Jojo’s Bizarre Adventure (JBA) adalah salah satu pengalaman paling gila, unik dan aneh bagi kami saat membaca manga atau menonton animenya. JBA sudah berjalan lebih dari 30 tahun dan terjual lebih dari 100 juta kopi. Untuk sebuah manga dan anime series, franchise JBA adalah salah satu anomali paling menarik: Di satu sisi menjadi franchise yang sangat populer tapi di sisi lain memiliki niche-market dan membutuhkan acquired taste untuk menikmati karyanya. Sebut saja unsur kekerasan, hiper-seksualitas, pose-pose awkward, fashion flamboyan, referensi musik pop, unsur supernatural sampai fakta-fakta sejarah dunia ada disini. Berbagai referensi menarik dari selera musik Araki yang bagus dan memiliki range luas tersebar di seluruh seri anime dan manga JBA. Seri 5 (Golden Wind) yang berlokasi di Italia dan seri 7 (Steel Ball Run) yang menampilkan road-trip cross-country keliling Amerika diperoleh Araki dari riset mendalam setelah mengunjungi Italia dan liburan keliling Amerika. Experience unik sudah tentu akan didapatkan oleh para pembaca manga atau penonton animenya. Spin-off Jojo’s Bizarre Adventure yang berjudul ‘Thus Spoke Kishibe Rohan’ adalah perpaduan antara kekaguman Araki terhadap filosofi Nietzsche (Thus Spoke Zarathustra) dan budaya pop. Di setiap part dan season JBA, tema, setting, dan genre storytelling Araki selalu berbeda, sehingga selalu menarik, tidak seperti Dragonball Z atau One Piece yang plot dan strukturnya story arcnya cenderung sama.




