Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Words by Jeurnals
Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya salah satu festival terbesar di dunia, Coachella sukses diselenggarakan tiga hari dari tanggal 15 April 2022 sampai 17 April 2022 waktu setempat. Untuk yang tidak bisa hadir di Empire Polo Club, Coachella menyiarkan secara live perhelatannya melalui akun resmi Youtube Coachella dan itu dibagi menjadi tiga channel dengan menampilkan tiga stage yang berbeda. Karena penasaran dengan Coachella 2022 yang sempat tertunda, karena Jeurnals belum bisa buat dateng langsung, kami pun mantengin live streams Coachella selama tiga hari untuk melihat bagaimana penampilan line up yang menghiasi deretan flyer/poster Coachella 2022. Dan inilah beberapa momen yang mengesankan bagi Jeurnals di Coachella 2022.
Harry Styles
Debut penyanyi solo asal Inggris di Coachella ini menjadi penutup hari ketiga. Selain membawakan set sebanyak kurang lebih sebanyak 18 lagu dengan menyisipkan 3 lagu baru di set nya, Harry menarik perhatian dengan memakai jumpsuit berhias payet yang dilapisi manik-manik. Tidak lupa juga kolaborasinya dengan Shania Twain membawakan lagu “Man, I Feel Like a Woman†dan “Still The One†secara akustik.
Artis dan Lagu Indonesia di Coachella
Seperti yang kita ketahui bersama ada Niki dan Rich Brian yang menjadi pengisi line up Coachella 2022. Niki menjadi salah satu line up yang tampil di hari pertama dan Rich Brian di hari kedua. Hal ini menjadi sejarah, karena mereka berdua merupakan artis/musisi Indonesia yang pertama tampil di Coachella. Selain itu, di hari kedua ada juga set dari 88Rising yang menampilkan musisi-musisi asal asia yang berada dibawah naungannya, Niki, Rich Brian dan Warren Hue termasuk didalamnya. Pada set 88rising Head In The Clouds Forever Niki membawakan lagu Sempurna dari Andra and The Backbone yang juga menjadi lagu pertama dari Indonesia yang dibawakan di atas panggung Coachella.
Reuni 2NE1
Di 88rising Head In The Clouds Forever menampilkan musisi dari Asia dari mulai Niki, Jackson Wang, Bibi, CL, Rich Brian, Utada Hikaru, dan lainnya. CL didaulat menjadi penutup deretan artis yang tampil di set 88rising Head In The Clouds Forever. CL membuka penampilannya dengan lagu terbarunya bertajuk Spicy. Diakhir penampilannya setelah lagu Hello Bitches, CL menghilang ke belakang panggung dan muncul kembali ke atas panggung bersama Sandara, Park Bom dan Minzy. Penampilan reuni dari 2NE1 cukup mengagetkan karena di postingan instagram 88rising nggak mencantumkan 2NE1 sebagai salah satu line up nya. Penonton dibuat emosional saat melihat empat personel 2NE1 berdiri di atas panggung memakai busana monokrom bernuansa hitam dan metalik hasil karya dari designer Alexander Wang.
Billie Eilish dan Damon Albarn
Sebagai headliner hari kedua Coachella 2022, Billie Eilish memberi kejutan dengan menghadirkan Damon Albarn. Selain mengajak frontman dari Blur ini, Eilish juga mengajak Posdnuos dari De La Soul untuk membawakan lagu Feel Good Inc dari Gorillaz. “This Is the craziest shit I’ve ever experienced†ucap Billie Eilish disela penampilannya bersama Damon Albarn dan Posdnuos. Damon Albarn sendiri sebelumnya sempat mengisi solo piano di lagu Happier Than Ever dan Getting Older ketika Billie Eilish tampil di Deezers Sessions.
Setelah merilis EP Mausoleum dalam format kaset pada Desember 2021 lalu, Rounder menggaet Maternal Disaster untuk menjadikan seluruh materi yang ada di Mausoleum ke dalam bentuk visual melalui video musik live session Mausoleum.
Pencetusan ide pembuatan video ini tidak terjadi secara serta merta melainkan melalui diskusi panjang antara Maternal, Rounder, serta pihak-pihak lain yang terlibat. Diskusi tersebut menghasilkan penampilan Rounder ke dalam satu kemasan video live set berdurasi sepanjang 14 menit. Dengan menampilkan 4 track dari EP Mausoleum seperti Matriarkhat, Mental Incapacity, Mausoleum dan Esa Hilang Dua Terbinasa. Tidak lupa, kuintet asal Bandung yang mengusung metal/hardcore chaotic ini pun menambahkan single mereka yang lebih dulu dirilis di tahun 2020 lalu bertajuk Loveless Suffering sebagai penutup Mausoleum Live Session.
Mausoleum sendiri secara oksimoron terlahir sebagai simbol kematian. Kematian serta perlawanan kasar dan penolakan atas sikap tunduk terhadap penderitaan; penindasan fisik; verbal; dan mental.
Tentunya PF Videoworks adalah salah satu archivist yang paling prolifik di scene musik Indonesia. Gigs kecil sampai festival besar pernah dia dokumentasikan untuk personal project nya ini. Simple saja; dia hanya ingin mendokumentasikan gigs-gigs yang dia datangi dan mengarsipkan performance band-band yang dia sukai. Dari entusiasme ini, Bram rela mendokumentasikan sebuah acara dari awal sampai acara berakhir. Dari tahun 2011 sampai tahun 2022 ini dia masih tetap merilis video-video panggung dia kanal Youtubenya. Sebut saja Terapi Urine, Sajama Cut, The Adams, Grrrl Gang sampai Warpaint, Wormrot, Alvvays dan Rich Brian / Rich Chigga pernah dia dokumentasikan, dan hampir semua genre dia libas karena Bram adalah seorang music enthusiast yang menyukai semua genre. Mari berbincang sedikit dengan Bram mengenai PF Videoworks dan suka-duka nya…
“Sebelum gue bisa edit video dan gue satu-satuin jadi fullset ada sekitar 8,000an video yang gue shoot, terus sekarang udah jadi 7,900an setelah di satuin.â€
Bram, lo udah mulai dari tahun berapa mulai mengarsipkan video-video?
