Vertical Abuse merilis videoklip Senja Berkala yang merupakan single untuk full album Vertical Abuse yang akan dirilis oleh Disaster Records pada tahun 2023 mendatang. Merasa kurang puas dengan hasil recording versi demo, Senja Berkala mengalami perubahan dari segi karakter gitar & bass yang dibuat menjadi lebih heavy, drum yang diubah menjadi lebih agresif, lirik yang implisit serta karakter vokal baru jauh lebih growl & low dari demo yang sebelumnya. Aransemen terbaru ini menjadi kelahiran baru untuk konsep musik Vertical Abuse kedepannya.

Band yang beranggotakan Andy La Jhon, Reza Septian, Reza Pratama, Angga Pandu dan Oktav Mutter ini mengartikan “SenjaBerkala” sebagai fase seumur hidup dalam penderitaan menuju kematian datang berulang kali, sampai kematian dipaksa datang seperti penyelamat.

Bekerja sama dengan studio desain Interior & furnitur Flowers In May yang berbasis di Bandung, MANKIND membuka FONDNESS. Terletak di Jl. Cimanuk no. 5A, Bandung, kawasan yang terkenal dengan butik dan kafe.

FONDNESS berdiri diatas bangunan dengan dua lantai yang terdiri dari toko, bistro & bar dengan menyajikan berbagai pilihan masakan western dan variasi wines. Melalui tampilan interior kayu, desain ubin yang indah, dan pilihan furnitur, tempat ini mengundang para tamu untuk membayangkan kembali perpaduan antara seni, gaya hidup, dan keahlian memasak serta menumbuhkan rasa kebersamaan melalui keramahtamahan.

FONDNESS ingin menciptakan suasana yang apik dan pengungjung bisa sambil melihat produk MANKIND yang penuh dengan detail dan memberi tahu filosofi MANKIND. FONDNESS sangat memungkinkan pelanggan untuk menikmati bistro & bar serta toko MANKIND secara bersamaan. FONDNESS buka pada hari Senin sampai Kamis jam 10.00 – 21.00 dan Jumat sampai Minggu jam 10.00 sampai 22.00.

Koleksi terbaru di tahun 2022 menceritakan tentang grafis Lacreme dari koleksi pertama sampai saat ini yang akhirnya bisa menemukan sisi karakter dari setiap grafisnya.

Lacreme menerjemahkan ide-ide ini ke dalam koleksi terbaru yang disebut “Reinforce”, dengan sentuhan grafisnya yang membuat Lacreme semakin menemukan ciri khasnya.

Jika membicarakan PH yang fokus mengerjakan videoklip musik, mungkin hanya ada beberapa saja yang ada di benak kami. Tapi akhir-akhir ini, sebuah PH asal Bandung yang bernama Ideas Crtve terlihat sangat konsisten dalam mengerjakan beberapa videoklip band-band favorit kami, sebut saja: Burgerkill,Taring, Komunal, Jeruji sampai Collapse dan Sunbath. Mari berbincang dengan kedua founder Ideas Crtve, Vendrie Openk dan Aditya Muklis, mengenai beberapa videoklip yang mereka kerjakan dan 5 videoklip favorit mereka…

Sedang mengerjakan video klip siapa saja nih sekarang?
Terakhir sih Sunbath, Collapse, Burgerkill live session & dokumenter buat campaign ulang tahun salah satu clothing di Bandung. Dan ada juga band beraliran orkes Sunda gitu, hahaha…

Portofolio kalian sudah mengerjakan video apa saja?
Burgerkill, Taring, Kidsway, Komunal, Sunbath, Rounder (live session), Collapse, Haul, Risa Sarasvati, Lizzie, Jeruji (live session) dan beberapa band orkes gitu hehe..

Kenapa PH kalian menggunakan nama Ideas Creative dan Polar?
Jadi sebenernya Polar itu utamanya bergerak di dokumentasi wedding. Setelah itu kita membuat unit bisnis baru di bawah naungan Polar Group dengan cakupan bidang yang berbeda yaitu Ideas Creative sebagai production house. Berdiri sejak tahun 2016 sampai sekarang, dan kenapa Ideas Crtve yaaa itu karena asbun aja hahahaha..

