Seorang ayah yang ingin memperbaiki hubungan dengan putrinya yang merasa terasingkan didunianya digambarkan oleh Nearcrush melalui videoklip Kelana Kirana. Lagu ini bercerita mengenai dinamika berkeluarga yang kadang terjadi miss komunikasi ataupun ketidak harmonisan hubungan antara orang tua dan anaknya.

Bila dari iriknya, pada dasarnya merupakan sebuah nasihat dari seorang ayah untuk putrinya. Video musik juga menceritakan kisah seorang ayah dan putrinya yang mencoba memperbaiki hubungan mereka yang tidak harmonis, menjadi semakin sulit seiring dengan pertumbuhan anaknya.

Malam menjadi katalis untuk membentuk hubungan dan menjadi keluarga yang utuh lagi. Pengalaman bersama merokok dan menyanyi karaoke memicu rekonsiliasi, menawarkan momen penyembuhan dari jarak diantara mereka.

Saturday Night Karaoke, unit punk rock asal Bandung, menutup rangkaian More Places Better Points Asia Tour 2023 dengan merilis video klip untuk lagu “Modern Shitsuren Story.” Video klip ini direkam oleh seluruh personil band secara bergantian dan disunting oleh Yana Setya Nugraha, bassist dari Saturday Night Karaoke. Menggunakan kamera digital, beberapa rekaman gambar saat penampilan mereka juga diabadikan oleh Bayu Rizki Maulana. Video klip tersebut menampilkan momen-momen dari tur ke empat negara, menjadi tradisi bagi Saturday Night Karaoke untuk merilis video klip setelah tur sebagai bentuk kenangan dan hadiah untuk para pendengar mereka.


Prabu Pramayougha, vokalis dan gitaris Saturday Night Karaoke, menjelaskan bahwa pemilihan lagu “Modern Shitsuren Story” sebagai materi video klip merupakan langkah pelengkap untuk EP terbaru mereka, “More Chords Better Points (2023).” Prabu menekankan intensi untuk mengabadikan momen selama tur dan memberikan kenangan yang berkesan kepada pendengar. Meskipun hanya sebagian kecil dari footage yang diabadikan di handycam mereka yang dijadikan video klip, hal ini dilakukan agar footage tersebut tetap awet dan bisa digunakan untuk pembuatan dokumenter di masa mendatang. Video klip “Modern Shitsuren Story” sudah dapat ditonton melalui kanal YouTube Saturday Night Karaoke, sementara EP “More Chords Better Points” bisa dinikmati melalui berbagai layanan pemutar musik digital.

Setelah merilis single debut “999” (Triple 9), pada kuartal ketiga tahun ini, Kiko Wikarta meluncurkan Music Video debutnya, pada Sabtu (12/08). Kiko sebelumnya merupakan mantan karyawan startup teknologi di Indonesia, Kiko merasakan dampak pasca pandemi COVID-19 yang terus berlanjut. Terjebak dalam kejenuhan di tempat kerjanya, terutama dalam sesi town hall dengan perubahan karyawan yang sering, serta dalam suasana tech-winter dan penutupan aplikasi, Kiko merasa cemas dan mencari pelarian melalui musik. Inspirasi dari pengalaman ini membawanya untuk menulis lagu “999,” mencerminkan perasaan kecemasan dan dorongan untuk keluar dari rutinitas yang monoton.

Dalam karya “999,” Kiko Wikarta mengungkapkan tujuannya untuk merobek kebosanan dalam rutinitas yang dinamis. Dia mengajak individu yang merasa cemas, jenuh, dan bosan menunggu hiburan seperti album dari Frank Ocean, serta yang merasa tertekan oleh rutinitas kerja, untuk menonton Music Video ini bersama teman-teman. Harapannya adalah bahwa eksperimen musik dan visual dalam proyek ini dapat mematahkan algoritma kejenuhan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia digital. Dalam video tersebut, Kiko juga bertindak sebagai sutradara, dengan bantuan Feri Alan sebagai direktur fotografi, penyunting video, dan ahli warna. Ditampilkan dalam format band, Kiko dan rekan-rekannya, termasuk Bojess (A Little Less 16), Mahfi G Sjaftarie, dan Fahrianza T Imami, menampilkan kolaborasi yang kuat. Dengan pemilihan pakaian yang mencolok dan adegan street drifting yang penuh adrenalin, Music Video “999” membawa kita ke dalam pengalaman yang unik dan berenergi.

Grup Punk Rock The Rang-Rangs dari Jakarta telah merilis video musik terbaru berjudul ‘Bellboy Rock’ pada 9 Agustus 2023 lalu yang menjadi single pembuka dari album ‘9 Jahitan’ mereka. Lagu ‘Bellboy Rock’ ditulis dan diaransemen oleh Mika Tobing, yang juga merupakan pemain bass dan penyanyi utama. Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dengan produksi dan mixing oleh Pandu Fuzztoni, dan mastering dilakukan di Awalswara Studio oleh Christian Choi. Video ini menggambarkan kehidupan Mika Tobing sebagai seorang gitaris band Punk Rock dan seorang bellboy di hotel bintang lima, dengan penggarapan video dilakukan di Rumah Bergerak, tempat yang sering dikunjungi oleh The Rang-Rangs untuk bermain skateboard.