Awalnya dari foto kan, kalau video dari 2011 mulai. Ngalir aja sih awalnya, pilih format video karena bosen aja ngefoto. Mau coba yang orang lain belum lakuin. Fitur video baru mulai rame juga pas 2011 jadi ya gue coba aja.
Channel Youtube lo juga mulai dari 2011?
Youtube gue bikin channel iseng aja sih dari 2011. Dari rentang waktu 2011 ke 2015 udah aktif, cuma ga sesering 2015 keatas.
Semua band yang pernah lo rekam basically lo harus suka musiknya atau lo juga merekam yang lo ga terlalu into ke musiknya?
Hahaha. Kalau untuk band yang gue gasuka ga ada sih.. Ngalir aja sih dari band yang awalnya band yang gue suka lalu ngerembet juga ke band temen-temen. Kalau untuk acara kalau sekiranya gue suka semua band nya biasa nya gue rekam dari awal acara sampe abis.
Jadi lo dateng ke gigs itu nonton gigs sambil ngerekam atau dari awal udah niat mau rekam dan minta izin ke band nya?
Paling gue dateng minta izin ke band dan yang punya acara. Kalau tiba-tiba dateng dan ngerekam kan ga enak soalnya hahaha. Tiap gigs atau acara besar ada rules nya. Selama ini gue selalu minta izin. Kadang ada yang bayar sendiri kadang ikut temen ya 50-50 sih. Jadi bisa dibilang pengarsipan ini dari seringnya gue dateng dan suka ke gigs.
Equipment lo dari dulu sampe sekarang semakin canggih ya? Apalagi hardisk pasti habis banyak tuh buat storage footage..
Kalau hardisk udah pasti banyak, kalau ngomongin alat dan gear sih sama aja hahaha. Ngalir aja lah hehe..
Apakah ada juga beberapa band yang ngajak lo mendokumentasikan tour mereka?
Ada kok beberapa, itu si Terapi Urine haha. Kalau band yang kaya Sajama Cut dan The Adams diajak temen sih. Si Dion gitaris Sajama Cut emang kenal sebelumnya karena dia sempat metal-metalan di Too Late To Notice. The Adams juga karena dokumentasi nya temen gue dan ngajak gue..
Di Youtube lo paling hits video siapa?
Sebenernya gue ikut Sajama Cut di We The Fest, terus abis Sajama manggung di stage sebelah ada Rich Brian (dulu nama nya Rich Chigga) dan jam nya pas. Gue rekam aja iseng tau-tau rame, sekarang views nya 7 juta haha tar gue kasih link nya deh. Mungkin karena gue rekam dia pertama kali perform di festival gede…
Lo prefer gigs yang intim atau festival gede?
Gue pribadi lebih suka yang intim sih. Gue lebih ngincer interaksi antara penonton dan band. Kalau festival gede sih kalau gue ada kesempatan aja sih. Kalau panggung gede anjir gue suka bingung karena biasa nge shoot di gigs kecil hahaha. Apalagi pas Synchronize. Kalau di Synchronize gue juga prefer shoot di gigs stage sih..
Kalau audio lo nembak dari kamera atau ada yang misah dari mixer?
Kalau audio tuh selama ini sih mostly dari kamera gue biarin natural aja. Cuma ada beberapa kesempatan di acara bikinan temen yang nawarin audionya direkamin dan dikirim ke gue. Alhamdulillah mayan aman sih dari kamera juga yang penting kedengeran lah hahaha! Kalau ada temen nawarin akses audio yaudah gue tunggu audio dari dia baru gue edit.
PF Videoworks ini singkatan dari apa sih? Dari dulu lo sendiri ya?
Semua gue sendiri dari dulu hehe. PF nya yaitu.. Penjahat Fashion hahaha. Ga jelas lah nama-nama alay jaman dulu, gue pikir malu nih yaudah gue singkat ajalah, namanya juga ABG dulu bikin nama asal-asalan hahaha
Si Hate5Six juga alay kan nama nya? Hahaha. Btw lo ada referensi juga ga dokumentasi panggung yang lo suka siapa aja?
Iya sih alay juga kalau dipikir-pikir hahaha. Kalau referensi jujur ga ada sih malah ngalir aja.. Cuma kadang temen sendiri pada bilang gaya ngerekam gue mirip si Hate5Six. Ga ada referensi channel siapa cuma rekam-rekam aja. Gue sering pake lensa fisheye ama wide tapi itu lensa punya temen semua, kalau ada aja. Gue biasa ngambil wide aja sih jarang yang detail nge zoom..
Video-video footage lo yang paling berkesan atau favorit yang mana aja?
Waduh bingung.. Yang pertama paling gue suka itu:
1. Komunal (Eastern Promise / De La Show) – Gue suka setlist nya banyak banget hahaha..
2. 5 Jari Musik – dibikin sama band Godplant acaranya, isi nya band-band mantep semua tuh. Disini juga untuk audio gue dibantu Bodat drummer Feast. Hasilnya gue suka banget. Lo liat aja deh.
3. Paguyuban Crowd Surf – Jadi memang temen-temen deket gue bikin gigs, isinya band-band yang pernah main disitu kadang ngundang band lain juga.
4. Texpack (Rookie Rooster) – Band dari Bogor. Mereka tuh udah lama ga manggung karena pandemi. Setelah lama ga manggung banyak yang nonton mereka dan banyak yang singalong dengan jarak sedekat itu, udah lama juga ga ngerasain vibe gini semenjak pandemi..
5. Grrrl Gang (Showcase) – Jadi mereka gagal pergi ke acara SXSW gara-gara corona. Mereka bikin showcase jadinya, itu tuh sebelum corona jadi rame banget itu. Bener-bener ngerekam terakhir disitu, abis itu 1-2 tahun bener-bener gue ga ngerekam apa-apa..
