Saturday Night Karaoke, unit punk rock asal Bandung, menutup rangkaian More Places Better Points Asia Tour 2023 dengan merilis video klip untuk lagu “Modern Shitsuren Story.” Video klip ini direkam oleh seluruh personil band secara bergantian dan disunting oleh Yana Setya Nugraha, bassist dari Saturday Night Karaoke. Menggunakan kamera digital, beberapa rekaman gambar saat penampilan mereka juga diabadikan oleh Bayu Rizki Maulana. Video klip tersebut menampilkan momen-momen dari tur ke empat negara, menjadi tradisi bagi Saturday Night Karaoke untuk merilis video klip setelah tur sebagai bentuk kenangan dan hadiah untuk para pendengar mereka.


Prabu Pramayougha, vokalis dan gitaris Saturday Night Karaoke, menjelaskan bahwa pemilihan lagu “Modern Shitsuren Story” sebagai materi video klip merupakan langkah pelengkap untuk EP terbaru mereka, “More Chords Better Points (2023).” Prabu menekankan intensi untuk mengabadikan momen selama tur dan memberikan kenangan yang berkesan kepada pendengar. Meskipun hanya sebagian kecil dari footage yang diabadikan di handycam mereka yang dijadikan video klip, hal ini dilakukan agar footage tersebut tetap awet dan bisa digunakan untuk pembuatan dokumenter di masa mendatang. Video klip “Modern Shitsuren Story” sudah dapat ditonton melalui kanal YouTube Saturday Night Karaoke, sementara EP “More Chords Better Points” bisa dinikmati melalui berbagai layanan pemutar musik digital.

Kali ini JEURNALS berkesempatan untuk ngobrol dengan formasi terbaru Saturday Night Karaoke: Prabu (vokal & gitar), Athif (drums), Yana (bass) & Sarah (gitar). Band yang bermula dari sebuah kampus di Jatinagor ini lumayan prolifik dalam berkarya (2 album penuh, beberapa EP, kompilasi dan singles) dan juga sudah beberapa kali melakukan tour, bahkan sampai mengunjungi Jepang 2 kali di tahun 2017 & 2019. Mari berbincang dengan grup pop punk asal Bandung yang selalu menggunakan tagline “making punk fun again” ini.

Halo SNK! Sedang sibuk merencanakan apa nih sekarang? Kabarnya mau tour ke luar negeri ya? Ceritain juga dong upcoming release kalian dan kenapa memilih Dennis Ferdinand sebagai produser lagu-lagu terbaru kalian..

Prabu: Halo Jeurnals. Enggak sibuk merencanakan sekarang mah tapi lagi sibuk mewujudkan rencana hahaha!

Iya doain lancar ya dari berangkat sampe pulang lagi nanti. Next kita bakal rilis EP judulnya More Chords, Better Points dalam format 7” di bawah label Jepang kita, I Hate Smoke Records. Nanti di Indonesia didistribusiin eksklusif sama Disaster Records

Kalau perihal kerja bareng sama Dennis dari saya pribadi karena nge-fans sama selera musik dan liriknya dia dulu kali ya pas doi masih di band sebelumnya

Yana: Yoii Dennis 4 President, karena track record dia ranah rock udah gaperlu ditanya, jadi mungkin kalo kerja sama bareng dia bisa jadi mangstap dan ternyata beneran puas banget kerja bareng pak Den, tiap kali denger materi SNK baru jadi sering ngerasa ganteng sendiri duh, nuhuns bantuannya pak Den!

Athif: Alhamdulillah jawaban lain sama, kalau saya tahu Denis pas summer lane, terus tahu kalau dia suka produce musik juga Dr prabu, eh ternyata dia adalah sosok yang tepat lah, banyak input baru juga dalam proses buat materi ep

Sarah: Kayanya kalo aku mah belum ikutan ngerencanain, cuman lagi sibuk ngapalin lagu2 aja. Tapi gak sibuk2 amat sih ya gitu weh.

