AKROSS dan DEVÁ STATES kembali mempertemukan pendekatan desain mereka dalam sebuah koleksi kolaborasi untuk musim Spring/Summer 2026. Menggabungkan DNA footwear aktif milik AKROSS dengan bahasa visual khas DEVÁ STATES, koleksi ini berangkat dari gagasan tentang mobilitas, fungsi, dan gaya hidup luar ruang yang semakin melebur dengan aktivitas sehari-hari di perkotaan.

AKROSS XA-02 “BUSTER”, hadir dalam warna baru Sage Green dengan aksen Iris Purple pada bagian strap. Sepatu ini juga dilengkapi detail eksklusif berupa woven label kolaboratif dan pola grafis khusus pada insole. Dirancang untuk berbagai kebutuhan aktivitas, XA-02 mempertahankan karakter ringan, fungsional, dan fleksibel yang menjadi benang merah kolaborasi kedua brand.Selain footwear, koleksi ini juga menghadirkan rangkaian apparel hasil perpaduan lini Akrossfabrix dengan sentuhan visual DEVÁ STATES. Salah satunya adalah “GEMINI”, jaket windbreaker reversible berwarna hitam dan silver yang menawarkan dua tampilan berbeda dalam satu produk. Sementara itu, jersey “HAZE” hadir dalam pilihan lengan pendek dan panjang, menggabungkan siluet activewear dengan grafis khas kedua brand.

Melengkapi koleksi tersebut, “MODULAR” convertible trail pants dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai situasi. Siluetnya dapat diubah dari celana panjang menjadi celana pendek, menawarkan fleksibilitas bagi pengguna yang aktif berpindah antara lingkungan urban maupun aktivitas luar ruang. Melalui kolaborasi ini, AKROSS dan DEVÁ STATES menghadirkan interpretasi baru tentang keseimbangan antara fungsi, desain, dan kebutuhan bergerak dalam kehidupan sehari-hari.

Koleksi AKROSS x DEVÁ STATES Spring/Summer 2026 akan tersedia secara eksklusif di BrightspotCITY yang berlangsung pada 27–31 Mei 2026 dan berlanjut pada 4–7 Juni 2026.

SSST berkolaborasi dengan Dendy Darman dalam sebuah proyek yang tidak berangkat dari hasil akhir, melainkan dari proses, medium, dan ruang ketidakterdugaan. Alih-alih menawarkan pilihan, kolaborasi ini justru menghapusnya, mendorong audiens untuk masuk ke dalam pengalaman yang lebih intuitif dan eksperimental.

Hadir dalam format blind-pack, setiap paket berisi satu t-shirt dan satu poster dengan desain yang tidak diketahui sebelumnya, mengadopsi mekanisme acak layaknya gacha. Dari enam desain yang dirilis, satu di antaranya hadir sebagai edisi lebih terbatas, dilengkapi poster bertanda tangan langsung menambahkan lapisan nilai yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi sejak awal.

Di balik format tersebut, terdapat pendekatan yang lebih mendasar. Bagi Dendy Darman, manual screen printing memiliki akar yang kuat pada medium kertas. Kolaborasi ini mengembalikan posisi tersebut dengan menjadikan poster sebagai karya utama, sementara t-shirt berfungsi sebagai ekstensi sebuah turunan dari proses yang sama, bukan pusatnya.

Melalui sistem yang berbasis acak ini, SSST dan Dendy tidak hanya merilis produk, tapi membangun pengalaman: tentang menerima ketidakpastian, merayakan proses, dan menemukan nilai dalam hal-hal yang tidak bisa sepenuhnya dikontrol.

Kanky melanjutkan dialog kreatifnya bersama SBTG (Mr. Sabotage) lewat rilisan terbaru K-Split, sebuah siluet yang berdiri di antara eksplorasi desain dan storytelling visual. Bukan sekadar lanjutan kolaborasi, proyek ini terasa seperti evolusi: lebih matang, lebih terarah, namun tetap menyisakan ruang untuk interpretasi.

