Honey, unit hard core pendatang baru yang telah menarik perhatian melalui singel mereka “4” dengan hook yang menarik “HELL YEAH”, yang sering muncul di FYP TikTok dan acara Hardcore di Pulau Jawa. Kali ini, band yang berdomisili di Kota Bandung ini bergabung dengan Greedy Dust untuk merilis EP pertama mereka yang berjudul “Steppin Rollin”, yang terdiri dari empat lagu. Melalui wawancara dengan mereka, diungkapkan bahwa EP ini merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah dan keresahan dari tahun sebelumnya. Mereka menyatakan bahwa agresif dan cepat adalah dua kata yang mewakili kehidupan dan memotivasi mereka untuk melangkah maju.

EP ini mencerminkan pengaruh dari genre musik Hardcore & Hip-Hop seperti Zulu, Lee Way, Gridiron, Public Enemy, & Madvillain. Pada sisi visual, EP ini dikerjakan langsung oleh Delpi Suhariyanto, yang menjabat sebagai Creative Director dari Greedy Dust. Honey berharap bahwa dengan rilis EP ini, aktivitas mereka akan menjadi lebih menyenangkan dan dapat membawa mereka ke tempat-tempat yang lebih jauh.

Sebuah pameran kolaborasi berjudul “Burning Down the House” telah berhasil menyatukan bidang fashion, seni visual, dan musik dengan inspirasi dari lagu “Burning Down the House” oleh Taking Heads. Dalam upaya untuk menciptakan platform kreatif, pameran ini menghadirkan sepuluh seniman visual dan sepuluh band yang bekerja sama untuk menginterpretasikan elemen musikal dan visual ke dalam pasangan sandal Hijack Sandals. Melalui tur di tiga kota, yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Malang, pameran ini tidak hanya mengeksplorasi hasil akhir karya seni, tetapi juga merayakan proses kreatif serta mempertemukan seniman dan audiens dalam sebuah pengalaman seni yang beragam dan mendalam.

Pameran “Burning Down the House” berhasil memadukan seni visual, musik, dan fashion dalam sebuah kolaborasi yang inovatif. Dengan menggabungkan sepuluh seniman visual dan sepuluh band, pameran ini menghadirkan karya-karya unik pada sandal Hijack Sandals. Tur tiga kota memperluas dampak pameran ini, memungkinkan interaksi langsung antara seniman, band, dan audiens. Lebih dari sekadar pameran, acara ini menciptakan platform inklusif yang memungkinkan ekspresi dan kolaborasi lintas disiplin seni, menjembatani kesenjangan antara berbagai bentuk ekspresi kreatif.

Daftar seniman dan band:

Conbini (Malang) -> Prejudize (Bandung)
Dizbones (Malang) -> Enola (Surabaya)
Fr3lan (Palu) -> Peach (Medan)
Haiza Putti (Jakarta) -> Kinder Bloomen (Jakarta)
Ivania Nabila (Yogyakarta) -> Dazzle (Malang)
Maruto Ardi (Bandung) -> Dongker (Bandung)
Medividi (Bandung) -> Drizzly (Surabaya)
Nomadé (Bandung) -> Keep It Real (Malang)
Safira Hanum (Bandung) -> Eastcape (Blitar)
Studio Pancaroba (Bandung) -> Skandal (Yogyakarta)

Bekerja sama dengan Greedy Dust Records Eastcape, baru saja merilis singel terbaru mereka berjudul “Bloom in Time” . Singel ini menjadi batu loncatan bagi mereka menuju perilisan EP pertama yang akhirnya dirilis pada tanggal 16 Juni 2023 dengan judul “Falsified Pleasure, Blessing Given”.

Dalam EP ini, Eastcape berusaha untuk menampilkan sisi romantis yang lebih dalam dengan menyelipkan narasi personal pada setiap lagunya. Terdiri dari 5 lagu, dimana 2 diantaranya merupakan lagu instrumental, EP ini menegaskan posisi mereka sebagai kuartet Midwest emo.

EP ini telah dirilis di semua platform online dan akan dicetak dalam bentuk kaset oleh Greedy Dust & Haum Entertainment.

 

Greedy Dust bersama maker asal Bandung, 1.Spesifikasi mengeluarkan desain mika kaset baru yang terbuat dari akrilik, dengan kuncian sederhana serta visual hitam putih, packaging ini hadir pertama kali dalam Double EP dari Kinder Bloomen berjudul Dazed & Confuzed.

