Brand yang ditemukan pada tahun 2012 di antara London dan Tokyo ini adalah buah karya dari legenda desainer grafis SK8THING. Sebelumnya, SK8THING (aka Shinichiro Nakamura) sudah menyumbangkan visual dan konsepnya pada brand-brand ikonik seperti BAPE, Billionaire Boys Club (B.B.C.), Human Made, dan WTAPS. Shinichiro berkerjasama dengan Hishiyama Yutaka dan Toby Feltwell (Mo’Wax Records, XL Records dan Nowhere) untuk merealisasikan C.E. sebagai brand yang berbasis di Jepang. Pembagian kerja masing-masing divisi sudah jelas dari awal: SK8THING bertanggung-jawab atas semua grafisnya, Hishiyama mengerjakan proses produksi dan Toby Feltwell memantau segi bisnis dan desain produknya.

 

 

Cav Empt menciptakan produk-produk yang berkualitas premium dengan estetika yang akan disukai konsumen urban kontemporer. Tentunya brand ini sudah sangat berpengalaman dan tidak sungkan menggunakan elemen-elemen yang sebelumnya bisa membuat BAPE, B.B.C. dan Ice Cream menjadi brand sukses. Shinichiro juga sudah menjadi pemain lama dalam departemen design. Selain menjadi co-creator brand-brand ikonik, dia juga sering terlibat mendesain untuk Undercover, Supreme dan Neighborhood. Shinichiro sangat menjaga identitas anonimnya dengan selalu menggunakan masker dalam setiap wawancara dan kadang merubah suara aslinya. Toby Feltwell bertemu Shinichiro saat Toby pindah ke Tokyo setelah meninggalkan Mo’Wax dan XL Records di London. Toby dan Shinichiro berkerja di B.B.C. milik Pharell dan juga untuk brand BAPE milik Nigo. Setelah Nigo memutuskan untuk menjual BAPE (dan membuat Human Made), Shinichiro dan Toby memutuskan untuk membuat Cav Empt dengan mengajak Hishiyama (yang sebelumnya berkerja juga di B.B.C.), seorang pakar dalam bidang produksi.

 

 

Nama Cav Empt berasal dari Caveat Emptor, sebuah tato yang terlihat pada karakter novel “Ubik” karya penulis Phillip K. Dick. Istilah Caveat Emptor berasal dari bahasa Latin yang berarti pembeli harus berwaspada. Jika pembeli tidak berhati-hati dalam pembeliannya, ia akan bertanggung jawab sendiri dan memikul seluruh risiko atas pembelian yang tidak menguntungkannya. Tentu saja istilah ini akan cocok dengan koleksi produk-produk subversif Cav Empt. Tema-tema dystopia George Orwell dan masa depan suram ala Phillip K. Dick dapat diaplikasikan dalam setiap design-design dan graphic tees-nya. Brand ini juga memiliki karakteristik garment berkualitas seperti brand-brand streetwear klasik pendahulunya. Heavyweight hoodies dan warna-warna washed menjadi ciri khas mereka. C.E. juga mendesain ulang pakem outerwear militer dan workwear ala Amerika dengan fitting dan bentuk yang tidak umum, dibumbui visual dengan tema hipperealitas, grafik-grafik glitch dan colorways yang sophisticated.

 

 

 

Brand misterius ini bukan hanya unik karena tema retro-futurist dan visual dystopia-nya, melainkan bahasa yang mereka gunakan untuk berbicara pada konsumennya. Lihat saja foto-foto produk, feeds Instagram dan website resminya. Terkesan dingin, misterius, robotik dan selalu tepat sasaran. Looks-looks editorial yang ditampilkan oleh model-model C.E. pun terkesan kaku dan futuristik, seolah melihat fashion style avant-garde dari masa depan. Ketika designer-designer dari industri fashion ingin mendapat perhatian media dan stylenya terdokumentasikan, SK8THING tetap low profile. Sering menolak wawancara dengan media-media papan atas dan prefer untuk berbicara melalui karyanya. Bertolak belakang dengan para raksasa industri fashion yang ingin menampilkan persona publiknya seperti Nigo dan Hiroshi Fujiwara, ketiga pentolan C.E. ini ingin tetap berkerja dari bayangan. SK8THING, Hishiyama Yutaka dan Toby Feltwell melakukan yang terbaik di departemennya masing-masing. Bertiga, mereka membuat C.E. menjadi sebuah brand misterius dimana ketiga orang itu bisa menjaga anonimitas dan lebih nyaman untuk bekerja dibelakang layar.

