Jika kamu sudah familiar dengan Bakmi Badami yang buka sesuka hati dengan sistem reservasi, Mereka akan menghadirkan Bakmi Upami yang selalu buka daily di Jl. Anggrek No. 43 dengan ambience kedai bakmi yang cukup unik. Hanya saja menu yang ditawarkan Mi Upami sedikit berbeda dengan menu-menu yang hadir di Bakmi Badami pada umumnya. Faizal Budiman, yang biasa dipanggil akrab dengan nama Bob, adalah salah satu chef dan founder Bakmi Badami, yang kini menghadirkan Mi Upami dalam upaya memperkenalkan menu-menu lain yang tidak available di Bakmi Badami, dan juga sebaliknya. Dengan lokasi di Jalan Anggrek yang cukup strategis dan dekat dengan jalan Riau, sepertinya Mi Upami akan meraih lebih banyak pengunjung baru.

Photo by Omjoks
Photo by Omjoks

Mi Upami menghadirkan beberapa menu specialitynya seperti: Mi BK, yaitu mie ayam bangka dengan ayam kecap, tauge, sawi hijau, baso dan pangsit rebus. Jika ingin sesuatu yang simple ada Mi AK, yaitu mie ayam kampung rebus lengkap dengan baso dan pangsit rebus. Menurut JEURNALS, jika highlight di Bakmi Badami adalah Mie Keriting Beef Cabe gendot, maka di Mi Upami highlightnya adalah Mie KL, yaitu bakmi khas Kalimantan, dengan kondimen seperti udang, ayam chasio, ayam kecap, fish cake, baso dan pangsit. Overall, suasana bersantap disini sangat nyaman. Kami juga menyukai kuah basonya yang menggunakan kaldu ayam kampung yang direbus seharian. Point plus adalah banyaknya kondimen di meja yang bisa kamu ambil untuk meracik bakmi sesuai selera kamu: Daun bawang, bawang putih goreng, tongcay, acar cabe dan sambal. Untuk wargi Bandung yang doyan bakmi, sudah tentu Mi Upami ini menjadi list spot bakmi yang wajib dikunjungi. Jangan lupa juga untuk order baso gorengnya dengan chilli oilnya jika kesini.

 

Photos from Bakmi Upami, omjoks

KEEP KEEP Musik sudah membuka pintunya dari tahun 2016, dengan konsep seperti sebuah one stop destination, dimana kamu bisa digging vinyl-vinyl favorit kamu, makan, ngopi, bahkan dalam beberapa occasions mereka seringkali menjadi tempat aktivasi dan juga pertunjukan gigs band-band favoritmu. Beberapa brand pun pernah melakukan launching produk disini, dan KEEP KEEP pun bisa memfasilitasi semua itu dengan halaman parkir yang luas, open space dan sebuah ruangan display yang bisa memenuhi kebutuhan para klien.

Tentunya, banyak juga beberapa pengunjung yang menikmati estetika interior dan penataan home decor di Keep Keep sehingga seringkali menjadi spot foto. Untuk food and beverages ada Sejiwa Coffee yang menetap di area KEEP KEEP sehingga sudah pasti hidangan makanan dan kopi favorit kalian juga akan terpenuhi disini, ditambah alunan musik yang sudah terkurasi dari team KEEP KEEP, tentunya kalian mungkin hanya perlu men-shazam (dan mungkin membeli vinylnya jika tersedia) untuk menambah wawasan musik kalian.

Di dekat area tempat makan juga terdapat sebuah thrift store unik bernama Kameo yang memiliki barang-barang terkurasi dari kaos-kaos musik vintage sampai collectible items seperti Akira action figures, pullover Richardson, sandal Suicoke sampai kaos Sade bootleg. Oh iya, Keep Keep juga sering mengadakan pameran dari beberapa seniman dan mereka juga sering merilis merchnya sendiri dari graphic tees sampai tote bag dan celana. Kunjungi segera Keep Keep di Jl.Kiputih No. 1A, Bandung.

 

Photos from KEEP KEEP Archives

Jika kamu sedang ngidam Hainan chicken rice atau bebek panggang yang dimasak ala Chinese cuisine, tidak perlu jauh-jauh lagi ke Singapore atau Hong Kong untuk menemukan cita rasa yang otentik. Hoo Kee terletak di bunderan Taman Cibeunying, dekat dengan pusat kota Bandung. Di daerah asri ini, kedai Hoo Kee cukup eye catching dan stand out. Dari signage dan logotype Hoo Kee yang dihiasi ilustrasi kumisnya saja pasti akan membuat orang-orang yang melewati kedai mereka untuk penasaran dan bersantap disini.