Kegiatan masing-masing personil diluar ngeband kayaknya menarik dibahas disini. Lagi pada sibuk ngapain aja? Untuk para gitaris: tangan kalian pada gede sebelah ga sih karena banyak bermain downstroke dan menggunakan teknik palm mute? Haha..

Athif: Alhamdulillah kalau saya sibuk mencari rezeki aja, menjadi buruh media, ikut meramaikan euforia pemilu 2024

Sarah: Paling kegiatan sehari2 mah ngantor aja sih? Bikin konten buat client client. Sibuk mencari sesuap berlian.

Kebetulan downstroke dan palm mutenya masih balelol, jadi gak gede sebelah🙏🏻 gatau kalo Prabu.

Prabu: Karena ada pengalaman colda semenjak sekolah dulu, downstroke jadi tidak terlalu berat sekarang untuk saya mah. Teu ketang. Kegiatan lain di luar ngeband saya mah YTTA lah ya.

Yana: Kalo saya selain kerja biasanya ngerjain jasa komisi musik buat orang lain, dan mengkonten di internet haha. Terus meningkatkan taraf hidup agar tidak dicoret dari kartu keluarga.

Single terbaru kalian “Smitten” (yang terjemahan nya “kepincut”) sepertinya menarik karena berformat akustik dan menggunakan intrumen “peler”. Bisa elaborasi tentang proses recording lagu itu, pemilihan instrumen unik dan tentang apakah lagu bertema lirik “kepincut” tersebut?

Athif: Prabu Gow..

Prabu: Wkwkwkwk instrumen peler ajiggg. Itu sebenernya kalo ga salah namanya vibratone. Kalo pikirannya cabul, masih bisa dibelokin juga sih ke alat bantu getar kelamin.

Btw, prosesnya seru banget. Itu lagu akustik pertama dari kita yang direkam secara proper. Proper dalam artian di studio rekaman beneran, pake teknik todong mic yang jadi source audio instrumennya.

Sebenernya lagu itu cuma BM kita aja punya lagu akustik kayak band-band favorit kita aja. Tapi kita kasih sentuhan ala kita di harmonisasi vokal ala Beach Boys yang diisi sama Dennis itu. Suka banget lah sama lagu itu

Kalau lirik biasalahhhh curhatan aku soal kehidupan pasangan. Lebih ruwet daripada kasus Mario Dandy euy hubungan romansa teh

Yana: Perihal recording ini funfact juga, baru kali ini track recording yang diperlukan lebih dari 70 track, cukup banyak mengingat ini format akustik tapi somehow pemilihan alat alat perkusi yang di pilih Rizki Delian dan komposisi vocal dari Pak Den bisa nge-blend seciamik ini. Waduh seneng banget saya sama track ini.

Judul single “File Under: ARADANEKS_BETA_VERSION” sepertinya dibuat untuk ngerjain para jurnalis yang akan mereview lagu kalian ya? Haha. Bisa elaborasi mengenai arti dari judul dan pemilihan judul tersebut? Apa yang ingin kalian angkat dari fenomena skena dara ini sampai memakai referensi Bikini Kill & Billy Bragg?

Prabu: Wah ngerjain gitu? Padahal mah bebas mau diulas gimana juga lagu itu mah wkwk

Sebenernya judul lagu itu teh curi referensi dari band favorit aku, Dillinger Four haha! Kalau soal terminologi Aradaneks-nya sendiri mah cuma istilah YTTA yang saya pake di obrolan sehari-hari soal beberapa kawan perempuan yang memang aktif berkiprah di skena dan they’re actually that cool. Jauh dari stereotip populis soal anak ‘skena’ yang lagi gaduh hari ini

Yaaa lagu itu sebenernya homage buat kawan-kawan perempuan di skena yang memang keren dan teguh memperjuangkan apa yang mereka yakini. Geuleuh tapi memang kayak gitu kenyataannya

Kalau membahas music videonya, “File Under: ARADANEKS_BETA_VERSION” mempunyai video yang simple, unik dan cocok sekali dengan lagunya. Bagaimana konsep awal penggarapan video ini dan apakah ada cerita unik dibalik syuting (misal ribet mengatur jadwal para cameo, ada yg telat datang, etc) atau pemilihan cameo-cameo nya?

