The End merilis single terbaru bertajuk “My Life,” yang menjadi deklarasi bangga atas kesetiaan Utay sebagai seorang skinhead selama tiga dekade. Meskipun mengalami pergantian formasi, band yang telah bertahan selama 30 tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai mereka tidak berubah sejak didirikan pada 1993, terinspirasi oleh band oi! Inggris dan AS seperti Blitz, Sham 69, dan Urban Riot. Album legendaris “Made In Indonesia” pada tahun 1998 menandai perjalanan mereka, dan kini, dengan formasi baru sebagai kuintet, The End mengusung sound modern untuk merayakan perjalanan 30 tahun mereka.

Selain merilis single “My Life,” The End menggelar perhelatan ulang tahun ke-30 yang melibatkan live performance spesial dan pameran untuk memperingati warisan mereka di komunitas skinhead Indonesia. Konsistensi dan umur panjang The End tidak hanya menjadi pencapaian band, tetapi juga memiliki makna pribadi yang mendalam bagi anggotanya, seperti yang diungkapkan oleh Utay yang merasa bangga telah mengabdikan setengah hidupnya untuk band ini.

Di bulan November 2022, trio pop electronic asal Bandung, HMGNC, akan merayakan 20 tahun kiprahnya di industri musik tanah air. Mengawalinya sebagai Homogenic, melewati tiga generasi pendengar bersama empat album penuh, dan satu album mini, HMGNC terus melaju merespon jaman, menjelajahi berbagai kemungkinan baru dalam bermusik.

Sejak perilisan album HMGNC di tahun 2017, mereka hibernasi dari perilisan album penuh. Bahkan sebelumnya, selama dua tahun, mereka hiatus sepenuhnya. Namun itu tak menghalangi Amandia Syachridar (vokal), Dina Dellyana (synth, programming), dan Grahadea Kusuf (synth, programming) dalam berkarya.

“Homogenic tetaplah HMGNC. Dalam dua puluh tahun eksistensinya, masih ada dan setia. Tahun ini, apa yang dinanti dan dimimpikan akan segera tiba,” ujar Dina Dellyana mengisyaratkan.

Sebagai bagian dari perayaan 20 tahun keberadaan mereka, HMGNC, bersama label rekaman demajors, merilis sebuah singel baru berjudul “Stay”. Trek tersebut menampilkan kematangan komposisi dan pengolahan bunyi yang mencerminkan pengalaman panjang HMGNC. “Stay” hadir di berbagai platform streaming digital mulai 25 November 2022.

Pada bulan ini Cito Gakso merilis sebuah single yang berjudul MS. MONDAINE. Bekerja sama dengan Gilang Dhafir yang dipercaya sebagai produser, single ini merupakan sebuah rilisan terbaru di tahun 2022 ini setelah perilisan EP-nya di bulan November 2021 dan “Pigeons on the block” pada 18 februari 2022.

MS. MONDAINE adalah single pembuka sekaligus penanda akan hadirnya debut album dari Cito Gakso pada tahun 2023 mendatang. Mengambil sample beberapa bagian dari lagu rekan musisinya Ratih Putria yang berjudul Cinta Kita 1987, lagu ini bercerita tentang menyukai perempuan fashionable dan high class. Rasa insecure, rasa syukur dalam sebuah hubungan semua dirangkum apik dalam lagu MS. MONDAINE. Dimulai dari nyanyian yang catchy pada intro diikuti switch verse rap yang cukup unexpected dari karakter Cito Gakso, lagu ini merupakan salah satu lagu cinta yang energetic namun tetap memiliki kesan experimental di dalamnya.

“MS. MONDAINE” sudah bisa dinikmati di seluruh music streaming platform.

Setelah merilis demo ditahun 2021 dan EP berjudul Vanity and Void, Dazzle kembali merilis single berjudul Revenge Is Mine dibawah naungan Greedy Dust Records. Single Revenge Is Mine dirilis pada Senin, 5 oktober 2022 kemarin dan sudah bisa didengarkan di beberapa platform musik digital. Rilisnya single ini juga menjadi penanda akan rilisnya album pertama mereka yang direncanakan akan selesai pada tahun depan.