Bisa ceritakan mengenai konsep video klip Sunbath & Collapse yang kalian garap?
Kalo untuk Sunbath lebih ke storytelling, dimana ada teenager lagi merayakan ulang tahun sweet seventeen, dan mengundang Sunbath untuk jadi bintang tamu nya, tetapi ternyata Sunbath malah bikin rusuh acara sweet seventeen tersebut, dan endingnya si yang punya acara ultah menyesal mengundang Sunbath. Kalo Collapse sih dominan perform dan beberapa footage mengambil pakai kamera 360.

5 video klip favorit kalian?
Burgerkill – Paradoks Karena banyaknya melibatkan orang dan konsep dari almarhum pak Eben yang sangat menantang hahahaha..
Dua Lipa – IDGAF Karena dia memakai teknik mirror dan koreografinya keren.
Gojira – Amazon Ada sisipan visual traditional Brazil yang ditampilkan.
Stroke – Terror Belantara Karena videoklip band saya sendiri.
Behemoth – Bartzabel Kaya film horror dan lebih cinematic, dan saya suka BW nya..

Proses paling menyebalkan dalam membuat video klip?
Cuaca kalo sudah hujan di produksian outdoor bisa ganggu timeline. Dan kadang biasanya untuk story video clip pada saat kita present sudah lock oleh klien dan band, tiba-tiba di lapang berubah si story nya. Sisanya sih minor dan masih bisa diatasi.

Apa yang kalian tawarkan untuk konsep visual video klip Ideas Creative yang berbeda dari kebanyakan PH lain?
Kalau bahas visual dan konsep semua orang bisa bikin sesuai selera masing-masing , tapi point utama yang saya tawarkan adalah profesionalitas dalam bekerja bersama client dan team, karena komunikasi baik dan kekompakan adalah kunci. Yang terpenting tetap tanggung jawab penuh atas apa yang kita konsep, dan kepercayaan yang kita pegang untuk klien.

Bagaimana awal mula PH kalian terbentuk?
Awalnya balik lagi karena barudak, dipercayakan bikin videoclip, yaudah lanjut deh sampai sekarang haha. Dari situ kita seriusin sampe sekarang.

Band-band / artist siapa saja yang kalian tertarik untuk garap video klipnya?
Pengen nya mah Slank, legend!! Hahaha. Ya itu sih, pengen nya mah Slank, Iwan Fals, soalnya mereka favorit. Untuk sementara baru itu.

Pertanyaan terakhir: kejadian lucu, memalukan, mengerikan atau unik pada saat shooting?
Sunbath kan konsepnya ada party gitu lah Hahahahah.. Nah asisten director kita ikut juga mabok, hahaha. Tapi aman terkendali sih gada yang miss. Hahaha antik..

Instagram PH @ideas.crtve

 

Words by Aldy Kusumah
Photos from Ideas Creative archives

Unit Post Punk asal Surabaya, Cotswolds kembali hadir dengan merilis Split EP bersama Kanekuro. Split ini sekaligus menjadi rilisan kedua Cotswolds sepeninggal founder sekaligus sang vokalis Ted Windrata 2019 silam. Pada Split EP ini kedua band yakni Cotswolds dan Kanekuro masing-masing menyumbangkan dua lagu. Dua lagu dari Cotswolds berjudul “Dysfunction” dan “Duyawi” sedangkan dua lagu Kanekuro berjudul “I CUT YOUR COCK AND GAG IN YOUR MOUTH” dan “CALL YOUR MOM WHEN YOU GETS MY TERROR”.

Split EP berjudul Tamarind ini dirilis bersama label kenamakan Greedy Dust Records dan nantinya akan dirilis secara fisik dalam format kaset tape. Tamarind atau buah asam di dalam padanan bahasa Indonesia, dipilih sebagai simbol yang menggambarkan bahwa manfaat dan kebahagiaan tak selalu berkaitan dengan rasa manis. Keterpaksaan, rasa getir, asam, dan pahit dalam diri merupakan pola-pola perasaan yang secara taksadar, jarang terapresiasi. Tamarind sebagai buah, tentu tak bersahabat bagi banyak orang. Namun, ia kaya akan manfaat dan fungsi di segala aspek kehidupan. Sehingga wujudnya amat mewakilkan segala bentuk perasaan tak menyenangkan tersebut, yang mana pada akhirnya membentuk satu luaran kunci, yakni penerimaan diri.