Jangan takut, mereka memastikan sajian chinese cuisine di Hoo Kee ini 100% halal karena tidak menggunakan lard, pork dan angciu. Beberapa menu favorit team JEURNALS pada saat mengunjungi Hoo Kee adalah: Whole steamed chicken dan steamed hainan chicken / duck. Menu hainan rice mereka di infused oleh bahan-bahan berkualitas sehingga tercium aroma jahe, bawang putih dan nasi nya pun wangi. Daging bebek dan ayam nya pun memiliki tekstur yang gurih, lembut dan sedikit fatty karena menggunakan chicken fat.

Kedai ini baru saja soft opening pada 10 Desember 2022 (10/12). Menurut kami tempat ini cocok untuk breakfast maupun makan siang, karena mereka buka dari hari Senin – Minggu dari jam 7.30 padi sampai jam 13.00 siang.

Instagram @hookee___
Jl. Taman Cibeunying Utara No. 12, Bandung

 

Words by Aldy Kusumah
Photos by Feri Alan

The Hallway Space adalah sebuah “one stop shop” dimana kamu bisa menemukan berbagai merk pakaian dan kuliner dengan berbagai macam varian makanan. Tetapi ada satu anomali disni, yaitu sebuah toko musik yang nyempil diantara tenant-tenant pakaian dan makanan. The Throne Room adalah bisnis yang bermula dari jual-beli music gear milik Deathless Ramz, yang kemudian bertransformasi juga menjadi studio rekaman. Di tahun 2022 ini, The Throne Room membagi kedua divisi itu ke dua tempat, dimana recording bertempat di Downtown Market Studio lantai 2, dan toko music gear berlokasi di The Hallway Space.

Kamu bisa menemukan apa saja dari efek-efek Boss Pitch Shifter Delay made in Japan, pedal butik yang rare, sampai yang antik seperti Roland Spache Echo RE-201. Beberapa ampli yang beragam seperti Fender Quad Reverb, Roland Gorilla bass head dan Mesa Boogie dual caliber pun terlihat di toko tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mencoba dan membeli gitar, bass, synth dan instrumen musik lain di Throne Room. Aksesoris seperti patch cable, senar gitar sampai parts gitar/bass juga tersedia disini. Oh iya, The Throne Room juga menyediakan jasa routing pedalboard, konsultasi sound dan juga service gitar atau pedal efek. Klien-klien TTR pun bervariasi dari band-band seperti ZIP, Haul, Nearcrush, Blckhwk, Prejudize hingga musisi elektronik seperti Logic Lost. Segera kunjungi tempat ini, dan mungkin kamu pun tidak akan pulang dengan tangan kosong.

Instagram The Throne Room

Words by JEURNALS
Photos from TTR archives

Akhir-akhir ini ada sebuah kedai bakmi yang cukup viral di Tiktok dan juga sering di mention di IG story. Ya, Bakmi Badami adalah kedai bakmi hidden gem tersebut. Dan tempatnya pun benar-benar hidden gem karena memang dirahasiakan oleh sang pemilik Faizal Budiman. Untuk makan disini, kalian harus sedikit berkompromi dengan aturan pemilik sekaligus juru masaknya, karena kalian tidak bisa makan disini kapanpun kalian mau, melinkan harus mengikuti jadwal Bakmi Badami yang tidak reguler: mereka buka sesuka hati.

Kedai Bakmi yang baru dimulai di Februari 2022 ini mengusung konsep buka seseuka hati karena beroperasional tanpa karyawan dan hanya dikerjakan oleh 2 orang saja, sang pemilik dengan istrinya yang merangkap sebagai juru masak, kasir, dan waiter. Jadi wajar saja jika mereka harus menunggu mood dan energi yang tepat untuk membuka reservasi. Sistem reservasi cukup simple, kalian hanya perlu memfollow IG mereka dan jika mereka mengumumkan tanggal reservasi tinggal dm saja dan pesan menu yang kalian inginkan. Nanti lokasi rahasia akan dikirimkan kepada yang sudah reservasi.

Menu favorit kami disini adalah Bakmi keriting beef gendot dan bakmi ayam pop. Jangan lupa untuk pesan ekstra siomay kering dan es jeruk kunci yang segar. Mereka juga memiliki 4 opsi karbo: mie keriting, mie karet, mie lebar dan bihun. Dengar-dengar, mereka juga punya jadwal khusus “ordal” untuk para pelanggan setia mereka dan juga menghadirkan menu-menu baru yang belum di publish. Mereka juga kadang suka membuka reservasi take away dan delivery via Tokopedia. Memang kedai bakmi yang satu ini sangat unik dan wajib kamu coba.

