Lahir dan besar di Bali, Maira Yamanaka a.k.a. Mairakilla dibesarkan di lingkungan yang erat dan beririsan dengan musik: ibunya adalah seorang dancer dan ayahnya adalah seorang DJ. Perempuan berdarah Jepang-Indonesia ini adalah seorang DJ / Producer yang memutarkan musik eclectic dari bangers, softcore, gabber sampai intense house dan juga techno. Selain menjadi selector, Maira juga adalah seorang drummer dan juga breakdancer. Maira sudah meramaikan berbagai event dari underground rave sampai tampil di event NTS dan Boiler Room. Maira pun banyak terpengaruh oleh anime dan game-game era PS1 & PS2.

Melihat performa lo di Boiler Room, lo membuka set dengan sampling tari kecak. Apakah besar pengaruh musik-musik tradisional ke musik lo?
Hallo! Kabar sangat baikk! Semoga kalian semua baik juga.
Sebenarnya sih belum terlalu 😆
jadi lagu kecak itu original soundtrack dari game King of Fighters. Aku suka banget main game dan selalu suka ngulik lagu ost game. Terus karena boiler room di bali, aku lahir & besar di bali, jadi cocok banget kayanya untuk aku bawain lagu itu untuk opening setku. ✨ pada saat itu yang anak denpasar aku doang sepertinya. Jadi pas deh 🏝️

Sudah berapa lama lo menjadi DJ? Bisa ceritain ga awalnya lo belajar dari mana dan butuh waktu berapa lama untuk sampai ke tahap ini?
Aku start dari 2018 akhir. Jadi hampir 5 taun ya? 🤣
Pertama jadi dj itu sebenarnya cita cita mamaku dulu pas lagi hamil. Dulu sengaja ga nyari tau apa jenis kelamin waktu mengandung. Dia pingin anak cowo yang ngedj.
pas udah mau waktu lahiran dia malah wish punya anak cewe. jadi lah aku 🤣

Nah pas sebelum jadi dj, aku kerja sebagai manager flower shop jepang di hotel Ritz-Carlton Nusa Dua. saat itu udah jenuh banget kerja. Terus ibukku bilang ‘kenapa kamu ga belajar jadi dj aja’ dari situ lah dimulai.

Aku belajar dj di dsx dj school. mama dan papa aku juga ngedj. Tapi aku gamau belajar sama mereka. Takut di keplok 🤡🥊 ternyata ngedj itu seru. Paling suka beatmatching karena seperti main game

Lo mainin musik yang lumayan eclectic dari old school hip-hop, funk, intense house, techno, breakbeat sampai ke banger, softcore, gabber dan baltimore club. What made you fell in love with dance music dan bagaimana lo present energi lo ke crowd yang nonton?
I fell in love with dance music because its the only thing that sparks me purely.
untuk present energi: dengan good mixing skill. ngemix lagu 1 dengan yang lain secara smoothly. dan pilih lagu yang memang pas untuk momentnya.

Lo sudah bermain dari underground rave party sampai ke party-party besar yang diselenggarakan oleh NTS dan Boiler Room. Butuh berapa lama buat lo untuk di notice para partygoers dan event-event besar?
Hmm kurang tau ya 🤣 Kalau di tanya butuh berapa lama, ya dari start aku ngedj sih sebenarnya. Karena kan sekarang baru di notice sama mereka 😆

Intagram lo banyak foto postingan kucing ya. How many cats do you have in your house btw?
7 cats + 1 dog!! Aaa! 🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐶 semua aku rescueee

Di beberapa postingan IG lo terlihat terobsesi dengan Pikachu, Evangelion dan Megaman. Seberapa besar pengaruh game dan anime di hidup lo?
BESAAAR SEKALIII! semua itu yang ngebentuk aku sekarang. bisa bahasa inggris juga berkat game. Dan bisa lebih mengerti bahasa jepang malah lewat anime, bukan dari ibu wkwk 🤣 Mengerti tentang dunia juga dari game. Aku kadang meng- apply hidupku seperti game rpg. Quest dan side-quest ku banyaak 😆

Top 5 game favorit lo dan alasan nya?
Kurang ah 5 🤣 i feel bad for the other game that i like hahaha Suliiiit 😩🤣 berpikir keras wkwk Oke yang aku langsung keliantas:

1. Tekken 3
Tekken 3 adalah game pertamaku di playstation. Waktu itu masih SD kelas 3.
Dari pertama main udah jatuh cinta. fashion per-characternya dan musik yang bikin aku meledak! Dulu crushku jin kazama 😆 sekarang juga masih jin kazama

2. Mr. Driller
Game simple ter-fav. Dulu si bapak yang suka main ini. lagunya juga bagus. Also very Y2K
aku sekarang kalau lagi capek mainnya mr.driller di emulator 💗

3. Shin Megami Tensei: Persona 3
Game rgp paling ngena di hatiku. Ada mini dating sim juga di dalamnya. Terus ada mythological figures juga. all the things that i like in one game. LAGUNYA JUGA BAGUS 🤣 aku sampai beli album cd ostnya.