Jika kalian sedang jenuh dan membutuhkan referensi baru maka Split Cotswolds dan Kanekuro ini patut untuk disimak dan dimiliki format fisiknya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Split Cotswolds dan Kanekuro kalian dapat memperolehnya melalui Instagram Greedy Dust Recods. Split Tamarind sudah dapat didengarkan di platform music Spotify dan Bandcamp.

SOCA, sebuah brand otomotif lokal yang berfokus pada produk after-market Vespa berkolaborasi dengan Rapper Basboi, yang identik dengan Vespa sebagai hobi otomotifnya dalam sebuah project SOCA ICON.

SOCA ICON sendiri merupakan rancangan Vespa yang dihadirkan secara berkesinambungan oleh SOCA untuk menyebarkan gaya dari produk after-market Vespa buatan mereka yang mengusung bahasa desain yang casual, fun, ikonik dan elegan.

Dalam kolaborasinya yang bertajuk Cream Club, SOCA dan BASBOI mengimajinasikan ulang sebuah Ice Cream Shop dengan balutan warna krem yang diselaraskan dengan warna pink, dan biru ke dalam sebuah Vespa Sprint yang dilengkapi dengan signature velg R-AF dari SOCA berwarna stone-grey dan beberapa add-ons ikonik dari SOCA seperti Ducktail dan Sports Screen yang berwarna pink sekaligus diselesaikan dengan sentuhan terakhir pada leather seat dengan siluet sederhana bermotif kulit sapi sebagai aksen.

Cream Club menjadi kolaborasi lintas disiplin yang memadukan otomotif dengan fashion serta personality dan komunitas. Pada kolaborasi ini Cream Club juga meluncurkan kapsul koleksi yang berkolaborasi dengan Public Culture, sebuah label apparel asal Jakarta.

Cream Club dalam seri aparel dan merchandise nya kembali mengimajinasikan ulang sebuah ice cream shop ke dalam permainan grafisnya seperti bentuk desain menu, packaging ice cream, dan simbol
beruang sebagai logo ikonik mereka ke dalam rangkaian artikel yang menghadirkan T-Shirt, Hoodie, Short, dan sederet produk collectible mulai dari sticker pack, refreshener, keychain dan 3d printed lighter sleeve berbentuk karakter beruang yang ikonik.

Pada acara rilisnya, Cream Club akan membuka pop-up kios souvenir menirukan sebuah kios ice cream dan di sempurnakan oleh spesial menu ice cream yang di support oleh Papakibo Club dengan signature “Vanilla Oreo Crumbs” ice cream-nya. Kolaborasi ini akan dirilis dan dirayakan dengan pesta kecil bertempat di Dikolam, Kemang, pada 17 desember 2022 dengan nuansa festival kolam renang di musim panas dan turut diramaikan oleh Namoy Budaya, Iqbal Djoha, Kimoji dan juga Basboi yang akan melengkapi vibes dari keseruan kolabarasi ini. Selain itu, koleksi Cream Club juga akan tersedia secara online mulai hari Sabtu, 17 Desember 2022 di website Public Culture.

Akhir-akhir ini ada sebuah kedai bakmi yang cukup viral di Tiktok dan juga sering di mention di IG story. Ya, Bakmi Badami adalah kedai bakmi hidden gem tersebut. Dan tempatnya pun benar-benar hidden gem karena memang dirahasiakan oleh sang pemilik Faizal Budiman. Untuk makan disini, kalian harus sedikit berkompromi dengan aturan pemilik sekaligus juru masaknya, karena kalian tidak bisa makan disini kapanpun kalian mau, melinkan harus mengikuti jadwal Bakmi Badami yang tidak reguler: mereka buka sesuka hati.

