Warp Records adalah record label independen asal Inggris (Saat ini berbasis di London) yang didirikan di Sheffield pada tahun 1989 oleh Steve Beckett dan Rob Mitchell serta produser musik Robert Gordon. Warp adalah salah satu label pionir dalam musik elektronik yang mencakup berbagai genre elektronik seperti IDM (Intelligent Dance Music), ambient, techno, dan musik eksperimental lainnya. Warp Records mulai dikenal pada tahun 1990-an dengan merilis album-album dari musisi  berpengaruh dan pentolan-pentolan elektronik seperti Aphex Twin, Autechre, Squarepusher, dan Boards of Canada. Kini Warp juga menjadi rumah bagi artis-artis dari berbagai genre dari IDM (Intelligent Dance Music), indie-rock hingga hip-hop eksperimental dan pop avant-garde seperti Stereolab, Battles, Grizzly Bear, Maximo Park, Anti-Pop Consortium, Flying Lotus, Oneohtrix Point Never, Danny Brown, Brian Eno, Hudson Mohawke, Kelela, Yves Tumor, Broadcast, dan Gonjasufi.

 

Warp juga menjadi salah satu label yang bertanggung-jawab atas genere “IDM” atau Intellegence Dance Music”, yang sangat bertolak belakang dengan EDM yang lebih dikonsumsi oleh penggemar musik elektronik mainstream. “Artificial Intelligence”, kompilasi label ini yang dirilis pada tahun 1992 membantu membangun subgenre elektronik yang dikenal sebagai musik dansa cerdas (IDM). Menurut salah satu pendiri Warp, Steve Beckett, album kompilasi ini lebih ditujukan untuk didengarkan sambil duduk, tidak untuk berdansa seperti musik elektronik mainstream. Dan ini tercermin di kover album, yang menggambarkan android yang tertidur di kursi sambil mendengarkan album Kraftwerk “Autobahn” (1974)  dan Pink Floyd “The Dark Side of the Moon” (1973). Seolah-olah kamu bisa mendengarkan “Artificial Intelligence” seperti kamu mendengarkan Pink Floyd dan Kraftwerk. Analogi yang menarik. Beberapa media mainstream dan media musik di seluruh dunia menaruh album ini sebagai rilisan esensial bergenre ambient techno. Pada tahun 2014 Rolling Stone memasukkan “Artificial Intelligence” ke daftar “The 40 Most Groundbreaking Album of All Time”. Pada tahun 2017 Pitchfork juga memasukan kompilasi ini ke 10 besar list “The 50 Best IDM Albums of All Time”.

Sebelum menjadi salah satu founder genre IDM, pada awal tahun 1990-an, label ini awalnya diasosiasikan dengan skena techno bleep Inggris, dengan roster artis-artis seperti LFO, Sweet Exorcist, Forgemasters, dan Nightmares on Wax. Warp memang didirikan di tengah-tengah perkembangan scene “bleep techno” di Inggris Utara, yang sering kali dianggap sebagai gaya rave music yang mencerminkan karakter unik musik elektronik Inggris. Sambil mengambil pengaruh dari techno dan house music Amerika, artis-artis bleep juga menggunakan sound synthesizer electro dan suara bass yang sangat heavy. Nada synth yang sederhana (“bleeps”) digabung dengan sub-bass yang terinspirasi oleh reggae sound system, dan instrumentasi yang sporadis, bleep techno juga menggunakan pola drum-machine yang terinspirasi dari breakbeat.

 

Setelah techno ‘bleep’ yang berasal dari kampung halaman mereka di Sheffield pada akhir tahun 80an mulai padam, beberapa fans Warp Records kecewa karena Warp merilis indie-rockers Grizzly Bear dan Maximo Park, yang albumnya menjadi mesin pencetak uang bagi Warp, dan label itu dianggap sell-out. Beberapa respon dari para penggerutu ini menyayangkan kehadiran band-band seperti ini di Warp, selain mengurangi estetika, ini dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap fondasi IDM yang selalu menempel pada karakter Warp Records. Warp juga memiliki divisi indie yang dinamai Gift Records di awal tahun 90an, yang dikenal karena merilis single Pulp. Lalu bermunculan lah band-band seperti Broadcast dan Battles telah melakukan pekerjaan luar biasa dengan konsisten dalam menggabungkan kecintaan mereka terhadap musik elektronik ke dalam fondasi guitar music.