6. Wormrot – Di acara Noxa di Bulungan. Gue suka sih ini.
7. Warpaint & Alvvays (We The Fest) – Waktu itu gue ikut Hindia, dapat akses ya kenapa engga, ternyata boleh merekam Warpaint dan Alvvays. Patokan ngerekam band bule cek dulu di Youtube kalau banyak orang amatir ngerekam (di festival) berarti boleh sama band nya..
Total ada berapa video footage yang udah pernah lo rekam?
Sebelum gue bisa edit dan gue satu-satuin video jadi fullset dan di upload ulang ada sekitar 8,000an, terus sekarang udah jadi 7,900an hahaha.
Oh iya, lo bisa cerita sedikit ga mengenai postingan lo yang di feeds? Disitu lo bilang mau hapus channel dan video-video nya dan juga berpikir untuk berhenti melakukan aktivitas PF Videoworks…
Yang ngehapus video gue emang akui itu keputusan gegabah tuh haha. Banyak yang ngontak gue ngapain gue hapusin arsip-arsip video itu. Sejak diomelin gue memutuskan buat engga ngehapus. Cuma emang ada lah fase dimana seseorang merasa down karena keadaan. Gue pikir gue ngapain sih begini mulu ga ada progress. Gue sekarang udah ga ada kamera selama ini pinjam. Kamera gue dijual pas awal corona. Gue ga enak nih pinjam melulu walaupun dia memang baik minjemin terus, yaudah gue balikin aja. Gue akhirnya memutuskan untuk berhenti. Cuma melihat komen dan support teman-teman gue jadi mikir lagi hahaha. Ternyata impact gue sebesar itu, gue sama sekali ga pernah kepikiran kalau impact nya sebesar itu. Ga nyangka aja sih. Gue merasa belum pantes aja sih emang gue siapa. Karena faktor jenuh dan corona juga.
Ga jadi berhenti dong setelah disemangatin? Hahaha. Any last words?
Yahh.. Liat ntar deh.. Hahahaha.. Liat nanti aja keadaan gimana.. Selalu support aja ke band-band lokal. Salah satu faktor yang bikin gue ga mau berhenti dari dulu tuh karena makin banyak band-band baru yang bagus. Gue liat dengan mata kepala sendiri. Jaman sekarang tuh ngeband udah niat banget dari gear, promo dan konsep. Dari band muda sampe band umur bapak-bapak udah pada niat banget bermusik semua. Selalu support lah band-band lokal dengan dateng ke konser dan beli rilisan atau merchandise nya. Gue terakhir denger kolaborasi White Chorus, Couch Club dan Bleu House bagus banget itu keren banget. Thank you banget ya pak udah reach out, udah lama banget kita ga ketemu hahaha..
Interview by Aldy Kusumah Photos by Brama’s archived
SSSLOTHHH adalah band Bandung yang berhasil meleburkan post-metal, sludge dan hardcore kedalam musiknya. Rilisan terakhir mereka, Celestial Versesâ€, adalah salah satu rilisan lokal yang mendapat banyak pujian karena sound dan aransemen nya yang apik. Mari berbincang dengan keempat personil SSSLOTHHH mengenai kolaborasi mereka dengan Tesla Manaf dan upcoming release mereka…
Ini mungkin pertanyaan yang mewakili banyak orang: Kenapa ada 3 S dan 3 H di nama SSSLOTHHH? Sehingga agak sulit kalau nge-search akun band ini di IG.. haha..
Widi: SSS dan HHH itu merupakan statement dimana kita ingin bertransformasi dan melakukan eksplorasi diluar dari kebiasaan. Dengan melebur berbagai macam genre menjadi sesuatu yang unik, aneh dan mempunyai karakter organik tapi masih berada dalam satu koridor utama yaitu Heavy.
Angga: Nah itu bisa langsung di tanyakan ke Dinar, Dede dan Boink Hahaha..
Boinx: Sebenernya sih itu awal nya penegasan buat karakter si band nya, setelah berjalan lama itu menjadi sebuah konsep dari musikalitas dari SSSLOTHHH nya sendiri.
Dinar: Nah itu dia, biar susah! Hahaha!
Video live terbaru kalian berkolaborasi dengan Tesla Manaf. Bisa ceritakan sedikit konsep dibalik kolaborasi ini dan kenapa kalian memilih Tesla sebagai kolaborator?
Boinx: Ide awal muncul dari Widi yang BM pengen bikin video live karena semenjak kita rilis album kedua “Celestial Verses†itu selang 2 bulan kemudian langsung pandemi. Akhirnya kita meeting internal buat matengin konsep dan delivery nya kaya gimana. Dinar merekomendasikan Tesla Manaf dari situ ga banyak perbincangan di band jadi bergerak cepat masuk studio. Dan secara pribadi saya melihat video Tesla Manaf dan memainkan musik dengan konsep yang pas dan bisa bekerjasama dengan SSSLOTHHH dan akhirnya bisa terealisasikan juga, dibantu Disaster Records dan Maternal Disaster.
Widi: Terinisiasi dari kebutuhan launching album celestial verses yang ga bisa terealisasi akibat pandemic. Dari Situ saya berdiskusi secara internal dengan Dinar, Boink dan Angga. Ditambah saya pun berdiskusi secara external juga dengan Ody dari Disaster dan Vidi dari Maternal untuk merealisasikan video live ini. Disitu Vidi memberi masukan konsep kolaborasi supaya video live ini outputnya berbeda dari yang biasanya. Lalu Dinar merekomendasikan Tesla Manaf a.k.a KUNTARI untuk berkolaborasi di project ini. Jujur sebelumnya saya belum tau KUNTARI itu seperti apa. Tapi Ketika saya digging karyanya lewat “Last Boy Picked†Wow… ini outstanding dan out of the box! Tanpa pikir panjang saya pun setuju untuk lanjut berkolaborasi.
