kalau 2xt lebih mengedepankan “Keren ga harus lebay, simple item with unique detailing”, Nostal benar-benar loud, ekspresif, lumayan gila dan rame. Gw harap Nostal ini bisa jadi brand reworked yang tetap wearable banget buat sehari-hari. Meskipun loud, tapi ga over.

Bagaimana perkembangan brand sejak pertama kali didirikan? Apakah ada momen atau pencapaian penting yang menandai perjalanan kalian?
Wah! perkembangan brand sih puji tuhan terasa banget. Rilisan pertama kami sebagai “local brand” itu baru dari tahun 2022, dimana kami masih proses rebranding dari thriftshop, reworked, and modern bootleg to local brand, jadi complete switch. Puji tuhan tahun 2024 ini jadi titik balik dimana orang sudah mulai notice dan mengenal kami. Apalagi sejak USS 2023 kemarin, ditambah dengan beberapa event kami di tahun ini. Kami juga sempet diundang ke acara WWF yaitu Conscious Couture di Wisma Atria Singapore, dimana itu kami lakuin live reworked session. Gw bisa bilang itu adalah titik paling besarnya sih dimana gw sadar kalau kami sudah “dianggap” bahkan oleh orang luar.

Ceritakan sedikit dong tentang 2XT Terra Wave. Apa alasan lu memilih siluet sepatu outdoor? Dan ceritakan juga tentang proses kreatifnya.
Terra wave itu hadir di momen switch juga, dimana awalnya gw bergantung untuk buat sneakers sama pihak lain. Pikirannya switch jadi “asik jug kalau bisa develop sendiri”, “bisa ga ya gw rilis sneakers sendiri?“. Untuk pemilihan siluete outdoor itu karena produk-produk dari 2xt itu arahnya lebih ke workwear inspired, jadi menurut gw make sense buat bikin sneakers fushion, dengan look dan build outdoor tapi dengan teknologi kenyamanan buat daily. Kami kombinasiin outdoor rubber outsole dengan genuine suede, dengan teknologi “peredam” di insolenya, yang biasa dipakai di sneakers basket, jadinya nyaman.

Terakhir, gw liat lu aktif memakai, mempromosikan dan kerjasama dengan brand lokal. Pendapat lu mengenai ekosistem industri brand lokal saat ini, terutama di kota Bandung.
Menurut gw asik banget! Brand-brand hari ini menurut gw semua beradu design dan lebih berani buat keluar dari yg biasa dilakuin mereka masing. Dan dari gw yang tinggal di Bandung, support dan ekosistemnya yang gw rasa asik banget ya. Meskipun kita brand baru, tapi gw sudah rasain banget supportnya!

Interview by Andika Surya
Photos from Jason’s Archive

Digelar di The Plug Space pada 5-7 Oktober 2024. MANKIND, HIJACK, DEVÁ STATES, SYMA, SAAMR, JEWEL BY BEPE & AKROSS akan menghadirkan showcase yang diberi nama “Distro”. Penamaan Distro terinspirasi oleh gerakan dengan nama yang sama, yang dipelopori oleh para pionir dari dunia fashion independen Bandung. Acara ini menjadi penghormatan dan warisan yang telah ditanamkan oleh para pendiri gerakan fashion kota Bandung.

Lokasi The Plug dipilih karena berada di jantung kota dengan traffic yang tinggi, menjadikannya melting pot bagi berbagai komunitas. Deva States, salah satu inisiator, menyebutkan bahwa mereka memiliki koneksi dan infrastruktur yang mendukung, serta The Plug sebelumnya telah menjadi pilihan bagi brand-brand besar kelas internasional.

Motivasi di balik kolaborasi ini adalah keinginan untuk menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia tidak kalah dengan produk internasional. “Kami memiliki niat yang sama, dan karena pengalaman serta koneksi yang ada, kami ingin membantu brand-brand lain dari Bandung untuk memperkenalkan diri di pasar Jepang,” ungkap Fahmi mewakili Distro dan Hijack.