4. The Sims
I think I learned about life, people’s behavior, skills , and all about humans are thanks to the sims.
So the sims deserve the spot di 5 game fav ini. The sims favku the urbz sims in the city 🎉

terakhir susah banget mau milih!
Antara dmc 3, FFX atau harvest moon 😩..

But i think Harvest Moon will be on this spot.
Alasan suka harvest moon karena harvest moon bikin aku bisa nabung dan mencatat keluar masuk duit 😆
dan mengajarkan bahwa kita itu harus bersosialisasi demi kemajuan bersama. Sayang binatang dan tanaman!

Top 5 anime favorit lo dan alasan nya?
WAAH! *berpikir keras lagi 🤣 lagi bikin chart nih di kepala.. dari yang terlintas lagi ya 😆

1. Chobits
Alasannya karena ada romance to suspensenya, characternya lucu! Bener bisa ngebayangin kalo ada persocom human. i think people will fell in love and marry a persocom tho in the future.

2. GTO
Alasannya: cuz he is an outstanding teacher

3.Cardcaptor Sakura
Sakura always wear a different outfit when she on a mission. itu kenapa aku kalau perform bajunya suka lain terus 😆💗

4. Samurai Champloo
Yang mengenalkan aku pada Nujabes ✨ keren soalnya dia cerita tentang jaman dulu tapi fresh banget. Mugen juga fighting stylenya kaya orang breakdance.

5. Attack on Titan
Anime yang bikin meledak kepala.
salah satu anime yang aku tonton nonstop dari pagi sampai malam.

Tell us the 5 sexiest songs you’ve ever heard..
Waduh 🤣🧐 *berpikir keras lagi

1. Hitmakerchinx – earthquake
2.Soundtracknya Jin Kazama in Tekken 3
3.Offer Nissim – first time
4. Vt-00 – Ultra Kolosal (Loreng Remix)
5. Britney Spears – Me Against The Music 😆

Kembali ke miuzik! Untuk seorang DJ dan music producer seperti lo, seberapa penting sih peran fashion menurut lo? Kenapa?
Penting karena fashion bisa mewakilkan seleraku secara visual. Dan bagus banget untuk sesama pecinta fashion. jadinya bisa berkolaborasi. Contohnya seperti di gig Joyland kemarin aku kolab sama teman dekatku yang seorang fashion designer. Seruuu!

Fashion lo terlihat seperti gabungan dari kultur Y2K, ‘90s dan sedikit eklektik. Influence terbesar lo untuk fashion itu siapa? Lalu brand fashion favorit lo apa aja?
Influence dari papa & mama di tahun 80an (gaul banget mereka dulu baju baju partynya) & thanks to them juga aku jadi terexpose game dan anime fashion. Brand fav aku mostly all of sports brand 😆

Venue bermain dan vibe ideal untuk kamu bermain seperti apa?
Undeground local parties / rave, karena bisa bebas berekspresi! I also enjoy main di dance battle. Apalagi vogue battle

Lo juga seorang drummer. Apakah lebih gampang untuk seorang drummer bertransformasi menjadi seorang DJ? Btw, dulu pas jadi drummer pernah ngeband bawain apa aja?
Karena sudah bisa basic untuk ketukan jadi sepertinya lebih gampang ya? 😆
pondasi dari skillnya hampir mirip soalnya. Dulu jadi drummer di band metal 😆🤣 sudah sekian tahun pingin ngeband lagi. yang butuh drummer mohon info 🤣🤣🤣

Pertanyaan terakhir: Cerita paling lucu / unik pada saat nge-DJ? Pengalaman terburuk dan terbaik saat main di event apa aja dan kenapa?
Boiler room sih😭 pertama kali dapat energy sebanyak itu dari temen temen yang di kenal sampe ga kenal. Hebooh! Sampai mau roboh stagenyaa! Udah bouncing back 🤣
pengelaman terburuk: di book tapi yang booking gatau aku mainnya apa 🫠 krik krik banget. ayo para bookers jangan malas mengulik informasi. Azeg 🤣

Words & interview by Aldy Kusumah
Photo taken from Mairakilla’s IG Archives

Bagvs adalah nama panggilan Bagus Prayogo, DJ dan musisi elektronik asal Bandung, Indonesia. Seorang DJ yang lumayan sering muncul namanya di flyers party-party. Berbagai club dari Zodiac sampai Potato Head. Pernah residensi di Norrm Radio (Bandung, Indonesia) dan Noods Radio (Bristol, Inggris). Bagvs dengan cepat memantapkan dirinya ke poros budaya klub bawah tanah lokal. Mari berbincang dengan Bagvs mengenai me-remix lagu Senyawa, resep nasi goreng dan ekosistem kultur DJ-ing di Indonesia…

“DJ yang bagus versi gue itu yang milih lagunya enak aja sih, dan yang tau karakter dia itu gimana. Tapi gue suka DJ yang bisa mainin banyak genre tapi bisa nyambung.”