Walaupun salah satu founder Warp, Rob Mitchell, meninggal di tahun 2001, Warp Records tetap merilis album-album menarik dan mengexplore genre-genre yang jarang dilakukan label lain (Mungkin Ninja Tune Records, tapi itu akan kita bahas lain kali). Warp terus merilis album, dari artis seperti Hudson Mohawke, Flying Lotus, Mark Pritchard, Bibio, Jamie Lidell, Lonelady, Leila, dan Gonjasufi. Artis-arti eksentrik pun ikut menandatangin kontrak untuk bergabung dengan Warp, seperti Brian Eno, Oneohtrix Point Never, Mount Kimbie, Kwes., Darkstar, Kelela, patten dan Jeremiah Jae. Tahun 2013 Warp mulai memasuki ranah industri film dengan album Broadcast Berberian Sound Studio, soundtrack untuk film dengan nama yang sama. Warp merilis split remix 12″ untuk Record Store Day, yang merupakan kolaborasi antara Brian Eno, Nicolas Jaar dan Grizzly Bear. Pada tahun 2013, Warp juga memenangkan Independent Label Of The Year di AIM Awards. Lalu pada bulan Desember 2013 Warp berkolaborasi dengan museum Tate Britain untuk mempersembahkan sebuah showcase musik dan instalasi, Warp x Tate, bersama seniman Jeremy Deller dengan kontribusi musikal dari Oneohtrix Point Never, Patten, Darkstar, Hudson Mohawke dan Rustie. Pada tahun 2019, Warp merayakan hari jadinya yang ke-30 (bergaya WXAXRXP, kombinasi WARP, dan XXX, angka romawi untuk 30) dengan siaran tiga hari berturut-turut di NTS Radio. baru. Selain itu Warp merilis sebuah boxset berisikan 10 set EP (vinyl) yang berisikan beberapa track eksklusif dari Boards of Canada dan Aphex Twin. Label ini juga telah memperluas cakupannya di luar musik, merambah ke produksi film, instalasi seni, dan proyek multimedia lainnya, yang semakin memperkuat statusnya sebagai kekuatan penting dalam budaya elektronik kontemporer.

 

Berikut ini adalah beberapa album esensial Warp Records favorit kami jika kamu ingin digging lebih dalam:

 

Aphex Twin – Drukqs (2001)

 

 

Boards of Canada – Music Has the Right to Children (1998)

 

 

Autechre – Confield (2001)

 

 

Squarepusher – Go Plastic (2001)

 

 

Antipop Consortium – Arrhythmia (2002)

 

Nightmares on Wax – Mind Elevation (2002)

 

 

Prefuse 73 – One Word Extinguisher (2003)

 

 

Broadcast – haha Sound (2003)

 

Maximo Park – A Certain Trigger (2005)

:

 

 

Battles – Mirrored (2007)

 

 

Flying Lotus – Los Angeles (2008)

 

Grizzly Bear – Veckatimest (2009)

 

Bibio – Ambivalence Avenue (2009)

 

 

Oneohtrix Point Never – R Plus Seven (2013)

 

LFO – Frequencies (1991)

Various Artists – Artificial Intelligence (1992)

 

Seefeel – Succour (1995)

 

 

Plaid – Not for Threes (1997)

 

 

Tortoise – Standards (2001)

Terbentuk di tahun 1989, VICTORY RECORDS memisahkan diri dari label-label sejenis sebagai label independen yang dianggap “berhasil” menjadi blueprint untuk punk, hardcore, emo, metal, dan alternatif. Dengan katalog musiknya yang telah terbentuk, selama 30 tahun Victory Records sudah menyajikan album-album bagus kepada fanbase nya di seluruh dunia. Label yang lahir dan berbasis di Chicago ini menyuarakan suara tiga generasi dan membangun budaya tanpa kompromi.