Setelah acara, masih belum ada kepastian apakah produk tersebut akan tetap dijual di Tokyo. “Kami akan melihat respons dari pengunjung terlebih dahulu. Itulah sebabnya kami mengundang semua yang pernah mendukung perjalanan kami di Jepang,” tambahnya.

Misi dari proyek Distro ini lebih dari sekadar showroom. Mereka ingin menciptakan sebuah platform diskusi yang aksesibel, menjadi media yang mampu membawa brand lokal ke panggung internasional dan memfasilitasi pertukaran ide di masa depan. Selain menghadirkan produk dari setiap brand yang terlibat, Distro akan merilis merchandise eksklusif edisi terbatas hasil kolaborasi antara Distro dan By.U yang hanya akan tersedia selama acara berlangsung.

BrantaSepuluh Studio didirikan pada tanggal 8 Agustus 2022 oleh almarhum Remy Ramdhan: seorang musisi, music producer, arranger dan programmer, yang pernah mengerjakan beberapa recording project dengan Dewi Sandra, Sania, R42, RED, Denny Saba, Amalia, Denny Didan & Joeniar Arief. Selai itu Remy juga mengerjakan beberapa project scoring dan soundtrack untuk beberapa film layar lebar. Awalnya BrantaSepuluh studio hanya digunakan untuk keperluan pekerjaan almarhum dan latihan band kolega dekat saja. Setelah almarhum wafat dan sempat tutup sebulan lamanya, studio BrantaSepuluh kembali dibuka oleh istrinya, Lia Amalia. Diawali dengan rehearsal Yura Yunita untuk Pertunjukan Tutur Batin.

Kenyamanan rehearsal space ini sudah dipercaya oleh beberapa band seperti The Titans, The Groove, Five Minute, T- Five, Brown Sugar, Protonema, Yovie & Nuno, Yonago Trio Jazz , Fariz RM, P Project, Project Pop sampai Aura Kasih. Selain itu band-band dengan genre alternative dan electronic seperti Polyester Embassy, Nearcrush, Rub of Rub, Domestic Club dan Rock N Roll Mafia juga beberapakali berlatih disini. Kenyamanan, kebersihan, juga ruang studio yang luas dan suasana homey merupakan kelebihan dari studio BrantaSepuluh. Tata letak peralatan dan speaker monitor yang sudah diperhitungkan secara detail oleh Remy yang membuat vibes rehearsal di studio BrantaSepuluh menjadi serasa “manggung”, dengan ciri khasnya “memanjakan” para musisi dan vokalis yang berlatih disini. Selain rehearsal, studio BrantaSepuluh juga bisa digunakan untuk recording digital per track (tracking), live session recording multitrack dan keperluan shooting untuk konten live session band, photo session dan workshop.

Equipment di Studio ini juga cukup memadai dengan adanya ampli gitar Roland Jazz Chorus, Blackstar HT Stage MK II, ampli keyboard Roland KC600 dan ampli bass Bugera dengan head TC Electronic BQ500. Beberapa kelebihan studio ini menurut kami adalah space nya yang lumayan besar, sehingga cocok untuk menampung band dengan personil banyak dan instrumen yang lebih banyak. Tentunya dengan tersedianya toilet di dalam ruang studio, akan mengurangi traffic keluar masuk ruangan yang akan mengganggu latihan. Jangan takut kelaparan juga, karena ada beberapa pilihan snack, makanan instan dan lemari pendingin berisikan minuman segar disini. Poin plus lainnya tentu adalah parking space yang memadai dan lingkungan strategis dekat Cihapit. Segera coba sendiri studio ini and tell us what you think in the comments.

Maja Family resmi membuka Papila Kids Club untuk umum di acara “PLAY MARKET” pada tanggal 16 – 17 September 2023 di lokasi House Tour-Uphill Hotel. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB di kedua harinya, dengan serangkaian acara kolaboratif untuk si kecil dan para orang tua di masing-masing harinya.

