Setelah merilis album penuh kedua bertajuk “Into The Hollow Circle” pada tahun 2015 lalu, Asiaminor kembali dengan merilis single terbaru “Predetermined / Singularity”. Selain merilis single baru, unit progresive metalcore band asal Bandung ini hadir dengan line up terbaru mereka yang diisi oleh Muhammad Ikhsan Ramndhan (vocals), Angga Kusuma (gitar), Imam Kharis Sudin (gitar), Muhammad Ridwan (bass), dan Emyr Farand (drums).

Dengan adanya muka baru pada posisi gitar dan drum, “Predetermined / Singularity” terdengar berbeda dengan materi-materi Asiaminor sebelumnya. Dengan durasi 6 menit, Asia Minor memberikan progresi yang begitu agresif dengan diselipi suara-suara minor dan melamban pada menjelang akhir seakan dibawa menuju kehampaan yang gelap.

“Predetermined / Singularity” sudah bisa didengarkan sekaligus dinikmati dalam bentuk visual melalui kanal youtube Maternal Disaster.

 

Sunbath merilis video clip Paralyzed yang kental dengan nuansa tahun 90an. Paralyzed merupakan single teranyar dari unit alternative rock asal Bandung ini. Nuansa 90’s di video clip selaras dengan musik mereka yang terinspirasi oleh band-band rock alternative seperi The Smashing Pumpkins, Hole, L7, Throwing Muses, Belly, Lush dan lainnya.

Setelah merilis EP “Starnge Day” pada tahun 2021 lalu, Paralyzed merupakan rilisan pertama Sunbath dengan formasi En (vocal), Firman (gitar), Zulfi (gitar), Rizal (basa), Eko (keyboard,synth,sequencer) dan Ivan (drum). Lirik yang bercerita tentang pandangan akan suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan, sehingga membuat kecewa dan merubah sudut pandang agar tetap kuat ini merupakan kali pertamanya En menulis lirik lagu bersama Ivan.

Video clip Paralyzed dari Sunbath sudah tayang di kanal youtube Maternal Disaster.

Pada tanggal 13 Oktober 2022 lalu, Feeze meluncurkan maxi-single “Nice,Try To Wake Up di platform musik digital. Unit alternative/indie rock asal Pandeglang, Banten ini kembali dengan merilis video musik “Give Me Flower” yang merupakan rangkaian dari perayaan rilisnya maxi-single “Nice, Try To Wake Up”.

Video musik ini digarap secara DIY oleh Feeze dan dibantu oleh kawan-kawan dari Pecah Kongsi Kolektif, storyline dan proses edit di kerjakan oleh Azi Mufti, pengambilan video dan arahan oleh Akbar Samudra, pemerannya adalah Aulia Habibie masih kawanan dari Pecah Kongsi Kolektif. Pengambilan gambar dan video dilakukan di Pandeglang dan Serang, pada awal bulan oktober.

“Untuk perilisannya, video musik ini sengaja rilis seminggu setelah maxi-single nya rilis, sebagai rangkaian perayaan dalam perilisannya, jadi biar tiap minggu ada agenda tentang perilisan ini, dimana seminggu kemudian nanti, atau tepatnya akhir bulan oktober ini kita bakal bikin special show atau showcase perilisan maxi-single ini, di bantu oleh Pecah Kongsi Kolektif, teman-teman kita di Serang, Banten.” Ungkap Azi.

Setelah merampungkan agenda anjangsana ke kota-kota di selingkar Jawa Timur dan Pulau Bali. Sunlotus, kolektif beranggotakan Made Dharma (gitar/vokal), Dzul Fawaid Ahmad (gitar), Sinergy Aditya (bas), dan Bagus Pratama (dram) ini langsung menggeber kancah musik Tanah Air lewat single terbarunya, “Jar Of Spells”. Berbeda dengan rilisan sebelumnya, single terbaru kali ini mereka rilis dalam bentuk sebuah Video Musik.

Video musik “Jar of Spells” ini merupakan buah kolaborasi antara Sunlotus dengan rumah produksi asal Yogyakarta, 7daysoff. Disutradarai oleh sineas Gilang Rabbani, video musik berdurasi 5 menit 8 detik ini menceritakan kisah asmara antara Pekerja Seks Komersial dan seorang pelanggan yang dibalut dengan nuansa melankolis sekaligus meneganggkan. Keduanya dikisahkan memiliki latar belakang kehidupan yang buruk dan tengah mencari pelarian.

Single ini rencananya tercantum dalam rilisan mendatang Sunlotus berupa album split dengan grup musik Milledenials. Band Shoegaze asal Bali yang digawangi oleh Nadya Narita (vokal), Billy Sukmono (bass), Made Krisna (gitar), Bagus Aditya (gitar) dan Darin Vidaswara (drum) ini tahun lalu sukses mencuri perhatian dengan mini album “5 Stages of Doomed Romance” rilisan Skullism Records. Bersama Sunlotus, mereka ikut menebar suara bising se antero Bali dalam rangkaian Deafening This Old House Tour. Jika rencana berjalan lancar, album split tersebut akan rilis akhir September 2022.