IG: @bakmi.badami

Photos by Sowan Suwun

Tones No. 6 adalah sebuah spot baru yang cukup menarik dan memanjakan mata, telinga dan lidah tentunya. Kenapa mata, telinga dan lidah? Karena dari momen kita menginjakkan kaki di Tones, kalian akan disambut oleh musik Jazz yang terdengar renyah dari speaker JBL 4315 yang diputar dari vinyl koleksi mereka. Furniture-furniture yang tertata apik secara aesthetic pun memanjakan mata kalian. Apalagi hidangan speciality mereka: creamy gulai fettuccine, pompom soda, dan americano dingin dengan kombinasi biji kopi dari Wanoja dan Brazil.

Ambiance yang nyaman, tempat duduk yang cozy dan sajian musik yang dikurasi tentunya akan menambah value si cafe itu sendiri dan juga meng-elevate sajian makanan / minumannya. Tones No. 6 juga memasang harga standard untuk sajian food & beverages nya, dan untuk rasa dan porsi pun sangat memuaskan. Untuk sekedar meeting atau bersilaturahmi dengan kerabat, Jeurnals sangat merekomendasikan kamu untuk segera mengunjungi Tones No. 6 di Jl. Terusan Cisokan No.6, Kota Bandung, Jawa Barat.

 

Words by JEURNALS
Photo from @tones_no.6

Jika kamu bingung untuk mencari resto yang menyajikan menu-menu steak, Jeurnals punya jawaban yang tepat: Gabriel Braga dan Gabriel Stockerhouse. Kualitas masakan dan bahan baku daging pun sudah tidak perlu diragukan lagi karena Gabriel adalah bagian dari Suis Butcher Group, salah satu pionir resto steak lokal yang sudah established dari tahun 1984. Bedanya, Gabriel Braga lebih berani untuk keluar dari konsep steakhouse tradisional dan menawarkan menu-menu fusion seperti: Tofu nuggets, Gochujang fried wings, honey glazed chicken bao, dan Balinese duck. Favorit kami adalah Shitake mushroom Suntori steak, 43 ribeye steak dan Miso butter striploin resep chef Arifin WIndarman.

Gabriel berlokasi di pusat dan jantung kota Bandung, yaitu Braga. Sebuah lokasi yang tentunya tidak asing dari era tahun ‘80an sampai sekarang sebagai pusat kuliner dan retail-retail yang unik. Konsep fusion Western dan Asian menjadi twist yang menarik, karena elemen-elemen yang bersifat nostalgic bisa bergabung dengan makanan kontemporer.

Di area luarnya pun terdapat Gabriel Stockerhouse, sebuah konsep pop-up Gabriel yang menyediakan makanan dengan konsep packaging yang lebih praktis, seperti pasta carbonara & beer, dan steak & fries-nya yang lezat, dengan pilihan 3 saus: togarashi, gochujang dan mushroom. Tidak hanya itu, konsep modern dan minimalis mereka pun terlihat di ambiance restoran, musik yang telah dikurasi untuk menemani pengunjung bersantap dan tentunya plating makanan yang ciamik. Craving for steaks and fusion foods? Segera kunjungi Gabriel di Jl. Braga No. 43, Bandung.

 

Words by JEURNALS
Photo from @gabriel.in.braga

Dari awal kehadiran nya, Flash Coffee sudah mencuri perhatian. Dengan gerainya yang memiliki colorways kuning dan merah, tentunya akan stand out diantara bangunan-bangunan yang mayoritas berwarna abu atau putih. Flash Coffee menawarkan kopi berkualitas dengan konsep “cepat saji”. Gerai mereka memang sepertinya ditujukan agar customer membeli untuk take away atau diantar via kurir.

Bagaimana dengan menu kopi mereka? Tentunya beberapa menu mereka sudah menjadi favorit team JEURNALS, seperti: Avo Latte, Oatmilk Cappuccino, Lotus Milkshake atau Macadamia Latte. Menu nya pun cukup lengkap dari varian non-coffee seperti Lemon Sunset (Lemon tea & gula aren), Pink Senorita (Strawberry & Lemon with soda), kolaborasi Flash Coffee X Boom (Boomies Latte, Shake, Tuna Spicy Cheese Bun dan Cheese Danish), Ice Tea, Cinnamon Series, Charcoal series, Sparkling Espresso dan tentunya beberapa sajian klasik dari Latte gula aren, Nutella / Toblerone Latte, Matcha Latte sampai Espresso, Americano dan Caramel Latte. Jika lapar, ada juga beberapa pilihan makanan seperti Oatmeal Raisin Cookie, Crispy Stick Balado, Stroopwafel Caramel, CInnamon Roll, Spicy Croque Monsieur Beef Croissant sampai Tuna sandwich.