Yana: Kalo concern saya cuman satu di video clip itu, “garis khatulistiwa” nya vokalis muchos libre, wadoo jadi gabisa pake adsense tuh video hahaha.. Tapi seru banget, makasii banyak buat temen temen yang udah bantu di video clip band ganteng ini, much love

Prabu: Ajig gantengan Ali bro.. Konsepnya mah pengen bikin video keren tapi enggak ribet produksiannya.

Walhasil dengan modal iPhone jadul dan japrian WhatsApp, beberapa kawan ada yang mau ikutan video klipnya. Nuhun pisan buat semuanya yang udah mau masuk videonya! Enggak ribet asli. Seru pisannn

“Abnormal” adalah track yang cukup stand out, selain catchy lagu ini juga menggunakan bahasa Ibu. Bisa ceritakan mengenai background liriknya yang unik ini tentang apa? Apakah sulit bagi kalian menulis lagu berlirik Indonesia? Untuk kedepan nya apakah kalian prefer menggunakan bahasa Ibu atau bahasa ibu tiri?

Athif: Alhamdulillah, kalau perihal lirik prabu lebih sahih jawab. Kalau saya Dari awal prabu ngasih lagu abnormal udah ngewanti2 si prabu, “ieu lirik bahasa Indonesiana paciweuh moal nyanyikeuna?” Karena kalau denger prabu nyanyi dengan bahasa Indonesia yg lebih kompleks Dr lagu Lamar saya Masih asing, tp ahirnya setelah rekaman hasilnya aing beuki pisan.. urg sih pengen si prabu perbanyak lirik berbahasa Indonesia untuk karya snk selanjutnnya. Semangat prabu!

Prabu: Nuhun pisan apresiasnya. Liriknya tentang capenya ditanyain “Kerja apa sekarang?”, “Berapa gajinya?”, “Emangnya kerja kayak gitu ada jenjang karirnya?” sama lingkungan terdekat.

Sulitnya lebih ke gimana caranya pemilihan diksinya enggak picisan aja. Soalnya bahasa Indonesia teh anggun kan. Kadang buat mengutarakan beberapa perasaan yang identik dengan musik yang kita mainin kurang selaras aja. Tapi alhamdulillah, udah nemu formula penulisannya sekarang.

Ke depannya saya malah mau coba nulis lagu pake bahasa lain. Swedia atau bahasa Ni Xau yang kayak God Must Be Crazy. Katanya si Sarah mau coba nulis lagu juga pake bahasa Sumedang pedalaman

Sarah: Katanya sih itu juga…

Yana: Dan secara aransemen pun ini cukup kontras ya menurut saya dari rilisan sebelumnya, lebih ngebut, dan harmonis. Liriknya jos emang prabu jago bener, relate banget. Btw prabs ngke nginjem 20 nya hehe.

Mendengarkan musik SNK selalu mengingatkan saya ke era-era kejayaan Fat Wreck Chords, Epitaph, Nitro, Kung-fu, Burning Heart, Bad Taste Records, Lookout! Dan Drive-Thru Records. Album favorit dan label favorit masing-masing personil dari era itu apa aja sih? (dengan alasan nya)

Athif: Alhamdulillah kalau saya mah mereun Green day kerplunk

Yana: Fat Wreck tentunya Making the Road dari Hi-standard, salah satu album yang influential buat saya, karena temanya ngga berat dan harmoni nya enak banget cocok intinya mah haha, dan kalo rilisan yang baru baru saya seneng sama si Direct Hit sih, enerjik pol.