 


 
Words by Aldy Kusumah

Avi Gold selalu bermain dalam pendekatannya terhadap streetwear kontemporer. Label Avi sebelumnya yang bernama Bootleg is Better bermain dengan logo dan grafis-grafis populer sperti kaos homage Seinfeld untuk menyodorkan konteks yang baru. Design toko pop-up SNEAKEASY Nike Toronto yang displaynya seperti toko olahraga klasik adalah karya Avi Gold yang membuatnya dikenal. Dia juga tidak takut untuk mengejek diri sendiri dengan fleece sweaternya yang bertuliskan “plagiarism”. Sekarang Avi merebranding Bootleg is Better-nya untuk fokus terhadap brand Better™ Gift Shop-nya. Dibalik homage-nya terhadap kultur ‘90an dan kejeniusan Larry David / Seinfeld-nya, terlihat jelas kalau Avi Gold ingin memberi nilai tambah untuk para konsumennya. Semua produk Better™ Gift Shop adalah hasil observasi dan atensi Avi Gold yang sangat mendetail, layaknya seorang stand-up comedian yang sangat memperhitungkan hal-hal kecil disekitarnya.




Better™ Gift Shop dikenal lewat koleksi produk-produk esensialnya yang ter-elevate, seperti sweater berbahan premium dan graphic T-Shirts dengan logo klasiknya. Untuk delivery Spring/Summer 2021-nya, label Avi Gold ini mendevelop kolaborasi hoodie dengan Dover Street Market Ginza dan range produk lifestyle bersama seniman multidisiplin Face Oka. Kolaborasi dengan Face Oka menghasilkan kemeja dengan grafis musisi soul legendaris Marvin Gaye (menampilkan kover album Marvin Gaye Live!). Face Oka juga membuat beberapa produk dan suvenir unik seperti stress toy, pulpen, pewangi ruangan dan botol minum Nalgene (yang juga dijual di DSMG). Better™ Gift Shop juga pernah berkolaborasi dengan Griggs Brothers untuk mendesign ulang Clark’s Wallabees, yang terinspirasi oleh patch-patch souvenir tahun 1970an, setiap pasang sepatu Wallabees tersebut dibongkar, dibordir, dijahit dan dikonstruksi ulang secara handmade. Brand ini juga sudah melakukan kolaborasi dengan merk papan atas seperti Nike dan Comme Des Garçons.




Mungkin akan sangat jarang kita mengucapkan kalimat “handuk pantai dengan foto Larry David” saat membeli sebuah produk. Tetapi hidup memang penuh kejutan dan ternyata ada yang membuat produk seunik ini. Sebuah handuk yang menampilkan foto Larry David (dengan muka merah karena kepanasan) yang diambil dari sebuah episode Curb Your Enthusiasm sold out dalam beberapa waktu saja. Karya-karya dan produk Avi Gold sudah menjadi barang obscure nyeleneh yang banyak dicari, tidak aneh kalau LeBron James juga terlihat memakai kaos Better™ Gift Shop.




Toko Better™ Gift Shop milik Avi Gold ini juga menampilkan produk-produk dari brand lain yang terkurasi, seperti Awake NY, Cav Empt, Comme Des Garçons, Sci-Fi Fantasy (milik skater Jerry Hsu) dan Sneeze Magazine (yang juga proyek Avi Gold). Tidak hanya produk fashion, toko unik ini juga menjual berbagai majalah, dupa, poster-poster Sade, foto-foto Larry David resmi, piringan hitam sampai kaset-kaset Tribe Called Quest. Toko perintilan dan brand Toronto Kanada ini rupanya ingin menjadi destinasi dari produk-produk apparel original sampai aksesori vintage yang layak untuk dikoleksi. Avi Gold ingin menginspirasi siapapun yang mengunjungi tokonya untuk memulai brandnya sendiri, berkolaborasi dengan seniman-seniman dan membuka toko untuk menjual produk-produk aneh seperti Better™ Gift Shop.



Words by Aldy Kusumah