Halo Bagvs! Bisa ceritakan sedikit tentang sedikit aktivitas lo sekarang?
Halo pembaca! Gue Bagvs, gue baru 3 minggu pindah ke Bali. Soalnya ada pekerjaan dari Potato Head, buat ngurusin Headstream, platform baru community radionya Potato Head. Sama jadi resident DJ di Potato Head juga sih. Kalau dulu mah sebenarnya cuma nge DJ di Zodiac Jakarta doang sih. Bukan resident DJ juga sih, cowok panggilan aja sih. Kalau dipanggil main, gak dipanggil gak main hahaha.. Naon deui.. Ga banyak tempat juga sih di Jakarta dan Bali tuh sebenarnya. Sekarang sih agak ngantor dari pagi sampai sore ke kantor ngurusin dan develop si Headstream aja sih, ngantornya di depan meja komputer dan meja DJ. Kalau pulang kantor ada slot DJ pulangnya langsung nge DJ. Sekarang baru itu aja sih masih nyari ritme juga sih di Bali..

Lo juga ada proyekan kuliner “Nasgero” yang lumayan hits kan di ibukota?
Jadi sebenarnya pas covid kemarin kita gak ada pemasukan karena ga ada event kan. 2019 si Gerry nawarin gue kerjaan di Potato Head untuk gantiin Indra basisnya Avhath yang keluar. Tapi ternyata covid dan shutdown 2 tahun. Lalu gue dan Gerry iseng bikin brand nasi goreng. Taunya lumayan rame jadi kita lanjutin aja. Tapi kita gak berhenti nge DJ. Sampai sekarang masih kita jalanin berdua cuma sekarang kita hire orang untuk jalanin operation nya di Jakarta.

DJ tiba-tiba bikin brand nasi goreng. Gimana ceritanya?
Sebenarnya itu nasi goreng yang sering dimakan di ruang keluarganya rumah Gerry sih. Trus biasalah ada ide-ide pas lagi bokek. Keidean aja untuk jualan nasi goreng. Pas lockdown daripada ngelamun yuk dagang aja, tiba-tiba Gerry nelpon yuk dagang nasi goreng aja. Outlet kita baru kita jalan 3 bulanan sih. Dulu sempat habis 150-250 porsi sehari pas lagi rame-ramenya. Cabang ada 3 di rumah Gerry (Cilandak), di Menteng dan di Adityawarman lagi mau bikin. Yang di Menteng kaya compound gitu, foodcourt masa kini lah ya hehe…

Agak unik ya Nasgero, pakai nasi basmati dan rempah-rempah infused kari ya?
Itu emang resep dari ibu Gerry. Keluarga Gerry itu dari Medan. Rata-rata masakan Sumatera itu kan ada ciri khas kari, infused China, India. Dari Aceh, sampai Bukit Tinggi rata-rata begitu. Dan memang pakai nasi basmati.

Lo pernah produce lagu sendiri ga?
Baru nyoba sih 2020 bikin 2 lagu. Ngetest aja sih. Kalau bikin lagu elektronik itu kayak gimana. Kompilasi Non-Archive pernah ikut yang labelnya si Agan. Terus ikutan remix lagu Senyawa untuk Disaster Records. Pernah rilis sendiri juga 2 lagu. Iseng aja bikin lagu dance music itu kayak gimana sih. Gitu aja sih awalnya penasaran hehe..

“Bukan resident DJ juga sih, cowok panggilan aja sih. Kalau dipanggil main, gak dipanggil gak main hahaha”

Kurasi musik setlist lo pas nge DJ sama untuk setiap event genrenya atau sikat-sikat aja?
Kadang-kadang gue sih suka kangen pas awal-awal gue nge DJ, kaya maen di manapun sikat-sikat aja. Sekarang lebih banyak pertimbangan lah, lebih ngeliat tempat, membaca crowd. Intinya jadi menyesuaikan dengan tempat, jam, dan konsep acara.

Gue penasaran sih kalau DJ bawa equipmentnya apa aja sih?
Kalau sekarang ya club standard CDJ udah ada, jadi yaudah gitu doang, bawa headphone dan playlist aja, kalau gue di USB. Aman sih bawa USB asal isinya jangan file-file corel dan excel ya, isinya harus lagu hahaha… Bodor teu bodor teu? Hahaha..