Dalam kesempatan ini, Papila Kids Club mengajak publik untuk turut serta mencoba fitur-fitur Kids Experience Playground-nya yang akan dimeriahkan oleh acara “PLAY MARKET”. Kids Games seperti Pirate Treasure Hunt dengan WonderKids Motoric Club dimana si kecil diajak berjelajah untuk mencari harta karun, Summer Party dengan Ruang Riang dimana anak-anak diajak waterplay dan asah kreatifitas, serta Sensory Exploration Class dengan Maincamacama dimana mereka akan dibantu eksplorasi rasa.

“PLAY MARKET”  juga mengadakan hiburan untuk para Parents seperti Kids Fashion Pop-Up Market yang dikurasi oleh Touché Shop, dimana sejumlah brand favorit para moms akan membuka booth. Aunties Tittle Tattle juga akan turut hadir untuk memanjakan para Moms dengan sesi Mom’s Nail Art. Hiburan lain seperti face painting dan juga kepang rambut untuk sikecil akan ikut meramaikan acara.

Kini waktu refreshing untuk si kecil dan para orang tua dapat dilakukan semua di satu tempat. Jadikan Papila Kids Club tempat yang nyaman, tenang dan tepat untuk si kecil berkreasi, eksplorasi dan berimajinasi tanpa batas.

Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi @papila.kidsclub

Roti RW adalah sebuah bakery dan breakfast spot alternatif yang konsepnya cukup fresh. Dengan menu Roti Bakar Daging Asap Jalapeno, Roti Bakar Jasuke, Homemade Mocca Yogurt, Cinnamon Roll Up dan favorit kami: Roti Daging Rempah. Memang beberapa menu mereka adalah memlalui sistem pre-order, tetapi ready stok nya pun sangat variatif dan freshly made. Untuk varian menu, range Roti RW cukup luas; dari roti bakar klasik yang biasa kalian temukan di toko roti jadul, kalian juga bisa menemukan menu-menu baked goods modern yang inovatif. Roti RW tercipta dan terinspirasi oleh kehangatan dan kesenangan sederhana berbagi roti panggang dengan orang tua, keluarga, dan kerabat.

Toko roti kecil ini pun berlokasi sangat strategis; terletak di jantung kota di sudut jalan Cimanuk Bandung, yaitu di Tanamu PAVILION Jl. Cimanuk no 42. Lokasi ini juga dekat dari dari Riau dan Cihapit. Ada turntable dan beberapa design interior menarik yang cukup aesthetic disini, apalagi suasana outdoor area pun sangat homey untuk bersantap dan hang-out bersama kolega-kolega setelah berolahraga ataupun sekedar bertemu untuk afternoon snacks. Toko roti ini adalah tempat bagi siapa saja yang menghargai masa lalu dan masa kini. Kamu akan disambut oleh suasana hangat dari masa lalu, lagu-lagu nostalgia piringan hitam memenuhi udara, membawa Anda kembali ke waktu yang lebih sederhana. Sempatkan untuk mampir kesini dan mencoba berbagai varian hidangan Roti RW, because they’re really know what they are doing with your bread.

@roti_rw
@tanamu__ PAVILION
Jl. Cimanuk no 42
Serving all day 10 am – 9 pm

OAKS terletak di jantung kota Bandung. Sebuah communal space yang bisa digunakan untuk beberapa fungsi, aktivasi dan sarana display retail yang variatif. OAKS diprakarsai oleh Oxford Society & Kyrra dengan tujuan tunggal: bahwa bersama-sama kita dapat menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi masyarakat dan komunitas. Rumah bagi Oxford Society & Kyrra ini adalah sebuah ruang seluas 54 meter persegi di dalam Paskal Hyper Square, Bandung. Tepatnya di area pintu belakang Paskal.