Mengusung konsep “Desert on Earth”, K-Split menerjemahkan lanskap yang sunyi tapi berkarakter ke dalam komposisi warna dan detail. Earth tone menjadi fondasi, coklat dan olive membangun nuansa dasar, disusul abu-abu yang mengaburkan batas seperti fatamorgana, sementara aksen kuning di lidah sepatu hadir sebagai pecahan cahaya yang kontras. Setiap elemen bekerja tidak hanya secara estetika, tapi juga sebagai bagian dari narasi yang utuh.

Kolaborasi ini bukan titik awal. Sejak 2023, Kanky dan SBTG telah membangun rangkaian rilisan yang bergerak progresif dari Kitadake, proyek bersama Jeff Staple, hingga Mule dan EXC 01 Misfit. K-Split hadir sebagai kelanjutan dari perjalanan tersebut: sebuah fase baru yang memperlihatkan bagaimana bahasa desain mereka terus berkembang tanpa kehilangan karakter.

Dirilis pada 13 April 2026 melalui kanal resmi Kanky, K-Split menjadi penanda bahwa kolaborasi ini belum mencapai garis akhir, melainkan masih terus bergerak, mencari bentuk berikutnya.

Setelah memulai kolaborasi di Jabodetabek pada akhir tahun lalu, TUKU dan CASIO kini memperluas jangkauannya ke berbagai kota di Indonesia. Bandung menjadi salah satu titik penting lewat hadirnya kolaborasi ini di TOSERBAKU Ambon, disusul Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tangerang, hingga Bali menandai pergeseran dari sekadar kolaborasi lokal menjadi gerakan yang lebih luas dan kontekstual.

Mengusung tema “Affordable Luxuries: Living for the Little Moments”, TUKU dan CASIO mengajak publik untuk mendefinisikan ulang kemewahan bukan sebagai sesuatu yang besar atau eksklusif, melainkan sebagai momen-momen kecil yang sering terlewat. Waktu, dalam hal ini, menjadi medium utama: sesuatu yang sederhana, tapi menentukan bagaimana setiap pengalaman dirasakan.

Narasi tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman langsung lewat fun walk bersama komunitas Kakibesi di TUKU Ambon, Bandung (10/04). Alih-alih sekadar berjalan, peserta diajak berinteraksi melalui serangkaian permainan berbasis waktu menggunakan CASIO F-91W mulai dari membaca sinyal kedipan, estafet presisi, hingga eksplorasi tak terduga. Sebuah pendekatan yang playful, namun tetap grounded pada ide utama: memperlambat ritme, dan memberi ruang untuk benar-benar hadir di setiap momen.

Lebih dari sekadar aktivasi, kolaborasi ini menegaskan posisi TUKU dan CASIO sebagai bagian dari keseharian itu sendiri dekat, relevan, dan tidak berjarak. Kini, pengalaman tersebut dapat diakses di berbagai titik: Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tangerang, hingga Bali.

Di tengah derasnya kolaborasi yang sering kali terasa generik, pertemuan antara SURA dan No Masters Gear justru datang dengan pendekatan yang lebih dalam bukan sekadar grafis tempel, tapi sebuah narasi yang dibangun dari sejarah, persepsi, dan subkultur.

Titik berangkatnya cukup tidak biasa. Alih-alih mengambil referensi visual yang aman, kolaborasi ini menengok ke tahun 1943, ke momen ketika Albert Hofmann mengalami apa yang kemudian dikenal sebagai “Happy Bicycle Trip.” Sebuah perjalanan pulang dengan sepeda yang berubah menjadi pengalaman distorsi realitas asing, cair, dan penuh rasa ingin tahu. Dari sini, sepeda tidak lagi sekadar alat transportasi, tapi medium untuk berpindah kesadaran.

Narasi itu diterjemahkan ke dalam bentuk yang tidak sepenuhnya stabil. Jersey dan topi dalam koleksi ini bermain dengan distorsi, repetisi pola, dan rasa gerak yang seolah tidak pernah benar-benar diam. Visualnya terasa “tidak jelas,” tapi justru di situlah letak energinya sebuah refleksi dari akar No Masters Gear yang dekat dengan kultur hardcore, punk, dan metal, lalu dipertemukan dengan pendekatan sistem visual milik SURA yang lebih terstruktur.

