Setelah memulai kolaborasi di Jabodetabek pada akhir tahun lalu, TUKU dan CASIO kini memperluas jangkauannya ke berbagai kota di Indonesia. Bandung menjadi salah satu titik penting lewat hadirnya kolaborasi ini di TOSERBAKU Ambon, disusul Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tangerang, hingga Bali menandai pergeseran dari sekadar kolaborasi lokal menjadi gerakan yang lebih luas dan kontekstual.

Mengusung tema “Affordable Luxuries: Living for the Little Moments”, TUKU dan CASIO mengajak publik untuk mendefinisikan ulang kemewahan bukan sebagai sesuatu yang besar atau eksklusif, melainkan sebagai momen-momen kecil yang sering terlewat. Waktu, dalam hal ini, menjadi medium utama: sesuatu yang sederhana, tapi menentukan bagaimana setiap pengalaman dirasakan.

Narasi tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman langsung lewat fun walk bersama komunitas Kakibesi di TUKU Ambon, Bandung (10/04). Alih-alih sekadar berjalan, peserta diajak berinteraksi melalui serangkaian permainan berbasis waktu menggunakan CASIO F-91W mulai dari membaca sinyal kedipan, estafet presisi, hingga eksplorasi tak terduga. Sebuah pendekatan yang playful, namun tetap grounded pada ide utama: memperlambat ritme, dan memberi ruang untuk benar-benar hadir di setiap momen.

Lebih dari sekadar aktivasi, kolaborasi ini menegaskan posisi TUKU dan CASIO sebagai bagian dari keseharian itu sendiri dekat, relevan, dan tidak berjarak. Kini, pengalaman tersebut dapat diakses di berbagai titik: Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tangerang, hingga Bali.

LaLaLa Fest 2025 siap mengguncang Jakarta dengan menghadirkan 30 musisi internasional lintas genre selama tiga hari, 22–24 Agustus 2025 di Jakarta International Expo. Di bawah promotor The Group, festival ini kembali dengan konsep yang lebih inklusif dan imersif, menghadirkan pengalaman visual “artificial forest” yang megah, khas LaLaLa. Lineup eksklusif untuk kawasan Asia mencakup LANY, Alina Baraz, Do As Infinity, Mayer Hawthorne, Keshi, hingga debut festival Hearts2Hearts dan farewell show dari band legendaris Mew. L’ArcenCiel juga akan tampil memukau dengan lagu-lagu ikonik mereka.

Tiket festival telah dijual mulai Rp600.000, dengan berbagai kategori seperti Early Entry, General Admission, dan VIP yang sudah diminati banyak pembeli. LaLaLa Fest 2025 bertransformasi menjadi panggung yang memadukan nostalgia, eksplorasi musik baru, serta pengalaman imersif yang bisa dinikmati semua generasi, dari 90-an hingga Gen Z. Respons di media sosial menunjukkan antusiasme tinggi untuk menyaksikan kembali kemegahan visual dan sensori LaLaLa Fest. Informasi lebih lanjut dan pembaruan terbaru bisa diikuti melalui Instagram @lalala.fest dan situs resmi www.lalalafest.com.

Joyland Festival Jakarta 2024 kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival musik yang paling dinantikan di setiap tahunnya. Selama tiga hari (22–24 November), sekitar 45.000 pengunjung memadati Stadion Baseball GBK Senayan untuk menikmati pengalaman tak terlupakan. Festival ini menghadirkan panggung yang memukau, mulai dari aksi artis internasional hingga musisi lokal yang membawa energi luar biasa.

Penampilan luar biasa dari artis lokal hingga internasional menjadi highlight festival yang ramah untuk membawa anak ini. Dengan sajian visual dan sound yang memukau, headliner Air menjadi penutup yang manis Joyland 2024 di hari pertama. Tidak lupa St. Vincent memukau pengunjung dengan aksi panggungnya yang karismatik dan sound yang berkelas. Selain itu dihari pertama ada penampilah dari band-band lokal seperti, Feast, White Shoes and The Couples Company, Bank, The Sigit, dan lainnya. Di hari kedua dibuka oleh penampilang di Cottons di stage Lily Pad. Yang menarik di hari kedua Joyland ini ada penampilan set spesial dari Efek Rumah Kaca dengan set Rimpang yang menghiasi panggung dengan tatanan visual yang ERK pakai ketika merayakan peluncuran album Rimpang pada Juli 2023 lalu. Dan ada set “Hujan Orang Mati” dari Majelis Lidah Berduri yang menampilkan aksi teatrikal di atas panggung Plainsong. Tentu saja di hari kedua ini, [AAA] kolaborasi Hyukoh dari Korea Selatan dan Sunset Rollercoaster dari Taiwan menjadi salah satu line up yang ditunggu tampil tanpa celah kekurangan sedikit pun. Hari ketiga dibuka oleh band asal Jepang DYGL, lalu disambung oleh Teenage Death Star di Lily Pad stage dan Brainstory di Joyland stage. Blueboy menjadi salah satu band yang ditunggu penampilannnya di Joyland Festival 2024. Tampil dengan set yang minimalis, Blueboy berhasil membawa romantisme era kejayaan Indie pop. Bombay Bicycle Club menjadi band yang tampil terakhir di Joyland Festival 2024.

