Unit Modern Hardcore asal Bandung, DEVDAN, merilis single terbaru mereka yang berjudul “Tales Of Sin” pada tanggal 14 April 2024. Single ini telah tersedia untuk didengarkan melalui berbagai platform streaming digital. Dalam karya terbarunya ini, DEVĐAN berkolaborasi dengan Mustika Kamal, seorang vokalis perempuan yang juga dikenal sebagai vocalis di band-band seperti Billfold dan CVNDY.

“Perilisan single terbaru ini adalah salah satu langkah bagi DEVDAN untuk tetap produktif serta menjadikan mereka bagian dari berbagai kegiatan yang direncanakan pada tahun 2024, termasuk tur, perilisan video musik, dan album baru,” ujar Yuwan, bassist dari DEVDAN.

Dengan durasi 3 menit 12 detik, lagu ini masih mempertahankan nuansa Modern Hardcore khas DEVDAN dengan liriknya yang menggambarkan konflik internal setiap individu antara rasa bersalah dan hasrat yang sulit dipendam, menyoroti sisi gelap yang selalu mengintai di balik kehidupan manusia.

Prejudize, unit hardcore asal Bandung, tak pernah kehabisan semangat untuk menciptakan nomor-nomor penuh energi. Kali ini, mereka mempercepat langkah menuju debut album dengan merilis nomor tunggal “Blazing Pledge” pada 8 November 2023 melalui platform digital. Dalam atmosfer yang penuh kesengsaraan, mereka memberikan apresiasi kepada orang-orang yang tetap gigih menjalani hidup, sambil menegaskan komitmen mereka terhadap sikap positif melalui lagu ini. Dengan lambang anjing galak di sampulnya, “Blazing Pledge” menjadi refleksi kesungguhan mereka untuk menghadapi segala persoalan.

Prejudize tidak hanya mengandalkan visual dan narasi, tapi juga membangun atmosfer berapi-api melalui tatanan audio yang memadukan harmoni hardcore beatdown dan riffs metal. Mereka menghadirkan pengalaman baru dengan menyuntikkan unsur elektronik ke dalam lagu hardcore mereka, menunjukkan bahwa mereka adalah unit eksploratif yang tidak takut untuk mendobrak batasan musik. Single ini dirilis secara mandiri, diikuti dengan kabar perilisan t-shirt dan rencana peluncuran album penuh pada tahun mendatang. Dengarkan “Blazing Pledge” di berbagai kanal musik digital dan nantikan lebih banyak dari Prejudize!

Hari Raya, band asal Jatinangor, Jawa Barat, akhirnya merilis single ketiganya yang berjudul “Menunggu Detik Membiru” setelah beberapa bulan vakum dalam berkarya. Band ini terdiri dari Aisyah (vokal), Naufal/Ansul (Keys), Rayhan/Age (gitar), Rino (gitar), Ilham/Icam (bass), dan Mahen (drum). Perjalanan band ini tidaklah mudah, dimulai pada tahun 2019, mereka menghadapi berbagai rintangan, termasuk pergantian personel dan kesulitan menyesuaikan jadwal latihan karena kesibukan anggota. Namun, mereka berhasil merilis single pertama pada Desember 2021, yang kemudian di-take down, dan kemudian merilis single kedua berjudul “Neverland” pada Desember 2022. Sekarang, pada kuartal ketiga tahun 2023, Hari Raya kembali dengan single terbarunya, yang menjadi langkah awal menuju EP yang akan segera dirilis.

“Menunggu Detik Membiru” adalah lagu patah hati dengan sentuhan musik twee dan indie pop, dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menunggu sesuatu yang tidak pasti akan datang, dan kata “Detik Membiru” menggambarkan waktu yang hampir tak bisa bernafas hingga terasa seperti membiru. Secara musikal, lagu ini menghadirkan melodi yang repetitif sepanjang lagu dengan nuansa twee dan indie-rock ala Captured Tracks atau band-band asal Inggris pada tahun 80-an yang dirilis oleh Sarah Records.

Unit punk rock Saturday Night Karaoke yang berasal dari Bandung telah mengumumkan perilisan single keempat mereka untuk tahun ini, berjudul “Benevolence”, menjelang peluncuran EP terbaru mereka. Single ini akan menjadi bagian dari EP dalam format 7″ vinyl dan akan dirilis oleh label independen I Hate Smoke Records dari Jepang. “Benevolence” juga menandai kedatangan Sarah Devira sebagai gitaris baru dalam formasi band, yang mengubah Saturday Night Karaoke dari trio menjadi kuartet untuk pertama kalinya sejak pembentukannya pada tahun 2008.