Angga: Untuk lokasi syuting kemarin tuh di Armor Coffee Kiaracondong, ada spot lumayan gede dan ga kepake. Memang dari awal pengen yang bentuk nya macem gudang dan view di kamera nya tuh landscape gitu, lebar lah keliatan nya. Ngetake nya cukup bentar, kalo ga salah 1,5 jam, yang lama tuh routing lighting dan sound system. Sempet juga kita trouble di bagian sound system, itu sih yang bikin lama haha. Oh iya nambahin Widi sedikit, di live session ini kita nunjukin konsep lighting yang megah dari temen-temen convert yang provide banyak sekali lampu dan konsep lightingnya.
Dinar: Konsep nya tuh kita bawain beberapa lagu di Celestial Verses plus pengen ada bintang tamu yang bisa kita ajak dan alat musik yang dipakai juga beda dari instrumen yang kita pakai. Akhirnya saya ngasih rekomendasi Kuntari ke anak-anak untuk kita ajak kolaborasi di semua lagu yang kita bawain. Proses latihan sama Kuntari terbilang cepat dan serba mendadak haha. Kurang lebih 3 kali latihan dan 1 kali brainstorming bareng, itu pun via chat Whatsapp.
Kalo kenapa milih Tesla itu karena beberapa bulan lalu Ody, temen di kantor ngirim video tesla baru eksplor trumpet di Twitter. Dan suara yang dikeluarkan kayaknya cocok buat dipake di SSSLOTHHH, ga pake pikir panjang langsung ngajuin ke anak-anak buat bikin video live tapi collab sama Tesla bawain beberapa lagu di album yang kebetulan belum pernah kita bawain live semenjak rilis, karena pandemi ngentot! Ha!
Lagu yang kita bawain beberapa dari album Celestial Verses, ada juga lagu terbaru yang diambil dari album kompilasi Grimloc dan juga sepotong lagu cover dari band favorit kita berempat. Bisa ditonton video nya sampai habis buat tau lagu apa yang kita cover hehe..
SSSLOTHHH awal nya menggunakan formasi trio, dan kini semakin solid dengan tambahan gitaris Angga dari Taring. Kenapa memutuskan untuk memakai format 2 gitar sekarang?
Widi: Pertama dari segi produksi kita butuh frekuensi tambahan di gitar. Yang mana hal itu sebetulnya masih bisa kita rekayasa secara engineering pada saat proses rekaman berlangsung. Hanya saja kalo ngerefer ke Infinite Fracture dan Phenomenon. Dari situ bisa disimpulkan kita perlu tambahan karakter permainan gitar yang berbeda dari sebelumnya. Goalsnya adalah untuk mengisi semua ruang kosong di seluruh struktur lagu. Dan di Celestial Verses ini Angga berhasil memberikan banyak edit value untuk mengisi kekosongan tersebut. Hal ini pun sangat terasa saat proses pembuatan single Eulogy to The Passing tahun 2020 lalu untuk Dasawarsa Kebisingan kompilasinya 10 tahun Grimloc. Kalo didengar lebih detail, disitu kerasa banget perbedaan gitar saya dan Angga. Kedua dari segi live saya perlu partner yang memiliki passion dan energi yang sama di band untuk nge-deliver output yang maksimal pada saat live.
Angga: Nah angga juga kaget dengan ajakan dari Dinar untuk ikut gabung sama SSSLOTHHH, dengan senang hati gabung sama SSSLOTHHH. Dari awal nya memang suka sama band nya. Terus kalo bagi Angga ada tantangan sendiri karena ngga biasa mainin genre yang di mainkan sama SSSLOTHHH.
Boinx: Faktornya mungkin karena kebutuhan di band yah, kita pengen maen seperti ini tapi tidak memungkinkan untuk dimainkan dari situ mulai terpikir harus mencari satu lagi untuk mengisi kekosongan dan setelah berunding kita bertiga akhirnya Angga dari Taring ikut bergabung.
Dinar: Intinya buat nambah frekuensi yang kosong di lagu kita. Dan eksplorasi nya juga lebih luas ketika angga masuk.
Kalian memainkan peleburan yang pas antara post-metal dan sludge. Elemen-elemen apa lagi diluar kedua genre tersebut yang ingin kalian representasikan di rilisan SSSLOTHHH selanjutnya?
Widi: Mungkin Titanium, Niobium, dan sedikit paduan Vanadium.
Angga: Di campur-campur kan aja, karena setiap personil bawa referensi nya beda beda, jadi bisa lebih explore.
Boinx: Pasti bakalan ada perubahan baru lagi untuk rilisan selanjutnya, ditambah referensi masing-masing dari member berbeda-beda, dan bisa saja memasukan unsur-unsur yang lebih beda.
Dinar: Pengen nya ada nuansa dark jazz kaya Bohren and Der Club of Gore, hmm tapi ga tau nih bisa apa engga hahaha!
Jika berbicara mengenai “Celestial Versesâ€, bisa ceritakan proses penulisan lagu sampai recording pembuatan album ini? Apakah masing-masing personil ada cerita unik dibalik pembuatan album ini?