Prabu: Wah banyak euy kalau harus spesifik mah. Kalau saya pribadi mungkin coba dikerucutin jadi 5 album aja deh ya:

1. Green Day – Kerplunk
2. Screeching Weasel – Wiggle
3. Mr T Experience – Revenge is Sweet and So Are You
4. Sicko – You Can Feel The Love
5. Parasites – Rat Ass Pie

Ini juga kayaknya pilihannya mendadak pisan wkwkwk soalnya banyak banget album bagus dan saya teh tipe yang susah kalo disuruh milih rilisan favorit soalnya didengerin pisan semuanya

Sarah: Aku sebenernya kurang tau era kejayaannya teh kapan dan gimana😂
Tapi kalo aku sih enggak terlalu mikirin labelnya sebenernya, gak digging juga, tapi kalo album favorit (ini semoga aku gak salah ya maaf asli kurang tau wkwk) Green Day yg Dookie lah ya, Blink 182 Enema of The State. Meureun emang dulumah gak digging juga aku teh wkwk. Alesannya mah karena cocok aja di kuping aku.

Btw, kenapa sih namanya Saturday Night Karaoke? Kapan terakhir kali kalian karaoke di hari sabtu? Apa saja lagu karaoke terbaik favorit masing-masing personil?

Prabu: Awalnya pas dibentuk di kampus itu emang maunya jadi band cover kayak Me First & The Gimme Gimmes. Bawain lagu-lagu yang orang suka nyanyiin di karaoke tapi versi punk rock.

Anjir terakhir karaoke hari Sabtu pas masih pacaran sama istri hahaha

Lagu karaoke saya sudah pasti Larc En Ciel – Ready Steady Go! Siap mengeluarkan suara ikemen ala Hyde!

Sarah: Jarang berkaraoke ria😂 terakhir weekday itu juga udah lama bgt.
Kalo dipikir2 mah lagu karaoke yang asik teh lagunya Saosin yg Seven Years atau TLC yg No Scrubs.

Athif: Terakhir karaoke sama istri kayanya tahun lalu.. tah lupa hari sabtu apa bukan. Haha Lagu andalan until the day I die.. diharepeun istri nyanyina ge, pas dibengeutna

Yana: waduh kalo ini saya seumur hidup belum pernah karokean, banyak yang bilang ntar terjerumus ke yang ngga ngga, takut hehehe

Sepertinya ada 2 personil baru di SNK yang mungkin beberapa pembaca belum “ngeh” dan sepertinya harus kalian introduce juga. Kenapa Prabu dan Athif memilih mereka? Dan kenapa Yana dan Sarah mau bergabung di band ini? Haha..

Athif: Kalau Yana emang udh sekali coba latihan langsung, “wah geus fix si ieu ngabassan” urang sama prabu langsung sepakat.. karena geus teu kudu diragukan, kita ingin menjadi math rock ke depannya. Sama kalau dadang, emang ada kepikiran untuk nambah guitar 2 pas taun lalu sama prabu.. nah kebetulan juga ada sarah Dari sumedang, alhamdulillah cocok langsung gas..

Yana: Karena seru, dan kebetulan saya juga mengidolakan sosok Prabu Pramayougha jadi seru intinya dreams comes true 👍

Sarah: Karena sebenernya teh pengen ngeband dari kapan tapi kaya euweuh kawani gitu a aku teh, takut apa lah gak pede lah, pas mau nyoba bikin dan udah berani taunya mendapatkan tawaran emas ini. Ya gak mau disia2in lah jadinya. Soalnya dulu pernah ditawarin juga ngeband tapi karena gak pede jd ditolak akhirnya nyesel wkwkwk terus skrg gamau nyesel lagi dan alhamdulilah cocok.

Prabu: Perihal pemilihan mereka dari aspek teknis dan musikalitas udah dijawab sama Athif tadi.

Tapi menurut saya mah Yana ini masuk karena momentum yang tepat. Tapi yang lebih yakin buat ngajak Yana gabung itu karena dia orgil banget.

