Pada 20 Agustus 2022 lalu, GRIEF. merilis single “…Even in the Warmest Embrace” yang dirilis melalui Samstrong Records dalam bentuk fisik yang menjadi salah satu lagu yang ada di Wrapped in Violence compilation, bersama 9 band lainnya. Kali ini GRIEF. secara resmi merilis single yang sama secara digital.

GRIEF. mengartikan single “…Even in the Warmest Embrace” ini sebagai sebuah montase dari pengalaman pahit yang terjadi dalam hidup manusia, utamanya merujuk pada peristiwa yang telah terjadi dalam rentang waktu beberapa tahun ke belakang. Tidak dapat dielakkan bahwa realita yang telah terjadi dapat meruntuhkan bayangan atas kepastian dalam hidup yang diteriakkan para motivator; ketidakpastian selalu menelik di berbagai penjuru.

Mengakui, menerima, dan mengambil keputusan secara sadar atas keterpurukan yang dialami adalah cara yang GRIEF. yakini untuk mengatasi berbagai ketakutan tersebut. Namun, jauh sebelum mengatasi itu semua, langkah pertama yang harus ditempuh ialah mengenali dan memvalidasi setiap luka sebagai bagian dari proses berkehidupan.

“…Even in the Warmest Embrace” sudah bisa didengarkan di Bandcamp GRIEF. Selain itu, CD Wrapped in Violence compilation juga bisa didapatkan melalui Samstrong Records.

Setelah beberapa kali manggung, akhirnya CJ1000 siap untuk memperkenalkan diri mereka lebih lanjut dengan sebuah album debut berjudul Midnight Ambush.

Kuartet asal Bandung yang beranggotakan Muhammad Fardlan Hakim (vokal), Rangga Widya Putra (bas), Fattah Abdul Malik (gitar) dan Muhamad Naufal Jordie (drum) ini sejatinya sudah menyelesaikan seluruh proses penggarapannya sejak tahun 2021 lalu. Namun selayaknya sebuah band dengan berbagai dinamikanya, mereka memutuskan untuk merilis sang album debut di bulan Juli 2022, bisa dibilang sebagai sebuah perayaan akan selesainya lika-liku dan segala campur aduk perasaan yang mereka lalui, walau pada prakteknya tantangan sesungguhnya akan dimulai setelah ini.

Secara tema, CJ1000 ingin menyampaikan ragam cerita dalam Midnight Ambush, yang mana cerita-cerita tersebut diakui oleh mereka bahwa seringkali terlihat dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari.

 

Tahun lalu, Mars Volta yang sudah lama tidak terdengar mengeluarkan sesuatu yang baru lewat sosial medianya. Ternyata pada tahun lalu itu, Mars Volta merilis menjadi boxset La Realidad De Los Suenos yang dirilis secara terbatas, dengan berisikan lagu-lagu dulu termasuk materi yang belum pernah dirilis dari debut mereka tahun 2003 De-Loused In The Comatorium.

Setelah semua itu, band yang telah menyatakan bubar pada tahun 2012 ini tidak mengeluarkan apapun sampai di pertengahan Mei 2022 ini, Mars Volta telah kembali dengan lagu baru pertama mereka dalam lebih dari 10 tahun.

Sebelum rilis lagu terbarunya, sempat sebuah kubus muncul di LA Grand Park. Dianggap sebagai instalasi yang didirikan untuk menceritakan kisah kembalinya Mars Volta, setiap pengunjung juga akan mendengar teaser pertama “Blacklight Shine.” Mengenai lagu itu sendiri, Cedric Bixler-Zavala mengatakan lagu itu tentang “a wave of rolling blackouts washing memories onto shore, a heartbeat that still remembers everything.”