Widi: Kalo ngerefer satu dekade ke belakang selama ngeband, bisa dibilang Celestial Verses adalah project terlama yang pernah saya kerjakan. Soalnya disini kita ingin ngasih ouput yang berbeda dari rilisan yang sebelumnya. Singkatnya gini: proses pembuatan draft material sudah dimulai dari akhir 2013 setelah phenomenon rilis. 2014 – 2016 kita baru mapping riff dan pattern instrument. Mei 2016 kita baru masuk proses pre live recording di Escape studio Bandung buat mapping sound dan struktur lagu. Di tahun yang sama kita lanjut beresin sesi rekam semua instrument di Masterplan studio recording Bandung. Tahun 2018 Angga join di band. Karena skala prioritas dan kesibukan pekerjaan. Album ini baru bisa digarap lagi tahun 2019. Di tahun itu saya mulai ngerampungin track vocal di dua studio yang berbeda yaitu Red dan Fun House studio Bandung. Setelah itu ditengah proses mixing berlangsung ada anomali dimana Angga baru terlibat masuk buat mengisi semua fill di semua track gitar di Fun House studio Bandung. Selanjutnya finalisasi mixing dikerjakan sepenuhnya oleh Aulia Akbar di Noise Lab Jakarta dan proses mastering dikerjakan sepenuhnya oleh James Plotkin di Plotkin Works Studio. Uniknya lagi kita baru bisa rilis di akhir tahun yaitu bulan Desember. Dimana jarang ada band yang mau ngerilis sebuah album atau apapun itu di bulan tersebut.
Angga: Nah kalo Angga memang ngga ikut sepenuhnya proses pembuatan lagu nya, karena memang baru banget gabung sama SSSLOTHHH, jadi untuk proses di album Celestial Verses, Angga mengisi fill-in nya saja.
Boinx: Di album “Celestial Versesâ€, ini album yang paling menarik buat saya, dari proses pengerjaan cukup panjang ditambah kesibukan masing masing personil dengan kegiatan diluar band, menariknya untuk saya sendiri James Plotkin bisa bekerjasama di proses mastering di album ini.
Dinar: proses udah diceritain Widi ya haha. Kalo cerita uniknya, Celestial Verses itu pertama kali nya saya tuning drum pake tension watch biar nada dasar nya sama kaya gitar dan lumayan bikin stress sih gara-gara tension setiap lugs nya ga bisa sempurna. Haha!
Upcoming release dan project yang sedang dikerjakan?
Widi: Mungkin single, EP atau pameran lukisan Celestial Verses.
Angga: Mau nya sih langsung album hahaha..
Boinx: PR nya sih EP, ini masih bertahap ngumpulin dulu materi materi nya, soalnya pasti banyak perubahan dari segi musikalitas yang biasa kita mainkan.
Dinar: Kebetulan sudah ada beberapa draft lagu, dan kayanya format rilisan selanjutnya EP deh..
Masing-masing personil seperti Widi, Dinar dan Angga tergabung juga di band lain. Apakah sulit membagi fokus dan ngulik lagu-lagu yang cukup masif dari SSSLOTHH dan band kalian yang lain? Bagaimana membedakan style bermain kalian ketika sedang bermain di band yang berbeda?
Widi: Kalo saya pribadi lebih ke mapping konsep, time management, dan pemilihan referensi. Selebihnya ngalir sendiri. Seperti SSSLOTHHH dan Sacred Witch yang mana keduanya jelas beda banget, tapi masih bisa jalan di waktu yang bersamaan.
Angga: Kalo style bermain, mungkin karena udah biasa aja main di beda band hehe.. Jadi bisa ngebedain sendiri.
Boinx: Secara personal ketika balik lagi beraktivitas di SSSLOTHHH seperti Widi, Angga dan Dinar mereka tetap profesional sih dan membawa SSSLOTHHH tetap ke arahnya sendiri jadi tidak terganggu juga.
Dinar: Hmm ga ada kesulitan sih, soalnya saya lumayan banyak dengerin berbagai macam genre musik dan juga temen-temen di kantor sering juga ngasih rekomendasi band yang cakep lah. Dan cara membedakan style main juga ga ada kesuitan karena apa yang SSSLOTHHH mainkan ga jauh sama band saya yang lain, lagian band saya juga ga ada yang rumit kaya Meshuggah gitu wakakakak!
Bagaimana efek pandemi ke produktivitas band kalian?
Widi: Selama pandemi secara internal saya ada banyak buat tabungan riff riff untuk project selanjutnya. Tapi kalo nge draft secara langsung face to face dengan Dinar, Angga, dan Boink untuk 2 tahun kebelakang frekuensinya hanya hitungan jari.
Angga: Ikutan pandemi juga.. “ngga deng” haha.. Nabung nabung riff riff juga.. Buat project SSSLOTHHH bikin album atau EP.
Boinx: Efeknya pasti terhambat sih kalau untuk produktivitas di lapangan, seperti show atau launching, tapi untuk personal sih Widi, Dinar dan Angga jadi banyak waktu untuk mengumpulkan materi untuk album selanjutnya.
Dinar: Lumayan drop sih, soalnya briefing itu biasa ketemu di rumah Widi buat nyari riff atau cuma sekedar ngobrol-ngobrol doang, ya mayan lah parno adanya covid ini. Jadinya selama pandemi 2020 kita bener-bener ga bikin apa-apa hahaha!
Interview by Aldy Kusumah Photos Ssslothhh’s archive
Setelah merilis album Celestial Verses di tahun 2019 lalu, SSSLOTHHH sedikit terhambat untuk memperkenalkan album barunya dikarenakan berdekatan dengan awal pandemi. Sempat merilis satu lagu di tahun 2020 untuk mengisi kompilasi Dasawarsa Kebisingan yang dirilis Grimloc Records dalam bentuk CD, menjadi sesuatu yang baru dikeluarkan oleh unit atmospheric sludge sludge metal asal Bandung ini setelah rilis album Celestial Verses.
Di awal tahun 2022 ini, SSSLOTHHH merilis sebuah video live session yang menampilkan enam lagu yang ada di album Celestial Verses ditambah satu cover version ALICE “Delta Apokalips”. Dalam live session ini band yang berisikan Widi Sulistya (gitar), Angga Kusuma (gitar), Syahroni Al Fateh (bass), dan Dinarson Gandhy (drum) ini mengajak Kuntari, sebuah Soloist Experimental grup yang baru saja merilis album Last Boy Picked pada 2021 silam untuk berkolaborasi.
Celestial Verses Live Session sudah bisa dinikmati melalui kanal youtube Maternal Disaster.