Ternyata Sarah juga orgil aslinya. Wah antik pisan ieu si Sarah. Buat kamu yang ngefans ke dia dan teriak “I love you, Sarah!” di beberapa panggung kami, sadarlah kawan. Dia adalah orgil yang bisa praktekin salah satu finalis ajang bakat Biskuat yang sempat viral.

Tapi itu sebenernya yang penting di band kami mah. Selera humor dan becandanya nyambung.

Pertanyaan terakhir: kalian selalu menggunakan tagline making punk fun again. Menurut kalian unsur apa yang harus ada di sebuah band punk agar lebih fun? Band punk apa saja yang menurut kalian engga fun?

Yana: Ngga ada unsur yang muluk muluk sih, selama bisa jadi diri sendiri disitu, pastinya itu udah lebih dari cukup untuk menjadi fun. Anjoy klise gini hahaha.

Sarah: Setuju sama Yana sih walaupun klise wkwk

Athif: Ga tau sih, kayanya ga ada unsur tertentu juga di SNK yang kita masing2 racik secara musikalitas Dan gimmick, ya udah we apa adanya. Band punk yang tidak fun: Slank.

Prabu: Punk teh dari jaman kiwari sampe Ponari selalu jadi anomali. Banyaklah dinamikanya. Tapi kalau buat saya pribadi, dan selalu ditekankan ke temen-temen terdekat termasuk di band, konsep punk teh harus menyenangkan buat diri sendiri dulu. Setidaknya itu yang kita yakini.

Dari sekian banyak ceruk pemahaman dan konseptual punk, kami merasa aspek fun-nya yang mewakili kami sebagai manusia yang apa adanya. Di luar gelembung politis/apolitis, fun adalah aspek yang kerap kali overlooked dari punk itu sendiri. Jadi kenapa tidak membuatnya menyenangkan lagi?

Hmmm band punk yang tidak menyenangkan mungkin buat saya band-band macem SSD, Negative FX atau Earth Crisis. Galak teuing bro. Geus kaleum we padahal mah.

 

Interview by Aldy Kusumah
Photo live by Ibrahim Partogi, Photo profile by Bayu Rizki Maulana

Unit punk rock Saturday Night Karaoke yang berasal dari Bandung telah mengumumkan perilisan single keempat mereka untuk tahun ini, berjudul “Benevolence”, menjelang peluncuran EP terbaru mereka. Single ini akan menjadi bagian dari EP dalam format 7″ vinyl dan akan dirilis oleh label independen I Hate Smoke Records dari Jepang. “Benevolence” juga menandai kedatangan Sarah Devira sebagai gitaris baru dalam formasi band, yang mengubah Saturday Night Karaoke dari trio menjadi kuartet untuk pertama kalinya sejak pembentukannya pada tahun 2008.


Seperti halnya beberapa single sebelumnya, produksi “Benevolence” tetap dikawal oleh sentuhan dingin dari produser Dennis Ferdinand (Manny Rune, Perunggu). Selain itu, lagu ini akan diiringi oleh video klip yang akan dirilis beberapa minggu setelah perilisan lagunya. Selain mengumumkan single baru, Saturday Night Karaoke juga mengungkapkan rencananya untuk menjalani tur Asia dengan nama “More Places, Better Points Asia Tour 2023”, yang akan dimulai dari pertengahan bulan Agustus hingga awal Oktober. Ini menjanjikan pengalaman live bagi para penggemar mereka di berbagai tempat di seluruh Asia.

Kuartet punk rock asal Bandung, Saturday Night Karaoke, telah merilis single terbaru mereka yang berjudul “Smitten”. Meskipun dikenal dengan musik punk rock yang catchy, mereka berhasil mengeksplorasi sisi musikalitas baru dengan nuansa akustik dalam lagu ini. Mereka mengundang Dennis Ferdinand dan Rezki Delian untuk berkolaborasi, yang memberikan sentuhan harmonis paduan suara dan ketukan perkusi yang efektif. Single ini dipuji sebagai karya akustik yang mumpuni dan tetap mempertahankan identitas khas dari Saturday Night Karaoke, serta menunjukkan eksplorasi baru dalam karya musik Prabu dkk.

