Bojes dari A Little Less 16 mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan lagu berbahasa Indonesia dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio. Baru-baru ini A Little Less 16 merilis maxi-single berisikan dua lagu berbahasa Indonesia, yaitu “Jarak” dan “Isi Kepala Menjelang Pulang,” yang menggambarkan kisah cinta dan jarak dalam hubungan. Bojes mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu-lagu ini berlangsung alami, tanpa perlu membuka draft materi sebelumnya, dan ia sangat menikmati prosesnya.

Lagu “Jarak” menceritakan tentang hubungan yang terhalang oleh jarak geografis, seperti anak dan orang tua yang tinggal di kota yang berbeda atau pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Sementara “Isi Kepala Menjelang Pulang” menggambarkan gagasan-gagasan yang muncul dalam pikiran selama perjalanan pulang. Kedua lagu ini sudah bisa dinikmati melalui semua layanan digital music streaming platform.

Setelah merilis EP “5 Stages of Doomed Romance” pada tahub 2021 lalu, Milledenials kembali dengan merilis maxi-single “Precious Me” & “Feel Any Pain”. Band asal Bali yang terbentuk pada tahun 2020 lalu ini menggabungkan modern shoegaze dengan fast-paced tempo dan elemen emo-core sehingga dua lagu dengan total durasi 6 menit ini terdengar unik.

Dari segi lirik, Milledenials menceritakan tentang terjebak di suatu hubungan yang saling menyedihkan lewat “Precious Me”. Kalau “Feel Any Pain” bercerita mengenai kelelalahan dan stress setelah menjalani tour. Meskipun bercerita mengenai kelelahan dan stress pasca tour, Milledenials dikabarkan akan kembali menjalani tour ke beberapa kota dalam rangakaian “The Peak of Youth Life Tour”.

Maxi-single “Precious Me” & “Feel Any Pain” sudah bisa didengarkan di semua platform musik digital.

Pelteras, kuartet post-punk/deathrock asal Jakarta, pada Jumat (10/2) resmi meluncurkan single terbaru. Tidak hanya satu, band yang diperkuat oleh Techa Aurellia (vokal), Adam Pribadi (gitar), Achmad Raditya (drum), dan Adam Bagaskara (bass) ini merilis tiga single sekaligus yang berjudul “Palang”, “Diadem”, dan “Sarang/Kubangan”.

Pelteras menceritakan alasan di balik melepas tiga single sekaligus—atau bisa disebut maxi single—adalah karena mereka terakhir merilis karyasudah 6 tahun lebih. Pada 2016 lalu Pelteras pernah merilis single “Meranggas” dalam format digital dan kemudian pada 2017 melepas kaset single “Meranggas/Pusaran” yang dirilis oleh Lawless Jakarta Records.

Tiga lagu yang terdapat di maxi single ini ditulis oleh Pelteras pada rentang tahun 2016 hingga 2019, di mana pembangunan infrastruktur di Jakarta—salah duanya adalah MRT dan LRT—sedang pesat terjadi di berbagai titik ibu kota dan menjadi salah satu inspirasi mereka dalam berkarya.

Setelah merilis maxi single ini, Pelteras saat ini tengah menyelesaikan dan menyempurnakan album debut mereka yang rencananya dirilis pada Mei 2023.

Solois asal Bandung , EAZZ yang merupakan moniker dari Alfi Fisrifan akhirnya merilis maxi-single bertitel Soft, Frail, Blue. Satu tajuk anyar, dimana memuat dua buah lagu dengan ngaran “Blue Wine” dan “Soft and Frail”. Maxi-single tersebut resmi diperdengarkan di berbagai digital platform services; seperti Spotify, Apple Music, Deezle dan lainnya mulai tanggal 3 Februari 2023. EAZZ yang memainkan ceruk rock alternatif bercorakan riuh shoegaze ini mencoba merangkai kisah yang terinspirasi dari masa lampau. Dari dua tembang yang tercipta ini sama-sama memiliki energi tentang seseorang yang memiliki kisah masa lalu, namun yang membedakan hanyalah situasi.

“Blue Wine” dan “Soft and Frail” mendapatkan proses pembuatan yang terbilang singkat. Alfi memulai menulis kedua lagu tersebut sejak Agustus 2022. Penggarapan semua instrumen terjadi di kediamannya, kecuali departemen vokal yang dilakukan di Hometrack milk Varis Sechan yang pula merangkap sebagai operator sekaligus membantu direksi lini vokal tentunya. EAZZ mempercayai potensi bahkan kemampuan Varis guna meramu Soft, Frail, Blue di wilayah mixing maupun mastering.

Maxi-single berdurasi hampir 10 menit ini bakal juga tersedia dalam format fisik, yakni cassette tape yang dimana sampulnya dikerjakan oleh desainer visual bernama Budi Pratama. Label rekaman Husted Records jadi pihak yang bertanggung jawab guna menelurkan kaset serta bundling merchandise yang pastinya tidak boleh terlewatkan. Selang merilis format digital dan tentunya fisik, rencananya akan dihelat sebuah mini showcase merayakan hadirnya Soft, Frail, Blue.

Kuintet hardcore/powerviolence anyar asal Bandung, Nut baru saja merilis debutnya lewat maxi-single yang memuat dua nomor, “Forced To Obey” dan “You Coward” pada 5 Februari 2023 dan sudah dilempar ke berbagai kanal musik digital. Dalam debut maxi-single ini, Nut memanifestasikan rasa depresi mereka terhadap kejanggalan di lingkup sosial yang – baik langsung maupun tidak – kita selalu berurusan dengannya.

Meskipun terkesan bias karena cakupannya yang luas, namun lewat debut maxi-single ini mereka ingin memuntahkan apa yang mereka lihat – baik jarak pandang dekat mau pun jauh – ke dalam kubangan audio kasar dengan suntikan hardcore berbalut gaya poweviolence dengan polesan sound modern. Tak lupa, durasi irit guna memantik kepekaan telinga pendengar dengan cepat. Kedua lagu ditulis dengan point of view personal yang tentunya memuat kemuakan bersifat personal pula. Rencananya, maxi-single ini merupakan teaser mereka menuju (mini) album mendatang yang keterangan lanjutnya belum dapat dipublikasikan. Diselingi rilisnya merchandise berupa t-shirt guna memenuhi kantung band untuk melanjutkan aktivasinya karena sejauh ini, mereka masih melakukan segalanya secara mandiri (termasuk perilisan maxi-single ini).

“Forced To Obey/You Coward” sudah bisa didengarkan di berbagai media platform musik streaming.