Seperti apa yang Grimloc lakukan di kompilasi New Evidence yang dirilis di tahun 2022, kali ini New Evidence II telah hadir, tentunya berisikan 12 tracks dari 12 acts yang berbeda. New Evidence adalah sebuah usaha Grimloc untuk memperlihatkan “new blood” yang telah dikurasi oleh mereka. Menurut press release nya, New Evidence II adalah sebuah scene report tahunan berbentuk kompilasi. 14 track dalam kaset berdurasi 40 menit ini full of bangers, dan tidak ada filler disini. Semua bagus dalam karakternya masing-masing. Beberapa track favorit disini adalah Arrived Consilium dengan vokal perempuan yang powerful dan unik. Bricks juga cukup menarik, dengan aransmen hc/punk ‘80an yang raw. Track penutup kompilasi ini dipersembahkan dari Flyzad, hip hop Minang dengan musik jazz ala film noir, yang juga merupakan roster dari Grimloc.

Varian genre disini cukup luas: kamu bisa menemukan hardcore metal ‘90an dari Revival Mode dan Single Drop, agresivitas punk ‘80an dari Reticent, Bottled Violent, Dazed, dan Bricks, hardcore/punk dari Nousonix, d-beat crust gelap Harm dan Arrived Consilium, hip hop instrumentals dari Ways, rap Minang-noir Flyzad, hingga ramuan black metal post-rock dari Grimoire. Menurut press release dari Grimloc pun kompilasi ini adalah semacam “scene report”, dan tentunya bukan satu-satunya: “Kita bisa menemukan generasi baru di banyak daerah yang membuat band, mengorganisir gigs mandiri, mendistribusikan rilisan, berjejaring, membentuk komunitas, mendiskusikan gagasan dan mempraktekan ide-ide. Kompilasi ini merupakan upaya tahunan kami mendokumentasikan yang kami bisa. Mirip sebuah scene report di Bandung, versi kami. Dan tentu saja bukan satu-satunya versi.”. Seperti rilisan Grimloc lainnya, kompilasi ini di mastering untuk format kaset oleh Hamzah Kusbiyanto. Departemen artwork & graphic design oleh Herry Sutresna. Big ups untuk Grimloc yang “digging” dan mengkurasi band-band/artist newcomer ini. Semoga Grimloc tetap merilis kompilasi New Evidence setiap tahun nya dan tetap menjalankan tradisi “annual scene report” ini.

SIDE A
01. REVIVAL MODE – ALL OVER
02. RETICENT – WASTING TIME
03. BOTTLED VIOLENT – BOTTLED VIOLENT
04. ARRIVED CONSILIUM – SELF-INTROSPECTION
05. WAYS – BADMAN
06. BRICKS – LURKING
07. HARM – AIN’T WORSHIPPER
08. SINGLE DROP – AKSI BALISTIKA

SIDE B
01. NOUSONIX – PERISHED
02. DAZED – MANIPULATION NEWS
03. GRIMOIRE – VALAR OF ETERNAL DEVOTION
04. FLYZAD – DIKSI REDUKSI

Setelah beberapa waktu lalu sempat membahas kompilasi Brain Beverages yang dirilis oleh Harder Records dan 40.124 Records, kali ini kenapa tidak kita bahas juga kompilasi yang pada masanya sangat dicari kasetnya, dan tentunya menjadi bagian sejarah favorit sebagian orang. Sudah tentu judul kompilasi ini diambil dari judul lagu ‘Ticket to Ride’-nya The Beatles. Ini adalah upaya para skateboarder Bandung di era 90-an yang memutar otak demi memiliki skatepark yang layak dan sustainable. Para penggiat etos DIY inipun mengumpulkan dan mengkurasi 18 band indie Bandung dengan musik yang bervariasi, dari hardcore, industrial, metal sampai elektronica. Kompilasi inipun diberi nama Ticket To Ride: A Benefit For Your Local Skate Park. Semua ini dilakukan demi half pipe, ramps, lump dan tempat hangout yang keren dan layak.

Pada waktu itu, skate park di Bandung bisa dihitung oleh jari. Kalau tidak salah mungkin pada saat itu hanya ada Taman Lalu-lintas dan Hobbies Jl. Tera. Kompilasi berbasis benefit ini pun disambut baik oleh brand 347 (Sekarang Unkl347), Spils Records (divisi label rekaman 347) dan band-band yang menyumbangkan lagu di dalamnya. Band yang berpartisipasi di dalamnya pun tidak tanggung-tanggung: Puppen, Burgerkill, Koil, Full of Hate, Stepforward, The Jonis, Injected, Blind to See, Rosemary, Sieve, Jeruji, Authority, dan masih banyak lagi.