Double EP ini terdiri dari 2 Kaset dengan total 6 lagu berdurasi Panjang. Dijual seharga Rp. 279.000 danpemesanannya dibuka Jumat, 24 Maret 2023 bersamaan dengan pra-pesan dari merchandise Kinder Bloomen yang lain.

Dongker terus menjadi perbincangan semenjak dirilisnya Bertaruh Pada Api serta showcase pertama mereka di Jakarta berjudul Konser Sepenggal Sadar. Kali ini, Dongker merilis single ke-3 berjudul Tuhan di Reruntuh Kota yang menjadi salah sati dari 5 singel yang akan dirilis untuk full album pertama mereka.

Pada kesempatan ini Dongker melebarkan ruang artistik mereka dengan mengajak berbagai kolaborator. Tuhan di Reruntuh Kota dikerjakan bersama musisi eksperimental Tomy Herseta dan diisi juga oleh Friska (White Chorus) sedangkan pada bagian visual dikerjakan oleh pengrajin emas bernama Rafida Nur Aini yang lebih dikenal bersama brandnya Medividi.

Dongker mencoba menceritakan Tarik ulur antara Kota dengan berbagai persoalan Agama. Selain merilis singel ke-3, bersama Greedy Dust mereka mengumumkan showcase berjudul Tuhan di Reruntuh Bandung pada tanggal 5 Maret di De Majestic Braga Bandung dengan tambahan penampil BAP. & Bleach. Akan ada kelompok Teater Tuturupa yang akan membuka showcase tersebut dengan teater yang merupakan interpretasi ulang dari lagu Bertaruh Pada Api.

Unit Post Punk asal Surabaya, Cotswolds kembali hadir dengan merilis Split EP bersama Kanekuro. Split ini sekaligus menjadi rilisan kedua Cotswolds sepeninggal founder sekaligus sang vokalis Ted Windrata 2019 silam. Pada Split EP ini kedua band yakni Cotswolds dan Kanekuro masing-masing menyumbangkan dua lagu. Dua lagu dari Cotswolds berjudul “Dysfunction” dan “Duyawi” sedangkan dua lagu Kanekuro berjudul “I CUT YOUR COCK AND GAG IN YOUR MOUTH” dan “CALL YOUR MOM WHEN YOU GETS MY TERROR”.

Split EP berjudul Tamarind ini dirilis bersama label kenamakan Greedy Dust Records dan nantinya akan dirilis secara fisik dalam format kaset tape. Tamarind atau buah asam di dalam padanan bahasa Indonesia, dipilih sebagai simbol yang menggambarkan bahwa manfaat dan kebahagiaan tak selalu berkaitan dengan rasa manis. Keterpaksaan, rasa getir, asam, dan pahit dalam diri merupakan pola-pola perasaan yang secara taksadar, jarang terapresiasi. Tamarind sebagai buah, tentu tak bersahabat bagi banyak orang. Namun, ia kaya akan manfaat dan fungsi di segala aspek kehidupan. Sehingga wujudnya amat mewakilkan segala bentuk perasaan tak menyenangkan tersebut, yang mana pada akhirnya membentuk satu luaran kunci, yakni penerimaan diri.

Jika kalian sedang jenuh dan membutuhkan referensi baru maka Split Cotswolds dan Kanekuro ini patut untuk disimak dan dimiliki format fisiknya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Split Cotswolds dan Kanekuro kalian dapat memperolehnya melalui Instagram Greedy Dust Recods. Split Tamarind sudah dapat didengarkan di platform music Spotify dan Bandcamp.

Unit Crossover Hardcore asal Sidoarjo, Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru mereka melalui label Greedy Dust Records. Mini album tersebut sekaligus menjadi rilisan kedua mereka setelah pada awal tahun ini merilis demo bertajuk Demo 2022. Mini album self-titled dari Voosrtad berisikan 5 materi dimana 4 tracks di dalamnya adalah materi terbaru mereka. Pada EP ini, Voorstad banyak mengalami pendewasaan dalam hal tema dan lirik. Di segi musikalitas Voorstad banyak dipengaruhi band-band NYHC era 90’an seperti Merauder, Death Threat, hingga Biohazard.

Proses rekaman EP Voorstad dilakukan di tiga studio rekaman, yaitu di Trek House Recording Studio, Golden Temple Recording Studio, dan Natural Recording studio. Untuk proses mixing dan mastering dikerjakan di Grifin Studio (Limbo, Dazzle, Bizarre). Sedangkan untuk proses kreatif cover EP Cruelty dikerjakan oleh Firzha aka Mobjustice, artworker sekaligus tattoo artist asal Jakarta.


