Setelah merilis video klip Lemon, Skandal kembali dengan merilis single terbaru berjudul Terbang. Single yang menjadi lagu terpanjang dari unit pop alternatif asal Yogyakarta ini dirilis oleh label rekaman independen asal Jakarta, LaMunai Records. Lagu Terbang merupakan pengantar pertama untuk album debut dari kuartet ini yang rencananya akan rilis pada tahun ini. Secara musik, Sidha dkk mencoba untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan pengaruh dari musik-musik alternatif dan pop rock Indonesia akhir 90an hingga awal 2000an dengan sentuhan Skandal.

Dalam lagu yang diciptakan oleh Robert dan Hasbi Pradikta, pemain bass additional dan backing vocalist dari Skandal, dan liriknya ditulis oleh Siddha ini, Skandal juga memasukkan tambahan brass instruments berupa terompet dan trombone; hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Proses rekaman single ini sendiri dilakukan di Yogyakarta, di Satrio Piningit Studio untuk drum dan sisanya di Niskala Records, dibantu oleh Damar Puspito (Niskala) sebagai engineer. Urusan mixing dan mastering kemudian dilakukan Pandu Fuzztoni (Morfem, The Adams).

Single Terbang oleh Skandal sudah dirilis dan bisa didengar sekarang via LaMunai Records dan di berbagai platform streaming musik.

Sebelumnya Milledenials dan Sunlotus menjelajah pulau Bali dalam rangkaian promo tour Deafening This Old House. Hangatnya pertemanan yang mereka rasakan selama tour membuat alasan untuk merilis sebuah project split semakin kuat. Apalagi setelah itu Milledenials membalas kunjungan Sunlotus dengan tour ke Jawa dalam sirkuit I Hate the Way You Drive My Car Tour. Dimulai dari Jatim Power, Milledenials menjelajah Malang, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Jakarta dan kemudian menutupnya dengan sebuah gig pamungkas di Denpasar.

Di project split bersama Sunlotus ini, Milledenials menawarkan 2 track: “Wide Eyes” dan “Syndrome”. “Wide Eyes” bercerita tentang seni berbohong dengan mengucapkan hal jujur yang sering menjadi konflik dalam sebuah hubungan personal. Sementara “Syndrome” yang versi demo-nya dirilis Juli lalu via Bandcamp, membeberkan tentang gejala manusia dengan kecenderungannya dalam mengejar ambisi. Komposisi lagu Milledenials di materi ini mencoba mencampurkan distorsi gitar shoegaze dengan hentakan drum mid tempo ala hardcore punk yang dibalut lirik penuh luapan emosi.

Sunlotus sendiri merespon Milledenials dengan 2 materi baru, salah satunya single “Jar of Spells” yang sebelumnya dirilis dalam bentuk video musik via YouTube di https://youtu.be/Xhlh730vwsg . Buah kolaborasi antara Sunlotus dengan 7daysoff yang disutradarai oleh Gilang Rabbani ini mengisahkan tentang asmara antara Pekerja Seks Komersial dan seorang pelanggan yang dibalut dengan nuansa melankolis sekaligus menegangkan.

Kedua materi Milledenials direkam di House Records dengan drum tracking di Fantasy Reborn Records dan dimixing oleh Haryo Widi. Sementara itu mastering lagu dikerjakan oleh Bable Sagala (Watchtower Studio), orang dibalik album Exhumation, LeftyFish, Deadly Weapon, Annie Hall dan banyak rilisan band Jogja lainnya.

Untuk departemen artwork, kedua band ini sepakat memilih karya Billy Suckmono. Artwork berkonsep pure abstract yang mengalir sesuai mood ini dianggap sesuai dengan moodboard proyek split tersebut. “Waktu Billy upload artwork-nya di Instagram, Darin (drummer) langsung suka karena sesuai moodboard. Proses pemilihan dan pembuatan artwork cukup lama, karena bingung bikin-nya gimana sementara kami perlu sesuatu yang lebih organik. Kuasa semesta, akhirnya dipertemukan dengan artwork Billy yang hampir dijual di NFT” ungkap Milledenials.

Split Milledenials dan Sunlotus berjudul Split Feelings ini akan dirilis oleh Lamunai Records dalam format kaset sejumlah 100 buah pada tanggal 4 November 2022 nanti.