Ticket to Ride di-launching pada 27 Agustus 2000, di GOR Saparua, Bandung. Dengan support penuh dari 347 Boardrider Co, Trolley Magazine, Ripple Magazine, Indicator Shoes, dan tentunya Spills Records. Kompilasi ini bisa dibilang sukses dan viral pada masa nya, dengan live show nya sangat ikonik karena berlokasi di Saparua yang legendaris. Siapa yang bisa melupakan penampilan ikonik The Jonis saat tampil dengan membawa cheerleader? Anyway, kompilasi ini sangat keren dan kami sangat merekomendasikan kalian untuk segera hunting kaset ini. Mungkin beberapa records store di kota kalian masih menyimpan beberapa NOS nya, dan selalu ada Tokopedia juga jika ingin lebih praktis jika kalian siap merogoh Rp. 150,000 untuk sebuah kaset.

 

Words by Aldy Kusumah

Untuk menyambut rilisnya debut album Pure Saturday 25 tahun lalu, Jangan Kolektif akan merilis kompilasi P.S. Our Sincere Desire: A Tribute To Pure Saturday. Pure Saturday dan jangan kolektif mengajak para teman-teman penggiat musik dari bandung untuk merayakan 25 tahun self titled album milik Pure Saturday. Dengan berbagai lagu dari berbagai album milik Pure Saturday akan di aransemen ulang dan di release di platform musik dan cetak fisik dalam format CD berkerjasama juga dengan Disaster Records, yang juga akan mendistribusikan nya pada tanggal 27 Januari 2023.

Tidak tanggung-tanggung, 16 band diajak untuk mengcover lagu-lagu PS menjadi “versi” mereka. 16 band tersebut juga cukup variatif genrenya, sebut saja Bleach , Cal, Erratic Moody, Lamebrain, Loner Lunar, Nearcrush, Olegun Gobs, Rasukma, Ray Viera Laxmana, Rub Of Rub, Sheeka, Saturday Night Karaoke, Suarloca, The Couch Club, The Panturas dan The Sugar Spun. Full artwork A tribute to pure saturday : P.S our sincere desire Ini dikerjakan oleh @wahwah.studio . Artwork ini memiliki makna dimana ‘perahu otok otok yang menjadi salah satu simbol ikonik perjalanan PS. Menurut Wahwah Studio, “Perahu ini didekap oleh seorang wanita di dalam bathtub yang mengisyaratkan bahwa perjalan otok otok ini merupakan hal yang intimate dan berharga.”

Pada hari jumat (20/01) Jangan Kolektif mengadakan hearing session di @mblocspace . Acara ini merupakan sesi dengar yang mendengarkan isi track dari kompilasi secara umum sambil membahas lagu-lagu tersebut bersama pembicara yaitu @hasiefardiasyah @dicktamimi @satria_nb . Acara ini juga akan dipandu oleh @bckwrds dari Teenage Death Star dan Irama Nusantara. Untuk hearing session di Bandung (26/01), Jangan Kolektif memilih Vandal Gigs & Bar yang berlokasi di Gudang Selatan sebagai venue. Hearing session kali ini menghadirkan pembicara Arief “Toep” Hamdani (Pure Saturday), Herry Sutresna (Grimloc Records) dan Helvi Sjarifuddin (FFWD Records), dan juga dimoderatori oleh Idhar Resmadi. Terlihat personil-personil dari beberapa band yang hadir di kompilasi ini hadir seperti Bleach,The Couch Club, Loner Lunar, Rub of Rub, The Panturas, dan Nearcrush. Acara pun dimulai dari hearing session setiap lagu yang ada di kompilasi ini dan diselingi dengan talkshow dari para pembicara yang mengundang beberapa wakil band untuk berdiskusi. Ditutup dengan karaoke session yang dipandu oleh Pure Saturday, acara hearing session ini pun berakhir seru. Bravo Jangan Kolektif, ditunggu showcase nya!

Berikut adalah tracklist dari kompilasi ini:

Bleach – Coklat
Cal – Utopian Dream
Erratic Moody – Pagi
Lamebrain – Pathetic Waltz
Loner Lunar – Silence
Nearcrush – Langit Terbuka Luas, Mengapa Tidak Pikiranku? Pikiranmu?
Olegun Gobs – Nyala
Rasukma – Elora
Ray Viera Laxmana – Desire
Rub Of Rub – Awan
Sheeka – Gala
Saturday Night Karaoke – A Song
Suarloca – Labirin
The Couch Club – Spoken
The Panturas – Bangku Taman
The Sugar Spun – Simple

 

Photos by Jangan Kolektif