JEURNALS JEURNALS
  • INTERVIEWS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • REVIEWS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • EVENTS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • ESSAY
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • COOL SPOTS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • HOT STUFF
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder

JEURNALS JEURNALS

  • About
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • Contact
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • INTERVIEWS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • REVIEWS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • EVENTS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • ESSAY
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • COOL SPOTS
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder
  • HOT STUFF
    Rambutnya berminyak dan kulitnya penuh dengan tato klasik. Saat melakukan backside boardslide atau drop-in impossible tailgrab, Dylan lebih memilih untuk memakai kaos putih polos, atau kemeja hitam. Saat difoto sebagai model fashion dia sering mengenakan jaket kulit dan membawa gitar Takamine akustik. Ya Dylan Rieder lebih terlihat seperti bintang film dan rockstar ketimbang skateboarder yang umumnya memakai streetwear dan graphic T-shirt ketimbang pakaian polos. Rambut pria ini juga selalu terlihat fresh karena ayahnya adalah seorang barber terkenal dan Dylan tidak pernah dicukur oleh orang lain selain ayahnya. Dylan Rieder secara fisik terlihat seperti gabungan antara Johnny Depp muda dan Kit Harrington dari Game of Thrones. Tentu saja, semua ini tidak akan mungkin terjadi jika Dylan Rieder tidak sangat berbakat, dan itu adalah hal yang paling dia pedulikan. Penampilan-nya di video Supreme tahun 2014, “Cherry”, adalah salah satu skate-parts terbaik berdurasi empat menit yang pernah kamu lihat, apalagi part dia dihiasi oleh lagu “Never Tear Us Apart” dari INXS. Tentu saja dia juga sangat tampan, dan itu membuat peralihan dari skater ke model fashion menjadi sangat mudah bagi Dylan. Namun sebelum Dylan banyak tampil di iklan dan fashion spread majalah fashion besar, Rieder dipuja karena gaya pribadinya, yang terlihat secara sempurna melengkapi style skating-nya yang effortless dan keren. Meskipun banyak yang masih menganggap fashion skate sebagai jeans longgar, T-shirt oversized, dan rantai dompet, Rieder lebih sering terlihat dengan kaus yang dimasukkan ke dalam celana denim hitam slim-fit. Dia adalah seseorang yang menolak untuk mematuhi definisi yang tepat tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang skater. Saat dia mendesain sepatu untuk Huf, hasilnya adalah sesuatu yang terlihat seperti sepatu kawinan ketimbang skate shoe atau sneakers. Tentunya, selain karir skateboardnya, Dylan Rieder juga mempunyai prestasi di dunia fashion dan modeling. Dylan banyak berkolaborasi dengan brand fashion ternama. Pria yang lahir pada tanggal 26 Mei 1988, di Westminster, California ini mendapat pengakuan atas skill skating-nya yang luar biasa, ollie-nya yang tinggi dan style uniknya baik di dalam maupun di luar dunia skateboard. Karier skateboarding Dylan Rieder dimulai saat Dylan masih muda, dan dengan cepat dia dikenal karena gayanya yang smooth dan inovatif. Dia menjadi rider untuk berbagai brand skateboard, seperti Supreme, Alien Workshop, Osiris Shoes, Birdhouse, Fucking Awesome dan Quiksilver. Permainan skatingnya berada tepat diantara kombinasi trick technical, speed yang cepat dan estetika khas yang membedakannya dari banyak skateboarder lainnya. Tragisnya, Dylan Rieder meninggal dunia pada 12 Oktober 2016 di usia 28 tahun akibat komplikasi leukemia. Kematiannya yang terlalu dini merupakan kerugian besar bagi komunitas dan dunia skateboard. Dylan Rieder dikenang atas kontribusinya pada skateboarding dan fashion. Pengaruh Rieder melampaui kehebatan teknisnya dalam bermain skateboard; gaya dan pengaruhnya meninggalkan warisan abadi. Bahkan dia disebut sebagai skateboarder paling stylish oleh beberapa media. Siapa yang akan melupakan skate-part Dylan di Alien Workshop “Mindfield” dengan soundtrack Elliott Smith? Rest in power, Dylan. Ini adalah beberapa video Terbaik Dylan Rieder favorit kami: Supreme - Cherry Alien Workshop - Mind Field Gravis - Dylan ; Dylan Rieder: True Blue Street League best of 2013: Dylan Rieder

Category: Essay

  • Home
  • Essay
Dylan Rieder (1988-2016) Skateboarder Ikonik Yang Menjadi Rider Supreme, Alien Workshop & Fucking Awesome
  • Jeurnals
  • April 18, 2024
  • 4 min read
  • 247

Dylan Rieder (1988-2016) Skateboarder Ikonik Yang Menjadi Rider Supreme, Alien Workshop & Fucking Awesome

“Lost In Translation”, Sebuah Karya Monumental Dari Sofia Coppola
  • Jeurnals
  • April 5, 2024
  • 8 min read
  • 335

“Lost In Translation”, Sebuah Karya Monumental Dari Sofia Coppola

20 Album Shoegaze Esensial
  • Jeurnals
  • March 29, 2024
  • 27 min read
  • 3529

20 Album Shoegaze Esensial

Southern Lord Records
  • Jeurnals
  • March 22, 2024
  • 11 min read
  • 305

Southern Lord Records

BANKSY, Seniman Dengan Pesan Paling Relevan Untuk Era Kontemporer
  • Jeurnals
  • March 8, 2024
  • 9 min read
  • 439

BANKSY, Seniman Dengan Pesan Paling Relevan Untuk Era Kontemporer

FUCT, Brand Streetwear Berbahaya Yang Lahir Dari Imajinasi Erik Brunetti
  • Jeurnals
  • March 1, 2024
  • 6 min read
  • 517

FUCT, Brand Streetwear Berbahaya Yang Lahir Dari Imajinasi Erik Brunetti

Korean New Wave, Garda Terdepan Sinema Korea Selatan
  • Jeurnals
  • February 9, 2024
  • 5 min read
  • 361

Korean New Wave, Garda Terdepan Sinema Korea Selatan

Hajime Sorayama, Titik Temu Antara SCI-FI dan Seni Rupa
  • Jeurnals
  • February 1, 2024
  • 3 min read
  • 349

Hajime Sorayama, Titik Temu Antara SCI-FI dan Seni Rupa

Film Favorite di Tahun 2023
  • Jeurnals
  • December 29, 2023
  • 13 min read
  • 293

Film Favorite di Tahun 2023

Rilisan Favorite di Tahun 2023
  • Jeurnals
  • December 28, 2023
  • 15 min read
  • 216

Rilisan Favorite di Tahun 2023

  • Prev.
  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
The Purveyor of Alternative News - Jeurnals 2025