Di panggung Lily Pad pun tidak kalah menarik dengan panggung besar Joyland dan Plainsong. Panggung yang dikurasi oleh White Shoes and the Couples Company ini menghadirkan The Panturas, The 5,6,7,8, Idiotape sampai Dj seperti dari Jazzy Sport, Daniella Dee sampai Habibi Funk berhasil menarik perhatian para pengunjung. Panggung-panggung lainnya seperti Shroom Stage, yang dikurasi oleh Soleh Solihun, menampilkan stand up comedian dari yang emang kita sering jumpai layar televisi sama comic dari komunitas pun hadir menghibur penonton yang hadir di Joyland Festival 2024. Dan tidak lupa pemutaran film hasil kurasi Joko Anwar di Cinerillaz menjadi suguhan menarik. Bagi pengunjung yang mebawa putra-putrinya ada sajian sajian activity yang disuguhkan di area White Peacock. Dimulai dari puppet show yang dibacakan langsung oleh Sal Priadi, tempat menitipkan stroller sampai story telling dari conductor MRT ada semuanya di area White Peacock.

Joyland Festival merupakan salah satu festival yang sangat disayangkan bila dilewatkan. Kami sangat tunggu kejutan berikutnya dari Plainsong untuk ramuan Joyland tahun 2025 mendatang.

 

Teks by Firman Oktaviawan

Photos by Plainsong Live doc’s

Jakarta Doodle Fest (JDF) adalah sebuah perayaan seni visual dan kekayaan intelektual di Indonesia yang akan digelar pada tanggal 27-29 Oktober 2023 di M Bloc Space, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan inisiatif dari TFR News, media online yang fokus pada industri kreatif, dengan tujuan untuk merayakan dan mengapresiasi seni visual, termasuk desain grafis, ilustrasi, dan animasi. JDF juga memberikan perhatian khusus pada hak kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki oleh banyak seniman dan ilustrator, yang sering berkolaborasi dengan brand lokal maupun internasional. JDF akan menjadi platform untuk mengenalkan karya-karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam rangkaian acara JDF, tema yang berbeda akan ditekankan setiap harinya, mencakup desain grafis, ilustrasi, dan seni multidimensi. Acara ini akan dimeriahkan oleh anggota Board of Doodlers (BoD), sebuah komunitas seniman dan desainer terkemuka di berbagai bidang seni visual. Tujuan utama dari JDF adalah untuk membuka pemahaman tentang hak kekayaan intelektual dan mengenalkan karya seni kepada masyarakat umum, terutama bagi mereka yang bukan berasal dari industri kreatif.

Selain pameran seni, JDF juga menyelenggarakan berbagai acara terbuka untuk umum, termasuk art market, speaker sessions, workshop, dan performance. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya seni dari seniman dan jenama terkenal di art market, serta mengikuti workshop dan speaker sessions dengan biaya terjangkau. Acara ini juga mengundang art enthusiasts dari berbagai latar belakang, dari mahasiswa hingga penggemar ilustrasi dan anime, untuk bersenang-senang dalam Karaoke Party dan Cosplay Party. Sebelum JDF digelar, TFR telah menyelenggarakan sejumlah pra-acara yang bertujuan untuk membangun kolaborasi dan saling pengenalan antara para kreator dalam industri seni visual di Indonesia.

Sebagai peristiwa pop culture dengan balutan utama musik, Cherrypop Festival kembali hadir untuk kedua kalinya. Sebelumnya, festival yang pertama kali digelar pada Juli 2022 lalu ini mendapatkan antusias yang baik dari penggemar musik dan irisannya. Kali ini dengan membawa tema besar “Swasembada Musik”, Festival yang diselenggarakan oleh iKonser Channel ini hendak mengajak seluruh pengunjung untuk lebih survive dalam menghadapi kehidupan.

“Kata Swasembada sendiri sangat erat kaitannya dengan kemandirian terhadap kebutuhan pangan, dan dirasa cocok untuk mengambarkan gaya hidup anak muda masa kini yang cenderung santai, ‘leha-leha’ untuk lebih giat lagi mandiri menjalani hidup,” jelas Arsita Pinandita, Creative Director Cherrypop 2023.

“Penggunaan kata ‘musik’ diakhiran kata swasembada semakin memperkokoh statement, bahwa dengan musik niscaya kita semakin well lepas landas menghadapi hidup. Sing kuat Sob!“sambungnya.

Cherrypop Festival akan digelar selama dua hari, 19 dan 20 Agustus 2023 di Asram Edupark, Yogyakarta dan berkolaborasi penuh dengan Mojok.co, sebuah media online yang bernarasi serius dengan gaya khas dibalut candaan. “Secara konsep, kurang lebih Cherrypop tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tetapi kali ini kita gandeng Mojok.co untuk berkolaborasi,” kata Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2023.

