Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musikâ€, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.
“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,†jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.
“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.
Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,†kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.
Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.
Sepertinya intro musik jazz ala film noir dan excerpts dialog “he sits on his ass all day / smoking dope and jerking off / and he plays that fucking game†yang disambut Kid Vicious dengan “HAHAHA!!†adalah indikasi kalau ini akan menjadi album yang menyenangkan. Beat yang catchy dari WAYS dengan delivery super-santai rapper asal Semarang Kid Vicious terasa pas di lagu pertama ‘Antimodar’. Dimana lagi kamu akan menemukan lagu hip hop lokal dengan lirik double-entendre “Power up magic mushroom Super Mario†yang bertemu dengan “Semacam pidato Cyrus bertemu ODBâ€? Kid Vicious sudah cukup mencuri perhatian sejak awal artwork cover nya di post di feeds IG Grimloc: seorang rapper berwujud “nerd†yang berpose didepan bioskop jadul dengan cover art foto D.I. yang diprakarsai oleh sensei Agan Harahap. Untuk penulisan lirik dan rima, amunisi Kid Vicious cukup lengkap dari referensi film cult (Crows Zero, Soul Plane, The Warriors), diksi-diksi psikadelia, pop culture dan tentunya bumbu kearifan lokal. Jika Krowbar banyak membicarakan kelamin, maka Kid Vicious adalah anthem bagi para “angkatan udaraâ€. Tentunya para penggemar Dr. Octagon (Kool Keith), Wu-Tang, RZA dan The Alchemist akan merasa nyaman mendengar album ini.
“Roadtrip†adalah track dengan beat gelap yang terdengar dipenuhi sampling dari album jazz obscure dan produksi yang matang. Track ketiga ‘Ascetic Monk’ dibuka dengan spoken words yang tentunya akan mendapat validasi dari para pecinta herbal alami. Densky9 bertanggung jawab dalam produksi di lagu ini. Beats yang gagah dilebur dengan sound trippy dan tentunya penuh dengan sampling psychedelia dari Timur Tengah. Kid Vicious juga menulis lagu di track keempat ‘High Voltage’, dan Jaydawn juga hadir menulis musik di track berjudul ‘TKP’. ‘Anubis’ menghadirkan featuring dari Don Wilco dan ‘Receh Solasi’ menghadirkan featuring dari Dzulfahmi. Line “Masa bodoh radio atau Spotify Playlist / Kuberi kardio dalam setiap tracklist†mungkin adalah statement Kid Vicious agar orang-orang kembali menikmati album secara penuh, bukan mendengar single saja. Tentunya DJ Evil Cutz hadir juga di album ini di departemen scratches, dan produksi album ini direkam di Cutz Chamber dengan WAYS sebagai engineer-nya. Mixing dan mastering? Serahkan saja pada Hamzah Kusbiyanto, cohorts tetap dari Grimloc Records yang sudah terpercaya. Mungkin ini adalah album rap rilisan Grimloc yang sedikit eksperimental tetapi tetap catchy dan dipenuhi oleh track bangers dari awal sampai akhir.
Setelah beberapa kali berkolaborasi dengan seniman dan beberapa brand, kini PERSIS berkolaborasi dengan unit hardcore metal, Down For Life, untuk merilis produk baru melalui PERSIS Store. Mereka ingin menerjemahkan ide kolaborasi ini untuk memperkuat hubungan dengan para penggemar Laskar Sambernyawa. Rilisan ini termasuk berbagai produk seperti jersey, topi bucket, jaket, celana track, dan syal. Jersey kolaborasi ini menjadi yang pertama di Indonesia antara band musik dan klub sepak bola, terinspirasi oleh kolaborasi serupa di kancah internasional.