EP self -titled Voorstad dirilis pada 10 November 2022 dan akan dirilis dalam format kaset tape oleh Greedy Dust. Rencananya setelah dirilisnya EP tersebut, Voosrtad akan melangsungkan mini tour di Pulau Jawa untuk memperluas koneksi dan mempromosikan EP “Self -Titled” mereka ke khalayak yang lebih luas.

Di penghujung tahun 2022 Greedy Dust akan menutup release season mereka dengan band-band alternative. Season penutup tahun ini terdiri dari perilisan materi roster lama dan roster baru mereka. Langkah tersebut diawali dengan merilis Sunlotus, unit shoegaze asal Blora. Band yang telah berdiri sejak 2018 ini akan merilis single sekaligus mengumumkan bahwa bergabungnya mereka menjadi roster Greedy Dust mengikuti jejak Enola (Surabaya).

Single ini merupakan awal kerja sama Sunlotus dengan Greedy Dust untuk EP yang akan mereka akan rilis pada Maret 2023. Selain rencana tersebut single ini terasa spesial karena Sunlotus terasa lebih solid dengan formasi baru. Lagu ini dilempar ke audiens dengan harapan pendengar dapat menginterpretasikan sendiri makna lagu ini.

Setelah Album Hidden Agenda rilis pada 2020 silam, Pleazure and Pain terus produktif dalam meramu materi-materi baru mereka. Kali ini Greedy Dust kembali bekerja sama dengan Pleazure and Pain dalam perilisan EP pertama mereka berjudul Big Boom Bye. EP Big Boom Bye dirasa merupakan porsi ideal dari Pleazure and Pain. EP ini merupakan proses pendewasaan bagi member Pleazure and Pain untuk lebih mengenal diri karakter dan porsi yang akan mereka mainkan kedepannya.

Tidak terlalu berbeda dengan materi di album Hidden Agenda, pada proses pembuatan materi di EP barunya Pleazure and Pain masih mencoba membawakan riff dan tempo yang groovy. Band-band seperti Biohazard dan Cro-mags merupakan influence tersediri untuk pembuatan EP ini. Big Boom Bye berisikan 5 lagu dengan 1 lagu cover yang merupakan lagu dari grup band legendaris asal Inggris The Stone Roses. Pada segi lirik di EP ini masih dalam bentuk amarah dan kepercayaan diri yang sedang di sidang dan di pertanyakan.

Big Boom Bye dirilis pada 4 Oktober 2022 lalu dan dapat didengarkan diplatform music seperti spotify dan bandcamp. Rencananya pada EP pertama Pleazure and Pain ini akan dirilis dalam
dua format yaitu kaset dan piringan hitam.

Greedy Dust Record kembali mendapatkan kesepakatan yang bagus dengan merilis salah satu band berbahaya saat ini, Limbo. Dalam kerja samanya, Greedy Dust akan merilis EP pertama dari Limbo. Limbo terbentuk di Batu, Jawa Timur pada tahun 2021 dan hingga kini telah merilis satu demo di tahun 2021 dan satu single berjudul Big Kings pada awal tahun 2022 kemarin. Limbo membawakan musik hardcore dengan sentuhan metalcore yang dipadukan dengan elemen beatdown yang agresif. Limbo beranggotakan Adjie pada vokal, Wahyu pada gitar, Yefta pada bass, dan Kelvin pada drum.

Pada tahun 2022 ini Limbo bergabung menjadi roster Greedy Dust Records untuk perilisan EP pertama mereka bertajuk “Cruelty”. EP Cruelty berisikan 6 track penuh agresif dengan lirik-lirik dan tema yang kuat. Secara garis besar lirik di EP “Cruelty” menceritkan sifat-sifat manusia yaitu tentang keserakahan , kekejaman , kekuasaan dan keangkuhan seseorang. Proses rekaman EP Cruelty dilakukan di tiga studio rekaman, yaitu di Karasu Studio untuk semua instrumen kecuali intrumen drum yang direkam di Vamos Studio dan untuk proses mixing dan mastering dikerjakan di Grifin Studio. Sedangkan untuk proses kreatif cover EP Cruelty dikerjakan oleh Eye Dust artworker asal Bandung. Limbo juga berkolaborasi dengan Yustian (Breakage) yang mengisi guest vocal di track berjudul Big Kings.

EP Cruelty telah rilis pada 27 September 2022 dan akan dirilis dalam format kaset tape oleh Greedy Dust. Rencananya setelah dirilisnya EP Cruelty, Limbo akan melangsungkan tour ke 7 titik di Pulau Jawa untuk memperluas koneksi dan mempromosikan EP “Cruelty” ke khalayak yang lebih luas.