Solois asal Bandung , EAZZ yang merupakan moniker dari Alfi Fisrifan akhirnya merilis maxi-single bertitel Soft, Frail, Blue. Satu tajuk anyar, dimana memuat dua buah lagu dengan ngaran “Blue Wine” dan “Soft and Frail”. Maxi-single tersebut resmi diperdengarkan di berbagai digital platform services; seperti Spotify, Apple Music, Deezle dan lainnya mulai tanggal 3 Februari 2023. EAZZ yang memainkan ceruk rock alternatif bercorakan riuh shoegaze ini mencoba merangkai kisah yang terinspirasi dari masa lampau. Dari dua tembang yang tercipta ini sama-sama memiliki energi tentang seseorang yang memiliki kisah masa lalu, namun yang membedakan hanyalah situasi.

“Blue Wine” dan “Soft and Frail” mendapatkan proses pembuatan yang terbilang singkat. Alfi memulai menulis kedua lagu tersebut sejak Agustus 2022. Penggarapan semua instrumen terjadi di kediamannya, kecuali departemen vokal yang dilakukan di Hometrack milk Varis Sechan yang pula merangkap sebagai operator sekaligus membantu direksi lini vokal tentunya. EAZZ mempercayai potensi bahkan kemampuan Varis guna meramu Soft, Frail, Blue di wilayah mixing maupun mastering.

Maxi-single berdurasi hampir 10 menit ini bakal juga tersedia dalam format fisik, yakni cassette tape yang dimana sampulnya dikerjakan oleh desainer visual bernama Budi Pratama. Label rekaman Husted Records jadi pihak yang bertanggung jawab guna menelurkan kaset serta bundling merchandise yang pastinya tidak boleh terlewatkan. Selang merilis format digital dan tentunya fisik, rencananya akan dihelat sebuah mini showcase merayakan hadirnya Soft, Frail, Blue.

Musik di Taman sukses hadir dengan konsisten setiap minggunya dengan menyajikan panggung intimate show dengan vibes sejuk di taman. Kali ini bertempat di Kopi Kohi di bilangan Jl Riau, Bandung, pada hari Sabtu(27/8) Musik di Taman yang hadir atas kerjasama Kopi Kohi dan Waves Entertainment menghadirkan Intimate Show Nearcrush yang merayakan satu tahun debut album Bloodsports and Modern Arts.

Musik di Taman Intimate Showcase Nearcrush dibuka oleh Plastisin, kuartet asal Bandung yang baru merilis single “Optik & Suara”. Berikutnya, ada Eazz solo project dari Alfi (Prejudize) dengan nuansa musik dreamy dan pengaruh shoegaze yang kental. Eazz membawakan single terbaru “Thank You For My Lucky Star”, sempat meng cover lagu “Vapour Trail” dari Ride dan mengakhiri penampilannya dengan lagu “Golden Hair” dari Slowdive.

Proyek solo alter ego dari Gilanghade, Cal tampil setelah Eazz dengan membawakan lagu-lagu yang ada di EP Anthracite Grey dan juga membawakan Pine dari Basement. Lalu ada penampilan dari Clara dan Emir yang tergabung dalam unit electro pop, White Chorus.

Terakhir, sebagai penutup ada yang punya hajat Nearcrush yang membuka set-nya dengan lagu Ocean’s Depth. Total tujuh lagu dibawakan oleh Kevin dkk, termasuk satu lagu dari Title Fight “Head in the Ceiling Fan”. Musik di Taman Intimate Showcase Nearcrush ditutup oleh lagu “Hazy Day”.

Musik di Taman Intimate Showcase Nearcrush terasa intim dengan tidak adanya level atau panggung. Jadi, penonton dan band yang tampil terasa tidak ada yang membatasi. Nearcrsuh sempat membagikan lirik sheet agar bisa bernyanyi bersama. Kita tunggu intimate showcase siapa lagi yang akan hadir di Musik di Taman.

 

Words by Firman Oktaviawan

Photos by Ferialan