Menurut lo DJ yang bagus itu seperti apa? DJ yang bagus versi lo itu seperti apa?
Sebenarnya semua itu intertwined sih. Semua nyambung: secara teknis ngerti, ngemix jago, tau crowd, tau main dimana. Dan yang pasti para bookers juga harus tau sih DJ nya main apa. Jangan asal booking aja. Sering banget sekarang kadang banyak yang promotor party undang DJ tapi gatau DJ nya mainin apa. DJ yang bagus versi gue itu yang milih lagunya enak aja sih, dan yang tau karakter dia itu gimana. Tapi gue suka DJ yang bisa mainin banyak genre tapi bisa nyambung.

DJ-DJ lokal favorit lo siapa aja?
Joni. Gue suka DJ yang mainin berbagai genre. Dan kalau lo coming from hip hop background pasti kaya gitu. Digging terus dan disambung-sambungin macem-macem genre nyambung dia tuh.
Merdi Diskoria. Keren aja sih orangnya. Music wise diggingnya kesana-kemari, semua musik dia dengerin dan punya band juga dulu dia The Sweaters & Sugarstar. Merdi dan Aat gokil sih, terus sekarang mereka bikin Diskoria. Musik Indonesia yang nge-lead sekarang mereka itu orang yang tepat sih.
Dita. Dia resident DJ Potato Head, keren dia musiknya. Ada Kindergarchy. Agak obscure sih. Orang Indo tinggal di Singapura. Dia nge DJ pake plat, diggingnya serius. Rebbit juga keren sih walaupun gue belum pernah liat dia full-set. Mulai bermunculan talent-talent DJ cewek yang jarang diekspos di industri ini.
Bayu. Anak Bandung yang tinggal di Melbourne. Aktif juga di club scene Australia. Dia tuh bodo amat aja, sikat-sikat masang musik apa aja yang dia suka. Masih gengnya Merdi dan Joni juga. Set dia bagus tuh yang di Boiler Room Bali, ada di Youtube.

“Dulu pernah bikin party di Bandung, orang-orang udah pada dateng tapi listrik belum nyala, genset belum datang hahaha.”

Ekosistem kultur DJ-ing / dance music menurut lo sudah terbentuk belum?
Kalau menurut gue, ekosistem ekonomi kultur DJ-ing di Indonesia itu belum terbentuk. Kalau lo mau ambil kerjaan sebagai full-time DJ yang paling relevan di Indonesia ya cuma di Bali menurut gue. Kota lain belum se-masif itu ekosistem, kultur dan industrinya. Disini itu masalahnya kekurangan club aja sih. Mungkin kalau Coliseum ada ruangan buat kita-kita bakal seru sih hahaha. Independen aja sih artistnya dibiarkan terserah mau ngapain, gak terlalu ngasih makan crowd sih. Baru Zodiac aja sih yang menurut gue seperti itu.

Ada cerita seru selama nge DJ?
Kebetulan belum ada sih yang unik dan seru, masih aman-aman aja sih haha. Paling kalau misalnya lagi nge DJ gue “too much” sampai gak bisa nge DJ lagi ga lucu kan? Hahaha.. Standar banget. Apa ya, dulu pernah bikin parti ama Ofri di Bandung, orang-orang udah pada dateng tapi listrik belum nyala, genset belum datang hahaha. Jadi deg-degan. Genset datang jam 10, jadi party cuma dari jam 10 sampai jam 1.

Serunya bikin-bikin party underground tuh apa ya, ya kita beda server aja sih sama klub-klub yang pakai nama DJ anu, female DJ. Yang gue liat anak-anak yang nge DJ di lingkungan gue tuh anak-anak yang main band juga, tongkrongan nya tuh pada bikin brand juga, ada ngapain juga. Kita ga nulis-nulis gender juga sih di flyers party.

Pertanyaan terakhir: Best afterhours joints sehabis pulang party? Hahaha…
1. Bakmi Alpino (Seberang Bakmi Tasik tapi lupa namanya LOL, Bandung) — Lebih enak dari Bakmi Tasik IMO hehe
2. Lontong Kari Dago (Depan Toko Sepeda & PHD, Bandung) — Enak banget deh pokoknya. Santen diatas jam 2 pagi haha
3. Dragon Flames (Jakarta) — Dim Sum nya oke lah ya, sama karena buka 24 jam
4. Nasi Jinggo Bu Sret Sret (Bali) — Best nasi jinggo favorit ane
5. Indomie Cikajang (Jakarta) — Hihihi.. Deket dari Zodiac ajaa sihh

 

Words & interview by Aldy Kusumah
Photos taken from Bagvs’ archives