Kedai Bakmi yang baru dimulai di Februari 2022 ini mengusung konsep buka seseuka hati karena beroperasional tanpa karyawan dan hanya dikerjakan oleh 2 orang saja, sang pemilik dengan istrinya yang merangkap sebagai juru masak, kasir, dan waiter. Jadi wajar saja jika mereka harus menunggu mood dan energi yang tepat untuk membuka reservasi. Sistem reservasi cukup simple, kalian hanya perlu memfollow IG mereka dan jika mereka mengumumkan tanggal reservasi tinggal dm saja dan pesan menu yang kalian inginkan. Nanti lokasi rahasia akan dikirimkan kepada yang sudah reservasi.

Menu favorit kami disini adalah Bakmi keriting beef gendot dan bakmi ayam pop. Jangan lupa untuk pesan ekstra siomay kering dan es jeruk kunci yang segar. Mereka juga memiliki 4 opsi karbo: mie keriting, mie karet, mie lebar dan bihun. Dengar-dengar, mereka juga punya jadwal khusus “ordal” untuk para pelanggan setia mereka dan juga menghadirkan menu-menu baru yang belum di publish. Mereka juga kadang suka membuka reservasi take away dan delivery via Tokopedia. Memang kedai bakmi yang satu ini sangat unik dan wajib kamu coba.

IG: @bakmi.badami

Photos by Sowan Suwun

Setelah merilis “Bertaruh Pada Api” Dongker kembali dengan merilis single ke-2 ekslusif di Storefront yang sekaligus mengumumkan showcase awal tahun mereka di Aula Gudskul Jakarta. Sebelumnya mereka bekerjasama dengan desainer kontemporer asal Bandung yang kerap mengeksplorasi material muncul dengan teknis letterpress di single Bertaruh Pada Api. Kali ini bersama dengan Studio Pancaroba, Dongker menghadirkan cover berupa foto dari karya terbaru Studio Pancaroba yang merespon lagu baru Dongker berjudul Sepenggal Sadar. Foto tersebut diambil di persimpangan jalan jalan Dago yang dekat dengan kampus member Dongker.

Single ini dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni (Morfem, The Adams) pada proses mixing dan Bill Handerson dari Azimuth Studio (Title Fights Kingston era & Tigers Jaw Two World) pada proses mastering. Untuk cover single ini dikerjakan oleh Studio Pancaroba dan artwork foto oleh Zirlyan Paja. Selanjutnya Dongker akan berkala merilis single dan menargetkan album penuh pada paruh ke-2 2023. Single “Sepenggal Sadar” dapat dingerkan pada tanggal 13 Desember 2022 di platform music Storefront.

Lagu ini dibandrol dengan 4 jenis harga yang juga berlaku sebagai tiket masuk Showcase mereka di Gudskul pada 14 Januari 2023.
Singel Saja = Rp. 25.000
Early Bird = Rp. 75.000
Pre-sale = Rp. 125.000
OTS (Tanpa Singel) = Rp. 125.000
Detail silahkan mengikuti akun Instagram Greedy Dust.

Brand Fila membawa kembali nuansa 80an dengan merilis koleksi kolaborasi terbarunya, Fila X Tetris. Sebuah kolaborasi yang manghadirkan product-product from head to toe, mulai dari sepatu, tshirt, jacket, sweater, sampai topi, yang dikemas dalam looks ciri khas Fila yang dipadu apik dengan karakter Tetris yang sangat colorful.

Dalam kolaborasi yqng memadukan 2 brand ikonik yang berkembang di era 80an ini, Fila ingin membawa para pecinta Fila bernostalgia ke era 80an, dengan menampilkan grafis-grafis “TETRIMINOS” di koleksi terbarunya dan juga memperkenalkan game legendaris “TETRIS” pada khalayak GEN-Z. Fila sebagai brand olahraga dan fashion, Tetris sebagai game puzzle yang sangat digemari di seluruh dunia. Ngga heran kalo kolaborasi ini sangat kental dengan nostalgic vibes yang sangat kuat.

Produk Fila X Tetris bisa didapatkan langsung di showroom Fila Indonesia, serta di online store Fila Indonesia. Melalui produk ini, Fila berharap bisa membawa memori nostalgia, dan untuk ke depannya, Fila akan terus berkolaborasi dengan brand-brand menarik lainnya.