Selain pertunjukan musik, ada beberapa program kolaborasi yang dilakukan bersama Mojok.co, di antaranya; ‘Kelas Menyambal’, ‘Kelas Berkain’, ‘Kelas Bungkus Daun’, ‘Bedah Buku’, ‘Putcast Live’, ‘Stand Up Comedy’, ‘Sketsa Langsung Jadi’, hingga Lomba ‘Opening Mojok Mentok’.

“Bandung Synth Meet #3” adalah sebuah perhelatan musik elektronik dengan berbagai variasi genre dari ambient sampai experimental. Bandung Synth Meet merupakan acara rutin yang di inisiasi oleh Subtractive sebuak kolektif musik elektronik dan improvisasi bebas, dan juga komunitas musik elektronik Bandung Synth Society dan Indomodular. Diadakan pada hari Jumat, 18 November 2022. Bertempat di Kopi Kohi yang sudah menjadi reguler bagi perhelatan ini. Acara ini menampilkan beberapa line-up dari Discokid909 (Jakarta), Kuntari, Firzi O, Profound Grief (Deathless Ramz). Suasana yang ingin dibangun di perhelatan ini juga cukup intimate dengan adanya talkshow dan workshop yang dipandu Adhit Android, Baseput, Kimung dan Kuntari. 

Acara dibuka di jam 18:30.oleh Rembo dan Adhit sebagai moderator dari talkshow dengan dengan pembicara ialah Baséput (moniker dari Rayhan Sudrajat) dan Kuntari (moniker dari Tesla Manaf). Tanpa terasa, talkshow tersebut pun berakhir dan performa Profound Grief membius semua penonton yang hadir disitu. Profound Grief adalah moniker dari Rembo, yang juga bermain di band Nearcrush. Di fokus memainkan samples dari instrumen modular synthesizernya. Setelah itu Kuntari memadukan terompet dengan synth miliknya. Pilihan bebunyian dan nada yang dimainkan Tesla Manaf (Kuntari) memang bisa membuat merinding, apalagi saat pekik terompet bersuara diatas intrumen lainnya yang droning. Setelah itu giliran Firzi O dengan white noise dan polyrhythm nya.

Acara ini pun ditutup oleh Discokid909. Moniker dari Hendra RNRM ini memainkan beat-beat disco dan bassline yang danceable. Hendra meramu komposisi musiknya menggunakan modular system dengan kabel yang bejibun. Fakta menarik adalah Hendra membuat sendiri rack modularnya menggunakan 3D printing.

Semoga perhelatan seperti ini terus digelar agar ekosistem musik elektronik pun semakin menjalar di kemudian hari.

 

Words by JEURNALS

Additional text by Rayhan Sudrajat

Beberapa waktu kebelakang, Bandung di kala akhir pekan selalu dihiasi oleh adanya gigs di berbagai venue. Tidak jarang dalam sehari ada dua sampai tiga gigs diadakan secara bersamaan. Banyaknya gigs yang diadakan sebuah penanda ramainya skena musik di Bandung. Salah satunya yang menarik perhatian adalah gigs yang diadakan oleh Greedy Dust dan Futura Free di Grun Resto & Bar Setiabudi(24/7), dengan line up band-band hardcore dari Bandung, Jakarta, Malang, dan Blitar.

Greedy Dust Futura dibuka oleh Nousonix band hardcore punk asal Bandung yang telah merilis M.O.B Demo. Lalu disambung oleh unit hardcore chaotic Ametis yang tampil dengan penuh energi. Berikutnya, ada penampilan dari Centra band asal Jakarta yang memanaskan Grun Resto & Bar. Setelah Centra, giliran Bleach yang mengisi stage. Setelah tampil di Greedy Dust Futura, dikabarkan tidak akan manggung untuk beberapa waktu kedepan.

Hadd didaulat menjadi penampil setelah Bleach, disambung oleh penampilan dari band asal Malang Keep It Real yang membuat area moshpit semakin “rusuh”. Berikutnya, ada Prejudize yang pada malam itu di tengah set nya sempat membawakan Numb, But I Still Feel It dari Title Fight yang langsung disambut sing a long di area moshpit. Unit hardcore yang berisikan orang-orang lama di skena hardcore Jakarta, Zip yang membuat area moshpit kembali panas walaupun sudah diiringi oleh beberapa band sebelumnya. Terakhir ada Bizzare yang menjadi penutup Greedy Dust Futura.

Angkat topi buat Greedy Dust dan Futura Free yang selalu sukses mengadakan gigs. Meskipun sempat berpindah venue tidak menyurutkan niat muda-mudi Bandung dan sekitarnya untuk menghadiri gelaran Greedy Dust Futura.

 

Words by Firman Oktaviawan

Photos by Prita @darkofmoist_