Dengan roots untuk memfasilitasi komunitas tertentu, OAKS ingin menitikberatkan komunitas untuk kembali menjadi bagian yang lebih berarti dari kehidupan kita sehari-hari. Brand-brand yang available di OAKS juga lumayan variatif: Ada apparel dari Oxford Society dan Kyrra, tas-tas SYMA, headwear dari Capslock, Oaken dengan produk bodycarenya, blankets & socks dari Pattent Goods dan masih banyak lagi. Menurut kami, OAKS adalah sebuah one-stop-shop dimana kamu bisa menemukan apparel dari head-to-toe sampai ke pernak-pernik dan bodycare. Kunjungi segera OAKS di Paskal Hyper Square Blok J. @oaks_id

Di Bandung pecel identik dengan pecel lele dan ayam khas Lamongan padahal ada jenis pecel lain dari Jawa Timur yang tak kalah menarik, yaitu pecel sayur dengan bumbu kacang yang memiliki berbagai ciri khas yang berbeda dari tiap kota, seperti bunga turi untuk pecel Madiun, tempe bacem untuk pecel Kediri, mie goreng untuk pecel Surabaya, dan masih banyak lagi.

Pecel khas Jawa Timur bernama Saestu baru saja hadir di daerah Riau, Cihapit, yang berlokasi bergandengan dengan Toko Kopi Djawa. Dimotori oleh Arno dan Delpi dari band Dongker, Pecel ini hadir dengan bumbu kacang khas dari Jawa Timur, lebih tepatnya di ambil di Kota Blitar, lengkap dengan peyek serta beras asli dari Blitar. Yang cukup unik dan berbeda adalah kombinasi sayur yang dihadirkan tidak hanya kangkung dan toge namun ada tambahan bunga kecombrang sebagai pengganti kemangi.

Kedai ini berlokasi di jantung kota Bandung, dekat dengan Taman Pramuka dan Pasar Tradisional Cihapit tepatnya di Jl. LLRE Martadinata No. 205 bersandingan dengan Toko Kopi Djawa, Eleanore Pastry, & Okkosan Gyoza. Selain berlokasi di lingkungan yang nyaman, nuansa yang dihadirkan juga sangat berbeda dengan kedai pecel kebanyakan. Pecel Saestu adalah kedai dengan eksterior modern, lengkap dengan style open kitchen bar, serta ornamen ala Jepang yang umumnya hadir di kedai Ramen. Mereka juga menyajikan kondimen tambahan berupa Sate Tusuk Ayam, Kulit Ayam, Telur Puyuh, Paru Sapi, Usus Ayam, serta berbagai varian yang jarang ditemukan di warung pecel seperti Katsu, Nugget, Egg Roll, dll. Pengunjung juga akan ditawarkan beras kencur sebagai hidangan pelengkap.

Ada satu lagi destinasi kuliner unik dan nikmat di Bandung, dan lokasinya pun cukup unik: di ruko Segitiga Mas Kosambi. Ruko yang dari dulu terkenal menjual pernak-pernik komputer dan hardware itu kini salah satu lapaknya ditempati oleh TON Kedai. Sebuah kedai yang menyajikan makanan Asian fusion, masih persembahan dari team Gang Nikmat Cihapit dan chefnya Sandiyuda Dananjaya. Sandi dikenal lewat menu-menu sajian nusantara di Gang Nikmat: Sop Ayam Stamina, Sidat Asap dan Ayam Gulung. Kini Sandi mempersembahkan menu-menu yang cukup unik dan tidak akan kamu temukan di tempat lain: Nasi Ton Sapi Gulung & Mie Ton Sapi Gulung.

