JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • REVIEWS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • EVENTS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • ESSAY
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • COOL SPOTS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • HOT STUFF
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah

JEURNALS JEURNALS

  • About
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • Contact
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • INTERVIEWS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • REVIEWS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • EVENTS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • ESSAY
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • COOL SPOTS
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah
  • HOT STUFF
    Album Rimpang hadir di tahun 2023, tepatnya 8 tahun setelah ERK merilis “Sinestisia”, album ketiga mereka yang cukup epik. Dari awal album ini dibuka, kesan “mewah” sudah tersirat dari aransmen dan sound di lagu pertama. Dibuka dengan “Fun Kaya Fun” yang synthesizernya mengingatkan saya pada Beach House, rupanya eksperimentasi yang dilakukan di album ini akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Poppie memainkan bass lines nya dengan groovy, dan gitaris baru Reza diberikan ruang untuk bereksplorasi dengan gitarnya. Dengarkan keindahan e-bow Reza yang juga menyelimuti track ini. Peran vokalis latar Suraa (Cempaka Suarakusumah) Track pertama ini pun sudah menjauhkan ERK dari kesan trio minimalis yang kerap menempel sejak debut album Efek Rumah Kaca (2007) dan album kedua mereka Kamar Gelap 2008. Dengan hadirnya 2 personil (Poppie dan Reza), tentunya penulisan lagu di album ini tidak lagi didominasi oleh duo Akbar dan Cholil, melainkan sebuah proses kreatif sebuah band yang beranggotakan 4 orang. Track ke-2 “Bergeming” seolah membawa kita ke ERK era album 1 & 2. Dimulai dari drumming Akbar yang sedikit mengingatkan saya pada Jason McGerr dari Death Cab For Cutie. Begitu mantapnya bridge di menit ke 2:18. Lalu dari situ lagu pun semakin penuh bagaikan crescendo orkestra yang indah. Track ketiga “Heroik” adalah lagu paling aksesibel di album ini. Sebuah lagu “pop” dengan lirik “Merasa heroik / Memekik-mekik / Orang-orang bergidik / Peran yang kau pikul / Pamrihnya menyembul”, sudah pasti Cholil membicarakan figur-figur yang ber akrobat agar terlihat bak pahlawan didepan media massa, entah dibelakang semua topeng itu apa peran mereka. “Tetaplah Terlelap” seolah merayakan kesedihan dan melankolia menjadi suatu harapan. Sebuah lagu pop dengan semangat akar rumput. Tentunya salah satu track favorit saya disini adalah “Bersemi Sekebun”, dimana Cholil dan cohorts nya menggaet kolaborator Morgue Vanguard (Herry Sutresna), bukan untuk part rapping melainkan spoken words. Tentunya penggalan lirik ini akan menjadi favorit banyak orang: “Ada sejenis api dari kemustahilan / Sejenis harapan yang datang dari pelan nyala sekam / Sejenis badai lahir dari rajutan bukan kepalan / Tak semua seruan harus dilantangkan”. Lagu ini mungkin adalah sebuah ode untuk “perang-perang yang tak akan dimenangkan”, sebuah homage untuk kisah-kisah perjuangan baru yang lahir dari kolektif-kolektif kecil, dan tentunya ini adalah pesan untuk “bertahan sedikit lebih lama” karena hari yang baik akan datang. Album Rimpang ini memang bercerita mengenai harapan-harapan yang baru lahir secara garis besarnya (Google: Definis Rimpang). Kekuatan Rimpang sudah tentu dari aransemen, kekuatan lirik Cholil, dan songwriting style mereka yang sudah mencapai level selanjutnya (bahkan menurut saya lebih bagus dari Sinestesia). Tetapi bukan hanya lagu-lagunya nya saja yang patut mendapatkan apresiasi, melainkan konsep keseluruhan album ini sebagai suatu entitas yang harus dinikmati secara keseluruhan dari track 1 sampai track 10. Dan lagu penutup “Manifesto” pun adalah sebuah closure yang indah. Poin plus: saya selalu suka album berisi 10 lagu, tidak terlalu banyak, dan tidak kurang juga, pas. Who doesn’t love a great album with 10 great songs? Now i’m officially a big fan of Efek Rumah Kaca. Key tracks: Fun Kaya Fun, Manifesto, Bersemi Sekebun, Tetaplah Terlelap, Heroik   Words by Aldy Kusumah

Category: Review

  • Home
  • Review
Review Album Efek Rumah Kaca “Rimpang”
  • Jeurnals
  • March 22, 2023
  • 4 min read
  • 824

Review Album Efek Rumah Kaca “Rimpang”

Review Collapse “Saint” EP (Disaster Records)
  • Jeurnals
  • March 9, 2023
  • 3 min read
  • 353

Review Collapse “Saint” EP (Disaster Records)

Kompilasi Brain Beverages
  • Jeurnals
  • February 20, 2023
  • 4 min read
  • 397

Kompilasi Brain Beverages

Critical Issues – S/T EP (Disaster Records)
  • Jeurnals
  • February 16, 2023
  • 3 min read
  • 281

Critical Issues – S/T EP (Disaster Records)

Review Album: You Can Be Anyone You Want – A Tribute to Sajama Cut (Oblivion & Disaster Records)
  • Jeurnals
  • February 10, 2023
  • 3 min read
  • 281

Review Album: You Can Be Anyone You Want – A Tribute to Sajama Cut (Oblivion & Disaster Records)

Review Album: A Tribute To Pure Saturday – P.S. Our Sincere Desire (Disaster Records / Jangan Kolektif)
  • Jeurnals
  • February 4, 2023
  • 4 min read
  • 252

Review Album: A Tribute To Pure Saturday – P.S. Our Sincere Desire (Disaster Records / Jangan Kolektif)

Review Album: Lose it All – Bentala Sirna (Grimloc Records)
  • Jeurnals
  • January 24, 2023
  • 2 min read
  • 216

Review Album: Lose it All – Bentala Sirna (Grimloc Records)

Album Review: Iron Voltage – “Devastation”
  • Jeurnals
  • January 19, 2023
  • 3 min read
  • 233

Album Review: Iron Voltage – “Devastation”

Crawling Twin Lepas Single “Aktual”
  • Jeurnals
  • January 18, 2023
  • 29 sec read
  • 145

Crawling Twin Lepas Single “Aktual”

ALBUM REVIEW: Leipzig – “Garbage Disposal Communiqué”
  • Jeurnals
  • January 4, 2023
  • 2 min read
  • 178

ALBUM REVIEW: Leipzig – “Garbage Disposal Communiqué”

  • Prev.
  • 1
  • …
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • …
  • 23
  • Next
The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025