Sebagai seorang teenager di tahun ‘90an, cukup beruntung bisa tumbuh bersama film-film Studio Ghibli seperti Castle of Cagliostro (1979), Nausicaä of the Valley of the Wind (1984), Laputa: Castle in the Sky (1986) dan Porco Rosso (1992). Tetapi saya terpapar oleh sihir magis Hayao Miyazaki pertama kali tentunya oleh Princess Mononoke (1997) yang pada saat itu cukup menjadi blueprint dan meng-elevate medium anime ke level selanjutnya. Film-film Ghibli lainnya pun seperti Ponyo (2008), Spirited Away (2001), My Neighbor Totoro (1988) dan Kiki’s Delivery Service (1989) menawarkan hal-hal terbaik dari anime yang sangat bersahabat untuk dikonsumsi dan ditonton bersama keluarga. Menonton kembali film-film Studio Ghibli ketika sudah berkeluarga ternyata membuka wawasan dan membuat saya mengapresiasi detail-detail frame yang digambar oleh tangan, tema-tema alam vs manusia, selebrasi kultur Jepang dan tentunya penggambaran para protagonis wanitanya.

Ada sesuatu yang istimewa mengenai protagonis perempuan dalam film-film Studio Ghibli. Tanpa ragu, para wanita ini berdiri untuk pemberdayaan wanita, tetapi ini adalah metode pemberdayaan wanita yang tidak  terlihat di karakter wanita film-film Hollywood. Studio Ghibli mencirikan protagonis wanita yang kuat dengan penolakannya terhadap standar-standar patriarkis. Jelas sekali bahwa protagonis wanita dalam film Ghibli menonjol di luar standar Hollywood yang kebanyakan menggambarkan karakter wanita yang butuh pertolongan (damsel in distress). Karakter-karakter wanita di Ghibli adalah representasi multi-dimensi yang bernuansa unik. Untuk benar-benar menghargai pentingnya multi-dimensi dalam karakterisasi wanita, ada baiknya memeriksa konteks Barat seputar pemeran utama wanita. Standar Hollywood untuk pemberdayaan perempuan memainkan binari gender. Artinya, gagasan tradisional tentang maskulinitas dan feminitas tetap menjadi kunci bagi banyak penciptaan karakter Hollywood. Faktanya, jarang kita melihat gender ditampilkan secara lebih eksplisit selain di media Barat populer: karakter wanita dibangun di atas fondasi kebaikan, kepasifan, dan kerentanan, sementara karakter pria dibangun di atas fondasi kekuatan, agresi dan ketabahan. Dengan demikian, ikon-ikon feminis yang cenderung kita lihat di Hollywood memperoleh karakterisasi badass-nya dari kualitas yang terkait dengan maskulinitas tradisional.

Pahlawan wanita Studio Ghibli adalah alternatif yang bagus untuk disajikan kepada gadis-gadis muda. Disney tidak pernah secara tradisional dikenal karena feminismenya – malah domainnya cenderung sexist: putri-putri jinak yang tidak banyak bicara dan diselamatkan oleh pangeran-pangeran tanpa kepribadian. Dari 23 film-film Ghibli, 16 memiliki tokoh utama wanita. Mari mulai dengan memeriksa mahakarya Miyazaki dari tahun 1997: “Princess Mononoke”. Karakter tituler, Putri Mononoke, mengambil bentuk seorang wanita muda yang sangat kuat. Sebagai putri angkat dewa serigala berusia 200 tahun, Moro, Putri Mononoke sering disebut sebagai ‘Gadis Serigala’. Karena itu, dia menolak konvensi manusia seperti gender, yang justru memberinya kompleksitas yang menarik. Sepanjang film, Princess Mononoke menunjukkan kualitas tradisional maskulin dan kualitas tradisional feminin, tetapi sepenuhnya bergantung pada keduanya. Pertama kali kita melihat Putri Mononoke, dia menyedot peluru dari luka ibu serigalanya. Mulutnya berlumuran darah, dan tatapannya tajam. Langsung saja, kita dapat melihat bahwa ini adalah karakter yang tidak mematuhi binari fundamental. Dia tidak sepenuhnya manusia, karena dia memancarkan kebiadaban kebinatangan, tetapi dia juga tidak sepenuhnya hewan, karena dia menunjukkan kecerdasan manusiawi tertentu. Kemudian, Putri Mononoke merawat protagonis ganda film itu, Ashitaka, untuk kembali sehat. Karena Ashitaka terlalu lemah untuk makan, Putri Mononoke mengunyah makanannya dan meludahkannya ke mulutnya, sebuah tindakan yang terasa seperti kode keibuan/feminin dan jelas kebinatangan. Kompleksitas seperti itu diringkas dengan sempurna oleh Moro, dewa serigala dan ibu angkat Putri Mononoke, yang mengklaim, ‘putriku yang malang, jelek, cantik bukanlah manusia atau serigala’. Memang, Putri Mononoke adalah satu oxymoron: bergerak bebas antara manusia dan hewan, pria dan wanita.