Seperti halnya beberapa single sebelumnya, produksi “Benevolence” tetap dikawal oleh sentuhan dingin dari produser Dennis Ferdinand (Manny Rune, Perunggu). Selain itu, lagu ini akan diiringi oleh video klip yang akan dirilis beberapa minggu setelah perilisan lagunya. Selain mengumumkan single baru, Saturday Night Karaoke juga mengungkapkan rencananya untuk menjalani tur Asia dengan nama “More Places, Better Points Asia Tour 2023”, yang akan dimulai dari pertengahan bulan Agustus hingga awal Oktober. Ini menjanjikan pengalaman live bagi para penggemar mereka di berbagai tempat di seluruh Asia.

Muchos Libre, rilis single baru dengan tema yang serius. Single yang berjudul “Dunia Tanpa Abu-Abu” ini menceritakan perjalanan seorang individu yang mengalami proses hijrah, dan bagaimana ucapan seorang teman membuat Korongmentah, merenungkan arti agama yang hanya mengenal hitam dan putih. Meskipun jarang mengambil jalur serius, Muchos Libre berhasil menghadirkan nuansa berbeda dalam lagu ini dengan menggabungkan elemen musik baru yang belum pernah mereka eksplor sebelumnya. Single “Dunia Tanpa Abu-Abu” menjadi bagian kedua menuju album mereka yang direncanakan rilis pada bulan Agustus 2023.

Perubahan gaya musik menjadi sorotan dalam single terbaru Muchos Libre, “Dunia Tanpa Abu-Abu.” Mereka biasanya dikenal dengan gaya musik garage rock yang khas, namun kali ini mereka memberikan sentuhan berbeda dengan mencoba unsur-unsur baru. Lagu ini membawa cerita tentang seseorang yang berpikir tentang proses hijrah dalam hidupnya, sekaligus mencermati pernyataan drastis seorang teman mengenai ketegasan hukum agama yang tak mengenal abu-abu. Meskipun tema serius, Muchos Libre tetap mempertahankan identitas mereka sebagai band komedi dan ugal-ugalan, menunjukkan kedewasaan dalam eksplorasi musik mereka. Single ini menjadi prolog menarik untuk album mereka yang dijadwalkan rilis di bulan Agustus 2023, dan telah dapat dinikmati di berbagai platform streaming musik.

Rapper dan penyanyi asal Bandung, Sbplusix, telah merilis single terbaru berjudul “WHEREIM@”. Single yang diproduseri oleh Sbplusix sendiri dan berkolaborasi dengan Gilang Dhafir ini menjadi bagian dari mini album yang akan dirilis oleh Sbplusix tahun ini. “WHEREIM@” menggambarkan perjalanan dan perkembangan Sbplusix di suatu tempat, sambil menghadirkan pesan tentang pentingnya mengingat tempat pulang melalui lirik lagu yang energik.

Dalam single terbarunya ini, Sbplusix mencoba menyampaikan refleksi tentang tumbuh dan berkembang di suatu tempat, serta kekhawatiran yang terkait dengan lingkungan tersebut. Dengan energi musik yang kuat, Sbplusix ingin menekankan pentingnya mengingat tempat pulang dalam perjalanan hidupnya. Sebagai seorang seniman multifaset, Sbplusix telah menciptakan karya musik yang menggabungkan hip-hop dan R&B dengan sentuhan artistiknya sebagai seorang desainer dan artis visual.

S terbaru Sbplusix berjudul “WHEREIM@” telah tersedia di berbagai platform streaming musik.

Titan shoegaze veteran Slowdive telah membuat album baru setelah comeback dan merilis self-titled pada tahun 2017 silam. Album ini dikerjakan selama pandemi, dan akhirnya selesai. Gitaris Neil Halstead dengan santai menyampaikan berita tersebut saat tampil di podcast Australia Six Pack. “Kami benar-benar baru saja menyelesaikan rekor lain,” kata Neil kepada pembawa acara Gareth Pardon dan Ryan Matthew Merry. “Itu akan keluar di beberapa titik, tidak yakin kapan. Kami baru saja menyelesaikannya.”

Slowdive telah mengumumkan album pertama mereka dalam enam tahun; semuanya hidup akan dirilis melalui Dead Oceans pada 1 September. Album ini didedikasikan untuk ibu vokalis dan gitaris Rachel Goswell dan ayah drummer Simon Scott, yang keduanya meninggal pada tahun 2020. Di sosial media mereka, band ini mengatakan akan merilislagu baru berjudul ‘Kisses’ sebagai pemanasan akan pada hari Selasa ini (20/06). Mereka juga membagikan teaser single tersebut dan link ke video YouTube yang berisi jam hitung mundur untuk tanggal perilisan lagu tersebut.

