JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • REVIEWS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • EVENTS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • ESSAY


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • COOL SPOTS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • HOT STUFF


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • JEURNALS JEURNALS

    • About


      “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

      Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




      Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




      Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • Contact


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




    • INTERVIEWS


      “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

      Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




      Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




      Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • REVIEWS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • EVENTS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • ESSAY


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • COOL SPOTS


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • HOT STUFF


    “Bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka A Shape of Punk to Come dan “A Different Shade of Blue”. 

    Mungkin semua jazz fan di dunia sepakat kalau Alfred Lion dan Blue Note Records sukses dalam memberi album-album Jazz terdepan dan terbaik pada masa nya (mungkin sampai sekarang?). Dan semua itu tercapai tidak melupakan satu faktor: kover art nya. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari Nazi Germany pada awal 1930an, Lion kabur ke New York. Pada tahun 1939 dia dan teman dekatnya Francis Wolff, seorang fotografer berbakat, merilis ratusan album jazz essensial yang menjadikan Blue Note sebuah trademark berkualitas: “Blue Train” nya John Coltrane, “Somethin’ Else”nya Cannonball Adderley, Miles Davis Volume 2 sampai album kontemporer jazz-hop nya Madlib “Shades of Blue”, dimana Madlib menginvasi lagu-lagu Blue Note dan menjadikannya sebuah karya baru. 




    Fotografi black and white Francis Wolff yang hanya bergantung pada satu sumber cahaya telah menjadi ratusan kover rilisan-rilisan Blue Note Records,  dan membantu me-redefinisi apa yang disebut sebagai the art of Blue Note. Foto-foto Wolff dibantu oleh design eye-catching dan tipografi khas dari Reid Miles, yang lalu menjadi benchmark design album jazz yang sampai sekarang masih ditiru, bahkan band-band hardcore seperti Refused dan Knocked Loose pun memberi homage terhadap art-style Blue Note Records di album mereka “A Shape of Punk to Come” dan “A Different Shade of Blue”. Reid pun mulai tertarik kepada fotografi dan mulai mengerjakan departemen fotonya sendiri jika dia anggap foto Wolff kurang pas dengan tipografi yang dia inginkan. Bahkan Miles Davis pun, sempat menjadi fotografer kover beberapa album Blue Note sebelum dia pindah ke label lain.




    Jika membicarakan kover album Jazz, Blue Note tidak ada saingan untuk menjadi market leader di tahun ’50 dan ‘60an. Dedikasi mereka untuk memberi yang terbaik dari berbagai aspek record-making sampai packaging dan sleeve-notes yang selalu ada di balik kovernya sudah menjadi ciri khas, dan tentunya pas dengan isi musiknya yang juga berkualitas. Alfred Lion, founder Blue Note Records, meninggal 2 February 1987,pada umur 78 . Dia mendirikan Blue Note pada tahun 1939 dengan tujuan album-album jazz terbaik, sebagaimana dijelaskan di original press release label mereka. Francis Wolff meninggal 8 Maret 1971 di New York. Pemberian terbesarnya kepada dunia adalah mendefinisikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jazz photography”.




  • Category: Review

    • Home
    • Review
    Sampul album menarik dari Jazz Label legendaris, Blue Note Records
    • Jeurnals
    • November 21, 2020
    • 3 min read
    • 203

    Sampul album menarik dari Jazz Label legendaris, Blue Note Records

    Hyukoh: indie rock from Seoul
    • Jeurnals
    • November 18, 2020
    • 2 min read
    • 311

    Hyukoh: indie rock from Seoul

    SALOMON: Dari Ski Gear & Trail Running menuju Runway & Supermodel
    • Jeurnals
    • November 14, 2020
    • 2 min read
    • 179

    SALOMON: Dari Ski Gear & Trail Running menuju Runway & Supermodel

    ARIES ARISE: High Fashion-Punks
    • Jeurnals
    • November 10, 2020
    • 2 min read
    • 266

    ARIES ARISE: High Fashion-Punks

    Run The Jewels “RTJ4” is the soundtrack for 2020
    • Jeurnals
    • November 7, 2020
    • 2 min read
    • 207

    Run The Jewels “RTJ4” is the soundtrack for 2020

    Cuphead: when Contra meets 1930’s cartoon and Big Band Jazz
    • Jeurnals
    • November 1, 2020
    • 2 min read
    • 215

    Cuphead: when Contra meets 1930’s cartoon and Big Band Jazz

    FRIGHT FEST: Our 10 favorite Halloween Horror films
    • Jeurnals
    • October 30, 2020
    • 5 min read
    • 185

    FRIGHT FEST: Our 10 favorite Halloween Horror films

    Roger Deakins: Hollywood’s Favorite Cinematographer
    • Jeurnals
    • October 22, 2020
    • 2 min read
    • 161

    Roger Deakins: Hollywood’s Favorite Cinematographer

    Aimé Leon Dore: Jawaban New York untuk A.P.C.
    • Jeurnals
    • October 22, 2020
    • 2 min read
    • 166

    Aimé Leon Dore: Jawaban New York untuk A.P.C.

    SIAP 18! Penggerebekan berujung salah paham.
    • Jeurnals
    • October 18, 2020
    • 27 sec read
    • 115

    SIAP 18! Penggerebekan berujung salah paham.

    • Prev.
    • 1
    • …
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • Next
    The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025