KONTROVERSI
Pada masa nya, Victory Records adalah puncak dari menjadi cool secara independen, dan bukan kebetulan kalau mereka adalah label independen terbesar kedua di Amerika Serikat. Katalognya cukup lengkap dari Bad Brains hingga Hatebreed, Earth Crisis hingga Grade dan Taking Back Sunday. Tony Brummel telah menjadi juru bicara resmi bagi remaja yang gelisah di mana pun, dia juga cukup vokal dan terus-menerus mencerca kejahatan major label “korporat” dengan urgensi yang tendensius. “Victory Records adalah kamu, aku, musik yang berkembang di jalanan,” dia mengingatkan para fans nya. Sayangnya dibalik manifesto Tony Brummel dan keren nya rilisan-rilisan Victory, mereka juga menuai kontroversi mengenai royalty roster artist nya yang beberapa bahan berakhir di pengadilan.

Victory Records memiliki beberapa hubungan negatif dengan band yang telah menjadi roster di label tersebut. Selama bertahun-tahun, banyak band telah menyampaikan keluhan, konflik, atau mengajukan tuntutan hukum terhadap label rekaman, sementara yang lain tetap bertahan dengan label ini selama bertahun-tahun, atau bahkan kembali ke Victory setelah merilis album di label berbeda. Mantan band Victory, Thursday, memiliki konflik dengan label tersebut masalah royalty. Gitaris Atreyu Dan Jacobs berbicara buruk mengenai Victory dan pendiri label tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki masalah dengan Tony Brummel. Bahkan band-band seperti Hawthorne Heights, A Day to Remember dan Streetlight Manifesto membawa konflik mereka dengan Victory Records ke pengadilan.

Pada bulan September 2019, bertahun-tahun setelah membeli sebagian dari katalog label, Concord membeli Victory Records dan Another Victory seharga $30 juta dolar. Craft Recordings telah mengelola katalog Victory Record sejak Concord mengakuisisi label tersebut. Victory sejak itu tidak men-sign band baru atau merilis album baru. Sebaliknya, label tersebut beroperasi untuk distribusi alumni label saat ini, serta untuk merilis reissue. Katalog Victory mencakup 4.500 rekaman master dan 3.500 komposisi melalui penerbitnya Another Victory.

RILISAN-RILISAN VICTORY RECORDS FAVORIT JEURNALS

Earth Crisis – Firestorm (1993)
Vinyl tujuh inci yang dirilis tahun 1993 ini hanya berisi empat lagu, namun 4 lagu dari para legenda vegan straight edge Earth Crisis ini memang esensial. Dengan tema-tema seperti anti-industrialisasi, animal liberation dan global warming, lagu-lagu Earth Crisis sangat relevan untuk didengar di tahun ini. Bahkan sampai saat ini, lagu-lagu dari tersebut menginspirasi partisipasi penonton yang militan dalam suasana live.

Deadguy – Fixation on a Coworker (1995)
Magnum opus dari Deadguy yang dirilis di tahun 1995 ini adalah satu-satunya karya full-length dari grup New Jersey yang negatif dan agresif ini. Ritmenya yang tidak rata, gitar yang chaotic, dan vokal yang menjerit/mengeram memberikan pengaruh pada banyak band yang bermunculan dan mencoba mengimitasi Deadguy.

Snapcase – Progression Through Unlearning (1997)
Suara snare drum yang sangat berkarakter di album ini adalah hal pertama yang Anda dengar ketika kamu memainkan album Snapcase ini. Itu juga hal pertama yang akan kamu dengar ketika bertanya kepada penggemar musik hardcore tentang apa yang membuat album ini begitu unik. Selain membuat album bagus tanpa cacat, Snapcase mendefinisikan sound drum hardcore yang tentunya ditiru oleh banyak band setelah mereka.

