Band shoegaze Sunlotus asal Blora terus aktif dalam menjalankan tur sebagai upaya promosi album-album mereka. Dari album pertama mereka, “This Old House,” yang dirilis pada tahun 2019, band ini terus giat menggelar tur konser setiap tahun. Meskipun terpaksa membatalkan tur besar pada tahun 2020 karena pandemi, mereka berhasil melanjutkan kegiatan tur pada tahun 2022 dan kini kembali mengumumkan jadwal tur di tahun 2023. Baru-baru ini, Sunlotus merilis mini album berjudul “Fever” yang terdiri dari empat lagu, termasuk satu lagu yang dinyanyikan bersama penyanyi solo Christabel Annora. Album ini juga akan dirilis dalam beberapa edisi mancanegara, di antaranya oleh label dari Malaysia dan Amerika Serikat.

Dalam upaya mempromosikan mini album “Fever,” Sunlotus telah mengadakan tur konser bertajuk “Shards of Dreams.” Mereka telah berhasil menyelenggarakan chapter pertama tur ini dengan sukses, berkolaborasi dengan unit black metal asal Australia, Kilat. Tur ini merupakan rute internasional pertama bagi Sunlotus sejak pembentukannya pada tahun 2018. Mereka merencanakan chapter kedua tur dengan lebih banyak kota dan tanggal di beberapa negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Selain mempromosikan karya terbaru, tur ini juga dilakukan sebagai respons terhadap minimnya tawaran untuk tampil dalam festival musik, baik di dalam negeri maupun internasional. Sunlotus juga menjalin kerjasama dengan berbagai rekanan sebagai dukungan dalam tur ini.

Sunlotus – Shards of Dream Tour Chapter 2
25 Agustus – Bekasi
26 Agustus – Bandung
27 Agustus – Jakarta
29 Agustus – Tangerang
30 Agustus – Cipanas
1 September – Cirebon
8 September – Singapura
9 September – Kuala Lumpur
10 September – Bangkok

 

 

 

Setelah sukses mengadakan Intimate Show pada bulan September lalu, No Exit Room kembali mengadakan gigs pada Jumat(11/11) di Kopi Kohi, Bandung. Untuk kali ini kolektif No Exit Room memberi tajuk “A Step Further Away” untuk gelarannya.

CAL photo By Fabian Insan Faturahman
EN Sunbath photo by Aditya Erawan

Dengan layout “panggung” yang tidak biasa, A Step Further Away dibuka oleh penampilan dari unit alternative rock asal Bandung Turmpike. Lagu-lagu seperti, “Window”, “I Don’t Know” sampai single terbaru Teman Lama dibawakan secara apik oleh Galuh dkk. Dilanjut oleh penampilan dari band 90’s alternative “ugal-ugalan” Sunbath yang berhasil memanaskan Kopi Kohi yang kala itu  sedang gerimis. Berikutnya ada Gilang bersama monikernya CAL yang tampil dengan set-nya termasuk lagu Covet dari Basement. Swarm didaulat sebagai penampil berikutnya. Swarm tampil penuh energi sepanjang set dan sempat juga mencover salah satu lagu dari Envy. Terakhir ada penampilan dari Sunlotus yang sedang mengadakan tour ke beberapa kota di Jawa. Sunlotus baru saja merilis single Glass-like Dreams dan split bersama Milledenials dalam bentuk kaset. Semua materi dari Sunlotus dibawakan pada malam itu.

Sunbath photo by Aditya Erawan
Sunlotus photo by Aditya Erawan

No Exit Room berhasil membuktikan bahwasanya membuat sebuah gigs dengan bantuan teman-teman masih bisa diselenggarakan dengan baik. Buktinya telah 2 gigs yang telah sukses diadakan oleh No Exit Room. Semoga akan ada gigs-gigs lain dari kawan-kawan kolektif No Exit Room.

 

Words by Firman Oktaviawan

Photos by Aditya Erawan and Fabian Insan Faturahman

Di penghujung tahun 2022 Greedy Dust akan menutup release season mereka dengan band-band alternative. Season penutup tahun ini terdiri dari perilisan materi roster lama dan roster baru mereka. Langkah tersebut diawali dengan merilis Sunlotus, unit shoegaze asal Blora. Band yang telah berdiri sejak 2018 ini akan merilis single sekaligus mengumumkan bahwa bergabungnya mereka menjadi roster Greedy Dust mengikuti jejak Enola (Surabaya).

Single ini merupakan awal kerja sama Sunlotus dengan Greedy Dust untuk EP yang akan mereka akan rilis pada Maret 2023. Selain rencana tersebut single ini terasa spesial karena Sunlotus terasa lebih solid dengan formasi baru. Lagu ini dilempar ke audiens dengan harapan pendengar dapat menginterpretasikan sendiri makna lagu ini.

