JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • REVIEWS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • EVENTS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • ESSAY
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • COOL SPOTS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • HOT STUFF
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.

JEURNALS JEURNALS

  • About
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • Contact
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • INTERVIEWS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • REVIEWS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • EVENTS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • ESSAY
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • COOL SPOTS
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.
  • HOT STUFF
    Unit death metal asal Jakarta, Darksovls, akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Omegalitikum melalui label rekaman Blackandje Records. Proses pengerjaannya terbilang singkat. Dalam waktu tak lebih dari setahun saja, semua materi musiknya kelar digodok oleh empat pria yang dipenuhi hasrat persahabatan, kesenangan, serta kecintaan maksimal akan musik ekstrim. Darksovls merupakan kelompok anyar yang sebenarnya berisi wajah-wajah tak asing lagi. Kuartet ini digawangi oleh Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), dan Andyan Gorust (drum). Tentu saja nama-nama tadi sudah dikenal baik oleh para penggemar musik cadas tanah air karena mereka sebelumnya pernah bersama-sama di era awal Dead Squad. Album Omegalitikum berisi delapan lagu dengan komposisi death metal yang cukup beringas, gelap, dan sinikal. Berbalut nuansa black metal dan progressive metal yang terdengar megah dan epikal. Dibangun oleh berbagai referensi dan selera kuping para personelnya, mulai dari Morbid Angel, Deicide sampai Dissection, bahkan Tool hingga Nine Inch Nails. Pada departemen lirik, Daniel Mardhany menulis tema-tema gelap mengenai serpihan kisah-kisah apokaliptik pasca bangsa tirani runtuh. Tentang bagaimana peradaban baru dimulai kembali di dunia yang sedang sekarat. Penataan lagu atau tracklist di album ini juga disusun secara serius layaknya concept album oleh Daniel Mardhany dkk. Mereka mengaku terinpirasi dari konsep album Dark Side of the Moon-nya Pink Floyd. Album ini diawali oleh lagu pertama “Kahar” yang bertema soal kelahiran, hingga ditutup dengan lagu bertema kematian “Hamba Alam Baka”. Jumlah delapan lagu itu juga menggambarkan simbol infinitas siklus kehidupan. Sampul album dan tata artistik Omegalitikum dikerjakan oleh Morrg yang pernah menggarap desain untuk album pertama Kala, proyek bermusik Daniel Mardhany yang lain. “Begitu Darksovls mau garap album di kepala gua langsung muncul nama dia lagi. Karena dia bisa mengubah ide-ide gua menjadi visual dengan ciamik. Gak perlu setan-setanan tapi gelap. Dan yang terpenting pesan dari lirik yang mau gua sampein ada di artwork.” Album Omegalitikum dalam format CD dan kaset resmi beredar di pasaran distribusi nasional mulai tanggal 27 Agustus 2022. Rilisan ini juga dipasarkan dalam paket bundling dan boxset spesial dalam jumlah terbatas. Semua produk tersebut bisa dipesan melalui Blackandje Records. Untuk sementara album tersebut hanya mereka rilis dalam wujud fisik dan belum tersedia di platform digital.

Category: Review

  • Home
  • Review
Darksovls Rilis Debut Album yang Beringas dan Sarat Kegelapan
  • Jeurnals
  • August 27, 2022
  • 2 min read
  • 303

Darksovls Rilis Debut Album yang Beringas dan Sarat Kegelapan

Sonar, Koleksi Hijack Sandals Yang Terinspirasi dari Dunia Bawah Laut
  • Jeurnals
  • August 26, 2022
  • 1 min read
  • 212

Sonar, Koleksi Hijack Sandals Yang Terinspirasi dari Dunia Bawah Laut

The Panturas X Bastards of Young: Kolaborasi Penggemar Surf-rock & Kultur Nautikal
  • Jeurnals
  • August 21, 2022
  • 2 min read
  • 139

The Panturas X Bastards of Young: Kolaborasi Penggemar Surf-rock & Kultur Nautikal

Koleksi Skatebord Kamengski “Papan Ngga Papan Asal Kumpul”
  • Jeurnals
  • August 17, 2022
  • 1 min read
  • 135

Koleksi Skatebord Kamengski “Papan Ngga Papan Asal Kumpul”

Dejection, EP Dengan Lirik Kelam Saturday Night Karaoke
  • Jeurnals
  • August 11, 2022
  • 2 min read
  • 133

Dejection, EP Dengan Lirik Kelam Saturday Night Karaoke

Mini Album Terbaru No One Cares Setelah Hiatus Panjang
  • Jeurnals
  • August 11, 2022
  • 1 min read
  • 207

Mini Album Terbaru No One Cares Setelah Hiatus Panjang

Drop Terbaru Dari Vicious Pain, Into The Unknown
  • Jeurnals
  • August 11, 2022
  • 40 sec read
  • 183

Drop Terbaru Dari Vicious Pain, Into The Unknown

Hiroshi Nagai: Karya iIlustrasi-nya Identik Dengan Japan City Pop
  • Jeurnals
  • August 8, 2022
  • 2 min read
  • 332

Hiroshi Nagai: Karya iIlustrasi-nya Identik Dengan Japan City Pop

Cool Spots: Laswee Creative Space
  • Jeurnals
  • August 5, 2022
  • 2 min read
  • 933

Cool Spots: Laswee Creative Space

Gorpcore: Estetika Street Fashion Yang Terinspirasi Brand Outdoor dan Para Hiking Enthusiast
  • Jeurnals
  • August 5, 2022
  • 4 min read
  • 994

Gorpcore: Estetika Street Fashion Yang Terinspirasi Brand Outdoor dan Para Hiking Enthusiast

  • Prev.
  • 1
  • …
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • …
  • 23
  • Next
The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025