“Smitten” menjadi single keempat yang dirilis oleh Saturday Night Karaoke pada tahun 2023. Sebelumnya, mereka telah merilis single lain seperti “…Abnormal? Abnormal!!!”, “FILE UNDER: Aradaneks_Beta_Version”, dan versi bahasa Jepang dari single tersebut. Seluruh rangkaian single ini, bersama dengan beberapa single berikutnya, akan dirangkum menjadi sebuah EP dalam format piringan hitam 7″ oleh label Jepang I Hate Smoke Records, yang akan didistribusikan secara eksklusif di Indonesia oleh Disaster Records.

Saturday Night Karaoke, unit punk rock asal Bandung, kembali membuat gebrakan dengan merilis single baru berjudul “File Under: ARADANEKS_BETA_VERSION” Hanya dalam waktu satu bulan setelah sukses merilis single “…Abnormal,” Saturday Night Karaoke menghadirkan lagu baru yang catchy dan poppy. Diproduksi oleh Dennis Ferdinand, lagu ini tetap mengusung identitas musik khas Saturday Night Karaoke yang telah dikenal sejak mereka berkiprah pada tahun 2008.

Dalam lagu ini, SNK masih menggunakan lirik Bahasa Indonesia, yang memberikan tantangan baru bagi mereka dalam menulis lirik yang lebih naratif. Saturday Night Karaoke juga memberikan bocoran bahwa mereka akan merilis beberapa single lain sebagai persiapan menuju perilisan EP mereka di paruh akhir tahun ini.

“File Under: ARADANEKS_BETA_VERSION” dari Saturday Night Karaoke telah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital, sementara video musik yang menampilkan banyak cameo dari musisi independen Bandung akan segera dirilis. Prabu, gitaris dan vokalis, menjelaskan bahwa lagu ini menciptakan suasana seperti obrolan santai tentang seseorang yang diidolakan banyak orang, tetapi juga diakui bahwa mereka berbeda dan terlalu keren untuk dapat disaingi.

Saturay Night Karaoke, membuka rentetan rilisan ditahun 2023 ini dengan merilis single “…Abnormal? Abnormal!!!” pada Kamis (13/4) lalu. Single terbaru dari trio punk rock asal bandung ini terdengar berbeda bilang dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya. Dimulai dari tempo yang lebih agresif sampai pilihan lirik yang kembali mengunakan bahasa Indonesia, meskipun sebelumnya pernah memakai lirik bahasa Indonesia di lagu ‘Lamar dan Bertemu”.

Menurut Prabu (gitaris & vokalis) sekaligus sebagai penulis “…Abnormal? Abnormal!!!” “topik lagu ini sebetulnya sederhana, cuma tentang kemawasan diri kalau pilihan karir yang mungkin kita emban mungkin tidak semenjanjikan atau seprestius kawan-kawan di luar sana yang pekerjaannya lebih ‘settle’. Tapi toh apalagi yang bisa kita lakukan soal itu? Paling cuma tetap menjalani pilihan karir kita sembari makan hati. Karena pada akhirnya perspektif kita soal ‘sukses’ mungkin tak pernah senada dengan parameter kesuksesan banyak orang di luar sana,”.

Untuk single terbaru dari unit punk rock yang telah terbentuk dari tahun 2008 ini, SNC mengajak Dennis Ferdinand untuk memproduseri “…Abnormal? Abnormal!!!”. Dengan adanya wajah baru pada posisi bass Yana Setya dapat memberikan nuansa baru pada single yang menjadi lagu pertama dari rangkaian EP Saturday Night Karaoke yang rencannya akan rilis pada akhir tahun 2023 ini.