Satu lagi favorit dari Studio Ghibli adalah film 2001 mereka yang berjudul “Spirited Away”. Wanita dalam film ini adalah Chihiro, seorang gadis sepuluh tahun yang mendapati dirinya diperbudak oleh penyihir yang kuat setelah orang tuanya mencuri makanan dari dunia roh. Dibandingkan dengan judul Disney populer yang menampilkan protagonis wanita remaja, protagonis utama Spirited Away sangat unik. Chihiro tidak hanya menumbangkan narasi khas “damsel in distress” dengan bertujuan untuk menyelamatkan orang tuanya dengan bantuan karakter pangeran tampan yang dia temui di sepanjang jalan, dia juga menentang ekspektasi estetika khas yang ditempatkan pada wanita: daripada memiliki mata besar berbinar dan berperilaku ceria, Chihiro memiliki fitur kecil dan ekspresi cemberut, serta tubuh kurus dan kekanak-kanakan. Sikap kesal dan kerentanan emosional Chihiro menunjukkan multi-dimensi yang secara realistis menarik bagi gadis-gadis yang diwakilinya.

Meskipun sebagian besar filmnya dimaksudkan untuk dinikmati oleh anak-anak dan menekankan aksi, fantasi, dan kepahlawanan, Hayao masih berhasil menemukan cara untuk melawan seksisme dengan cara yang menjelaskan mengapa seseorang mungkin memiliki pendapat tersebut, dan bagaimana mereka akhirnya terbukti salah. Ini banyak dibahas di “Porco Rosso”, di mana karakter tituler sering meremehkan, menyerang, dan mencaci maki Fio – seorang insinyur wanita muda yang bersemangat yang membantu memperbaiki pesawatnya (di film ini, karyawan pabrik pesawat terbang pun semuanya adalah wanita). Setelah bermitra dengan Fio untuk membantunya melarikan diri dari pemerintah Italia, Porco mendapati dirinya berhadapan langsung dengan pria seksis arogan lainnya dalam taruhan untuk memastikan kebebasan pribadi Fio. Karena harus menghadapi seseorang yang serupa dalam perlakuan mereka terhadap wanita, Porco dipaksa untuk merenungkan prasangkanya sendiri dan mengatasinya. Dan Porco pun yang pada awalnya sexist, digambarkan seperti babi, dan akhirnya bertransformasi menjadi “manusia” kembali di akhir film.

Di sebagian besar film Miyazaki, bahkan dalam film di mana protagonis atau co-protagonis adalah laki-laki, karakter perempuan memiliki peran penting untuk dimainkan. Akibatnya, Hayao juga memilih untuk membuat semua jenis karakter yang berbeda dan biasanya memanusiakan mereka semua dalam beberapa cara, bahkan jika mereka adalah penjahat. Dia memiliki ibu tunggal, putri prajurit, penyihir (baik dan buruk), pengasuh, petani, bajak laut, pembuat topi, insinyur, owner bakery dan seterusnya dan seterusnya. Tidak ada satu tipe orang, jadi dia juga memutuskan begitulah cara dia menciptakan karakternya, menerapkan filosofinya bahwa “kita dilahirkan dengan kemungkinan tak terbatas”. Alasan besar mengapa film-film Ghibli juga begitu terkenal dan berhasil menyentuh hati pemirsa adalah kenyataan bahwa Hayao memastikan karakter-karakter Wanita dalam filmnya adalah inti yang penuh kasih dan sisi emosional di semua filmnya.

 

Words by Aldy Kusumah