Seperti Gang Nikmat, makanan di TON Kedai adalah comfort food. Kaldu yang strong menyelimuti kedua menu andalan tersebut. Walaupun Mie TON masih bisa disebut sebagai modifikasi dari ramen, tetapi Nasi Godog Ton Sapi Gulung tidak bisa kamu temukan di tempat lain. Begitu versatilenya perpaduan dari onsen egg, ginseng dan kaldu ramen. Uniknya, setiap pesanan Mie & Nasi TON dapat kerupuk paru goreng kecil yang cocok di pairing bersama kedua menu tersebut. Kami pun memesan baso goreng, ayam crispy dan teh manis dingin. Biasanya jika sebuah tempat makan teh manis nya saja sudah enak, maka saya yakin mereka serius dalam menyajikan menu-menu mereka sampai ke detail terkecil. Kondimen baso goreng adalah salad dengan onion dilengkapi dengan saus mayo yang terasa seperti wijen sangrai, lezat sekali! Chilli oil nya pun salaman dengan ayam crispy nya yang menurut saya salah satu highlights disini. Tentunya sajian TON Kedai akan membuat kangen para pengunjungnya, apalagi kami yang masih belum mencoba sisa menu mereka: ayam panggang.

 

Text by Aldy Kusumah
Photo by Indan Gustian

996 Council adalah konsep baru yang diterapkan Unkl347 di flagship store Bandungnya. Dendy Darman dkk merombak flagship store ini menjadi sebuah melting pot dan one-stop-shop dimana kamu bisa berbelanja, makan, ngopi, digging vinyl sampai hangout sambil diiringi musik terkurasi dari DJ-DJ yang bermain disitu. Dari depan kita sudah disajikan oleh design antik ala Dendy & Darman Studio, dimana ada 2 Toa ala Masjid menghadap ke jalan. Ada sebuah area bercocok tanam yang berisi sayur-sayuran edible di area parkir, yang mungkin juga bisa digunakan sebagai bahan baku fresh untuk resto 996 Council. Area ini diprakarsai oleh Irfan Rahadian (Ruang Tanah). Di depan ada sebuah coffee shop (yang masih bagian dari 996 Council Resto) dengan kursi-kursi pengunjung yang dibuat dari 2 pieces heubeul. Di sebelah ada Cosmic dengan storenya yang cukup spacious. Ada semacam signage panjang juga didepan, yang cukup mengingatkan kita akan signage-signage di stasiun MRT.

Di area dalam kamu juga bisa browsing barang-barang keren dari berbagai brand yang sudah terkurasi oleh Dendy Darman dan team-nya. Di area bawah kamu bisa menemukan ruangan showcase untuk brand Raw Type Riot, La Creme, United Hart (UH!), KZL dan Ssst. Di ruangan sebelahnya ada Footage Athletics dan Unionwell, dimana dekorasi skateboard decks dan motor klasik melebur di dalam satu interior. Nyebrang sedikit, ada Atlas Records dengan pilihan vinyl new di etalase kiri and used vinyls di etalase kanan. Kalian mungkin akan menghabiskan waktu yang cukup lama disini karena koleksinya lumayan variatif. Di Sebelahnya adalah space 347 Homebreaks, yaitu beberapa barang pilihan rilisan Unkl347 yang lebih premium dan beberapa tidak dijual di website online nya. Di lantai 2 ada 996 Council Cafe & Resto 996 yang menyajikan Nasi Tim Beef Brisket, Gyoza sampai Bakso Goreng. Layout interior nya pun menarik, dari kursi-kursi Chitose yang di design ulang sampai lukisan dari Bharata Danu di pojok ruangan. Sepertinya setiap weekend pun ada acara aktivasi yang biasanya dimeriahkan oleh selector dari berbagai kota. Seperti Sir Dandy, Ale dan Pandu The Adams, sampai Nishkra pun sudah pernah memainkan playlistnya secara live disini. Sepertinya tempat ini akan menjadi salah satu destinasi menarik jika kamu sedang berada di area Trunojoyo Bandung. Go give them a visit.

 

Words by Aldy Kusumah
Photos by Aldy Kusumah & 996 Council’s archives