Menariknya, hasil akhirnya tidak jatuh menjadi produk yang terlalu konseptual hingga kehilangan fungsi. Justru sebaliknya ia tetap wearable, tapi dengan lapisan cerita yang terasa. Ada tensi antara bentuk dan makna, antara kontrol dan chaos. Sebuah keseimbangan yang jarang berhasil dicapai dalam rilisan kolaboratif.

Dalam lanskap streetwear dan cycling apparel lokal yang terus berkembang, rilisan ini terasa seperti pengingat bahwa produk bisa menjadi medium bercerita. Bukan hanya soal bagaimana sesuatu terlihat, tapi juga bagaimana ia membawa konteks dan dalam kasus ini, sedikit rasa “trip” di dalamnya.

Brand asal Bandung, KZL, meluncurkan kolaborasinya bersaml The Adams. Kolaborasi ini diiberi tajuk “Bloom in Togetherness,” yang terinspirasi dari proses mekar, menekankan pertumbuhan, kesatuan dan keindahan yang muncul ketika berbagai elamen tergabung menjadi satu.

,

“Bloom in Togetherness” menampilkan knitwear, tshirt, dan short sleeve shirt. Koleksi kolaborasi KZL dan The Adams akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 09 Desember 2023 di 996 Council Jl Trunojoyo No. 4 Bandung. Selain bisa didapatkan secara offline, Bloom in Togetherness juga bisa didapatkan secara online melalui www.kzlliberation.com, tersedia secara terbatas.

Flash Coffee, sebuah jaringan kedai kopi yang mengusung konsep berbasis teknologi, telah mengumumkan kolaborasinya dengan iQOO, sub brand dari Vivo yang fokus pada performa, dengan merilis menu baru bertema Orang Supernova Series. Menu ini diinspirasi oleh smartphone terbaru iQOO, yakni Z7 5G Supernova Orange. Flash Coffee, yang selalu menerima tantangan untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai mitra dari berbagai bidang, khususnya dunia teknologi, berharap bahwa produk ini dapat menjadi pilihan bagi konsumen dengan gaya hidup yang produktif, memiliki mobilitas tinggi, paham teknologi, dan tertarik dalam e-sport. David Raymond, Managing Director Flash Coffee Indonesia, menyatakan semangat Dare To Be Different sebagai dasar kolaborasi ini.

Roshinna Erawaty, IMC & Partnership Manager iQOO Indonesia, mengungkapkan keyakinan bahwa kolaborasi ini akan memberikan opsi bagi mereka yang memiliki kehidupan aktif dan dorongan untuk terus menjelajahi dunia. Orang Supernova Series mencakup tiga varian minuman, semuanya menggunakan orange juice sebagai bahan dasar utama. Mulai dari Orange Espresso yang menyegarkan dengan campuran espresso, orange juice, sirup lemon, dan sirup semangka, hingga Orange Seasalt yang menggabungkan orange juice dengan foam seasalt gurih untuk pengalaman rasa yang kaya, serta Orange Watermelon Shake, kombinasi unik orange juice dengan sirup lemon dan sirup semangka. Periode penawaran Orang Supernova Series berlangsung dari 27 November 2023 hingga 7 Januari 2024 melalui aplikasi Flash Coffee, gerai Flash Coffee, dan platform pengiriman makanan seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian kegiatan Flash Coffee bersama iQOO, termasuk turnamen PUBGM Battle pada Oktober 2023 di Flash Coffee Teras Kota Tangerang Selatan.

Apa yang akan terjadi apabila sebuah anime cult bertema dystopia berkolaborasi dengan salah satu brand ikonik dari Jepang? Wacko Maria x Ghost in the Shell adalah jawabannya. Kolaborasi anime seringkali merupakan fenomena untung-untungan. Merek fesyen terus menghasilkan persilangan dari waralaba manga dan anime Jepang yang paling cult / disukai, tetapi jarang sekali mereka berhasil dengan baik. Salah satu kolaborasi terbaik antara anime & street fashion ternyata datang dari anti-hero street fashion Tokyo: Wacko Maria. Mereka baru saja melakukan hal mustahil ini: berkolaborasi dengan sebuah anime dan berhasil dengan baik, jauh dari kata gagal atau terkesan memaksakan. Wacko Maria x Ghost in the Shell Collection adalah sebuah anomali.