Jersey PERSIS x Down For Life didominasi oleh warna merah khas PERSIS dengan motif hitam dari karya seniman lokal Jahlo Gomes. Warna emas juga ditambahkan untuk merayakan momen perayaan 100 tahun PERSIS dengan tema The Glorious Century. Identitas Down For Life yang terkait dengan musik metal juga terlihat melalui motif kawat berduri pada kerah jersey. Selain produk fashion, Down For Life juga merilis ulang lagu “Pasoepati” menjadi “Sambernyawa” sebagai bagian dari kolaborasi ini. Lagu ini direkam di Yogyakarta dan video musiknya diproduksi oleh Tim Media PERSIS.
Produk kolaborasi PERSIS x Down For Life akan tersedia mulai 10 Juni melalui marketplace dan toko fisik. Pembeli pertama sebanyak 200 orang akan mendapatkan tiket untuk menyaksikan pertunjukan peluncuran lagu “Sambernyawa” yang akan digelar oleh Down For Life. Kolaborasi ini menjadi langkah PERSIS dalam menjalin koneksi lebih dekat dengan penggemar dan merayakan identitas klub serta kota kelahiran mereka.
UH! Adalah salah satu brand asal Bandung yang sudah dirintis dari tahun 2012. Identitas brand dengan kepanjangan United Hart ini selalu identik dengan kultur skateboarding dan streetwear yang cool. Attention to detail dari setiap produk pun selalu meningkat di setiap koleksinya, dan terlihat juga kalau mereka berani membayar lebih mahal ke vendor untuk menyuguhkan produk-produk dengan bahan dan detailing terbaik, tanpa melupakan fungsi dan kenyamanan nya. Mari berbincang dengan Indra mengenai video-video skate favorit dan brand-brand yang menginspirasinya.
Halo Ndra! Apakabar si UH! Sekarang? Sedang membuat rencana-rencana apa saja?
Halo JEURNALS! Kabarnya baik, dan menyenangkan. Ada beberapa rencana baru dan rencana lama yang belum terselesaikan sih.. Rencana baru itu bikin rilisan season baru dan campaign yang sesuai sama temanya (standar lah ya..), cuma kali ini pengen ditemani rilisan fisik yang bukan wearable/apparel gitu. Rencana lama sih pengen beresin video skate parts nya si UH, biar bisa segera rilis juga.
Bisa ceritain gak sedikit histori si UH! Dari awal sampai sekarang pindah toko ke 996 Council?
UH! dimulai di 2012, waktu itu masih sambil jaga toko di denim store namanya Mischief. Sempet nitip produk juga di Mischief.. Alhamdulillah rilisannya dapet respon bagus jadi bisa terus ngembangin. 2013 ijin cabut dari Mischief, terus fokus ngembangin si UH!, di 2016 dapet ajakan dari Om Dendy buat ngisi space di Tirtayasa, bikin toko lah disitu, Spacenya kecil, terus waktu itu experience interiornya sedikit cukup asing untuk toko yang jual apparel, minimal, moodnya monochromatic, dan produk yang dijualnya cuma dikit. Tapi alhamdulillah ternyata dapet apresiasi juga. Toko sempet tutup di 2022, mungkin sebagai bagian dari adjustment of the great reset; Pandemi Covid19. Terus awal 2023 diajakin Masluk buat isi space di 996 Council, tempatnya sangat menarik, di tempat “keramat†movement-nya clothing brand independen Bandung / Indonesia; Jl. Trunojoyo, sebelahan sama UNKL, record store, coffee shop, sama skateshop juga. Jadi kesempatan juga buat bikin toko yang interiornya berbeda dari yang sebelumnya, kali ini lebih ekspresif. Tapi tetap dengan moodnya UH! sih.
Kenapa memilih nama United Hart? Brand-brand apa yang menginspirasi lo awalnya untuk buat brand sendiri?
Nama United Hart sendiri sebenernya hasil akhir dari pemikiran: pengen bikin brand, yang nama-nya kalo dibaca, dilihat dan didengar oleh orang lain yang nyebut tuh kaya memancing respon. -Dan bisa juga sebagai ekspresi yang exciting-. Di logonya pake tanda seru dan underscore, kaya calling your attention gitu haha. Jadilah UH!, nah tapi mikir harus ada sesuatu yang berarti juga dari huruf itu, jadilah United Hart.