Strategi promosi mereka pun cukup masif dengan mengendorse beberapa public figur, influencer, sampai band-band lokal. Jangan lupa untuk segera mengunjungi gerai-gerai mereka di Jl. Riau, Surya Sumantri, Braga Citywalk, Gatot Subroto, dan Buah Batu. Jangan lupa juga untuk restock botol Flash Americano 1 liter atau Latte Gula aren susu almond kalian, yang kapanpun bisa kalian minum dengan praktis.

 

Photos taken from Flash Coffee IG

Sajian seafood di ruangan terbuka adalah kombinasi yang tepat. Setelah membuka pop-up di perhelatan Keuken di Kiara Artha Park, Fisherman’s Paradise kembali hadir dengan konsep semi-permanent di Laswee Creative Space. Dengan konsep dapur di dalam truk yang bekerjasama dengan Labotruck, meja-meja outdoor dan sajian seafood bakar terasa sangat cocok. Saat kamu duduk pun aroma lezatnya udang bakar sudah tercium.

Fisherman’s Paradise bermula dari hobby memancing Satria NB (Pure Saturday, Teenage Death Star). Hasil-hasil tangkapan selama memancing pun diolah dengan bumbu bakar sederhana dan mulai diperjualbelikan selama pandemi dengan konsep hidangan siap masak dan juga beberapa pop-up di event-event otomotif dan event kuliner. Sekarang Fisherman’s Paradise sudah hadir dengan lokasi permanen di Laswee Creative Space dengan menu-menu dari mix seafood platter goreng tepung, fried fish Thailand sauce, kepiting saus Padang sampai udang bakar bumbu Malaysia.


Dengan opsi dibakar, digoreng sampai masak ala Chinese food dengan 5 kombinasi sauce (Padang, Singapore, Malaysia, Thailand & telur asin) tentunya sajian di Fisherman’s Paradise ini sangat beragam dan tentunya akan membuatmu kembali kesini beberapa kali untuk mencicipi semua kombinasi menu nya. Lokasi Fisherman’s Paradise ini sangat tepat untuk berkumpul bersama rekan-rekan dan keluarga sambil menyantap lezatnya seafood segar. Kunjungi segera di Jl. Laswi no. 1 / @fishermansparadise.id .

 

Words by Aldy Kusumah
Photos by Feri Alan & Ardly

Ada sebuah communal space yang menarik dan berlokasi di Jl. Mangga (masih di sekitar daerah Jl. Riau) yang bisa kalian kunjungi. Menurut Emir, founder dari Downtown Market (DoMa), “Downtown Market itu terinspirasi dari warung-warung rokok kecil yang ada di pinggir jalan di Indonesia, terus kepikiran gimana kalau warung-warung rokok itu jualnya jadi sesuatu yang berbau musik dan fashion”. Karena di luar negeri nya, menurut Emir Downtown Market itu seharusnya adalah open air market yang diadakan mingguan. DoMa mulai beroperasi secara online dan mulai membagikan produk-produk pertamanya pada 15 Desember 2021.

Konsep DoMa sendiri adalah produk casual sehari-hari yang disukai oleh Emir, dan tentunya terinspirasi dari hal-hal yang sedang disukai dan menarik baginya. Nama area dimana DoMa berlokasi adalah Mango St yang isinya ada Downtown Market, Downtown Studio (Studio musik / rehearsal space), The Pleasant Service (coffee shop), Room+Room (food service) dan Flood Coffee Roastery. Menurut Emir “Arsitek bangunan ini dibikin sama tiga orang antara lain ada aku sendiri terus Ilham dari The Pleasant Service dan Nabil dari Room+Room, dan kita gak ada basic arsitek sama sekali tapi kita nyoba bangun dari referensi yang kita suka.”. Emir juga menambahkan waktu membangun mereka banyak terinspirasi dari bangunan Dendy Darman dan bangunan yang ada di ruko Segitiga Mas di Kosambi. Sehingga banyak menggunakan aksen tegel tegel putih.

Rencana kedepannya, Emir masih ingin mengembangkan Downtown Market dan Downtown Studio, yang memiliki studio latihan dan juga fasilitas rekaman. Bagi teman-teman band/brand yang mau bikin aktivasi di DoMa dari hearing session atau pra dengar sampai launching brand/album disini juga bisa. “Harapannya Downtown Market ini bisa jadi melting point musisi atau teman teman pekerja seni lainnya”. Segera kunjungi Downtown Market / Studio dan juga nikmati berbagai sajian dari The Pleasant Service, Room+Room dan Flood Coffee Roastery. One stop shop dimana band kalian bisa latihan / rekaman, ngopi, makan dan juga membeli artikel-artikel fashion dari DoMa sambil diiringi oleh background music yang dikurasi oleh tenant-tenant Mango St.

 

Words by Aldy Kusumah
Photos from Downtown’s archives