Dipimpin oleh vokal membius Neil Halstead, pada single “Kisses” ini ia menemukan Slowdive dengan sensibilitas pop nya dan tetap bermain di ranah sound shoegaze-lite yang aerodinamis: “I know you dream of snowfields / Floating high above the trees”. Suara Rachel Goswell mewarnai latar belakang pada saat reff masuk. Permainan dan produksi Slowdive yang sangat keren ini memikat kita seolah mereka baru merilis “Souvlaki” tahun kemarin. Video untuk “Kisses” ini disutradarai oleh Noel Paul dan memperlihatkan beberapa remaja di larut malam Napoli.

Slowdive akan memainkan pertunjukan pertama mereka di tahun 2023 minggu depan di Melbourne, salah satu dari beberapa tanggal Australia yang mereka miliki sebelum mereka melompat ke Jepang untuk Fuji Rock 2023. Mudah-mudahan mereka akan memainkan setidaknya satu lagu baru dan akan mengunjungi Indonesia juga tahun ini. Finger’s crossed.

Kuartet R&B/hip-hop The Couch Club dari Bandung mengumumkan perilisan single terbaru mereka “Can’t See Us” sebagai pengantar dari album perdana mereka. Lagu ini menggambarkan pengalaman mereka yang seringkali merasa diremehkan. Bassist Vai Siagian dan vokalis Gally Glitch menekankan bahwa lagu ini menyampaikan pesan kepada mereka yang pernah diragukan, bahwa mereka memiliki potensi besar untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

Album perdana The Couch Club akan menghadirkan perpaduan genre musik yang unik, mencerminkan keberagaman dan kreativitas band ini. Mereka berkomitmen untuk menciptakan musik yang menginspirasi, memberdayakan, dan memotivasi pendengar.


Single “Can’t See Us” sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming, dan video musiknya akan dirilis pada tanggal 25 Mei 2023. Informasi lebih lanjut mengenai tanggal perilisan album akan segera diumumkan melalui media sosial band.

Setelah merilis debut album bertajuk Bloodbuzz pada tahun 2021 lalu, Denisa kembali di pertengahan tahun 2023 ini dengan merilis single “Falling Grace”. Berbeda dengan karya-kaya sebelumnya, single teranyar dari solois asal Jakarta ini bernuansa lebih gelap dengan sentuhan aransemen yang lebih heavy.

Untuk single “Falling Grace” Denisa melakukan eksplorasi lebih sampai mencapai titik dimana hal tersebut tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dengan mengajak Haecal Benarivo (frontman Morgensoll) sebagai produser, Denisa mencoba menceritakan bagaimana akhirnya seseorang menemukan dan berlari bergegas ke arah jalan menuju penebusan, juga dengan segala kemampuan memperbaiki hubungan yang ia miliki dengan keyakinannya. “Rasanya tidak ada yang lebih menenangkan daripada mengakui bahwa seseorang telah berdamai dengan keyakinan yang telah diajarkan kepadanya sejak ia kecil,” jelas Denisa.

“Failing Grace” sudah bisa didengarkan melalui semua kanal musik digital.

Saturay Night Karaoke, membuka rentetan rilisan ditahun 2023 ini dengan merilis single “…Abnormal? Abnormal!!!” pada Kamis (13/4) lalu. Single terbaru dari trio punk rock asal bandung ini terdengar berbeda bilang dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya. Dimulai dari tempo yang lebih agresif sampai pilihan lirik yang kembali mengunakan bahasa Indonesia, meskipun sebelumnya pernah memakai lirik bahasa Indonesia di lagu ‘Lamar dan Bertemu”.

Menurut Prabu (gitaris & vokalis) sekaligus sebagai penulis “…Abnormal? Abnormal!!!” “topik lagu ini sebetulnya sederhana, cuma tentang kemawasan diri kalau pilihan karir yang mungkin kita emban mungkin tidak semenjanjikan atau seprestius kawan-kawan di luar sana yang pekerjaannya lebih ‘settle’. Tapi toh apalagi yang bisa kita lakukan soal itu? Paling cuma tetap menjalani pilihan karir kita sembari makan hati. Karena pada akhirnya perspektif kita soal ‘sukses’ mungkin tak pernah senada dengan parameter kesuksesan banyak orang di luar sana,”.

Untuk single terbaru dari unit punk rock yang telah terbentuk dari tahun 2008 ini, SNC mengajak Dennis Ferdinand untuk memproduseri “…Abnormal? Abnormal!!!”. Dengan adanya wajah baru pada posisi bass Yana Setya dapat memberikan nuansa baru pada single yang menjadi lagu pertama dari rangkaian EP Saturday Night Karaoke yang rencannya akan rilis pada akhir tahun 2023 ini.