Thursday – Full Collapse (2001)
Full Collapse memiliki produksi yang lebih raw dibandingkan kebanyakan band-band emo yang merilis sesuatu di medio tahun 2000an. Mungkin itu hanya karena anggaran yang terbatas, namun lagu-lagu ini tetap terdengar segar karena lagu-lagu emo-pop dengan produksi yang terlalu rapih sudah ketinggalan jaman. Ini adalah album yang menjadi influensial tidak hanya di kalangan emo/post-hardcore tapi juga di kalangan rock underground secara umum, dan itu karena album ini diambil dari banyak hal yang berbeda. Di Full Collapse terdengar berbagai referensi dari sound emo, punk, hardcore, post-hardcore, screamo, dan metalcore, serta musik gothic/post-punk seperti The Cure dan Joy Division.

Strife – In This Defiance (1997)
Salah satu aspek yang saya sukai dari In This Defiance adalah betapa hebatnya segala sesuatu terdengar, dari sudut pandang sonik. Mungkin saya bukan seorang metalhead, tetapi jika kamu mendengarkan album-album thrash klasik dari akhir tahun ‘80an sampai awal ‘90an, kalian akan menemukan “benang merah” nya dengan sound yang dipilih Strife di album ini. Pada tahun ‘90an, sebagian besar album hardcore kurang maksimal di tahap produksi, tetapi In This Defiance menjadi blueprint sebagai album hardcore dengan sound yang sangat bagus. Sebuah upgrade sound layaknya album Divine Intervention milik Slayer yang meredefinisikan sound Slayer. Sound hardcore modern berubah untuk selamanya setelah In This Defiance rilis.

Refused – Songs to Fan The Flames of Discontent (1996)
Pertama kali saya melihat video klip “Rather Be Dead” saya sedikit bingung: Kenapa para anggota dari Refused ini terlihat seperti personil Weezer? Ya, Refused memang tidak terlihat seperti band-band hardcore pada umumnya, tetapi mereka bisa membuat album yang sangat heavy (baik itu secara lyrical maupun aransemen dan sound). Sebelum merilis magnum opus mereka yang berjudul “The Shape of Punk To Come”, Refused sudah memperlihatkan cikal bakal bahwa suatu hari band Swedia ini akan menjadi besar.

Integrity – Humanity Is The Devil (1996)
Membandingkan Humanity is the Devil dengan rilisan-rilisan hardcore kontemporer pada masa itu, dan bahkan rilisan paling modern sekalipun, menunjukkan perbedaan yang sangat besar. Kebanyakan band hardcore terlalu berdedikasi pada aturannya sendiri, dan Integrity sama sekali tidak takut untuk bereksperimen dan bahkan meninggalkan sound hardcore sepenuhnya di album ini. Dengan kover yang di design oleh Pushead dan judul album (dan tema-tema lirik) yang cukup mengerikan, mungkin Integrity adalah band hardcore tergelap. Mungkin album ini tidak akan pernah bisa dipahami sepenuhnya. 8 lagu di Humanity is the Devil adalah mahakarya dan tetap menjadi salah satu album “punk rock” paling unik dan aneh yang pernah direkam.

Hatebreed – Satisfaction is the Death of Desire (1997)
Satisfaction adalah album yang mendefinisikan Hatebreed. Album debut dari punggawa metalcore asal Connecticut, Satisfaction is the Death of Desire menampilkan sisi paling mentah dan paling sederhana dari Hatebreed. Vokal Jamey Jasta berada di antara tampil prima disini dan kadang terdengar seperti Kirk Windstein dari Crowbar. Satisfaction masih menjadi salah satu rilisan terberat dalam diskografi Hatebreed.

EPILOG
Tapi apa mau dikata, dibalik semua kontroversi tersebut, Victory adalah sebuah record label yang membangun taste music beberapa generasi, dan siapa sih yang bisa melupakan album-album terbaik yang mereka rilis seperti Full Collapse, In This Defiance, Progression Through Unlearning, Firestorm dan Satisfaction is the Death of Desire? Meskipun label ini dikenal luas karena hubungannya dengan band-band seperti A Day to Remember, Emmure, Taking Back Sunday dan Bayside, Victory memainkan peran integral dalam scene hardcore dan metalcore, memunculkan sejumlah band baru dan merilis album-album penting. Jadi apa saja rilisan Victory Records favorit mu?

Words by Aldy Kusumah