In Between Days merilis debut single bertajuk “Biarkan Dunia Ini Terbakar” yang merupakan sebuah respon dari unit post-hardcore asal Bandung ini atas problem kontemporer, yakni berbagai krisis dalam sektor kehidupan yang meliputi krisis ekonomi, krisis ekologi, krisis kemanusiaan, krisis agama, dan seterusnya. Dibentuk pada akhir tahun 2022, nama In Between Days sendiri diambil dari judul lagu The Cure.

Dalam segi musik, Roma Maleakhi (Vokal), Dedi Ahmad (Guitar), Irham L. Pane (Bass), dan Ikhsan Fauzan (Drum) cenderung mengeksplorasi unsur-unsur hardcore, post-hardcore, shoegaze, atau post-rock. Dari segi lirik, In Between Days mengangkat berbagai tema sosial-politik dan kultural dalam iklim late capitalism. Keterpurukan, kecemasan, dan keterasingan manusia dalam iklim late capitalism itulah menjadi tema utama dalam musik-lirik In Between Days.

“Biarkan Dunia Ini Terbakar” merupakan pengenalan dari In Between Days sebelum EP yang direncanakan akan rilis dalam waktu dekat.

Kuintet hardcore/powerviolence anyar asal Bandung, Nut baru saja merilis debutnya lewat maxi-single yang memuat dua nomor, “Forced To Obey” dan “You Coward” pada 5 Februari 2023 dan sudah dilempar ke berbagai kanal musik digital. Dalam debut maxi-single ini, Nut memanifestasikan rasa depresi mereka terhadap kejanggalan di lingkup sosial yang – baik langsung maupun tidak – kita selalu berurusan dengannya.

Meskipun terkesan bias karena cakupannya yang luas, namun lewat debut maxi-single ini mereka ingin memuntahkan apa yang mereka lihat – baik jarak pandang dekat mau pun jauh – ke dalam kubangan audio kasar dengan suntikan hardcore berbalut gaya poweviolence dengan polesan sound modern. Tak lupa, durasi irit guna memantik kepekaan telinga pendengar dengan cepat. Kedua lagu ditulis dengan point of view personal yang tentunya memuat kemuakan bersifat personal pula. Rencananya, maxi-single ini merupakan teaser mereka menuju (mini) album mendatang yang keterangan lanjutnya belum dapat dipublikasikan. Diselingi rilisnya merchandise berupa t-shirt guna memenuhi kantung band untuk melanjutkan aktivasinya karena sejauh ini, mereka masih melakukan segalanya secara mandiri (termasuk perilisan maxi-single ini).

“Forced To Obey/You Coward” sudah bisa didengarkan di berbagai media platform musik streaming.