Koleksi ini menampilkan kemeja cetak klasik Wacko Maria yang dihiasi dengan momen favorit para penggemar Ghost in the Shell dan artwork orisinil dari anime tersebut. Mereka juga menyelipkan sebuah crewneck dengan estetika serupa di antara hawaiian shirts trademark mereka. Brand bad boy yang berbasis di Tokyo ini membuktikan bahwa Anda tidak perlu menjadi kutu buku untuk menyukai hal-hal seperti anime dan manga. Kolaborasi The Wacko Maria x Ghost in the Shell sebuah kombinasi yang tidak terpikirkan dari dua raksasa dalam budaya Jepang. Sebuah kolaborasi yang kita tidak tahu kalau kita membutuhkan nya. Capsule collection ini hadir dalam berbagai warna dan desain. Drop ini hadir tepat pada waktu musim panas.

Wacko Maria adalah label yang mempunyai roots pemberontakan dan anti-konformitas, dengan design yang berakar pada pola yang berani dan grafis-grafis yang menonjol. Label yang berbasis di Tokyo ini bergabung dengan Clarks Originals untuk merayakan sensibilitas tersebut, membawa Wallabee yang selalu menjadi sepatu ikonik dan salah satu siluet andalan Clarks.

Sepatu yang sangat digemari ini diubah menggunakan kulit hitam bermotif buaya, sesuai dengan kegemaran Wacko Maria untuk hal-hal yang berani, dilengkapi dengan detail dan jahitan kontras kuning & merah untuk menambah visual yang khas. Sepatu ini dilengkapi detail dengan 2 fobs juga, satu bermerek Clarks Originals dan yang lainnya dengan Wacko Maria dalam foil emas.

Tentunya sepatu ini akan cocok jika dipadupadankan dengan hawaiian shirts Wacko Maria untuk tampilan ala bosozoku maupun rockabilly. Dan sepatu kolaboratif ini juga masih tetap keren untuk looks yang casual. Tentunya design ini menambah range Clarks Wallabee yang cukup ikonik di street style, dan banyak digunakan oleh hip hop heads maupun para rocker dari Inggris. Dua siluet Wallabee collab antara Wacko Maria dengan Clarks Originals ini dirilis untuk koleksi Spring/Summer 2023.

Flash Coffee berkolaborasi dengan Synchronize Fest meluncurkan produk minuman bertema “Synchronize Series”. Produk kolaborasi ini mulai tersedia di pasaran pada 11 Agustus – 16 September 2023 dan bisa didapatkan di semua gerai Flash Coffee, aplikasi Flash Coffee, dan delivery channels.

Synchronize Series terinspirasi dari kolaborasi dua brand yang lekat dengan gaya hidup aktif dan kreatif anak muda. Synchronize Latte, merupakan minuman berbasis kopi yang memadukan Latte Gula Aren dengan sentuhan unik foam sea salt. Sementara Synchronize Mocktail menyuguhkan pengalaman menikmati teh dengan sirup lemon dan sensasi foam sea salt.

“Ada yang identik antara Flash Coffee dan Synchronize Fest, dimana kami sama-sama didorong oleh semangat untuk melakukan hal-hal yang berbeda dan di luar pakem yang sudah ada. Kolaborasi ini adalah untuk merayakan semangat komunitas kreatif, terutama lewat musik,” kata Grace Surya, Country Head Of Marketing Flash Coffee Indonesia.

“Setiap tahun Synchronize Fest selalu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak kreatif, salah satunya melalui F&B. Berkolaborasi dengan Flash Coffee yang dimana kami berbagi DNA kolaboratif yang sama, harapannya melalui produk Synchronize Series ini dapat menjadi suatu pengalaman baru yang segar bagi para audience ,” ujar Director of Communications Synchronize Fest 2023, Aldila Karina.

Para audience yang ingin mencicipi Synchronize Series juga bisa mendapatkan produk tersebut dengan mendatangi booth Flash Coffee di sepanjang pagelaran Synchronize Fest 2023 di Gambir Expo Kemayoran pada 1,2, dan 3 September 2023. Bertema “Bhineka Tunggal Musik”, Synchronize Fest 2023 menampilkan kolaborasi lintas genre dan dekade, yang didukung lebih dari 120 penampil musisi ternama tanah air.