Dalam video ‘Bellboy Rock’, Mika Tobing tampak menjalani rutinitasnya sebagai bellboy yang bekerja keras dengan tampilan bersolek yang khas. Lagu ini dianggap sebagai anthem bagi semua kelas pekerja yang tetap mencari kesenangan dalam realitas kehidupan yang melelahkan. Video ‘Bellboy Rock’ dapat dilihat di YouTube The Rang-Rangs, sementara format audio bisa didengarkan melalui layanan streaming seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, dan YouTube Music. Grup ini, yang terbentuk pada tahun 2016 dan beranggotakan Mika Tobing, Miko Tobing, dan Bagas Raka Farizan, telah merilis satu mini album dan tiga single sebelumnya. Mereka tetap aktif berpartisipasi dalam gigs lokal dan festival musik di Indonesia.

 

Mandoors, kuartet neo-psikedelik asal Semarang, baru-baru ini merilis video klip animasi untuk single terbaru mereka yang berjudul “Semestinya”. Video klip ini dirilis pada tanggal 9 Juni, sebulan setelah lagu tersebut tersedia di platform streaming digital.

Video klip “Semestinya” menjadi bagian penting dari kampanye perilisan album baru Mandoors yang berjudul SONE. Album ini dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 16 Juni 2023, tepat seminggu setelah peluncuran video klip ini. Dalam upaya untuk menciptakan visualisasi yang unik dan berbeda, Mandoors bekerja sama dengan animator lokal, Opthalmic Februtuhing. Video klip ini dirancang tanpa alur cerita khusus, tetapi lebih berfokus pada harmonisasi musik dan visual. Iwan, vokalis Mandoors, menjelaskan bahwa tujuan dari video klip ini adalah menciptakan kesatuan yang utuh antara musik dan visual. Dalam durasi kurang dari 5 menit, video klip animasi ini menggambarkan kegelisahan seseorang yang merasa kehilangan jati diri. Dalam keadaan gelisah, tokoh utama terjun ke dalam dunia utopis yang penuh ketidakbermaknaan.

Sejalan dengan gaya musik psikedelik Mandoors, video klip ini menampilkan animasi tiga dimensi dengan gaya visual yang memberikan sensasi “trippy”. Beberapa bagian video klip ini juga menggunakan efek “flashing images” yang memberikan kesan yang lebih intens. Untuk menciptakan pengalaman visual yang berkesan, Mandoors memastikan bahwa video klip “Semestinya” tetap sejalan dengan lirik lagu yang menggambarkan seseorang merasa kehilangan arah hidup dan mencoba melampaui batasan serta norma-norma yang ada. Video klip “Semestinya” telah diunggah perdana melalui saluran YouTube Mandoors pada tanggal 9 Juni 2023. Dalam waktu dekat, Mandoors juga akan merilis serangkaian video musik dan tur promosi untuk memperkenalkan album baru mereka.

Beberapa waktu lalu, Maternal Disaster dan Collapse mempublish sebuah teaser videoklip single baru mereka yang berjudul “Rute Menuju Ivory”. Single ini akan dirilis oleh Disaster Records dalam waktu dekat, dan video klipnya yang digarap oleh Ideas Crtve akan rilis hari minggu (11/12). Jika kamu menyaksikan Collapse dengan formasi baru ini tentunya akan setuju dengan saya kalau formasi ini lebih solid dari formasi sebelumnya. Kali ini Andika tidak memegang gitar dan bisa lebih ekspresif dan fokus menjadi vokalis. Departemen gitar sudah diamankan oleh 2 punggawa Mario dan Angga yang bermain apik. Belum lagi rhythm section yang groovy dari Hasbi dan Satria.

Menurut Andika Surya, lagu baru ini “menawarkan sentuhan dari varian genre Alternatif hingga Progressive Rock, tetapi yang paling menonjol adalah nuansa yang lebih Bright dan Heavy bertemu dengan energi Hardcore yang elegan”. Kali ini Collapse merubah formasinya dari one man project menjadi full-band beranggotakan 5 orang personil. Mereka adalah: Andika Surya sebagai vokalis dan songwriter yang juga turut melibatkan kawan lama Angga Kusuma (Ssslothhh), Mario Panji (Leipzig), Hasbi Erlangga (Haul) dan Satria Gustian (Lizzie/Gaung) untuk merekam lagu ini sekaligus penetapan sebagai personil Collapse.

Well what can we say? Menurut kami ini adalah karya terbaik Collapse yang mereka pernah mereka rekam sejauh ini. Rilisan terakhir mereka adalah “Chloe / A Glaring Panorama” yang dirilis pada tahun 2018 silam. Walaupun animo dan respon pendengar tidak sehangat single “Cold November”, single “Chloe / A Glaring Panorama” adalah personal favorite saya. Kembali ke single baru mereka, kalian mungkin akan sedikit “terkejut”. Bayangkan saja musikalitas Basement dengan lagam vokal ala Protonema atau Dewa 19 era Ari Lasso. Sound gitar yang renyah bertemu dengan fondasi permainan drum Satria Gustian yang menurut saya cukup epik. Oh ya, ini juga pertama kalinya Collapse membuat lagu dengan lirik berbahasa Indonesia, dan Andika cukup “witty” juga untuk menyelipkan part bridge spoken words berbahasa Inggris ala Frank Ocean di album “Channel Orange”. Tentunya simak video klip mereka dan gunakan speaker atau headphone terbaikmu untuk mendengarkan “Rute Menuju Ivory” jika sudah hadir di media streaming, karena lagu ini di mixing dan mastering oleh Indra Severus yang dulu juga turut andil memoles EP “Grief” milik Collapse.

Words by Aldy Kusumah