Karakter superhero yang dilabeli sebagai “the world’s best detective†ini sudah malang-melintang di dunia sinema dari tahun 1966 sampai 2022. Tentu saja banyak pro dan kontra mengenai siapa Batman terbaik dan film mana yang paling setia mengadaptasi komiknya. Dari Val Kilmer, Christian Bale, Michael Keaton, Ben Affleck, Robert Pattinson sampai George Clooney pernah memerankan Bruce Wayne. Mari simak film Batman favorit kita di Jeurnals (dan beberapa yang sebaiknya dilupakan saja)
Batman & Robin (1997) Dir. Joel Schumacher
Jika keputusan menggunakan Arnold Schwarzenegger sebagai Mr. Freeze dan George Clooney sebagai Batman tidak cukup buruk, kami ingatkan sekali lagi kalau ini adalah satu-satunya film Batman yang menampilkan nipple pada kostum Batsuit nya. Bahkan George Clooney pun mengakui kalau film ini bisa “Menghancurkan franchise film Batmanâ€. Nuff said.
Batman (1966) Dir. Leslie H. Martinson
Setidaknya Batman versi Adam West ini menampilkan kostum dan Batmobile yang cukup ikonik dan mirip dengan versi komik Batman awal-awal. Film Batman pertama ini berdasarkan serial televisinya yang tayang tahun ‘60an, dibintangi Adam West (Batman) dan Burt Ward (Robin). Ada humor dan komedi yang lumayan sebenarnya, tapi dengan kualitas produksi yang murahan dan ketinggalan zaman, tentunya film ini tidak layak untuk ditonton di tahun 2022.
Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) Dir. Zack Snyder
Pertemuan sinematik pertama antara vigilante dari kota Gotham dengan anak favorit planet Krypton. Tentunya momen dimana kedua superhero tersebut mempunyai nama ibu (Martha) yang sama adalah salah satu plot twist terburuk yang pernah ditampilkan di sebuah film superhero. Tapi film ini menghancurkan ekspektasi orang yang menganggap Ben Affleck akan menjadi Batman yang buruk. Setidaknya lebih baik dari George Clooney lah..
Batman Forever (1995) Dir. Joel Schumacher
Lagi-lagi sutradara Joel Schumacher berulah. Sebagai periode transisi dari Batman Tim Burton yang dark menjadi lebih colourful, tentunya film ini cukup ikonik. Menampilkan The Riddler versi Jim Carrey yang malah berakting seperti Joker, dan Two Face versi Tommy Lee Jones disini juga terlihat seperti badut. Origin story Robin lumayan ditampilkan dengan baik disini, dan Val Kilmer sebagai Batman pun sangat underrated, yang menurut saya justru lebih baik daripada versi Ben Affleck. Jika kamu bisa melupakan kota Gotham yang terlihat seperti neon warni-warni dan perkelahian ala Power Rangers, film ini cukup lumayan layak untuk ditonton. Soundtracknya pun cukup ikonik pada masa nya dengan menampilkan Seal dan U2.
The Dark Knight Rises (2012) Dir. Christopher Nolan
Part terakhir dari trilogi Christopher Nolan ini terinspirasi dari komik arc “No Man’s Landâ€. Tom Hardy sebagai Bane memang menakutkan, tetapi tanpa subtitle, dia hanya terdengar seperti pemabuk beraksen cockney yang sedang menggumam. Beberapa scene yang ikonik disini justru bukan scene action, melainkan scene ketika Jim Gordon menenangkan Bruce Wayne muda saat baru kehilangan orang tua nya, dan scene terakhir dimana Alfred melihat Bruce Wayne yang sudah melepas jati diri Batman nya. Dibanding Batman Begins dan The Dark Knight, tentunya ini adalah yang terlemah dari trilogi Nolan. Durasi yang terlalu panjang, plot yang sedikit membingungkan dan tentunya villain yang kurang menarik. Tema class-war yang diangkat disini cukup menarik, dan tidak ada salahnya kamu me re-watch film yang satu ini.
Batman Returns (1992) Dir. Tim Burton
Dianggap sebagai film Batman yang paling dark, ketika SD saya menonton film ini di bioskop pun merasa seperti menonton film horror ketimbang film superhero. Adegan intro saja menampilkan orang tua Penguin yang membuang bayi nya ke solokan. Damn, that’s pretty dark for a superhero film, Tim. Penguin yang ditampilkan oleh Danny DeVito sangat menyeramkan, apalagi dengan make up nya yang menyerupai witch dan beberapa scene sang aktor memakan ikan mentah on screen. Tidak bisa dipungkiri, Catwoman yang diperankan Michelle Pfeiffer adalah Catwoman terbaik (maaf Zoe).
Batman Begins (2005) Dir. Christopher Nolan
Christopher Nolan banyak mengambil resiko di film Batman pertama nya. Dengan mengambil tema yang lebih relevan dan real, hilanglah kota neon ala Joel Schumacher dan Gotham versi gothic ala Tim Burton. Disini Gotham terlihat seperti kota pada umum nya: Terang dan modern. Uniknya, walaupun banyak menampilkan scene siang hari, Batman versi Nolan ini terasa padat dan tetap gritty. Batman Begins adalah sebuah film Batman yang baik, menandakan era baru sinematik Batman. Lupakan saja suara serak Christian Bale saat mengenakan kostum Batman, dan kalian sudah menyaksikan Bruce Wayne versi terbaik.
Batman (1989) Dir. Tim Burton
Tidak bisa dipungkiri, Michael Keaton adalah Batman terbaik versi saya. Tim Burton seperti biasa menggunakan ciri khas gothic nya dalam film ini. Visual yang keren dan tentunya penampilan Jack Nicholson sebagai Joker disini memang paten. Disini juga ditampilkan origin story Joker yang sedikit dimodifikasi. Untuk angkatan ‘90an, tentunya film Batman inilah yang menemani kalian semua tumbuh dewasa. Film ini lebih terasa unsur komik nya daripada versi Nolan yang lebih grounded. Lupakan George Clooney dengan kostum nipple nya dan lupakan suara serak Christian Bale. Karena Michael Keaton adalah Batman yang sangat ikonik. Film inilah yang bertanggung-jawab membuat karakter Batman menjadi ikonik dalam media film.
