“Ya style hardcore tuh ga harus hitam-hitam, jadi ya jadi diri sendiri aja.. Aku pas liat dokumenter-dokumenter hardcore luar, style-nya malah lebih aneh-aneh lagi sih. Ya sebenernya hardcore itu ga membatasi setelan. Yang penting.. Ya keren aja udah hahaha!â€


“Rasisme ini udah jadi kaya penyakit aja di dunia ini. Jadi “Treat the Disease†Ini tentang bagaimana kita menyikapi segala perbuatan racism, sexism, dan semua abusive behaviours gitu. Kita muak lah. Lebih kesitu sih..â€

Angkatan gue mungkin mulai terekspos musik hardcore oleh banyaknya gigs-gigs Saparua era ‘90-an dan rilisnya kompilasi keren seperti Masaindahbangetsekalipisan (1997 / Reverse Records) sampai Brain Beverages (1999 / Harder Records). Kalau lo sendiri darimana mulai terekspos oleh musik hardcore?
Lima album yang membuat lo jatuh cinta sama hardcore apa aja? Apa ada band-band lokal juga yang menginspirasi lo dulu?
Nama Bleach itu lo ambil dari Nirvana atau Brockhampton? Hahaha..
Hahaha itu awalnya gara-gara gue lagi seneng-senengnya dengerin lagunya Brockhampton yang judulnya “Bleachâ€. Enak juga nih namanya. Orang-orang nyangkanya kan pasti dari Nirvana nih ngambilnya, padahal Brockhampton hahaha..
Nah.. Kalau gue lihat visualnya, para anggota Bleach juga fashion-nya tidak terlihat seperti band hardcore pada umumnya.. Lebih menyerupai apa ya… Mirip Brockhampton gitu ya? Hahaha…