Hart itu rusa jantan yang umurnya udah 5 tahun, yang tanduknya udah jadi sempurna. Itu tuh hewan khusus yang hanya boleh diburu sama keluarga kerajaan Inggris disana. Doesn’t mean im a fan of royals or monarch or even the hierarcy things, tapi sepertinya itu cocok aja, kaya jadi ada kesan eksklusifnya gitu wkwk.
Brand yang sangat menginspirasi itu FUCT sih, dapet banget spirit kumaha aing-nya teh. Itu sesuatu yang menurut urang sangat fundamental. Selebihnya, pada waktu itu, brand-brand yang secara kultur produksi sangat memperhatikan detail dan kualitas ya.. Ya yang mereka juga sebenernya terinspirasi dari si FUCT, kaya Wtaps, NBHD dan lain-lain..
Apa pendapat lo tentang trend diskon sekarang ini? Tertarik untuk mengikuti trend tersebut? Atau menurut lo trend tersebut hanya angin lewat?
Trend diskon? Damn. Hahaha. Kita, yang lahir dari lingkungan kreatif – independen, membuat brand dan produk itu, menurut urang adalah sebagai hasil dari aktualisasi kreatifitas kita yang berasal dari lingkungan kreatif – independen tadi. Tapi sekarang teknologi sangat infiltrating, sampai mengubah perilaku dan persepsi pembeli, yang menyamarkan message atau spirit yang di carry sama brand-brand tadi, dan trend diskon ini seakan mempercepat proses pergeseran itu. Tapi i’m not complaining, kalo saya bilang sih teknologi mah tools, ini mungkin bagian dari proses pergeseran tadi, karena memang tak terhindarkan. Kita ga anti juga kok, kita ngebaca ini sebagai challenge, dan kita harus mampu jawab challenge itu, bukan keukeuh dan tenggelam dalam romansa sebelumnya. Tapi yang pasti menurut urang, identitas dan karakter yang kuat dari sebuah brand ga akan dikalahkan oleh trend diskon. Kita (brands) cuma harus bisa memanfaatkan tools baru ini aja.
Koleksi terbaru lo terlihat referensi Y2K culture dengan bermain dengan oversized cargo pants, parasut dan warna-warna neon. Konsep design dan fashion apa yang sedang lo kejar dan sukai akhir-akhir ini?
Eh baru-baru ini gw kepikiran, kayanya memang secara natural kita bakal mengapresiasi hal-hal 20+ tahun yang lalu deh, iya ga sih? Yang asalnya kita tinggalin, setelah dari jauh malah jadi terlihat menarik haha. Itu sebenernya jawaban kita dari gimana caranya bikin pakaian yang enak buat urban commuting, (since we are all now mostly kegiatan sehari-harinya memang di urban kan), enteng dipake harian, trus yang pasti harus enak dipake skating.. Nah sisanya, kaya konstruksinya, disesuaikan. Dan kalo ada warna neon-nya itu biar ada yang stand out aja sih dari overall background color si produknya
Apa kelebihan UH! dibandingkan brand-brand sejenis lain?
Gatau hahaha.. Itu mah netizen yang memutuskan hahaha.. Duh apa yah haha.. Mungkin mau bayar biaya produksi lebih mahal ke vendor, karena request kita suka banyak haha.
Apa kekurangan UH! dibandingkan brand-brand sejenis lain?
Nah, itu juga bisa jadi kekurangan.. Karena biaya produksi yang, setelah riset, lebih tinggi dibanding yang lain, kita juga jadi terbebani harus jual dengan harga yang sesuai dengan modal produksi yang dikeluarkan. Kita tau ada cheaper way, tapi kita sendiri yang pasang standar tinggi untuk sebuah detail dan kualitas untuk produk kita sendiri. Ga bilang yang lain lebih jelek, tapi kita yang milih materialnya paling bagus yang tersedia di supplier. Suka kabita sih liat brand-brand yang, dengan pilihan material dan detail, dan pricing yang mereka, mereka terlihat lebih basahh… Tapi kita tau masing-masing punya challenge-nya sendiri-sendiri. Jadi kita tetep berusaha enjoy aja sih dengan pilihan kita. Jadinya seringkali harga jualnya terlihat tak se-affordable yang lain.