The Dark Knight (2008) Dir. Christopher Nolan
Film ini bukan saja film Batman yang bagus, tapi film ini adalah film yang bagus secara umum: visual, plot, akting, sound dan produksi benar-benar di handle Christopher Nolan dengan sangat baik. Siapa yang bisa melupakan intro perampokan bank yang di shoot dengan kamera IMAX? Joker yang membakar uang sambil tertawa? Disini ditampilkan juga sebuah Chase scene yang keren dan menghancurkan 1 kamera IMAX (yang sampai saat ini adalah kamera termahal di dunia). Tentunya kesuksesan film ini sangat dipengaruhi oleh akting Heath Ledger sebagai Joker dengan versi yang lebih seram dan pintar ketimbang versi Jack Nicholson. Konon Heath mengambil inspirasi cara Joker berbicara dari sebuah interview musisi bernama Tom Waits. Jika kalian menyukai heist movie, tentunya film ini adalah film Heat (1995) versi Nolan; Batman hadir menggantikan Al Pacino dan Joker menggantikan Robert Deniro dalam salah satu film perampokan terkeren abad ini.
The Batman (2022) Dir. Matt Reeves
Jika The Dark Knight adalah Heat versi Batman, maka film ini adalah Se7en (1995) dan Zodiac (2007) versi Batman. Jika kita telusuri, DC Comics pada awalnya bernama Detective Comics, dan Batman pun ditampilkan sebagai detektif yang piawai dalam komik-komik awalnya di Detective Comics. Sayangnya, keterampilan Batman sebagai detektif jarang ditampilkan di film-film Batman versi Tim Burton maupun Nolan. Disini Matt Reeves ingin melupakan sejenak gadget-gadget canggih Batman, dan ingin menampilkan sisi Batman sebagai detektif hard-boiled seperti pada film-film noir pada umum nya. Disini Batman ditampilkan dengan sangat seram dan moody: Suara boots nya yang melangkah pelan saat menghampiri penjahat di awal film adalah salah satu scene terkeren dalam sejarah film Batman. Batman pun disini lebih ditampilkan sebagai seseorang yang pandai berkelahi dengan tangan kosong ketimbang menggunakan Batarang atau senjata lain nya. Apa yang mau dikata, Paul Dano memerankan Riddler dengan sempurna dan menyeramkan, sehingga Riddler lebih menyerupai seorang serial killer dan teroris ketimbang super-villain pada umum nya. Zoe Kravitz pun memainkan Catwoman yang cukup sexy. Matt Reeves berhasil membuat Gotham Terlihat dark tanpa menjadi terlalu gothic seperti versi Tim Burton. Jika kamu berhasil membuat penonton duduk di ujung kursinya selama 3 jam, maka kamu telah membuat film bagus yang jauh dari membosankan. Oh ya, jika Keaton adalah Batman terbaik dan Christian Bale adalah Bruce Wayne terbaik, maka Robert Pattinson adalah the best of both worlds. Dia mampu menjadi Bruce Wayne dan Batman dengan baik dan benar. Pattinson was born to play Batman.
Dadan Ruskandar atau yang lebih dikenal dengan Dadan Ketu adalah sosok dibalik layar band metal Burgerkill. Dadan sudah menjadi manager BK dari tahun 2011 sampai sekarang. Selain itu, Dadan juga dikenal sebagai salah satu founder Riotic Records dan event organizer Berandalan Bandung yang pernah mendatangkan Himsa dan The Exploited ke Bandung. Mari berbincang dengan Dadan mengenai band punk nya Kontaminasi Kapitalis, berjualan di pinggir jalan sampai memanajeri salah satu band besar seperti Burgerkill ini.
Halo Dadan apa kabar? Gimana kabarnya Burgerkill (BK) dengan formasi baru sekarang ini?
Halo mas Aldy Kentang gimana kabarnya juga? Alhamdulillah kabar baik. Si BK ada perubahan signifikan yang sangat mempengaruhi mental anak-anak. Tapi alhamdulillah so far anak-anak tuh mental pejuang lah. Mereka bangkit kembali bikin single dan segala macem. Bisa dibilang (formasi baru ini) hasilnya memuaskan.
Sudah berapa lama Dadan managerin BK? Awal-mula nya gimana bisa diajakin managerin BK?
Untuk pertama kali diajak itu prosesnya lumayan alot. 2007 diajakin sama Eben tapi saya ga bisa soalnya masih pegang salah satu band juga. Akhir 2011 Eben ngajak lagi dan saya lagi santai karena band yang saya pegang lagi vakum. Akhirnya join sama BK dan butuh adaptasi lama saya itu. 2 sampai 3 tahun baru bisa adaptasi sama kebiasaan dan pola mereka itu seperti apa. Agak riskan karena dulu saya megang band rock populer yang punya manajemen yang lebih tertib. Di BK lebih kekeluargaan manajemen nya. Akhirnya saya rombak dikit-dikit, ya hasilnya ya terlihat sekarang. Lebih stabil dari keuangan dan program ada terus. Ketika saya masuk juga BK sebenernya band nya sudah jadi, jadi saya cuma nerusin aja sebenernya.
Ada cerita-cerita tour unik ga selama touring sama BK keluar negeri?
Kalau cerita konyol banyak banget! Karena basic-nya mereka itu senang bercanda. Jahil nya itu super-jahil. Hal yang pernah saya lakukan bodoh itu ga antisipasi ketika ada panitia yang kita manggung diluar kota sangat jauh, kita kan harus pake pesawat. Saya dengan bodohnya dikasih tiket berangkat doang, dan kita belum menerima tiket balik. Pas beres acara panitia nya kabur hahaha. Gak ngasih tiket balik. Akhirnya kita terlunta-lunta di Aceh sekitar 4 hari dan akhirnya saya pake uang sendiri beli tiket pesawat yang harga nya lumayan banget. Bodoh lah itu pelajaran. Kalo yang konyol-konyol mah mereka paling juara, nanti bakal kita upload juga video konyol mereka selama karirnya di Youtube..
