Dua band dengan generasi berbeda, Koil dan .Feast, telah bergabung dalam proyek kolaborasi dengan merilis ‘Tarian Penghancur Dunia Fantasi’. Dalam proyek ini, keduanya saling bertukar lagu, dengan Koil merekonstruksi lagu terkenal .Feast yang berjudul “Tarian Penghancur Raya”, sementara .Feast menggubah ulang lagu ikonik milik Koil, “Kenyataan Dalam Dunia Fantasi”. Tema utama dari proyek ini adalah tingkah laku manusia yang tamak, di mana “Tarian Penghancur Raya” berfokus pada hubungan manusia dengan lingkungan, sementara “Kenyataan Dalam Dunia Fantasi” membahas pertanyaan manusia terhadap negara yang mereka tinggali.

Kedua lagu ini mengalami transformasi yang luar biasa, dengan Koil menghadirkan perluasan emosi dalam “Tarian Penghancur Raya” dengan sentuhan musik rock pada era-nya Koil, sedangkan .Feast memberikan versi yang lebih tajam dan modern dari “Kenyataan Dalam Dunia Fantasi”. Perilisan split single ini menandai awal dari proyek musikal yang lebih besar dari Koil dan .Feast, yang akan menghadirkan sebuah single bersama yang masih dirahasiakan. Kolaborasi ini dianggap sebagai angin segar dan pencapaian penting dalam sejarah musik Indonesia, dengan Koil mewakili era keemasan mereka yang legendaris dan .Feast sebagai wajah baru dalam dunia rock masa kini. “Tarian Penghancur Dunia Fantasi” sudah dapat dinikmati secara digital melalui layanan streaming musik sejak Rabu, 20 September 2023.

Setelah aktif bermusik selama 10 tahun, grup musik .Feast akhirnya menggelar rangkaian tur perdananya bertajuk ‘Tur Multisemesta’. Berformat showcase panjang yang menampilkan lagu-lagu dari 4 earth dari 5 rilisan yang pernah dirilis selama 10 tahun belakangan sejak debut album Multiverses (2017) hingga Abdi Lara Insani (2022). Jargon #MasihMarahdipilih sebagai narasi utama Tur Multisemesta, seolah merangkum garis merah narasi lagu-lagu yang tercipta di dunia fiktif Multisemesta yang selama ini mereka ciptakan. #MasihMarah juga menjadi tanda babak baru .Feast setelah 10 tahun berkarya yang kini tak lagi hanya berfokus kepada kritik politik dan sosial masyarakat namun tetap dengan rasa marah yang sama. Tur Multisemesta rencananya dilaksanakan di 8 titik di Indonesia. Dengan jadwal dan destinasi sebagai berikut:

20 Januari 2023, Bandung
27 Januari 2023, Bali
29 Januari 2023, Palembang
11 Februari 2023, Pontianak
12 Februari 2023, Surabaya
19 Februari 2023, Makassar
25 Februari 2023, Semarang
26 Februari 2023, Jakarta

“Setelah 10 tahun akhirnya salah satu cita-cita kami, memiliki tur dengan konsep showcase, bisa terlaksana. Ini adalah tur perdana kami setelah bermusik selama kurang lebih 10 tahun. Rencananya setiap show akan berjalan kurang lebih 120 meniit untuk set .Feast sendiri, di luar band pembuka. Jadi kurang lebih 1 setlist akan terisi 18-22 lagu yang rotasinya akan berbeda di setiap titik tur. Ini adalah kali pertama kami membawakan sebuah konser dengan format panjang dan membawakan hampir seluruh lagu dari katalog yang kami punya,” terang Fadli Fikriawan, bassist .Feast.

“Tur Multisemesta juga menjadi awal untuk memperkenalkan identitas .Feast fase selanjutnya, menutup babak pertama setelah 10 tahun. Jadi, visual dan identitas .Feast akan digarap dengan nuansa yang baru dan berbeda dari sebelumnya, namun masih dengan semangat marah-marah yang sama. Jadi itu lah alasan kami membawa narasi #MasihMarah di tur ini,” tambahnya lagi.

Penjualan tiket rencananya akan dibuka di tanggal 27 Desember 2022 jam 15.00 di platform aplikasi atau website Tiketapasaja. Harga tiket Tur Multisemesta yang penggarapannya bekerja sama dengan promotor Nada Promotama dan didukung label Sun Eater ini bervariasi mulai dari Rp150.000 hingga Rp200.000 di kota penutup, Jakarta. Setiap titik direncanakan juga akan memiliki band pembuka yang berbeda.