Padahal secara visual produknya mungkin terlihat banyak yang sejenis. Apalagi di era digital sekarang, milih-milih itu kebanyakan dari layar hape. Jadi terlihat mirip-mirip aja, tapi harga beda jauh.
Photo by @iyofrd
Pertanyaan terakhir: apa lo menganggap UH! sebagai brand skateboard karena lo tumbuh di culture itu?
Kalo ngobrolin skate brand atau bukan itu terasa tidak ringan, karena pemahaman gw dulu, skate brand itu harusnya titik distribusinya itu di skateshop, idealnya punya skate team dari yang di flow, endorse, dari amateur sampai pro. Rajin rilis video parts, punya full-part, rilis parts-parts riders nya. Meskipun skater-owned and skater-operated, gw ga berani klaim UH! itu skate brand, tapi yang pasti, UH! ada skate-team, ada riders yang diflow dan yang digaji, dan kita lagi beresin video-parts… Kita baru pulang dari Jakarta dalam rangka filming buat kumpliti video parts, insyaAllah tengah tahun ini mau rilis.
Bagi gw personal, bisa colongan skating pulang kantor sebelum kebagian jadwal pegang anak dirumah itu juga udah alhamdulillah hehe. Dan berusaha terus membuat sesi sesi colongan itu.
Pertanyaan terakhir: 5 video skate favorit lo dan alasan nya?
1. Salah satu yang paling gw inget itu dulu partnya Toy Machine, karena pertama tau Explosions In The Sky gara-gara nonton video itu, lagu ‘First Breath After Coma’ di outronya.
2. Lakai yang Fully Flared, bertabur bintang pada masanya.
3. Ray Barbee – Ban This, that flow while cruising the street..!!
4. Oski – Orange Label parts, rilisan Nike SB. Ini bisa memancing polemik sih haha, disuruh milih video part favorit malah masukin parts yang dirilis Nike SB. Tapi bebaskeun.. Part nya Oski disini terasa resonates, flow di transisinya wheewww..
5. Terakhir itu Polar yang I Like It Here Inside My Mind, Don’t Wake Me This Time.
Video-video nya Polar selalu menginspirasi, big love!
Text by Aldy Kusumah Photo by @iyofrd, @farhanfadx & United Hart’s archive
Setelah merilis dua single “This Feeling” dan “Don’t Want This to Be Over” beerapa waktu lalu, pada Jumat (2/5) White Chorus secara resmi merilis album penuh kedua mereka yang bertajuk LIMBO. Menurut duo electronic asal Bandung ini, LIMBO mencerminkan campuran frustasi, keputusasaan, dan spektrum emosi yang mereka rasakan baru-baru ini. Mereka menggabungkan unsur-unsur pop elektronika, dance, R&B, dan rock dengan sentuhan magis, menghasilkan formula musik yang unik dan harmonis. Album ini juga menampilkan kolaborasi dengan beberapa produser ter seperti BF-131131525 (Mamoy dari BLEU HOUSE), Alyuadi Febryansyah (Aldead dari HEALS) yang memberikan nuansa dan perspektif musikal yang beragam.
LIMBO dibuka dengan trek “BLU”, diikuti dengan suasana misterius dalam lagu “Mystery”. White Chorus kemudian menghadirkan lagu-lagu seperti “This Feeling” yang memukau dan “Somerset” yang penuh dengan gelombang emosi. Mereka juga menggandeng Nartok dalam lagu “3AM” dan menampilkan lagu berbahasa Indonesia pertama mereka yang berjudul “Amarah”.
LIMBO dirilis di bawah label Microgram dan juga menjadi bukti keberanian Clara Friska Adinda (whiteskkeleton) dan Emir Agung Mahendra (analogchorus) dalam menembus batasan konvensional melalui musik sebagai proses penemuan diri mereka.