JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • REVIEWS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • EVENTS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • ESSAY

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • COOL SPOTS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • HOT STUFF

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • JEURNALS JEURNALS

    • About

      Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
       



      Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
       



       

       

      Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
       



       
       

      Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
       



       

      Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

      Words by Aldy Kusumah
      Layout by Prita

  • Contact

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

    • INTERVIEWS

      Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
       



      Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
       



       

       

      Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
       



       
       

      Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
       



       

      Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

      Words by Aldy Kusumah
      Layout by Prita

  • REVIEWS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • EVENTS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • ESSAY

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • COOL SPOTS

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • HOT STUFF

    Brand Noah milik Brandon Babenzien ini sudah beberapa kali kita bahas, dari estetika New York klasik nya, misi-misi sustainable-nya dan kolaborasi-kolaborasi epiknya. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan brand mobil heritage, Porsche, dan juga mempersembahkan grafis-grafis Peter Saville di kolaborasi New Order-nya, kali ini mereka berkolaborasi dengan brand sepatu heritage, Adidas. Tentunya kolaborasi yang satu ini membuat penasaran team JEURNALS, karena tentunya akan menarik melihat respon design Brandon terhadap brand image Adidas yang sudah kuat dengan logo 3 stripesnya dan juga trefoil klasiknya.
     



    Untuk rilisan kolaborasi musim panas ini, tentunya Noah tidak perlu diragukan lagi. Karena Noah sudah bisa mendemonstrasikan beberapa kali dengan drop koleksi summernya yang selalu menarik dan colorful. Kali ini, kolaborasi mereka dengan Adidas pun menggunakan treatment yang sama; pakaian-pakaian basic yang nyaman, motif-motif berwarna untuk dipakai di pantai, dan tentunya sepatu-sepatu dengan siluet vintage Adidas. Konsep retro sportswear dan sneaker vintage yang diusung Adidas ternyata cocok dengan visi classic menswear Noah. Duo ini kembali menggali arsip-arsip Adidas untuk merilis beberapa siluet throwback, dengan estetika Noah yang selalu tertarik pada laut dan design-design nautical. 
     



     

     

    Membuat dan merilis footwear yang bagus selalu menjadi kunci utama di semua kolaborasi Adidas dengan siapapun. Pada SS21 ini, mereka memilih siluet Adidas Probound dan Adidas Rod Laver Super, yang tentunya di remake dengan sentuhan Noah. Warna-warna dan colorways asimetris dan ngeblok tentunya sangat cocok dengan vibe nautical / kelautan. Bahkan logo trefoil (yang menyerupai bunga) Adidas di-remix menjadi sebuah ilustrasi kerang yang di aplikasikan di heel sepatu Rod Laver dan juga crewneck nya, seperti sebuah homage kepada laut. 
     



     
     

    Rod Laver, yang sekilas mirip Adidas Stan Smith ini juga memang didesain untuk bermain tennis. Dengan atasan plastik hasil recycle, midsole kuning, outsole gelap dan heel berwarna hijau, siluet ini tentunya sudah menjadi sepatu ikonik Adidas yang tidak diragukan oleh para penggemar Adidas. Sedangkan siluet Probound adalah sneaker basket Adidas yang sudah terlupakan termakan waktu, tetapi diciptakan ulang dengan panel-panel yang di-blok warna asimetris antara sepatu kanan dan kirinya. Dengan logo Noah berwarna emas didekat logo three stripes Adidas, tentunya ini adalah sepatu limited edition yang menarik, lengkap dengan sepasang set kaus kakinya.
     



     

    Sedangkan untuk range pakaiannya, Noah dan Adidas mempersembahkan workwear dengan citarasa nautical untuk membumbui inti dari capsule collection ini. Selain bermain di warna putih netral dengan logo co-branding, kolaborasi ini juga sangat menarik dengan colorways yang bermain di area navy blue dan menggunakan pola floral. Coat berbahan katun yang di match dengan celana three stripes ala  Adidas mesh track pants, dan juga hoodie berbahan terry yang cocok dipakai untuk berlayar, hangout di pinggir kolam renang atau menikmati musim panas di pinggir pantai.

    Words by Aldy Kusumah
    Layout by Prita

  • Category: Review

    • Home
    • Review
    Adidas X Noah: Respon Noah terhadap siluet sneakers vintage Adidas
    • Jeurnals
    • August 16, 2021
    • 3 min read
    • 218

    Adidas X Noah: Respon Noah terhadap siluet sneakers vintage Adidas

    FLASH NEWS: Frank Ocean merilis ‘Homer’, brand barunya yang akan collab dengan Prada
    • Jeurnals
    • August 14, 2021
    • 4 min read
    • 265

    FLASH NEWS: Frank Ocean merilis ‘Homer’, brand barunya yang akan collab dengan Prada

    JEURNALS PICKS: Single-single band lokal yang menjadi high rotation kami
    • Jeurnals
    • August 12, 2021
    • 11 min read
    • 243

    JEURNALS PICKS: Single-single band lokal yang menjadi high rotation kami

    Aries X Umbro
    • Jeurnals
    • August 8, 2021
    • 3 min read
    • 177

    Aries X Umbro

    Futura VS The North Face: Apakah benar TNF meniru design Futura
    • Jeurnals
    • August 2, 2021
    • 3 min read
    • 150

    Futura VS The North Face: Apakah benar TNF meniru design Futura

    HOT STUFF: Beberapa item keren pilihan Jeurnals
    • Jeurnals
    • July 28, 2021
    • 7 min read
    • 123

    HOT STUFF: Beberapa item keren pilihan Jeurnals

    Reissue Vinyl Komunal oleh Disaster Records
    • Jeurnals
    • July 16, 2021
    • 4 min read
    • 191

    Reissue Vinyl Komunal oleh Disaster Records

    YOUTUBE RECOMMENDATION EDISI PPKM
    • Jeurnals
    • July 12, 2021
    • 9 min read
    • 167

    YOUTUBE RECOMMENDATION EDISI PPKM

    6 film buruk yang ternyata FUN untuk ditonton
    • Jeurnals
    • July 5, 2021
    • 10 min read
    • 249

    6 film buruk yang ternyata FUN untuk ditonton

    North Face X Supreme Summit Series Spring 2021
    • Jeurnals
    • July 2, 2021
    • 3 min read
    • 217

    North Face X Supreme Summit Series Spring 2021

    • Prev.
    • 1
    • …
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • …
    • 23
    • Next
    The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025