Next project si BK apa saja?
Untuk saat ini kita fokus single ke-2. Insyallah tahun ini keluar album baru..
Dadan juga kan founder Riotic Records. Bisa ceritain sedikit ga tentang Riotic dari awal sampai sekarang?
Kalau cerita klasik Riotic itu ya berawal dari anak-anak punk rock yang nongkrong di pelataran belakang BIP. Dari obrolan muncul ide untuk jualan sambil nongkrong. Awal nya 1996-1997 di depan BIP kita di emper pinggir jalan. Terus karena kondisi pindah ke belakang BIP, mulai jual macem-macem dari T-shirt sampai aksesori punk. Dulu sekitar 15 orang kita tuh yang ngebentuk. Lalu sempat pindah ke rumah Azis Blind to See. Bikin Riotic Squad di paviliun Azis yang ga dipake. Orang-orang dari luar kota atau luar negeri lagi tour ditampung di penginapan gratis kita. Lalu kita kena krismon dan ditawarin di rumah keluarga Ucay eks-Rocket Rockers. Sekarang jadi McDonalds Dago simpang. Sewa perbulan disitu. Karena banyak kerjaan, waktu pindah ke simpang sisa 5 orang yang fokus ngerjain. Pas rumah itu dibeli McD kita pindah lagi, mulai ngeluarin bujet kontrak yang tinggi dan penjualan cuma cukup untuk hidup. Lalu pada mengundurkan diri. Tadinya mau saya bubarkan sih, tapi eweuh gawe oge jadi saya terusin. Nomaden pindah ke Cimanuk, Dago Atas dan Jl. Sumbawa, paling lama lah 12 tahun disitu. Kontrakan makin naik, balik lagi ke rumah saya yang di Cijerah, gudang disana sekarang. Sekarang nyewa di Hallway Space karena biaya sewa realistis. Gitu mas Aldy..
Suka-duka Dadan selama menjalankan Riotic selama ini apa saja?
Jadi banyak banget lah, dulu pas di pinggir jalan banyak bersentuhan dengan premanisme, satpol PP, dengan kondisi anak-anak yang hidup dijalan. Dari dulu kita ga ngambil keuntungan, cuma cukup untuk biaya hidup sehari-hari, makan bareng. Kalau hari ini ga dapet duit ya ga makan. Gitu terus selama bertahun-tahun. Selama ini Riotic Records juga belum ada yang menguntungkan sih.. Saya juga akhirnya bikin event organizer Berandalan Bandung sama anak-anak. Suka nya itu ya mungkin dari hobby jadi bisa buat hidup, akhirnya saya memilih profesi ini walaupun saya punya gelar sarjana, ya saya pilih disini, dunia entertain (manager BK). Dari hobby jadi menguntungkan akhirnya..
Buat orang awam yang belum tahu, A to Z Dadan sebagai manger BK itu apa saja sih jobdesc nya?
Jadi memang dalam satu manajemen band itu punya sistem sendiri lah. As a manager, manajer bisnis, keuangan dan lain-lain. Kalau part saya di BK agak unik: saya bisa jadi road manager, business manager, road man juga. Mengatur segala macem lah di BK. Tapi saya lebih fokus ke BK untuk panggung sih, segalanya harus disiapkan sama saya. Dari mulai keberangkatan, safety, lighting, sound system dan memastikan agar riders nya dipenuhi juga..
Apa sih yang dimiliki BK yang mungkin ga dimiliki band lain?
BK itu emang konsisten dan full-time band. Jadi emang kerjaan nya nge band, bukan part-time band. Orang kan biasanya sambil kerja sambil nge band. Kalau di BK itu orang-orangnya memang fokus di musik. Itu yang membedakan sama band-band lain. 100% fokus di band. Pekerjaan sampingan itu nomor dua. Dan mereka ga pernah berhenti membuat proses kreatif, selalu ada aja idenya. Mereka itu full-time band, semua fokus di band ga ada yang kerja kantoran. Mereka ga pernah berhenti berkarya.
Bisa ceritain sedikit soal Berandalan Bandung?
Dibentuk sama saya, Arian (Seringai) dan Wale. Dibentuk karena ada band Amerika, Himsa, yang mau tour ke Bandung. Kita bikin kolektif ini untuk menghandle kerjaan seperti ini. Setiap ada band luar kita kerjain, dan pernah juga ngerjain event ulang tahun Burgerkill dan Puppen Last Show. Event si Exploited juga pernah. Sekarang kita vakum, jualan merch laku sampai dibajak di Tanah Abang dan Alun-alun. Jadi kampungan kieu dibajak dimana-mana. Akhirnya kita berhentikan merch nya. Terakhir saya bikin event launching album sekarang sih stop dulu karena kondisi juga ga memungkinkan untuk buat event.
Dulu juga Dadan sempat nge band ya sama Kontaminasi Kapitalis ya?
Jadi bikin KK itu sama Pam karena kita se-propaganda aja sih dulu. Indonesia juga lagi dihajar krismon, kondisi parah dan pemerintah ngahuleng oge. Itu band cuma propaganda aja sih soalnya Pam kan bikin zine juga. Ayolah bikin band, manggung ama siapa aja juga gatau sih, pas main selalu banyak polisi, intel. Tapi sempet main di Yogya, dimana. Seru-seruan aja manggung under the radar. Lama-lama lieur oge kikieuan wae akhirnya saya cabut dan digantiin orang lain. Sekarang mah udah ga ngeband lagi, lieur ah, maen musik nya aja geus paroho deui hahaha..
Interview by Aldy Kusumah Photos by Dadan Ketu’s Archive