KUARTET pop asal Bandung, ikkubaru melepas single baru bertajuk Lagoon diawal tahun 2023 ini. Rilisan dari Muhammad Iqbal (vokal dan gitar), Rizki Firdaussahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum) ini sebelumnya dirilis pertama kali di Jepang oleh label rekaman mereka disana, Hayabusa Landings, Ca VA? Records pada event tahunan, Record Day 2022 / レコードの日 2022 dibulan Desember tahun lalu dalam bentuk piringan hitam 7-inch.

Sama dengan single mereka sebelumnya, Summer Love Story, kali ini single terbaru Lagoon juga dilengkapi dengan lagu pendampingnya, The Four Seasons. Pendistribusian 7-inch vinyl-nya pun sampai ke Indonesia, karena rilisan Lagoon c/w The Four Seasons mulanya memang diperuntukkan secara khusus untuk pendengar ikkubaru di Jepang. Lagoon c/w The Four Seasons merupakan babak kedua ikkubaru pasca melepas album kedua.

Sedikit berbeda dengan karya-karya sebelumnya, materi lagu pada Lagoon c/w The Four Seasons ini menawarkan karakter gitar jazz fusion di bagian intro dan outro, namun masih terdengar kesan city pop, khas dari ikkubaru pada bagian refrain. Adapun pengaruh gaya musik dari musisi senior asal Jepang, Masayoshi Takanaka yang terdengar kental pada nomor Lagoon ini. Sedangkan untuk penulisan lirik, Muhammad Iqbal ingin menyampaikan perasaan seseorang akan keindahan sebuah Laguna atau danau di pinggir laut yang pada hakikatnya memang diimpikan setiap manusia untuk datang
ke “tempat” seperti itu.

Selain melibatkan label asal Jepang, dalam rilisan Lagoon c/w The Four Seasons ini, ikkubaru juga kembali melibatkan illustrator atau manga artist asal Negeri Matahari tersebut. Artist dimaksud bernama
Ryoichiro Kezuka yang kembali mereka tunjuk untuk menggarap ilustrasi untuk sampul rliisan. Illustrator yang sama dengan rilisan ikkubaru sebelumnya, Summer Love Story.

Piringan hitam 7 inch Lagoon c/w The Four Seasons dijual di Indonesia dalam jumlah sangat terbatas. Hanya tersebar di 5 kota besar di Jawa Barat dan Bali. Namun demikian, seluruh materi Lagoon c/w The
Four Seasons juga dapat dinikmati dalam format digital terhitung Jumat, 13 Januari 2023 di pelbagai layanan platform music, mulai dari Spotify, Apple Music, YouTube Music, Deezer dan lain sebagainya.

Pria ini sebenarnya tidak membutuhkan introduksi lagi. Hiroshi Nagai yang lebih dikenal dengan panggilan Hiroshi Penguin Joe (yang juga menjadi moniker akun Instagram beliau) adalah seorang ilustrator dan desainer grafis dari Jepang. Karya nya sudah banyak terlihat dimana-mana: dari kover-kover album city pop favorit kamu, sampai ke iklan-iklan di berbagai media cetak. Walaupun kadang ilustrasi nya terlihat mirip-mirip, aplikasi dari ilustrasi Hiroshi sudah menyentuh berbagai medium. Hiroshi pun sudah berkolaborasi dengan banyak brand, dari Tower Records sampai Uniqlo. Bahkan Fujiwara Hiroshi (Fragment, Good Enough) pun pernah berkolaborasi dengan Hiroshi Nagai.

Pria yang terlahir di tahun 1947 ini mulai bekerja sebagai desainer grafis secara profesional di tahun 1970an dan sampai sekarang sudah dianggap sebagai salah satu illustrator / graphic designer paling ikonik di Jepang. Karya ikonik nya adalah pantai, tanaman tropis, mobil-mobil vintage dan langit biru, yang menurut beberapa media menginspirasi Hiroshi saat dia liburan ke Guam pada tahun ‘70an.

Karir Hiroshi Nagai mulai bersinar saat dia mulai mengerjakan kover-kover album, terutama album untuk musisi City Pop bernama Eiichi Ohtaki “A Long Vacation”, yang covernya bahkan lebih ikonik daripada musik nya. Termasuk saya, ketika dulu tersihir untuk membeli vinyl “A Long Vacation” hanya karena suka covernya. Selain terkenal akan karya-karya visual nya, Nagai pun adalah seorang DJ (yang tentu memutarkan lagu-lagu city pop), dan sudah pernah menerbitkan 2 buku yaitu “Time Goes By…” dan Tropical Modern”.

Hiroshi Nagai juga adalah bagian dari City Pop art movement yang berkembang dari akhir 1970 an. Terinspirasi dari estetika soft pop yang juga dikenal dengan sunshine pop, yang berasal dari Kalifornia selatan. Musik-musik sunshine pop ini banyak terdengar di jingle-jingle iklan dan sangat populer di Jepang, karena membawa para pendengarnya seolah berada di pantai lengkap dengan sinar matahari nya. Nagai juga terinspirasi dari Rene Magritte dan Salvador Dali, tetapi pop art adalah inspirasi utama nya. Begitu juga surealisme dan hyperrealism yang membuatnya mulai menggambar langit-langit yang sangat biru. Sejak 1980 an awal sampai sekarang, karya-karya berwarna Hiroshi Nagai sudah memanjakan mata para penggemar city pop, pop art sampai industri fashion.

 

Words by Aldy Kusumah