Sebelumnya Milledenials dan Sunlotus menjelajah pulau Bali dalam rangkaian promo tour Deafening This Old House. Hangatnya pertemanan yang mereka rasakan selama tour membuat alasan untuk merilis sebuah project split semakin kuat. Apalagi setelah itu Milledenials membalas kunjungan Sunlotus dengan tour ke Jawa dalam sirkuit I Hate the Way You Drive My Car Tour. Dimulai dari Jatim Power, Milledenials menjelajah Malang, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Jakarta dan kemudian menutupnya dengan sebuah gig pamungkas di Denpasar.

Di project split bersama Sunlotus ini, Milledenials menawarkan 2 track: “Wide Eyes” dan “Syndrome”. “Wide Eyes” bercerita tentang seni berbohong dengan mengucapkan hal jujur yang sering menjadi konflik dalam sebuah hubungan personal. Sementara “Syndrome” yang versi demo-nya dirilis Juli lalu via Bandcamp, membeberkan tentang gejala manusia dengan kecenderungannya dalam mengejar ambisi. Komposisi lagu Milledenials di materi ini mencoba mencampurkan distorsi gitar shoegaze dengan hentakan drum mid tempo ala hardcore punk yang dibalut lirik penuh luapan emosi.

Sunlotus sendiri merespon Milledenials dengan 2 materi baru, salah satunya single “Jar of Spells” yang sebelumnya dirilis dalam bentuk video musik via YouTube di https://youtu.be/Xhlh730vwsg . Buah kolaborasi antara Sunlotus dengan 7daysoff yang disutradarai oleh Gilang Rabbani ini mengisahkan tentang asmara antara Pekerja Seks Komersial dan seorang pelanggan yang dibalut dengan nuansa melankolis sekaligus menegangkan.

Kedua materi Milledenials direkam di House Records dengan drum tracking di Fantasy Reborn Records dan dimixing oleh Haryo Widi. Sementara itu mastering lagu dikerjakan oleh Bable Sagala (Watchtower Studio), orang dibalik album Exhumation, LeftyFish, Deadly Weapon, Annie Hall dan banyak rilisan band Jogja lainnya.

Untuk departemen artwork, kedua band ini sepakat memilih karya Billy Suckmono. Artwork berkonsep pure abstract yang mengalir sesuai mood ini dianggap sesuai dengan moodboard proyek split tersebut. “Waktu Billy upload artwork-nya di Instagram, Darin (drummer) langsung suka karena sesuai moodboard. Proses pemilihan dan pembuatan artwork cukup lama, karena bingung bikin-nya gimana sementara kami perlu sesuatu yang lebih organik. Kuasa semesta, akhirnya dipertemukan dengan artwork Billy yang hampir dijual di NFT” ungkap Milledenials.

Split Milledenials dan Sunlotus berjudul Split Feelings ini akan dirilis oleh Lamunai Records dalam format kaset sejumlah 100 buah pada tanggal 4 November 2022 nanti.

Setelah merampungkan agenda anjangsana ke kota-kota di selingkar Jawa Timur dan Pulau Bali. Sunlotus, kolektif beranggotakan Made Dharma (gitar/vokal), Dzul Fawaid Ahmad (gitar), Sinergy Aditya (bas), dan Bagus Pratama (dram) ini langsung menggeber kancah musik Tanah Air lewat single terbarunya, “Jar Of Spells”. Berbeda dengan rilisan sebelumnya, single terbaru kali ini mereka rilis dalam bentuk sebuah Video Musik.

Video musik “Jar of Spells” ini merupakan buah kolaborasi antara Sunlotus dengan rumah produksi asal Yogyakarta, 7daysoff. Disutradarai oleh sineas Gilang Rabbani, video musik berdurasi 5 menit 8 detik ini menceritakan kisah asmara antara Pekerja Seks Komersial dan seorang pelanggan yang dibalut dengan nuansa melankolis sekaligus meneganggkan. Keduanya dikisahkan memiliki latar belakang kehidupan yang buruk dan tengah mencari pelarian.

Single ini rencananya tercantum dalam rilisan mendatang Sunlotus berupa album split dengan grup musik Milledenials. Band Shoegaze asal Bali yang digawangi oleh Nadya Narita (vokal), Billy Sukmono (bass), Made Krisna (gitar), Bagus Aditya (gitar) dan Darin Vidaswara (drum) ini tahun lalu sukses mencuri perhatian dengan mini album “5 Stages of Doomed Romance” rilisan Skullism Records. Bersama Sunlotus, mereka ikut menebar suara bising se antero Bali dalam rangkaian Deafening This Old House Tour. Jika rencana berjalan lancar, album split tersebut akan rilis akhir September 2022.