Dazzle adalah unit crossover hardcore asal Malang yang terbentuk pada awal 2021. Musik Dazzle mencampurkan elemen-elemen hardcore punk dan trash metal. Beranggotakan Agan pada vokal, El dan Charis pada gitar, Syahidan pada bass dan Adyan pada drum. Dazzle sangat dipengaruhi oleh band-band seperti; Red Death, Iron Age, hingga Metallica.

Revenge Is Mine sendiri ditulis oleh Agan sang vokalis dan menceritakan tentang suatu masa lalu yang di selimuti dengan kekalahan, perampasan, penindasan oleh sesorang yang ternyata hanya sosok yang lemah. Revenge Is Mine menjadi simbol akan waktu yang tepat untuk mendapatkan apa yang sudah diambil sesuai dengan porsinya.

Sama seperti EP Vanity and Void, untuk penggarapan single Revenge Is Mine Dazzle masih mempercayakan Griffin Studio sebagai studio tempat mereka merekam materi-materi anyar mereka. Sedangkan untuk proses kreatif cover single, Dazzle bekerja sama Bersama Loonerhze (Blckhwk) artworker asal Palembang.

Pada 20 Agustus 2022 lalu, GRIEF. merilis single “…Even in the Warmest Embrace” yang dirilis melalui Samstrong Records dalam bentuk fisik yang menjadi salah satu lagu yang ada di Wrapped in Violence compilation, bersama 9 band lainnya. Kali ini GRIEF. secara resmi merilis single yang sama secara digital.

GRIEF. mengartikan single “…Even in the Warmest Embrace” ini sebagai sebuah montase dari pengalaman pahit yang terjadi dalam hidup manusia, utamanya merujuk pada peristiwa yang telah terjadi dalam rentang waktu beberapa tahun ke belakang. Tidak dapat dielakkan bahwa realita yang telah terjadi dapat meruntuhkan bayangan atas kepastian dalam hidup yang diteriakkan para motivator; ketidakpastian selalu menelik di berbagai penjuru.

Mengakui, menerima, dan mengambil keputusan secara sadar atas keterpurukan yang dialami adalah cara yang GRIEF. yakini untuk mengatasi berbagai ketakutan tersebut. Namun, jauh sebelum mengatasi itu semua, langkah pertama yang harus ditempuh ialah mengenali dan memvalidasi setiap luka sebagai bagian dari proses berkehidupan.

“…Even in the Warmest Embrace” sudah bisa didengarkan di Bandcamp GRIEF. Selain itu, CD Wrapped in Violence compilation juga bisa didapatkan melalui Samstrong Records.

Sbplusix a.k.a Belva Prabowo rapper, penyanyi, penulis lagu, artis visual dan designer asal Bandung, akan merilis sebuah single yang berjudul “Colurgrade”. Single pertama yang di produseri oleh Sbplusix ini sendiri bekerja sama dengan singer dan co-produser yaitu Putra Baskoro (Putt Aprill) & Gilang Dhafir, “Colourgrade” merupakan single terbaru dari Sbplusix untuk awal dari mini album di tahun 2022.

“Colourgrade” menceritakan tentang bagaimana seseorang yang memiliki batasan disaat menjalin hubungan, batasan ini berkaitan dengan kondisi sosial saat ini yang dilanda berbagai persoalan pelik serta kekhawatiran pada setiap individu dan bagaimana mereka memecahkan masalah dengan prinsip masing-masing. “I sit back and hangover, I feel waves on the ocean, I’m try to find the motion, I’m try to feel the closure” – penggalan lagu dari “Colourgrade” adalah semacam refleksi yang ingin disampaikan oleh Sbplusix dan Putt April dalam single ini, dibalut dengan karakter musik yang cukup energetic demi mempertegas pesan yang disematkan didalamnya.

Colourgrade, sudah bisa didengarkan diseluruh platform musik digital pada 15 Juli 2022.